Wednesday, August 31, 2016

Gagasan Indonesia #1 : Nasionalisme

  No comments
Pertama-tama saya akan menulis seluruh pemikiran saya tentang Indonesia yang ideal menurut pandangan saya, dan setidaknya mampu diimplementasikan untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.
            Artikel ini akan saya tulis dengan bahasa Indonesia dengan tujuan meningkatkan minat pemuda dalam membaca sekaligus menulis dalam rangka menyuarakan pendapat, karena Indonesia yang katanya menganut paham demokrasi dimana setiap orang punya hak untuk berbicara dan mengemukakan pendapatnya secara bebas.
            Kedua saya ingin menyuarakan gerakan cinta budaya bangsa yang saya pikir akhir-akhir ini mulai luntur dan hilang ruh nya dalam kehidupan berbangsa setiap harinya. Agar tidak terlalu lama, mari saya paparkan gagasan pertama saya tentang Indonesia yang lebih baik.

Nasionalisme
            Hal pertama yang menurut saya adalah merevolusi mental masyarakat, sejalan dengan semangat presiden ke-7 kita yang terhormat bpk Jokowi yang menyuarakan semangat revolusi mental. Sesungguhnya saya tergerak dari cerita mengenai latar belakang sejarah meletusnya perang salib, dimana kala itu ummat islam benar-benar kalah telak. Bertolak dari ha tersebut, salah satu imam terkemuka pada zaman tersebut yakni Al- Imam Al- Ghozali bukannya ikut ambil baian dalam menghunus senjata tapi mengnalisa masalah yang tengah terjadi lalu dengan hati-hati merumuskan  solusi untuk masalah tersebut. Maka didapatlah kesimpulan bahwa latar belakang kalahnya pasukan muslim bukan karena kalah jumlah maupun kalah kemampuan tapi mereka kalah karena mental mereka yang rapuh. Maka Al Imam Al- Ghozali memutuskan untuk berjihad melalui pena mencipta ratusan buku guna mencipta revolusi mental kaum muslimin kala itu, sungguh tak disangka beratus-ratus tahun kemudian pasukan salib mampu ditaklukkan dan ibukta kerajaan kristen yakni konstatinopel mampu direbut oleh pasukan muslim Turki Ustmani.
            Berkaca pada sejarah tersebut maka setidaknya dengan menempatkan perbaikan mental di priorits pertama merupakan hal yang cukup brilian dan ideal guna menyokong hal-hal lainnya. Sebenarnya untuk menjadi negara yang maju, kita tak perlu menjadi negara yang terlalu banyak menekan masyarakatnya untuk berkontribusi. Cukup perbaiki metal mereka, tanamkan nasionalisme maka dengan sendirirnya mereka akan berkontribusi untuk ibu pertiwi.  Analoginya seperti orang kaya yang bermental miskin dibandingkan dengan orang miskin bermental kaya, maka  sungguh labih hebat orang miskin terseubut karena dengan mentalnya ia mampu memilih keputusan yang memang benar-benar dibutuhkan olehnya.
            Nasionalisme kata lainnya adalah kita punya mental yang Indonesia, cinta ke Indonesia, sadar akan tanggub jawab kita sebagai warga negara, maka mengutip perkataan Jhon F Kennedy yang pernah berucap “Don’t ask what country gives to you, but ask what you hae given to your country” sungguh ucapan yang sangat relevan untuk masyarakat dan generasi kita.
            Lalu bagaimana menumbuhkan mental dan semangat nasionalisme generasi bangsa, maka perkenankanlah saya mengemukakan pendapat saya tentang hal ini, pertama setidaknya pemerintah menjadi role model dengan memberi contoh serta suri tauladantentang mental cinta bangsa dengan menghentikan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, seta memperbaiki sistem penegakan hukum dinegara ini. Kedua mungkin dengan mengapresiasi anak bangsa dan tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat pinggiran dapat mencipta suatu ikatan tidak langsung dimana masyarakat akan kagum akan kinerja pemerintah tersebut. Karena sudah terlalu banyak potret rakyat pinggiran yang tertindas yang terhina yang terbuang dan masih banyak nasib ironis lainnya. Yang ketiga setidaknya kita melakukan self introspection atau perbaikan diri, tak melulu pemerintah tapi juga masyarakat serta penulis sendiri guna mencari kesalahan kita dan memperbaikinya, seperti anjuran islam yang menganjurkan ita untuk berhusnudzan kepada siapa saja dan hanya bersu’udzan kepada satu, yakni diri kita sendiri agar diri kita waspada dan hati-hati sehingga tidak terjadi salah paham dan perselisihan
            Semoga gagasan ini bermanfaat :D

            Baiklah, ini pengantar lagi, hehehehe. Saya akan berusaha seai mungkin dalam mengemas gagasan-gagasan serta opini saya dan berupaya sebaik mungkin mengumpulkan bukti serta fakta-fakta yang ada guna menambahpengetahuan serta kahazanah kita dengan harapan dapat mengetuk hati kita semua yang nampaknya sudah ada beberapa yang membatu. Itulah gagasan pertama semoga bermanfaat, kritik saran terbuka lebar di kolom komentar. Sekian. Salam hangat

article about technology and our culture

  No comments
The urgency of technology in popularizing traditional culture
            Over the past 21st century,we have lived with the assimilation of western culture. The assimilation of western and traditional culture seems like black and white. In which, western culture is more dominant than traditional culture. It is proven by the western existence in our surrounding such as: drug abuse, juvenile delinquency, etc. Those westernizations have poisoned the young generation sense of cultural belonging. Basically, we have seen and listened that most of the young generations are starting to leave the traditional culture. In fact, few numbers of the youth get involved on the event of the traditional culture. It is very ironic when a nation which is rich of cultural diversity then they omit the culture.
            Remembering that indonesia has so many traditional cultures spread out  from sabang till merauke. Every region in this nation has its own traditional culture. In east java we can watch reog ponorogo which is very attractive with the attraction. In minangkabau morever, we will be attracted by traditional self-defense. those raditional cultures are legacies from our forefather which is almost extint in the vortex of globalization. The paradise of this era has closed our eyes to see how pity our culture is. These appalling facts should bring us to the awareness that we can no longer stand by and do nothing againt this problem. Therefore, we as the young generation must have strong sense of belonging to preserve or even popularize traditional cuture.
            Today, we are living in the world prosperiority with the phenomenon of advance technology and accessible communication where those elements have been familiar in the entire world. Besides, the rapid technology development has been upraged in this nation. But, there are so many users uttilize technology inappropriately. Let’s take an easy example, in our surrounding, most teenagers use technology for waching porn movie in internet. Actually, the appearance of technology should be utilized as well as possible for indonesia development, involving in the culture side.
            Online media as one of the most attractive technologies in 21st century provides a reliable information and communication around the world. Therefore, we as the smart generation of this nation should not only keep silent on this oppurtunity. We must exploit the online media to popularize the traditional culture, by uploading traditional culture video on facebook, youtube, instagram and other social medias. People in the world can watch our traditional culture video on the online media. Finally,the world attention can be achieved by the existence of traditional culturer video on the online media.
            Intrinsically, the synchronization of technology and traditional culture is really incredible. Technology does not only bring impact toward indonesian but it is also challenging on how indonesian can use techonology for indonesia development. Remembering that young generation is the pillar and future implication of a country. So, it is undeniable that we have responsibility to pick the improvement in all sides, not only on the side of intelligence but also we must take a part in popularizing traditional culture.

            From some explanations above, we can realize how important the role of technology in popularizing our culture is. So, preserving traditional culture is the responsibility of every single generation and popularizing traditional culture is the reflecting of nationalism feeling. The true generation will never forget with what had been dedicated by the heroes as our rescuer.

article about creating a better Indonesia

  No comments
It is vey masterfull moment to stand up and gather in front of you all educated people. as a dreamer of life, when i was five years old my father always asked me all whtat i deram, and i told him  i have a dream to be president,founder,docter all what i dream are wonderful. But it a needs big effort to make it true. Today, what’s bothering my mind on how what i dream about indonesia comes true, but when?
Improving every opportunity in reaching th betterment of indonesia
             we live in the peradise of the world. Where the wealth and beautiful part of the world exits in this homeland. Which is becoming the greatest goal to reach our country develpment. Many people think that the richest country in the world are only america,japan,england but they do  not reliaze ehere they were born and they live is also the richest country in the world. If we try to analyze we have so many things exist in this country. We have many natural resources in creating a good economic and cultures as our self-identity. We live with a different religions but we have the special motto that is “bhenneka tunggal ika” how amzing our country is. By those elements we can create a better country.
               What i dream about indonesia,  when every pessege of this opportunity can be utilizedfull as well as possible. When the wealth of this country can create a big advantage for economic sector in developing our country’s economic. When pur cultures becomea symbol and our pride of our nation in facing all contries in the world. When a different becomes a big unity and it strengthens nasionalism felling toward every young generation to have more ove felling in this nation. And finally those important elements can create a better country in this global chellenge.
               We have a big weallth in this country which can make a stabil economic in developng our country. Some of the wealth are exploited by other companies. One of the examples. Pt.freeport where this company has exploited more than 1.000 millions gold. In which the income they get 99% percent and 1% percent for indonesia as the owner of this natural resource. Some of our cultures were claimed by other country as their self-identity.futhermore, the degredation of nasionalism felling. Where they just focus on what they want to do toward rheir self-centered, without improving any nasionalsim felling to enhance the since of our nasionalism in this nation. So when we can create a better nation? It is very sadden phenomenan  for a country which is recognized as peradise country in the world.
                But it is not too late for us to improve all opportunity we have to get the betterment of our country. By the biggest wealth exits in this country, we should utilize all this opportunity to create a stabil economic. Otherwise, it will demage our country economic. The lack of cultural education becomes the esssiatial factor on how they cannot preserve the culture. Therefore, cultural education must be implemented in preserving our cultures. Also education has big role in emphazing and creating nasionalism felling toward every generation. By implamenting those improvment, we will get  a better condition and finally we can create a better country in the mindle of global chellenge.

                 In brief, our country has the greatest opportunity in creating a better country in the world. But some problems appear as the couse we cannot create a better country. Therefore by implamenting those, it will improve some problems above, by utilizing the wealth and beautifull of this country, and finally we can get the betterment in creating a better country in the world.

Speech article #human in developing Indonesia

  No comments
22 april as the world day celebration for indonesia which has many natural resources should be celebrated with happines. Ironically, the natural’s damage happening makes indonesia cannot celebrate it well.
Simple action in showing our responsibility as human in protecting our world.
21 century our world has been old to be lived by human. Natural desaster appear to threathen the welfare of human’s life. Futhermore, people as the inhabitant in the world do not care againts our world’s condition. They amble above the land by doing action that damage their selves also the world and finally they get reward whtat they have done. Morever, the advance era has closed their eyes to see the fact that how pity our world’s condition is. In our country indonesia, we have lost 97 millions hectars of forest. Beyond that, at 2013 the conflagration forest in riau resulted a big damaged for about 1.7 quintillion as dollar. Flood disaster soaked more than 1.000 houses existed in aceh. As the result, 895 souls must stay in safety places. Besides, many companies felled for many trees randomly without seing the impact of it. So then, this problrm creates a danger many natural disasters appear to threathen and destroy the welfare of our life. such as pollution, acid rain, climet change, the destruction of rain forest and other wild habitats. The decline and extinction of thousand animal species and plants and so on.
Well, i think everyone here agrees that all of these issues exist and tahat human have coused them. And i beliave that those issues terrify everyone here. Thankfully many of us still care about the future of our world. Unless we cannot find a way of solving problems then the environment will suffer.
I know these all sounds so depressing but we cannot stand by and do nothing for these phenomenans.becouse everyone here and all people entire world have a big role and responsibility to keep our world always be safety.
In this chance, i will not appropiate my self to solve this problems, because it also consides you to take a part in this golden occasion. We as the golden generation we can also show our responsibility by doing simple actions, that if being remembered, can do more than all the green actions in the world. Those are reduse, reuse and recycle.
The first R is reduce. Reduce is often misundertood. Many people think that they must stop using what they have and be strict to every single thing they use. However. That is not the case. Reducing only means to cut back to a little thing than what you did before. Because people have a hard time without usi g as much as the have. However. If a person can do that, that’s better. Then the world will be better off.
The second R is reuse. Reuse is another great way to make a different. There are so many things people have in their house. Almost every one of those things can give a different purpose. Many things that you are never thought it can be used again, like foods scraps into compost. So essentially, buying nothing is better that buying something unused when it’s so easy to do with what you have.
The last R is recycle. It is the easiest to do. Because we commonly see scavengers around us. It does not take much effort to put a bottle into a non organic wastebasket or we collect the bottle and give it directly to the scavengers. Simple right, so what are you waiting for? Just do it.
Reducing reusing and recycling are benifit to our environment. These actions are more effective to live in this world. We don’t have to join an organization or donate much money to save the earth. Because it can be done by doing those simple actions.


Thursday, August 25, 2016

Sujud Terakhir

  No comments
Namaku Rahman. Santri di sebuah pondok pesantren yang cukup terkenal di daerah jawa timur. Sudah sekitar 12 tahun aku menjadi santri dipondok ini. Jenjang pendidikan S1 sudah kutempuh. Kini ku mengabdikan diriku menjadi pengurus atau asatidz di salah satu asrama di pondok pesantren ini.
            Sebagai santri hidupku layaknya santri kebanyakan yang terjadwal rapi, pagi dimulai dengan sholat subuh lalu mengaji kepada pengasuh lantas dilanjutkan dengan kegiatan sehari-hari dan ditutup dengan sholat isya’ pada malam hari. Itulah keseharianku selama menjadi santri selama 12 tahun. Hingga suatu hari terdengar kabar bahwa akan ada santri baru yang berasal dari Jakarta bernama Jack.
            Dari cerita yang beredar Jack adalah korban pergaulan bebas di Jakarta. Dia kecanduan miras dan narkoba, akhirnya orang tuanya yang kelimpungan menghadapi tingkah laku Jack memutuskan untuk memondokkan Jack
--
            Dihari kedatangan Jack, pengasuh memanggilku untuk menghadap beliau. Akhirnya akupun sowan ke dalhem beliau lantas beliau berdawuh. “tolong didik Jack dengan baik nak Rahman, tanamkan ideologi mondok untuk mengaji dan membina akhlak kepadanya”
“baik kiai” jawabku takdzim.
Setelah itu akupun pamit kembali ke asrama bersama Jack yang kini ditanggungkan kepadaku.
            Di asrama aku segera memberi tahu Jack tentang seluruh kegiatan wajib pondok dan kebiasaan-kebiasaan santri, selama aku menjelaskan dia tak banyak berkomentar lebih sering mengangguk paham.
            Dari perawakannya jack bisa dibilang rupawan yang juga ditambah dengan postur tubuh tinggi menjulang cukup untuknya menjadi seorang primadona, tapi sayang sikapnya yang dingin dan cenderung apatis membuatnya tak memiliki banyak teman.
--
            Sudah seminggu sejak Jack nyantri di pondok ini, dari gelahgatnya dia memiliki kemauan untuk berubah, tapi dia masih sering bertindak nakal dengan tidak mengikuti kegiatan wajib pesantren serta sering melalaikan sholat. Untungnya para asatidz dengan senang hati membantuku mengurus Jack dengan baik.
--
            Sudah 2 bulan sejak kedatangan Jack. Semua berjalan lancar. Hingga suatu malam jack mengamuk dengan sebuah botol miras dalam genggaman. Para pengurus kelimpungan menghadapinya. Setiap ada pengurus yang mendekat ia mengacungkan botol itu kepada pengurus itu hingga pengurus tak ada yang berani mendekat. Melihat hal tersebut akupun naik pitam, dengan segera aku menyuruh 2 orang pengurus untuk mengalihkan perhatian Jack. Tak lama berselang saat Jack sibuk meladeni 2 orang pengurus yang aku suruh, aku mundur beberapa langkah mengambil ancang-ancang lalu dalam sekejap aku berlari kedepan dan bruk..... tubuh Jack terpental terkena terjanganku. Jack pun tak sadarkan diri.
--
            Mendengar kericuhan yang terjadi, bapak pengasuh pun menanyai beberapa pengurus lalu beliau memanggilku, dengan sedikit kikuk aku pun menghadap beliau. Tak lama sampai beliau langsung mencecarkan beberpa pertanyaan
“siapa yang menyuruhmu bertindak kasar?
Aku hanya menunduk, merasa salah atas keputusan yang telah aku lakukan
“dia, dititipkan disini untuk dididik, jadi lebih baik, bukan jadi bantam buat latihan silat. Jack juga manusia, mau ditaruh dimana nama baik pondok pesantren ini?” ucap beliau
Akupun semakin menunduk, merasa sangat besalah, menyesali keputusanku menghajar Jack hingga babak belur kala itu.
“sudah, kali ini jangan sampai terulang lagi, untung masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan” beliau =berhenti sejenak lalu lanjut berucap “ingat, jangan pernah menilai orang dari penampilannya,hanya tuhan yang tau derajat seorang dihadapannya, bisa jadi ia lebih mulia daripada dirimu. Camkan itu, sekarang kembali ke asramamu, urus para santri”
Mendengar itu akupun pamit, lalu kembali pergi ke asrama dengan hati yang masih sedikit merasa bersalah walau bapak pengasuh sudah memaafkan.
--
            Setelah kejadian mengamuknya Jack, para asatidz pun berkumpul merembukkan masa depan Jack. Banyak yang mulai sinis terhadap Jack. Ada yang mengoloknya sebagai manusia gagal, manusia rusak, atau ejekan lainnya. Sungguh keterlaluan. Setelah perdebatan panjang, akhirnya hanya segelintir asatidz yang dengan ikhlas masih mau mengurus Jack. Akhirnya kami pun memutuskan untuk memperketat penjagaan terhadap jack dan mengintenskan pembelajarannya.
--
            Hari demi hari berlalu, jack menunjukkan rogres yang baik walu tidak terlalu pesat. Dari yang dulunya tak tahu sama sekali baca dan tulis al-quran kini ia sudah mulai mampu melafalkan al-quran dengan baik dan benar. Dari yang awalnya tak tahu sama sekali tentang huruh hijaiyah kini sudah mampu menuliskannya dengan baik walu masih sedikit jelek atau tak mampu terbaca. Aku dan rekan rekan pengurus yang lain pun merasa senang atas progres yang berhasil tercapai, tapi sayang Jack masih bersifat apatis terhadap yang lain.
            Sering terngiang olok-olok dari teman-teman yang mengejekku yang masih keukeuh untuk tetap mengajari Jack dan membuatnya menjadi jadi lebih baik.
--
            2 bulan berlalu, hingga suatu malam sebuah kejadian luar biasa menyadarkanku. Dimalam yang dirundung hujan lebat. Jam menunjukkan pukul 4.30 artinya sebentar lagi adzan subuh berumandang. Akupun segera bersiap-siap untuk sholat berjamaah di masjid. Tak berapa lama berselang adazan subuh pun terdengar. Akupun pergi menerobos hujan menuju masjid dengan sejadah kujadikan sebagai tadah hujan.
            Sesampainya di masjid ternyata aku sudah terlewat satu rakaat, dan alangkah terkejutnya aku Jack lah yang menjadi imam sholat subuh itu. Sempat perasaan ragu dalam hati muncul, apakah ia pantas menjadi imam sholatku? Maka aku pun berhusnudzan dan segera bertakbiratul ikhram.
            Tak berapa lama berselang di tengah riuh suara guyuran hujan, suara Jack yang membaca surat al-fatihah membuat hatiku bergetar, sungguh pelafalannya sangat indah. Membuat yang mendengar merasa tentram. Tak selesai sampai disitu, setelah membaca surat al-fatihah Jack pun melantunkan surat al-mulk, subhanalah sejak kapan ia hafal surat yang berisi 30 ayat ini, tak hanya sampai disitu, ia juga melantunkannya dengan sangat indah hingga tak terasa air mata menetes dari pelupuk mataku, subhanallah. Sungguh indah karuniamu ya Allah.

            Setelah menyelesaikan bacaan surat al-mulk Jack pun rukuk yang diikuti i’tidal lantas dilanjutkan dengan sujud, lalu bangkit untuk duduk diantara dua sujud, waktu itu akupun mendengar suaranya yang terbatuk-batuk, setelah itu Jack pun sujud. Entah kenapa sujud kali ini terasa lama, akupun masih berkonsentrasi dalam sujudku hingga suatu suara menyadarkan kami. Innalillahi wainnalillahi rojiun  seketika seluruh imam beserta diriku pun mendekat memeluk tubuh Jack yang kini sudah menjadi kaku. Ia telah dipanggil dalam sujudnya. Sungguh indah. Maka segera setelah hujan reda seluruh santri dikumpulkan guna menyalati jenazah Jack, tak disangka, ribuan masyarakat hadir, berduka atas meniggalnya Jack. Sungguh skenario-Nya memang sungguh indah dan tak pernah kaliru, sejak saat itu akupun tak pernah memandang orang dari tampilannya. Wallahua’lam

Monday, August 22, 2016

Tampora : Hawai tersembunyi di Situbondo

  No comments

Wana wisata pantai Tampora

Suka liburan? Suka kemana? Mendaki ke gunung? Berlibur ke play ground, taman wisata, water boom? Atau hanya berdiam diri di rumah menghabiskan waktu? Nah kali ini saya akan member tahu suatu tempat indah di kota saya (sekalian promosi).
                Tempat wisata ini terletak di ujung barat Besuki (kota saya, kalau tidak tahu, buka saja google maps dan ketikkan keyword “Besuki Situbondo” dijamin muncul) nah wisata ini berpa hamparan pasir putih indah. Orang orang sekitar menyebut tempat ini pantai putih Tampora. Ada juga yang bilang pantai kura-kura, bukan karena banyak kura-kuranya. Tapi sebelum mencapai tempat ini kita harus melewati gunung kura-kura. Disebut kura-kura karena katanya kalau dilihat dari atas terlihat seperti kura-kura (tak percaya? Buktikan aja, tapi saya masih belum membuktikan juga, hehehe :D)
                Setelah melewati gunung kura-kura kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Waduh bagus banget dah. Dengan karcis yang lumayan murah hanya 2 ribu rupiah per orangnya, dan tak ada biaya tambahan untuk kendaraan. Sungguh cukup bahkan jauh sangat murah dibandingkan dengan pemandangan dan suasan yang terhampar.
Selfie dulu
Foto-foto dulu ah...
dari bukit kura-kura
masih bukit kura-kura tapi beda pose
lagi
bukit kura-kura lagi
                Tapi sayangnya, karena pengelolanya masih sedikit, karena kebanyakan adalah penduduk sekitar, kondisi lingkungannya di beberapa tempat terdpat sampah yang menumpuk yang tidak dibersihkan. Sungguh andaikan pengelolaannya mungkin tempat wisata ini lebih indah dari pada Ancol, Nusa 2, dan wisata pantai lainnya (tapi masih mungkin ya! :D)
last pict
                Semoga bermanfaat dan dapat membuka cakrawala kita bahwa sesungguhnya Indonesia itu indah.Berniat mau mapir, tertarik, silakan masukkan dalam list wisata anda. Ditunggu kedatangannya. Selamat hari senin.
#wonderfulIndonesia #MyTripMyAdventure







Tua di jalanan (catatan perjalan Jember-Besuki)

  No comments


Suasan terminal Arjasa

                Selamat hari senin sahabat blogger, sabtu lalu saya sempat bertolak ke Jember guna mengikuti lomba debat bahasa inggris tingkat SLTA se-jawa timur, berikut ceritanya.
                Diawal perjalanan kami sudah cukup optimis untuk memenangkan lomba, semangat menggebu-gebu, walau kami harus menggunakan transportasiumum untuk menuju jember tapi taka pa, tak akan berpengaruh banyak toh lombanya masih keeseokan hari dan saya serta teman-teman masih memiliki waktu istirahat kurang lebih 1 malam.
                Sungguh perjalanan yang tidak mudah, kami menunggu bis cukup lama sekitar satujam, setelah itu dihadapkan dengan jalann berliku kawasan arak-arak, waduh ampun dah teman saya sampek mabuk. Beruntung semuanya dapat ditempuh sehat walfaiat dengan sedikit insiden mua-mual. Hehehe :D
Ngantri bareng dulu
                Sesampainya di jember kami pun segera beristirahat. Lelah seharian di dalam bus. Keeseokannya, kami pun bersiap. Hari pertama diisi dengan babak penyisihan dengan system 3 match dengan menggunakan margin angka sebagai penentu kelolosan. Lumayan berat 3 pertandingan baru selesai saat adzab isya’ berkumandang, hari yang melelahkan, otak diperas guna mengeluarkan argument pembenar atas alasan kita, waduh pusying dyeh. Kalau tidak percaya, ni mosi debatnya biar ikutan mikir.
                THBT: School should expel student due to non-academic reason (i.e pregnancy, crime, etc)
                THW: Forgive Jason’s crime (tentang bocah 8 tahun yang membunuh preman karena ayahnya dibunuh oleh preman tersebut, cerita lengkapnya silakan klik link ini)
                THBT: Government should allow the implementation and development of technology in any company to the prosperity of it’slabor
                Waduh pusying dah mikirin tuh mosi, dan eng I eng, group saya tidak masuk delapan besar dan bertengger di posisi 10 dengan margin 1,5 dengan posisi diatasnya. Sungguh kecewa. Kami pun tertunduk pulang kembali ke kos-an. Bersiap pulangke pondok tercinta.
Hasil akhir lomba
                Karena kasian dan salut atas kegighan kami ikut lomba, akhrnya kakak Pembina memberikan kai kelonggaran waktu 1 hari guna kembali ke pondok, kami pun pulang ke rumah masih-masing. Nah diperjalanan saya pun mendapat banyak  sekali pengalaman.
                Diawal perjlanan saya bertemu dengan trio pengamen nyentrik. Kenapa saya bilang nyentrik. Karena dibalik wajah mereka yang (maaf) sangar ternyata mereka membawakan lagu sholawatan, waduh asyik banget, sholawatan diaransemen dengan cirri khas lagu jalanan yang tak pernah mengenal batas kreativitas, jadinya music shalawatan yang terdengar asyik di telinga dan tidak monoton dan (sedikit) membosankan (jujur, kalau di pengajian saya agak gimana gitu hehhehe :D). salut deh memang bener-bener kreatif, dan ternyta mereka juga ramah dan jujur.
Trio pengamen selesai melantunkan tembangnya
Foto dulu biar eksis heheeh :D
                Perjalanan pun berlanjut, penumpang satu persatu turun (karena memang sudah sampai tujuan, hehehe ) saya masih tetap setia duduk memang karena masih belum sampai, menikmati pemandangan. Seakan terngiang dalam pikiran, betapa indahnnya alam negeriku, sungguh indah pemandangan sepanjang perjalan. Lalu terbersit dalam pikiran, andai pemerintah benar-benar menyoroti bidang transportasi alangkah indah. Tak ada lagi calo-calo nakal. Sedikit bercerita, dahulu ketika saya berlibur menuju pacitan (tapi tidak saya ceritakan dalam postingan saya, jika tertarik silakan klik link ini untuk tau cerita trip saya ke Pacitan) saya pernah tertipu seorang calo, sungguh Si*l*n. 200 ribu habis begitu saja, sungguh saya sangat emosi, tapi apa daya saya hanya bisa mengikhlaskan. Dan Alhamdulillah saya dapat kembali ke pondok tercinta engan selamat walu uang saku sudah sangat amat tipis.
suasana dalam bus
                Sedikit tips, jika baru naik kedalam bus dan ada yang meminta karcis, jangan mau atau tolak saja, kemungnan besar dia adalah calo. Jika dia tetap memaksa maka turunlah dari bus, lalu naik kembali ketika bus akan jalan. Nah sekian cerita ini, semoga bermanfaat. Dan selamat hari senin





Friday, August 12, 2016

Matahari, saga lanjutan Bumi, dan Bulan

  2 comments
Repro: Google.co.id
            Di tahun 2016 ini, akhirnya salah satu novel paling ditunggu karya Tere Liye pun terbit. Yups, Matahari, buku ketiga dari tetralogi fantasi perjalan Raib, Seli, dan Ali menjelajahi 4 dunia paralel yang terdiri dari dunia klan Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang.
            Di novel ketiga ini, cerita cenderung menitik beratkan kepada tokoh Ali yang memiliki kecerdasan luar biasa walaupun di dalam cerita strata klan Bumi adalah yang paling lemah dan primitif ketimbang klan lain yang kemajuan teknologinya sangat pesat.
            Cerita berawal dari keingintahuan Ali tentang klan bulan yang sebelumnya memang tidak pernah disinggung dan tak diketahui letak keberdaaannya, berbekal dari buku-buku yang diberikan oleh Av, penjaga perpustakaan sentral klan Bulan, Ali pun mulai mengumpulkan data-data yang akhirnya berbuah hipotesa bahwa klan Bintang hidup di dalam bumi.
            Berbekal nyali, dan sebuah kapsul buatan Ali yang menggabungkan teknologi klan Bulan dan Matahri maka berangkatlah mereka bertiga menuju klan Bintang. Di awal perjalanan mereka langsung berhadapan dengan seekor ular besar yang menjaga pintu masuk menuju lubang kuno jalan akses menuju klan Bintang, walau bersusah payah akhirnya mereka mampu masuk.
Sesampainya di klan bulan  mereka pun dihadapkan dengan dewan kondul kota klan bulan yang semena-mena dengan mengeluarkan dekrit sepihak tanpa persetujuan masyarakatnya. Beruntung masih ada beberapa orang yang membuat kelompok guna melawan keputusan tersebut. Karena di klan bulan para pemilik kekuatan dilarang menggunakan kekuatan mereka
            Menghadapi banyak halangan Raib, Seli, dan Ali pun harus berjuang mati-matian guna melakukan perlawanan, dibantu para pembelot, mereka pun akhirnya mampu mengalahkan pasukan klan Bintang yang ditakuti karena kemampuannya.
            Dibuku ketiga ini juga dibuka beberapa ketidak jelasan yang ada dari siapakah si Tanpa Mahkota, buku kehidupan, buku kematian dan hubungan 4 dunia paralel. Dan klimaksnya adalah dekrit darurat yang akan dikeluarkan dewan kota klan Bintang yang menentukan keberlangsungan kehidupan di 3 klan permukaan.

            Penasaran, ayo langsung baca bukunya, tapi beli dulu atau pinjam kepada teman yang sudah membeli, heheh :D
Salam hangat