Saturday, December 30, 2017

3 Hal Luar Biasa yang Saya Dapatkan dari Menulis

  20 comments

Menulis mungkin hal yang remeh, iya hanya menggores tinta di atas kertas. Menumpahkan perasaan dalam lembaran kertas. Yups, memang menulis itu mudah. Tapi banyak orang tidak menyadari hal mudah seperti menulis ternyata membawa banyak manfaat dan hal yang istimewa dan luar biasa (tentunya luar biasa dalam pandangan saya πŸ˜‚).
 
Awalnya saya juga menganggap remeh menulis. Tapi entah kenapa saya terbuai dan akhirnya kecanduan menulis. Karena memang dengan menulis saya merasa bebas. Tak ada batasan dalam menulis. Saya bebas menulis apa saja. Tak akan pernah ada yang melarang πŸ˜‚. Selain itu, juga ada beberapa hal yang saya dapatkan dari menulis, diantaranya :
 
Mendapat Uang

Hal pertama yang saya dapat dari menulis adalah uang. Yupz, saat itu saya iseng mengirim tulisan saya ke media lokal. Entah sekitar pertengahan 2017 waktu itu. dan ternyata tulisan saya dinilai berkualitas dan layak terbit. Akhirnya terpampanglah karya saya dalam koran lokal tersebut. Saya pun diberi honor. Walau tidak seberapa tapi rasanya sungguh spesial. Teman-teman langsung memberi selamat, bertanya tips dan trik serta semacamnya. Waduh senangnya tuh disini.
 
Menjadi Terkenal dan Mendapat Banyak Teman
 
Kejadian ini terjadi sekitar sebulan yang lalu. Saat itu saya sedang dalam keadaan stress dan mood turun drastis. Hampir setengah hari hanya saya habiskan diatas ranjang. Sambil bermain game melalui gadget. Entah kenapa saya bisa seperti itu.
 
Karena mungkin sudah terlalu bosan, saya pun mencoba berselancar di internet untuk mencari pencerahan agar hari itu tidak hanya dihabiskan  di atas ranjang. Maka pertama-tama saya membuka e-mail. Untuk mengecek mungkin ada fans yang kangen πŸ˜‚. Jreng.. jreng.. jreng. Ternyata saya mendapat sebuah pesan.
 
Isinya sederhana, sekedar salam kenal dan ucap kekaguman terhadap karya saya yang sebelumnya dimuat media massa. Berbekal penasaran, saya pun mencari tahu identitas si anu yang mengirim pesan ke saya. Ternyata dia seorang penulis yang sudah malang melintang karyanya. Wuih,, sekali lagi rasa senang membuncah dan mememnuhi hati saya πŸ˜‚.
 
Menghindarkan dari Hal Negatif

Selama terjun dan menyelam dalam dunia tulis menulis (emang bisa terjun dan menyelam? Ah sudahlah πŸ˜‚). Saya mendapati bahwa kenakalan saya semakin berkurang. Saya terkadang tertawa menyadari diri saya yang dulunya sedikit nakal (agar terkesan anak baik πŸ˜‚). Sering buka website yang tidak untuk umurnya. Sering membully teman sendiri.
 
Haduh sungguh absurd masa lalu saya. Tapi semenjak keranjingan menulis, perlahan kebobrokan dan hal negatif saya menghilang terganti dengan kerya dan hal-hal positif lainnya. Lebih baik saya lampiaskan nafsu berahi dalam tulisan daripada kepada lain jenis πŸ˜‚.
 
Selain itu, saya menjadi semakin terdidik dan berpengatahuan. Benar-benar banyak manfaat yang saya dapat dari menulis. Menulis juga telah merubah hidup saya dari seorang gammer seharian, menjadi gammer teridik yang tahu waktu dan punya skill yang mumpuni πŸ˜‚
 
Hehehehhe.. mungkin itulah 3 hal istimewa bin luar biasa yang saya dapat dari menulis. Apakah kalian pernah merasakannya? Atau kalian memiliki hal lain yang lebih istimewa, silahkan tumpahkan cerita kalian di kolom komentar.
 
Yuk biasakan menulis sejak dini πŸ˜†. Karena menulis itu istimewa. Sebagai penutup ada mutiara kata  yang mungkin bermanfaat
 
“Jika kau bukan anak seorang saudagar, raja, ataupun penguasa maka menulislah”
Sekian. Salam hangat dari Situbondo πŸ˜†

Sunday, December 24, 2017

2017 dan 60 Tahun Perjalanan Astra untuk Negeri

  No comments

Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah tersendiri bagi Astra. Tahun 2017 merupakan sejarah emas 60 tahun berdirinya Astra. Selama itu pula astra bertahan sembari terus berkontribusi bagi bangsa. Melalui berbagai kegiatan serta event yang menggerakkan serta inovatif, astra telah banyak mewarnai bangsa.
 
Sebagai wujud syukur atas 60 tahun perjalanan Astra, selama 2017 terhampar berbagai acara sebagai bukti kontribusi sekaligus wujud syukur Astra atas perjalanan panjang selama 6 dasawarsa, antara lain:
 
Perayaan HUT ke-60 Astra
 

Diawalai dengan perayaan HUT ke-60 Astra pada 24-26 Februari 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dengan mengangkat tema “Inspirasi 60 tahun Astra”, acara ini dimeriahkan dengan berbagai acara seperti Konser Inspirasi 60 tahun Astra, launching buku “Astra on becoming pride of the nation”, aksi social revitalisasi 600 halte di 60 kota di seluruh Indonesia, pameran serta beberapa engagement program yang inovatif dan mencerahkan.
 
Selain itu, acara perayaan HUT ke-60 Astra juga diadakan di 5 kota besar dengan rangkaian acara yang meriah
 
Astra Hijau 
Yogyakarta merupakan koa kedua perayaan HUT ke-60 Astra. Dilaksanakan pada tanggal 28-30 april 2017, acara ini disemarakkan denan berbagai acara dalam menyambut dan memeriahkan Hari bumi. Selain itu, untuk meningkakan kesadaran akan lingkungan, juga diadakan Jambre Adiwiyata sebagai rangkaian acara
 
Astra Cerdas
 
Setelah singgah di Yogyakarta, event selanjutnya diadakan di Balikpapan, diadakan pada 19-21 Mei 2017. Selain perayaan hari ulang tahun ke-60 Astra, acara ini juga sekaligus memperingati hari pendidikan. Sebagai bentuk kontribusi Astra, acara ini dimeriahkan dengan festval pendidikan serta berbagai acara kreatif inovatif yang ditujukan bagi seluruh pelajar se Indonesia.

Astra Kreatif

Rentetan acra ketiga mengusung tema Astra kreatif. Diadakan di Surabaya pada 21-23 Juli, acara Astra kreatif dalam rangka memperingati hari Koperasi ini pun dimeriahkan dengan seminar serta festival kewirausahaan yang diikuti oleh ribuan wirausahawan dan pengusaha UKMmenengah Mikro se-Indonesia.
 
Astra Aman Berlalu Lintas
 
Acara selanjutnya adalah Astra Aman berlalu lintas. Acara yang diadakan di Medan pada 22-24 September untuk memperingati Hari Lalu Lintas nasional. Seperti acara-acara sebelumnya, acara ini dimeriahkan dengan festival aman berlalu lintas dan berbagai event yang menawarkan hadiah menarik bagi mereka yang taat berlalu lintas.
 
Astra Sehat
 
Rangkaian acara HUT ke-60 astra ditutup dengan acara Astra sehat yang diadakan di Makassar pada 17-19 November 2017. Sekaligus memperingati hari kesehatan nasional,acara Astra sehat pun dimeriahkan dengan festival kesehatan dan event pengobatan gtratis bagi masyarakat tidak mampu.
 
Tidak hanya sampai disitu, selain perayaan HUT ke-60 astra serta  kegiatan di 5 kota besar tersebut, Astra pun tetap konsisten berkontribusi bagi bangsa melalui 4 pilar astra untuk Indonesia yang meliputi Astra untuk Indonesia Sehat, Astra untuk Indonesia cerdas, astra untuk Indonesia Hijau, dan astra untuk Indonesia kreatif.
 
Itulah rentetan acara perayaan HUT ke-60 Astra selama 2017 ini. Rentetan acara sebagai bukti tanda sukur sekaligus bukti kontribusi astra untuk negeri. semoga goal indonesia 2020 akan segera tercapai. Terima kasih Astra.

***
Sumber Tulisan & gambar

1. https://www.astra.co.id

Thursday, December 21, 2017

Semua Bisa Menjadi Pahlawan

  8 comments

Saat masih kecil saya sangat menyukai superhero yang sering saya lihat di layar kaca. Terpikir dalam benak, sungguh hebat mereka. Memiliki kekuatan sper dan bisa membantu orang lain. Orang tua saya pun sering memotivasi saya untuk menjadi seorang pahlawan. Layaknya superhero di layarkaca.

Perlahan saya pun tumbuh. Seiring dengan hal tersebut saya pun mulai memahami banyak hal. Dahulu yang saya tahu, pahlawan hanyalh mereka yang memiliki kekuatan super dan mereka yang berperang mati-matian membela kemerdekaan bangsa. Tapi semua itu salah. Perlahan tapi pasti saya mulai paham apa itu pahlawan.
Yang perlu kita ingat, pahlawan itu bukan kapitalisasi orang-orang kaya, atau segelintir orang yang memiliki kelebihan atas sekelompok yang lainnya. Setiap orang, setiap golongan, tua-muda, kaya-miskin, semuanya berhak menjadi pahlawan. Tanpa terkecuali.

Dahulu, bagi saya pahlawan hanyalah sebatas mereka yang diberitakan leh media sebagai pahlawan. Tapi lebih dari itu, setiap dari kita adalah pahlawan.

“Kamu tidak bisa mengubah seluruh dunia, tapi kamu bisa mengubah dunia seseorang dengan membuatnya tersenyum”

Sebuah kata mutiara yang dengan gambling menjelaskan bahwa pahlawan bukan hanya milik orang-orang tertentu. Belum tentu orang-orang yang aktif di media social. Yang aktif berkomentar amin dalam postingan-postingan yang memberitakan kesusahan saudar-saudara seiman kita dianggap pahlawan oleh lingkungannya.
bagi saya pahlawan itu sederhana. mereka yang berjuang demi kemaslahatan dan kebahagiaan, mereka yang dengan senang hati mengulurkan tangan untuk membantu. Tidak pernah pamrih menolong sesamanya. Mereka yang memberi warna dan senyuman kepada  sekeliling mereka, walau itu hanya lingkup keluarga mereka.

Kita Semua Adalah Pahlawan

“Karena kita semua dilahirkan dengan hati nurani yang membuat setiap dari kita adalah pahlawan”

Setiap dari kita adalah pahlawan, terlepas –maaf- dari sebeapa hinanya kita.karena memang kita terlahir sebagai pahlawan. Contoh sederhananya adalah Seorang ayah yang tak kenal lelah membanting tulang menghidupi keluarganya merupakan pahlawan. Pelajar yang dengan giat belajar  untuk sebuah lomba juga bisa dibilang pahlawan, pahlawan yang telah mengangkat nama baik sekolahnya.

Setiap dari kita sebenarnya terlahir sebagai pahlawan. Tapi memang seiring perkembangan zaman, arti kata pahlawan pun tergeser. Tapi cobalah membuka pikiran sebentar saja. Setiap dari kita sangatlah pantas di cap sebagai pahlawan. Silahkan hitung berapa kebaikan yang telah dengan senang hati kita lakukan. Memberi uang kepada pengemis. Membantu nenek-nenek menyeberang, menyumbang masjid, membantu ibu memasak. Semua hal tersebut adalah aksi heroik. Maka dari itu setiap dari kita sangat amat panas disebut sebagai pahlawan.

Membantu sesama adalah sifat alamiah seorang  manusia. Se-maaf-bejat bejat nya mereka, pasti masih memiliki nurani yang sangat pasti bisa diketuk. Bisa diluruskan kembali. Hati nurani inilah yang membuat setiap manusia layak disebut pahlawan.

Jika kita renungi, setiap harinya. Seberapa sering kita membantu orang. Seberapa sering kita dibantu orang. Dan andai kita dengan senang hati membantu dan dengan tulus mengapresiasi mereka. Pahlawan yang telah dengan senang hati membantu kita. Sungguh indah hidup seperti itu. Lingkungan dimana kita saling bahu-membahu, saling membantu satu sama lain, saling mempahlawankan sesama. Oleh karena itu, mari kita pahami apa itu pahlawan.
Hero Zaman Now

Kata-kata zaman now akhir-akhir ini memang sedang naik daun. Kata yang berkesan sindiran halus bagi para pemuda yang moralnya makin kacau. Tapi di sisi lain, hal ini bisa menjadi suatu lecutan semangat bagi para pemuda agar mereka bisa menjadi lebih baik. 

Para kidz zaman now bisa membuktikan bahwa Hero zaman now itu adanya. Mereka, para pemuda yang dengan senang hati turun ke jalan, membantu saudara mereka, walau hanya membantu menyeberangkan jalan. Mereka sungguh pantas disebut pahlwan.

Bahkan dalam lingkup lebih kecil lagi, mereka yang senantiasa menjaga diri, bertingkah laku baik, dan menjaga perangainya sesopan mungkin sangatlah pantas disebut sebagai pahlawan.

Sekarang menjadi pahlawan tidak lagi sesulit dahulu. Dulu kita perlu berjuang, berdarah-darah membuktikan kecintaan terhadap tanah air tercinta. Sekarang kita hanya perlu mencerminkan sifat cinta tanah air itu melalui tingkah laku sehari-hari. Itulah pahlawan zaman now. Bahkan dengan hal sederhana seperti ber donasi, berarti kita telah ikut membantu saudara kita sekaligus menjadi pahlawan.

Sebagai generasi milenial, perlu kita buktikan bahwa kita ini juga merupakan pahlawan. Membuktikan bahwa generasi zaman now juga mampu berjuang, juga mampu membela tanah air, walau tidak dengan berperan. Sebagai generasi zaman now kita juga mencintai negara kita. 

Sesederhana membantu sesama, menjulurkan tangan kepada mereka yang mebutuhkan bantuan. Sesederhana itu cara kita menjadi pahlawan. Karena tanpa disanggah pun, setiap dari kita adalah pahlawan dan merupakan panggilan nurani setiap orang untuk membantu orang lain.

“Tak perlu banyak  orang tahu aksi kita. Tak perlu juga kita koar-koarkan kebaikan kita di media social. Karena kebaikan itu harum, dan dengan sendirinya orang akan mencium kebaikan tersebut”

Menjadi Pahlawan Bersama Dompet Dhuafa

Sekarang, sangatlah mudah bagi kita berdonasi. Jika kita membuka mata dan pikiran, banyak sekali orang di sekitar yang membutuhkan bantuan kita. Terlebih kemajuan teknologi juga semakin mempermudah kita.
Sekarang kita bisa dengan mudah berdonasi melalui Dompet huafa. Organisasi yang telah 24 tahun membantu menyalurkan dana bagi mereka yang membutuhkan. 

Dengan 4 bidang kemasyarakatan yang meliputi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Pengembangan sosial yang menjadi concern dompet dhuafa. selama 24 tahun dompet dhuafa telah membantu mereka yang membutuhkan. mari kita berpartisipasi, turut andil membantu saudara kita yang membutuhkan. Di bulan kemanusiaan ini, mari perbanyak donasi dan dengan senang hati membantu sesama. yuk jadi pahlawan bersama Dompet Dhuafa

Sebagai penutup,percayalah, setiap kebaikan pasti akan dibalas kebaikan. Karena dunia memang adil dan dengan sendirinya menciptakan keadilan. Mereka yang dengan senang hati mebantu maka dengan senang hati pula akan dibantu. Mereka yang mengulurkan tangan akan dengan diuluri tangan pula. Setiap yang mempahlawankan akan pula dipahlawankan. Karena sekali lagi, kita semua bisa menjadi pahlawan.

Lantas sudahkan kita membantu sesama hari ini?

Si Pahit Pengikat Kenangan

  No comments

Mungkin bagi segelintir orang, secangkir kopi hanyalah secangkir kopi. Si hitam pahit bercaffein. Tapi tidak bagi saya. Dalam secangkir kopi tersimpan banyak kenangan. Tentangku, kopi, dan kebersamaan.

Sejak masih kecil saya sudah mengenal kopi. Setiap pagi, dengan rutin ibu selalu menyeduhkan secangkir kopi hitam untuk ayah. Kopi hitam yang memiliki aroma khas. Awalnya saya tidak terlalu menyukai kopi. Rasanya pahit, warnanya pun hitam. Tapi seiring waktu berlalu saya pun mulai tahu cara menikmati kopi.

Memang kopi itu pahit, warnanya hitam, dan disajikan saat panas. Tapi dibalik itu semua kopi memiliki daya magisnya tersendiri. Sebuah perjamuan terasa tidak nikmat tanpa secangkir kopi menengahi. Obrolan menjadi renyah dengan secangkir kopi menemani. Dengan kopi semuanya menjadi lembut dan mengalir.

Awalnya saya pikir setiap kopi itu pahit (dan memang setiap kopi itu pahit πŸ˜‚). Tapi saya mulai sadar bahwa antara kopi yang satu dengan yang lainnya memiliki ciri khas dan cita rasa yang berbeda.  Saya pun mulai menjelajahi kekayaan kopi nusantara. Menyesap kopi satu ke kopi lainnya.

Kopi, Teman di Setiap Waktu


Hampir di berbagai acara saya menemukan kopi di dalamnya. Acara nonton bareng makin hangat dengan secangkir kopi. Aktivitas ronda malam pun menjadi lengkap dengan secangkir kopi sebagai teman berjaga. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan.

Karena seringnya saya bertemu dengan kopi, saya pun akhirnya juga turut mencicipi dan akhirnya jatuh cinta kepada kopi. Bagai cinta pertama saya langsung jatuh cinta pada secangkir kopi yang tersuguh dalam acara reuni keluarga saya. Aroma yang khas, aroma yang membuat saya menjadi seorang pecinta kopi. 

Tapi waktu itu saya masih belum terlalu peduli dengan kopi. Tapi di kemudian hari saya sungguh menyesal. Menyesal karena tidak sempat bertanya kopi apa yang terseduh waktu itu. Sejak itu saya pun memulai petualangan saya mencari kopi ternikmat. Kopi yang membuat saya jatuh cinta pada kopi. 

Pencarian Kopi Ternikmat

Telah berbagai macam kopi saya cicipi. Setiap pergi untuk travelling, saya pasti menyempatkan diri untuk mampir di warung kopi. Duduk sebentar menikmati secangkir kopi. Pertama untuk menambah referensi kopi nusantara, menggerakkkan ekonomi πŸ˜€, dan mensyukuri limpahnya keragaman kopi nusantara.

Tak terhitung sudah berapa kopi yang saya coba. Dari kafe, restoran, maupun warung pinggir jalan. Semuanya sudah pernah saya sambangi. Setiap kopi pun memiliki ciri khas, aroma, dan cita rasa masing-masing. 

Tapi entah kenapa, hati saya tertambat pada sebuah kopi yang disuguhkan di warung pinggir jalan. Saat pertama kali melangkahkan kaki di warung tersebut, saya disambut dengan aroma kopi yang khas. Aroma kopi yang segar, aroma yang menggugah selera untuk duduk mencicipi secangkir kopi. Aroma yang juga mengingatkan saya pada kopi yang terseduh dalam acara reuni keluarga saya. Secangkir kopi yang membuat saya jatuh cinta pada kopi. Saya pun langsung duduk dan memesan secangkir kopi.

Tak butuh waktu lama, secangkir kopi pun segera tersaji. Segera saya seruput secangkir kopi tersebut setelah bertata krama dengan “monggo pak!” kepada pelanggan lain. Aroma kopi tersebut membuat saya tak tahan untuk segera menikmatinya. Benar saja. Cita rasa kopi itu sungguh nikmat.  Tak mau kehilangan momen tersebut, segera saya bertanya kepada si embok empunya warung.

  “Buk, ini kopi apa?”
  “Kopi Kapal Api le!” jawab si embok
  “Kapal api buk?” saya meyakinkan
  “Iya le, yang biasa dijual di toko kelontong itu!” si embok meyakinkan saya

Tak kusangka, kopi yang saya caroi-cari adalah kopi yang dengan mudah saya temukan di toko kelontong depan rumah. Sungguh terkejut, karena yang saya cari selama ini berada sangat dekat. Bagai pepatah

“Semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak nampak”

Setelah itu saya pun segera mencari informasi tentang kopi kapal api. Bertanya sana sini. Membaca berbagai tulisan. Akhirnya saya paham kenapa “kopi kapal api” itu “jelas lebih enak”. 

Ternyata jawabannya sederhana. Komitmen dari kapalapi untuk menyuguhkan kopi terbaik melalui penyeleksian biji kopi terbaik. Dengan proses pengolahan yang optimal menciptakan bubuk kopi yang nikmat dan memiliki ciri khas. Biji kopi pun tersaji dengan kualitas terbaik dalam sebungkus sachet kopi kapal api. Proses pengepakan yang baik pun membuat kopi kapal api memiliki aroma yang khas dan sungguh menggugah.

Ternyata tidak hanya disitu, dengan sistem pengolahan yang optimal dari kapal api. Kopi kapal api pun bersahabat dengan lambung. Memang lambung adalah momok nyata bagi mereka para penikmat kopi. Banyak pecinta kopi yang terpaksa beristirahat karena lambung mereka tidak mau bersahabat :D. Tapi tidak dengan kopi kapal api.

Selain itu, kenangan yang tersimpan dalam secangkir kopi juga menjadi pelengkap kenikmatan secangkir kopi. Memang benar ia si pahit pengikat kenangan.

Semanjak saat itu, kopi kapal api pun selalu menjadi pendamping setia perjalanan saya. Setiap saya menikmati secangkir kopi, terlintas perjalanan saya mencari kopi ternikmat. Kenangan dari satu warung ke warung lainnya. Semuanya terikat erat dalam secangkir kopi kapal api yang kini selalu terseduh setiap pagi.




Thursday, December 14, 2017

Belajar dari rivalitas Ronaldo dan Messi

  6 comments
Tidak diragukan, hampir semua orang mengenal Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dua superstar sepakbola yang kini sama-sama merumput di liga spanyol. Messi yang dijuluki La Pulga atau si kutu dengan kostum Barcelona nya dan Ronaldo dengan kostum Real Madrid nya. 

Mereka berdua tampaknya telah menjadi ikon sepakbola setelah lebih dari 10 tahun terus bersaing dalam rivalitas yang sungguh sengit. Jauh lebih sengit dari persaingan antara Pele - Maradona, Ronaldhino - Zidane, maupun Buffon - Cassilas.

Selama 10 tahun nominasi pemain terbaik dunia selalu jatuh ke tangan dua pemain tersebut. Pagelaran terakhir berhasil dimenangkan Ronaldo setelah dirinya dikukuhkan sebagai pemain terbaik dunia 2017 dan berhak menerima trophy Ballon D’or.

Nampaknya persaingan serta rivalitas mereka masih akan berlanjut meski sudah sama-sama berkepala 3. Para pemain muda dan rising star nampaknya masih belum mampu mengusik kemapanan 2 pesepakbola ini.

Nah, kali ternyata ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari rivalitas 2 pesepakbola ini. Daripada kita beradu argumen memilih siapa yang terbaik diantara keduanya lebih baik kita mengambil pelajaran dari persaingan ketat mereka. Nah, yuk langsung saja kita bahas hal yang bisa kita dapat dari persaingan keduanya.

Sikap Pantang menyerah

Dari mereka kita bisa mempelajari semangat pantang menyerah. Tentu bukanlah hal mudah untuk menjadi pemain tetap di klub sebesar Real Madrid dan Barcelona. Jika performa tidak memuaskan maka kita bisa langsung didepak dari jajaran pemain inti. Banyak sekali pemain yang didatangkan dengan bandrol selangit, baik oleh Real Madrid maupun Barcelona. Tapi keduanya tetap menjadi pilihan utama untuk mengisi pos masing-masing.

Tentunya bukan hal sepele menjaga penampilan serta kondisi tubuh tetap fit di tengah jadwal laga yang padat. Terlebih, bergelimpangnya pemain hebat di kedua tim menjadi tantangan untuk tetap menjadi pemain andalan pelatih masing-masing. Telah berkali-kali, baik Real Madrid maupun Barcelona berganti pelatih tapi keduanya tetap menjadi opsi pertama di setiap pertandingan.

Cinta Tanah Air

Meskipun mereka sama-sama sibuk di klub masing-masing tapi mereka tidak pernah menolak panggilan dari negara masing-masing. Sayang keduanya masih belum mampu mengangkat pamor negara mereka masing-masing. Messi masih belum memberikan trophi kepada Argentina, sedangkan Ronaldo hanya mampu memberikan tropi piala EURO kepada Portugal.

Terlepas dari kontribusi mereka yang yang masih belum begitu membaggakan di level timnas. Tapi mereka tidak pernah menolak panggilan negara mereka dan dengan senang hati bermain membela negara tercinta mereka. Sikap nasionalisme yang patut ditiru dari rivalitas 2 superstar sepakbola ini.

Rivalitas yang Adil

Terlepas dari sejarah panjang rivalitas mereka. Hubungan keduanya di luar lapangan bisa dibilang baik. Baik Messi dan Ronaldo tidak pernah terlibat konflik yang berarti. Kecuali konflik perebutan gelar pemain terbaik dunia heheheh 😁.

Rival is not enemy

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keduanya. Sama-sama ganas di atas lapangan tapi ramah di luar lapangan. Karena rival bukanlah musuh tapi teman yang mengajak kita untuk jadi lebih baik lagi. Hal itu tergambarkan dari rivalitas ereka selama 10 tahun terakhir. Sungguh rivalitas yang luar biasa.

Well, mungkin itulah beberapa hal yang bisa kita ambil dari rivalitas dua superstar sepakbola ini. Untuk masukan dan saran silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar. 

Salam hangat dari Gooner Situbondo 😁 

Tuesday, December 12, 2017

Jilbab dan Wanita, Sebuah Diskusi Ringan Tentang Hijab

  No comments

Sebenarnya, saya tidak pernah punya niat untuk menulis tentang jilbab dan wanita. Pertama karena saya bukan seorang Mujtahid yang dalam ilmu fiqh merupakan tingkatan dimana seseorang bisa mengeluarkan fatwa. Kedua karena saya merasa tidak memilki ilmu yang cukup tentang wanita dan jilbab.

Gagasan untuk menulia tulisan ini sebenarnya datang secara tidak sengaja setelah dari sekian banyak group di Whatshap saya berebut perhatian untuk dibaca. Entah ilham dari mana yang membuat dsaya ikut larut dalam sebuah diskusi di group whatsaap yang sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang hijab dan wanita.

Dari diskusi tersebut dapat saya simpulkan bahwa mereka sedang mendiskusikan pendapat seorang Quraish Shihab tentang hijab. Memang ulama yang satu ini dikenal karena pandangannya terhadap hijab yang bisa dibilang kontroversial. 

Pandangan beliau terhadap hijab yang merupakan budaya dan putrinya yang tidak berhijab turu menuai banyak kontroversi. Tapi memang setiap orang memiliki penafsiran dan pemahaman masing-masing.

Jka kalian berharap saya akan mengajukan kritik terhadap seorang Quraish Shihab terhadap pandangannya kepada hijab, mungkin kalian akan kecewa berat. Saya merasa masih terlalu dangkal untuk turut serta dalam lingkaran diskusi tentang hijab tersebut.

Jika pembaca sekalian yang budiman tertarik terhadap diskusi tersebut bisa langsung membeli buku beliau atau bertabayyun(menanyakan langsung)  melalui pesan elektronik atau media sosial. Karena toh sekarang segala sesuatu sudah menjadi semakin mudah.

Dalam tulisan ini, saya hanya akan berbicara santai tentang jilbab. Sebuah pemahaman sederhana tentang jilbab yang saya dapatkan dari sebuah group whatsapp.

Hijab sebagai atribut dan penjaga wanita

Saya tidak akan mempeributkan hijab sebagai bagian dari budaya atau tidak. Tapi dalam pandangan saya, seorang wanita berhijab jauh lebih bermartabat dan terpandang daripada mereka yang dengan mudah mengumbar aurat mereka. Ibaratnya gula dan semut, jika gula tidak disimpan rapi maka akan banyak semut yang  datang menghampiri. Seperti itulah kiranya analogi terhadap wanita yang dengan mudahnya mengumbar aurat mereka.

Hal kedua yang saya dapatkan dari diskusi sederhana tersebut adalah, terlepas dari hubungan hijab dan budaya. Hijab elah menjadi atribut yang turut menjaga tingkah laku seorang wanita. Tentu wanita berhijab akan merasa malu jika melakukan hal yang memalukan dengan hijabnya. Selayaknya seorang jendral dengan seragam dinas tentu akan menjaga wibawanya selama ia berpakaian seragam jendral. Seperti itulah kiranya eksistensi hijab yang ada di Indonesia.

Memang hijab bukanlah budaya bagsa kita. Hijab berasal dari budaya jazirah arab du barat sana. Tapi sekali lagi saya tidak akan memperdebatkan hal tersebut dan saya memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk memahami hijab itu sendiri.

Tapi terlepas dari kontoversi tersebut hijab telah banyak berperan dalamm hidup wanita. Membuat mereka kembali terpandang dari awalnya hanya manusia rendahan yang kadang langsung dikubur hidup-hidup sesaat setelah lahir. Tapi memang patut disadari bahwa hijab telah menjadi atribut yang turu menjaga seorang wanita dari kenistaan. Selebihnya saya serahkan pemahaman kepada setiap individu. Wallahu a’lam bisshawab

Salam hangat dari Situbondo.

Thursday, November 30, 2017

3 Cara Menghasilkan Uang Lewat Tulisan Dengan Mudah

  4 comments
Menulis adalah suatu kegiatan yang mulia. Dengan menulis berarti kita membagi ilmu kepada yang membaca tulisan kita. Tapi menulis bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Banyak penulis yang mendapat rintangan. Mulai dari mood yang hilang, motivasi yang kocar kacir, dan berbagai rintangan yang membatasi penulis untuk terus membuahkan karya.
 
Untuk mengatasi mood yang hilang dan semangat yang kocar-kacir, terkadang penulis biasanya menuli dengan motivasi untuk mendapat uang. Memang dengan menulis kita bisa menghasilkan uang? Tentu doang. Banyak sekali cara untuk mendapatkan uang dari tulisan. Nah, berikut saya paparkan beberapa cara menghasilkan uang dengan tulisan dengan mudah.
 
Mengirim tulisan ke media masa
 
Terdapat banyak sekali media masa yang memberikan imbalan terhadap pembaca yang turut berkontribusi menyumbangkan tulisannya. Tulisan bisa berupa opini, cerita pendek, puisi dan esay. Setiap media masa pun memiliki topik dan imbalan masing-masing terhadap setiap tulisan.
 
Setiap media juga memiliki penilaian masing-masing terhadap karya yang layak dipublikasikan. Jadi, sebelum mengirim tulisan tulisan kita, pastikan tulisan kita sudah memenuhi kriteria dari media masa yang akan kita kirimi tulisan.
 
Selain itu, untuk mengirim karya ke media masa kita tidak perlu biaya. Cukup akses internet untuk mengirim tulisan via e-mail atau biaya untuk mengirim tulisan via pos ke alamat redaksi.
 
Baca juga : Jurus sederhana agar tulisan dimuat media masa

Menjadi blogger

Nah cara lain untuk mendapatkan uang dari tulisan adalah menjadi blogger. Bagaiaman caranya? Banyak blogger yang mendapat pundi rupiah dari iklan berbayar, iklan Adsense, lomba blogging, dan kerjasama promosi sebuah produk lewat blog.
 
Cara menjadi blogger pun cukup mudah, cukup dengan punya e-mail dan akses internet kita sudah bisa menjadi blogger. Sisanya bergantung kepada kreativitas kita dalam menulis dan mempromosikan blog kita.
 
Ikut lomba menulis 
Banyak sekali info lomba menulis yang bertebaran di internet. Cukup tuliskan kata kunci lomba menulis atau lomba esay maka dengan mudah kita temukan banya infonya. Lomba menulis kini biasanya memberikan hadiah yang cukup lumayan untuk juaranya.
 
Biaya regstrasi lomba menulis pun cukup terjangkau. Bahkan ada lomba yang Cuma-Cuma, alias gratis. Cukup isi formulir registasi dan kirim tulisan kita.
Nah itulah 3 cara sederhana untuk menghasilkan uang lewat tulisan. Selebihnya teruslah menulis. Karena menulis itu adalah kegiatan yang mulia. Dengan menulis berarti kita turut mencerdaskan pembaca tulisan kita πŸ˜‚.
 
Sebagai catatan. Bagi agan-agan yang pesismis dengan kualitas tulisannya, teruslah mencoba. Karena menulis itu adalah skill yang bisa diasah dengan cara terus berlatih dan berlatih, berbeda dengan bakat yang sudah tertanam sejak lahir. Jadi teruslah menulis, telurkan karya dan turut serta mencerdaskan bangsa dengan tulisan.
 
Selain itu untuk semakin menambah ilmu menulis biasakan membaca. Dengan membaca kita tercerahkan dan imajinasi, pemikiran, dan ide pun akan dengan deras mengalir. Yuk, entas buta huruf dan naikkan tarafliterasi dengan membaca dan menulis.
Salam hangat dari Situbondo 😁

Thursday, November 23, 2017

Jurus Sederhana Agar Tulisan Dimuat Media Masa

  No comments
Setiap dari kita pasti punya keinginan agar tulisan kita bisa dimuat di media masa. Tapi hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada yang sudah berkali-kali mengirim karya tapi masih belum pernah diterbitkan.

Oleh karena itu, kali ini saya akan membagikan beberapa jurus sederhana agar tulisan kita bisa dengan mudah dimuat media masa. Jadi langsung saja ke intinya;

Pilih topik yang sesuai

Sebelum kita menulis, kita harus menemukan topik yang tepat. Ambil contoh, sekarang adalah bulan agustus. Jadi topik yang tepat dan sedang hangat antara lain, kemerdekaan, perjuangan revolusi dan hal terkait semacamnya. Jadi sebelum menulis biasakan diri melihat fenomena atau tren yang sedang booming atau naik daun.

Lah, itu kan sudah umum, banyak yang sudah nulis begituan, dan alasan lainnya. Santai bung.setelah kita menentukan topik, mulailah menulis. Cobalah menulis out of the box. Misal beri perspektif baru, fakta yang tersembunyi dan hal unik lainnya. Maka tulisan kita akan berbobot dan menjadi berharga untuk diterbitkan.

Jadi semacam kita mengikuti arus fenomena yang sedang booming. Cara lain memilih topik adalah dengan melawan arus. Kita bisa mengemas fenomena yang berpotensi viral tapi masih belum diketahui orang banyak. Terlepas dari cara yang kita pilih, berusahalah memilih topik yang sesuai antara kita, momen dan media masa yang akan kita kirimi tulisan.

Menulislah dengan Jelek

Sering saya menjumpai penulis yang semangatnya naik turun. Kadang naik, kadang turun. Oleh karena itu saya sarankan agar kita menulis dengan buruk. Maksudnya menulislah seadanya. Pupuk semangat dengan hal-hal seperti untuk uang dan hal lainnya. Nah setelah tulisan kita selesai barulah kita ubah niat kita menulis. Kita perbaiki tulisan kita, perbaiki sana-sini dan jadilah tulisan yang bermutu.

Intinya tulislah terlebih dahulu, jangan campur kegiatan editing dengan menulis. Rampungkan dulu tulsan kita lalu lakukan editing. Kalau masih kurang silakan minta bantuan teman kita untuk memberi masukan dan saran terhadap karya kita.

Jadi jangan beratkan diri kalian dengan tuntutan menulis dengan baik. Menulislah, tak usah pedulikan kesalahan. Lantas jika sudah rampung maka editlah dan perbaiki agar tulisan menjadi lebih indah dan baik.
Minimalisir kesalahan EYD

Jika tulisan kita sudah rampung, maka sebelum kita mengirim karya kita pastikan tulisan kita sudah bebas dari kesalah ejaan.  Sepengalaman saya dan teman-teman yang tulisannya sudah pernah dimuat media masa. Para redaktur dan editor media  cenderung memilih tulisan yang memiliki kesalahan EYD yang minim.
Jadi sebelum kita mengirim karya kita, pastikan peletakan huruf kapital dan tanda baca sudah tepat. Minimalisir kesalah EYD dengan melakukan koreksi dan editing. Jika sudah selesai maka tulisan kita sudah 50% siap cetakπŸ˜€

Etika Pengiriman

Nah jika sudah selesai  saatnya kita mengirim karya kita. Tapi, sebelum kita mengirim karya kita kita harus melihat waktu pengiriman karya. Jika kita akan mengirim karya ke koran mingguan yang terbit setiap hari minggu, maka usahakan karya kita terkirim pada hari senin atau awal minggu. Karena editor media cenderung memilih tulisan yang lebih dulu diterima daripada yang datang sebelumnya kecuali ada beberapa alasan.

Selanjutnya, bagi penulis yang masih awal. Saya sarankan untuk memberikan pengantar atau sekedar basa-basi. Jadi e-mail kita tidak kosong dan hanya berisi lampiran karya kita. Dan juga, saya sarankan agar tidak melampirkan nomer rekening. Kenapa? Karena menulis itu adalah sesuatu yang istimewa dan tulisannya dimuat di media masa adalah sesuatu yang sangat istimewa. Maka usahakanlah agar kita meninggalkan kesan yang baik terhadap media agar tertarik dan percaya terhadap karya kita.

Untuk masalah honor, kita bisa menghubungi redaksi setelah tulisan kita diterbitkan. Silahkan hubungi redaksi masing-masing untuk honor tulisan πŸ˜€. Nah yang terakhir, jangan pernah kirim karya yang sama pada 2 media secara bersamaan. Karena hal tersebut dapat berbuntut kepada pem-blacklist an nama kita di media tersebut. Jadi secara otomatis kita akan di cap buruk oleh media.

Nah, itu jurus-jurus sederhana agar tulisan kita dimuat media masa oleh saya :D. Semoga bermanfaat dan dapat dipraktekan. terus berjuang, jangan mudah menyerah. ingatlah bahwa,

menulis itu adalah kemampuan yang bisa diasah dengan cara terus berlatih, mencoba lagi, lagi, dan lagi.

Salam hangat dari situbondo πŸ˜€

Friday, November 17, 2017

Taufik, Bocah Desa yang Melanglang Buana Hingga Negeri China

  6 comments

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, mungkin itulah pepatah yang menjadi motivasi hingga seorang Taufik kini bisa melanglang buana hingga negeri China.

Welcome, kali ini saya akan bercerita tentang seorang pemuda kelahiran 22 Februari 1999 (seperti yang tertulis di ijazahnya 😊) bernama Muhammad Taufik Kurrahman. Lahir di desa Sumberkolak, kecamatan Panarukan, kabupaten Situbondo. 

Walau terlahir sebagai anak desa, tapi hal itu tak menjadi penghalang baginya untuk mendulang prestasi. Mengawali pendidikan di SDN 2 Patokan Lalu berlanjut ke MTS Nurul Huda Dan akhirnya berlabuh di SMA Nurul Jadid. 

Semenjak, menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Taufik pun mulai berkenalan dengan berbagai macam hal. Pluralitas pesantren, keberagaman, dan bahasa China. Sebagai program unggulan di SMA Nurul jadid, bahasa Mandarin merupakan program favorit dan tak mudah bisa mendapatkannya. Tapi dengan perjuangan yang teguh dan tekad yang gigih, Taufik pun mampu lolos dan akhirnya mulai belajar bahasa Mandarin. 

Tak perlu waktu lama baginya, di tahun pertama dia sudah terpilih sebagai wakil SMA Nurul Jadid dalam lomba bahasa Mandarin walau berat tapi dia akhirnya mampu mengalahkan rivalnya dan melenggang ke tingkat provinsi. Perjuangannya pun terus berlanjut, selama masa persiapan untuk lomba tingkat provinsi dia menemui banyak kendala. Tapi berkat dukungan teman serta doa kedua orang tuanya, akhirnya Taufik terpilih sebagai peserta terfavorit dan akhirnya mewakili Jatim untuk lomba tingkat nasional. 

Mendengar berita tersebut, kedua orang tua Taufik terkejut. Maklum, sahri-hri dia biasa berbicara dengan bahasa Madura. Bahkan kedua orang tuanya tidak pernah tau Taufik berbahasa Mandarin. Mendapati kabar bahagia tersebut kedua orang tua Taufik pun sangat bahagia dan mendukung langkah Taufik. 

Di tingkat nasional pun dia mampu tampil gemilang. Berkat dukungan dari pembimbingnya, serta tekad kuatnya. Akhirnya dia terpilih sebagai juara pertama dan berhak mewakili Indonesia dalam lomba bahasa amandarin internasional di China yang diikuti oleh kurang lebih 180 peserta dari 90 negara (tiap negara mendelegasikan 2 peserta). Uniknya, dari semua peserta tersebut hanya Taufik lah yang berstatus sebagai santri (ya iyalah, mana ada pesantren di luar negeri πŸ˜‚)
Kontingen Indonesia bersama kontingen dari negara lain
lagi, kontingen Indonesia berfoto bersama kontingen dari negara lain

Mendapati tugas berat sebagai wakil Indonesia. Taufik pun makin gigih belajar dan berlatih, karena aspek lomba tidak hanya meliputi kemahiran berbahasa tapi penampilan kebudayaan. Dengan banyak pertimbangan serta masukan, akhirnya Taufik pun menampilkan tarian tradisional China dengan tabuhan gendang khas China yang biasa disebut Wu. Kini perjalanannya jauh lebih berat daripada sebelumnya. Setiap hari ia terus berlatih dan mempertajam kemampuan serta skillnya. Akhirnya waktu pemberangkatan pun tiba. Bersama 4 orang lain dari tim Indonesia. Taufik pun bertolak ke China. Dengan bekal restu orang tua serta guru, Taufik pun berlomba mewakili Indonesia di China. 

Taufik saat unjuk kebolehan di pentas internasional


Sayangnya, kali ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya dan kawan kawannya, semua perjuangannya dan kawan kawan hanya berbuah rangking 7 besar seasia dan 20 besar tingkat international. Tapi atas semua perjalanan dan langkah yang telah ia tempuh semuanya tidak lah mudah. Seorang pemuda desa yang tidak pernah berkenalan dengan bahasa China, akhirnya mampu melanglang buana berprestasi di kancah internasional.

Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa sukses bukan hanya kapitalisasi orang kota dan mereka yang berpunya 😊, selama kita memiliki kemauan serta niat yang teguh maka segala sesuatu akan mampu kita raih. Dengan semangat setebal baja maka semesta akan dengan senang hati mendukung kita. Kini, sebagai penghargaan atas apa yang telah ia peroleh. 

Taufik kini bermukim di China selama 6 bulan untuk menuntaskan program short course dan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah atas perjuangan dan prestasinya Selama ini. Itulah kisah dari seorang pemuda desa bernama Taufik yang dengan gigih berjuang meraih mimpinya. Selama kita mau pasti ada jalan, so masih nunggu apa lagi ? Taufik aja bisa, kenapa kamu tidak? 

Salam hangat dari situbondo πŸ˜‚

Tuesday, November 14, 2017

Suatu Sore dan Cerita Tentang Blogging

  10 comments
Jika dahulu saya tidak melangkahkan kaki ke laboratorium komputer  sekolah. Tepat sore, saat guru TIK saya sedang fokus menulis, mungkin saya tidak akan pernah tahu nikmatnya ngeblog. Entah jin atau malikat dari mana yang menyamperi saya? Saya pun juga lupa 😁
 
Seingat saya, sore itu saya pergi ke LabKom untuk meminta nilai ulangan harian karena berhalangan masuk minggu sebelumnya. Eh, guru TIK saya pun memberi tugas susulan untuk membuat sebuah blog dengan minimal 5 tulisan.
 
Mendapat tugas tersebut saya pun segera browsing sepulang sekolah. Berbekal laptop pinjaman dari ayah, akhirnya setelah muter-muter ke berbagai website akhirnya saya punberhasil menemukan sebuah link untuk “Membuat website sendiri”. Caranya pun cukup mudah. Akhirnya sore itu 1 buah blog berhasil tercipta.
 
Masalah pertama telah terselesaikan. Blog sudah tercipta dan tinggal mengisinya dengan 5 tulisan. Nah sekarang kebingungan kedua pun melanda 😁. Karena bingung saya pun menghubungi guru saya, berdiskusi panjang lebar dan akhirnya sebuah ide pun tercetus. Bikin tulisan tentang gaya hidup sehari-hari. Akhirnya setelah googling, cek sana sini, copy sana sini. Sebuah tulisan pun tercipta. Silakan cek tulisan pertama saya “disini”.
 
Akhirnya pun saya copy paste sana-sini, edit sana, edit sini, modif sedikit akhirnya 5 tulisan pun tercipta. Nilai ulangan harian pun saya kantongi. Semuanya sudah beres.
 
Setahun berlalu dan blog saya pun terdampar tak terurus.  Trafic nya pun hanya begitu saja, naik tak bisa, turun pun tak bisa. Hadu bagaimana ya mengistilahkannya? Pokoknya seperti itu, silahkan ditafsirkan sendiri-sendiri πŸ˜€.semuanya berjalan seperti itu hingga suatu sore guru TIK memanggil saya.
 
Dengan dag dig dug saya berjalan menuju LabKom. Entah apa yang akan terjadi? Ternyata beliau menyanyakan tentang blog hasil ulangan harian saya. Saya pun dengan jujur menjelaskan keadaan blog saya waktu itu. template yang seadanya, tulisan copy sana sini, dan hal lain yang berkaitan dengan blog saya.
 
Sejak pertemuan sore itu, beliau pun sering memanggil saya, menyemangati dan memberi dukungan agar saya kembali aktif bloging. Dia tunjukan blog nya yang membahas tentang lifestyle dan gaya hidup sehari-hari (akhir-akhir ini saya baru tahu kenapa disebut lifestyle, karena semua tulisannya ya suka-suka beliau, oleh karenanya disebut lifestyle πŸ˜€).
 
Akhirnya saya pun kembali aktif bloging. Tulisan demi tulisan pun terpublish di blog saya. Kini tak sekedar copy paste tapi sudah merupakan masterpiece original dari saya πŸ˜€. Walaupun masih standar (untuk tidak dibilang jelek 😁) tapi beliau terus mendorong saya untuk tetap menulis. Minimal 4 tulisan perbulannya.
 
Disisi lain blog guru saya pun makin dikenal. Tulisannya dibaca sana-sini. Penghasilannya pun mengalir deras, dari iklan, review dan permintaan lainnya. Blog nya pun bertransformasi dari free domain menjadi Top Level domain (ini nih yang bikin saya ngiri!). tulisannya mengalir lancar dengan trafic yang terus meningkat. Sedangkan disisi lain badai malas dan bosan pun mulai melanda saya.
Akhirnya saya pun berkonsultasi mengutarakan problematika saya. Dia pun menegur saya dengan sebuah postingan, “Sumpah bikin blog itu gampang, yang sulit itu merawatnya”. Akhirnya saya pun terlecut dan kembali bersemangat menulis.
 
Memang saya akui sebagai blogger naik turunnya semangat dan mood menulis memang sering terjadi, nah untuk mengantisipasinya berikut saya beri tips sebelum kita lanjutkan ceriita saya πŸ˜€. 

Bagi yang sudah berkeluarga, anak dan istri merupakan motivasi terbesar. Seperti yang guru saya sering ucapkan saat saya bertanya motivasinya; untuk susu dan popok anak dirumah. Alhasil pun kini tulisannya banyak membahas tentang pengalamannya menikah dan mengasuh si buah hati.
 
Untuk pelajar, bujang, dan –maaf- para jomblo. Kita bisa memosisikan orang tua sebagai motivasi, serta berbagai macam hal lainnya. Setidaknya kita punya mood booster setiap kali kita merasa jenuh dengan aktivitas bloging kita. Selain itu biasakan berselancar dan berkomentar di blog orang lain untuk menambah jaringan serta menemukan inspirasi dan masukan dari orang lain.
 
Nah yuk lanjut, karena blog guru saya ini sudah .com atau TLD istilahnya saya pun benar-benar sangat iri. Terlebih blog saya hanya blog gratisan yang tak terlalu dilirik oleh khalayak seiring merebaknya isu hoax.
 
Akhirnya muncul semangat dalam jiwa saya untuk menekuni dunia blogging lebih jauh lagi. Hal pertama yang saya lakukan adalah konsisten menulis, dengan target minimal 4 tulisan per bulan. Dengan hal tersebut, saya menegaskan bahwa blog saya masih hidup dan si empunya tidak pernah putus kretifitas dan imajinasinya 😁.
 
Pembenahan kedua yang saya lakukan adalah perbaikan template. Saya pun mengotak-atik pengaturan blog saya, tambah sana sini, hapus sana sini dan bermacam hal lainnya. Eh, yang terjadi adalah blog saya jadi makin berat dan lama di muat oleh browser, akhirnya saya pun menabung dan membeli template responsive dengan tampilan sedrhana dengan budjet yang juga seadanya hasil dari giveaway blog sebelah πŸ˜€.
 
Akhirnya blog saya pun mulai dikenal, beberapa orang berkomentar memberi masukan, saya pun mendapat beberapa kenalan sesama blogger yang tidak enggan berbagi ilmu. Dengan senang hati mereka memberi masukan dan komentar terkait tulisan dan postingan saya. Salah satu teman saya pun mendesak agar saya segerah men TLD kan blog saya. Berbekal pertimbangan dari teman saya dan hasil searching di google akhirnya saya pun berkenalan dengan “Domainesia”. Sebuah situs penyedia hosting dan domain terpercaya di Indonesia.
 
Awalnya saya tak percaya, takutnya hoax-hoax juga πŸ˜€. Tapi setelah sekian  banyak testimoni serta hasil observasi sendiri ke beberapa blog saya pun tertarik dengan Domainesia. Langkah awal yang saya lakukan pun membiki akun di Domainesia.
 
Cara bikin akunnya pun cukup mudah, tak perlu terlalu banyak verifikasi serta sistem pendaftaran yang njlimet. Cukup mengisi kolom pendaftaran dan melengkapi data registrasi kita sudah bisa mendapatkan akun Domainesia.
 
Saya pun mencari-cari nama domain yang sekiranya cocok untuk blog saya. Awalnya saya bingung dengan cara setting serta penyesuaian blog kita. Tapi memang dasar Domainesia, mereka adalah penyedia “Hosting untuk pemula” terbaik. Dengan berbagai tutorial serta video pembantu yang tersedia yang kesemua offisial dan dijamin proses peng TLD an blog pun jadi mudah dan cepat. Pokoknya cihuy mantap dan luar biazah !
 
Weitsss, tidak hanya itu. dengan instant deploy dari Domainesia kita tidak perlu menunggu lama proses pengaturan DNS dan top up blog kita menjadi TLD. Tak perlu waktu lama blog kita pun sudah terdaftar sebagai blog TLD.
 
Tapi problematika klasik masih menghantam saya, sebagai seorang pelajar saya masih dalam proses pengumpulan uang untuk membeli domain berbayar untuk blog saya.. dengan harga yang merakyat, dalam waktu dekat blog saya sudah siap untuk menjadi .com (semoga segera terealisasi, nunggu saya pecah celengan πŸ˜‚, malu dong minta ke orang tua mulu πŸ˜€) 

Itulah cerita saya tentang bloging dan Domainesia. Masih ragu pilih penyedia hosting? Coba aja Domainesia, penyedia hosting untuk pemula terbaik dan ter the best di kelasnya 😁

Salam hangat dari situbondo πŸ˜€


Monday, November 13, 2017

Kopi dari Masa ke Masa, dari Minuman Hingga Kritik Sosial

  4 comments

Disadari atau tidak kopi telah memberi warna tersendiri bagi budaya di seluruh dunia. Menurut sejarah, kopi berasal dari Eitopia. Memang terdapat banyak sekali cerita rakyat ataupun legenda. Tapi, data paling konkret yang ditemukan sejarawanbahwa terdapat perdagangan kopi pada sekitar abad ke 15 antara Eitopia dan Yaman. Sejak saat itu kopi pun menyebar dan terus berkembang.

Seiring berjalannya waktu kopi mulai menyebar dan mulai mendapatkan tempat di masyarakat. Dimulai dengan pendirian kedai kopi pertama di turki lalu merambah ke eropa. Indonesia pun tak luput dari fenomena tersebut. Dibawah kolonialisasi belanda sekitar abad ke 17, Belanda mendirikan kebun kopi pertama di daerah Jakarta Timur. Sayang tempat itu tidak bertahan lama karena gempa bumi dan banjir yang melanda.

Belanda yang menyadari potensi kopi dan kekayaan alam Indonesia yang memiliki tanah yang subur. Belanda pun memindahkan perkebunan tersebut ke daerah pegunungan di sekitar Jawa barat. Terhitung mulai tahun 1711 kopi Indonesia mulai booming dan menarik perhatian eropa selain produk cengkehnya.

Seiring merdekanya Indonesia, kopi jadi makin lengket dan tak  terpisahkan dengan rakyat Indonesia. Sebuah perbincangan seakan tidak lengkap tanpa secangkir kopi diantaranya. Perdebatan yang panas pun bisa mencair dengan disuguhkannya kopi. Sampai sekarang masih belum ada yang bisa menjelaskan fenomena tersebut π©€

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 setalh Brazil dan Vietnam, kopi telah bertranformasi menjadi budaya dan ciri khas. Setiap teritori memiliki kopi khas masing-masing. Sebut saja kopi walik di Aceh yang cara penyajiannya engan cara membalik gelas berisi kopi diatas sebuah piring kecil. Untuk meminumnya pun kita harus membukagelasnya secara perlahan. Kopi sanger yang disaring dan ditarik berkali-kali, serta kopi joss khas Jogya yang mencampurkan kopi dengan arang panas.

Selain itu diseluruh dunia juga terdapat budaya minum kopi dengan nama dan cara yang berbeda. Ada upacar Buna tetu di Etiopia, Fika di Swedia, Merienda di negara-negara Amerika Latin, dan budaya minum kopi lainnya. Setiap negara memiliki tradisi serta budayanya masing-masing.
Terlepas dari berbagai budaya tersebut, kopi juga merupakan sarana kritik sosial. Hal itu tampak dari fenomena kritik sosial yang terjadi di Indonesia melalui sindiran di gelas kopi dan seni-seni kontemporer penghias kedai-kedai kopi. 

Kopi telah meluruh dengan masyarakat, membudaya sehingga tidak dapat terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Secangkir kopi dipagi hari sudah menjadi rutinitas yang tidak dapat lepas. Oleh karena itu selain berpengaruh terhadap budaya, seperti yang telah saya paparkan diatas. Kopi juga kini punya andil dalam memberi kritik sosial 
Seiring perjalanan sejarah kopi telah bertransformasi dari sekedar minuman menjadi budaya danmenjelma kritik sosial. Kopi akan terus bertransformasi dan mendapatkan tempat di masyarakat.Toh, selama hal itu baik, kenapa tidak?
Salam hangat dari Situbondo π©€

Mifi M5 dari Smartfren, Partner Tangguh Generasi Zaman Now

  No comments

Kita sekarang hidup di zaman globalisasi. Semua orang dapat terhubung dengan mudah. Selama memiliki koneksi kita dapat bersua wajah via Video call dan berbincang melalui berbagai macam aplikasi pesan instan di perangkat cerdas kita dan masih banyak kemudahan lain yang bisa kita dapat.

Seiring berkembangnya zaman, konektivitas hampir menjadi kebutuhan setiap individu. Tanpa konektivitas kita seakan terjebak dalam  ruang lingkup yang terbatas. Terlebih dengan semakin majunya teknologi, para provider internet berlomba memberikan kualitas servis terbaik bagi para konsumennya.

Kini, dengan hadirnya teknologi 4G, kegiatan selancar di dunia maya menjadi semakin mudah, cepat, dan lancar. Sayangnya, tidak semua wilayah di Indonesia bisa merasakan cepatnya koneksi 4G. Teknologi 4G masih belum tersebar secara merata di seluruh Indonesia.

Pernah kah kalian naik ke atas pohon, keatas atap, atau  ke tempat tinggi lainnya untuk mencari sinyal? Jika pernah, berarti kalian sedang berada di daerah yang memiliki penetrasi sinyal yang tidak terlalu bagus. Fenomena ini merupaka cerminan nyata butuhnya masyarakat akan konektivitas, terlebih generasi milenial dan Kid zaman now sangatlah lekat dengan internet. Dijamin, jika kita terjebak dalam situasi tersebut kita akan kecele dan mati gaya.

Saya sendiri, sebagai bloger, gamer, dan influencer juga bergantung kepada koneksi internet. Tanpa koneksi kegiatan blogging, gaming, dan influencing kita akan terganggu. Kita yang sedang asyik-asyiknya main game akan terhenti oleh lingkaran asing yang berputar-putar di layar perangkat kita, nyebelin banget kan!

Tapi sekarang kita tidak perlu takut akan hal itu lagi. Smartfren, sebagai produsen teknologi sekaligus provider jaringan internet di Indonesia meluncurkan produk teranyarnya. Dengan tagline “Live Smart” smartfren meluncurkan modem wifi (atau bisa disebut Mifi) terbarunya. Produk yang dinamai Mifi M5 tersebut didukung dengan chipset Qualcomm MDM 9307 serta teknologi Cat.4 yang mampu mengalirkan internet dengan kecepatan hingga 150 MB per detik. 

Fitur-fitur yang ditawarkan Mifi M5

Tidak hanya itu, sebagai varian terbaru dari lini Mifi lansiran smartfren, perangkat Mifi M5 ini mampu  dipakai oleh 32 perangkat secara bersamaan. Sangat cocok untuk digunakan saat berkumpul bersama keluarga atau acara-acara santai lainnya. Dengan sokongan baterai berkapasitas 3.250 mAh Mifi M5 dapat bertahan hingga 20 jam dengan pemakaian normal. Selain itu, dengan kapasitas baterenya, Mifi M5 juga bisa digunakan sebagai power bank bagi perangkat cerdas anda.

Untuk mendukung transfer data, Mifi M5 juga mampu menjadi USB OTG dan media kirim file melalui wifi. Dengan spesifikasi diatas, Mifi M5 adalah pilihan tepat para sosialita zaman now. Kita dapat dengan mudah berkirim file tanpa perlu ribet mencari kabel data dan alat transfer file lainnya. Tentunya dengan teknologi yang terbenam dalam Mifi M5 kecepatan transfer file dijamin cepat dan tanpa hambatan.

Sebagai baguian dari kampanye internet 4G Smartfren, mifi M5 dilengkapi dengan  paket data sebesar 150 Gb selama 12 bulan sebagai bagian dari paket pembelian. Dengan harga di kisaran 1 juta, serta jaringan 4G tercepat dan terstabil Mifi M5 sangatlah reccomended bagi para sosialita dan para pengguna internet zaman now π¨Ύπ©€

Yuk, kita Live Smart dan beralih ke jaringan 4G tercepat dan terstabil dari Smartfren.
Salam hangat dari Situbondo π©€

Thursday, November 9, 2017

Hidup itu Soal Uang, Uang, dan Uang

  2 comments
Selamat pagi, siang, sore atau malam. Semoga pembaca sekalian selalu dalam kondisi terbaik dan sehat lahir batin. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak kalian untuk berpikir. Berimajinasi untuk memikirkan kembali tujuan dan eksistensi kita di dunia ini.

Mari kita mulai, sejak kecil mungkin kita sudah di doktrin untuk sekolah setinggi-tinggi nya. Menjadi sukses, kaya raya sehingga di masa tua kita akan merasa tenang dan tinggal menikmati perjuangan hidup kita semasa muda.

Hal tersebut yang sudah sangat pasti ditanamkan oleh setiap orang tua kepada anaknya. Tapi, pernahkah kita berpikir. Untuk apa kita sukses? Untuk apa kita kaya? Baiklah, coba kita runut.
Kita sekolah untuk kuliah, kita kuliah untuk kerja, kita kerja untuk uang.  Segala sesuatu sekarang muaranya pasti uang. 

Memang lucu, tanpa uang kita tidak bias berbuat apa-apa. Baik di dunia nyata maupun dalam game pasti kita butuh uang. Jika sejak kecil generasi kita sudah dididik dengan paham kapitalisme seperti ini, jangan melongo mendapati negara kita dipenuhi koruptor dewasa ini.

Kita tidak bisa menyalahkan pihak tertentu atas fenomena ini. Yang jelas jika hanya merutuki dan tak berbuat apa-apa tidak akan pernah ada yang terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah malah semakin membuatnya runyam tak berujung.

Maka mari kita renungkan beberapa hal berikut. Dalam sebuah tulisan, Emha Ainun Najib pernah menuliskan tentang uang dan manusia. 

Sudah jelas uang 10 ribu bias memperbudak manusia, tapi manusia tidak pernah bias memperbudak uang

Sebuah pernyataan yang cukup signifikan menggambarkan hubungan manusia  dan uang. Maka terasa benar lah jika 3 hal yang menjadi momok bagi manusia adalah takhta, harta dan wanita.
Anehnya, banyak orang yang sudah tahu dan paham bahwa hidup itu hanya soal uang, uang dan uang. Tapi mereka masih ngotot mencari uang dengan bekerja sebagai guru, pegawai negeri sipil dan pekerjaan public lainnya. Tapi itu memang kodrat manusia. Setiap manusia pasti menginginkan keselamatan dan kekayaan, jika tidak menginginkan keselamatan dan kekayaan bukan manusia mereka.

Bukankah sudah banyak sekali orang menulis tips cepat jadi kaya. Intinya kalua mau kaya ya jadi pengusaha, tapi masih banyak saja orang yang kepingin kaya dengan jadi guru, pegawai negeri sipil, pejabat dan jabatan lainnya. Kalua kita kalkulasikan, semua pekerjaan tersebut lebih banyak mengabdinya ketimbang usahanya. Kalau kita bekerja sebagai  guru yang dicari uangnya, yang jadi korban ya muridnya. Kalau kita jadi pejabat yang dicari uangnya yang sengsara ya rakyatnya.

Coba kita pikir, sudah jelaskah tujuan kita bekerja? Mau kaya? Ya jadi pengusaha, cari pekerjaan, kalua tak bias ya bikin lapangan pekerjaan. Dalam islam pun diajarkan, 9 dari 10 pintu rezeki itu berdagang. Anehnya masih banyak yang ngeyel cari uang lewat jabatan public.

Orang mungkin banyak yang berkelit, jadi pengusaha itu sulit, sudah, butuh banyak modal, dan berbagai macam alasan lainnya. Saya beri tahu, jadi pengusaah itu tak butuh modal yang banyak, tak butuh wajah yang tampan, yang kita butuhkan hanyalah mental. Meskipun kita kaya tapi mental kita miskin, saya yakin kita tidak akan pernah merasa kaya. Hasilnya kita merasa kurang dan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan uang. Daripada kita melakukan hal tersebut, lebih baik kita menjadi pengusaha.

Iya, jadi pengusaha itu hanya butuh mental. Banyak sekali cara jadi pengusaha, berikut beberapa diantaranya
BOSOL : Berani, optimis, Sertifikat Orang Lain
BOBOL : Berani, Optimis, Biaya Orang Lain
BOOOL : Berani, Optimis, Otak Orang Lain
BOTOL : Berani, Optimis, Tenaga Orang Lain

Dan masih banyak cara lain sebagai pengusaha, silakan cari referensi melalui buku atau tanya-tanya kepada teman-teman sekitar. Ilmu itu banyak, silakan buka mata anda, sungguh ilmu itu terbentang luas di dunia ini. Masih takut jadi pengusaha? Optimislah, jadilah berani.
Pelaut yang tangguh pasti diuji dengan badai yang ganas.

Janganlah menyerah sebelum kalian mencoba. Karena kegagalan terbesar adalah menyerah sebelum mencoba. Jika kita kalah kita bias mengulang, jika kita gagal kita bias memulai lagi, jika kita salah kita bias memperbaiki, tapi jika kita menyerah maka habis sudah.

Nah, sekarang coba kita renungkan! Sudah benarkah tujuan kita bekerja? Kita bekerja untuk uang atau mengabdi?

Sekian, salam hangat dari Situbondo 😊
sumber gambar :theatlantic.com


Saturday, November 4, 2017

Pustaka Kopi, Sebuah Aksi Cerdaskan Bangsa

  2 comments

Berbicara kopi, kita pasti akan teringat bermacam citarasa kopi nusantara yang terdapat di berbagai pelosok Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kopi ciri khas masing-masing.  Indonesia pun dikenal sebagai produsen kopi terbesar ke 4 di dunia. Dipimpin oleh brasil dengan produksi 2,9 juta ton kopi/ tahun, lalu Vietnam dengan 1,65 juta ton kopi/ tahun, tempat ketiga ditempati Kolombia dengan total produksi 840 juta ton kopi/ tahun lantas diikuti Indonesia dengan jumlah produksi sebesar 639 juta ton kopi/ tahun (data Kemenperin.go.id).
Meskipun hanya menempati posisi ke empat, geliat industri kopi dari produsen kopi hingga warung kopi sedang menggeliat akhir-akhir ini. Bermacam fenomena yang terjadi dibungkus secara kreatif oleh pengusaha industri kopi sebagai momen dan daya levitasi penjualanm produk mereka. Hal ini selaras dengan data yang di terbitkan  oleh perusahaan order makanan daring yang menyebutkan permintaaan pemesanan kopi mendapatkan kenaikan yang signifikan.
Dari fenomena tersebut kita bisa menarik kesimpulan, kopi memang telah menyatukan bangsa kita di situasi yang sedang tak menentu ini. Kopi mampu menjadi crowd control yang meminimalisir konflik. Pembicaraan yang tegang bisa cair dengan secangkir kopi.  Beruntungnya para pengusaha muda mampu melihat peluang ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Lebih jauh lagi, cita rasa kopi nusantara yang bermacam-macam juga turut diapresiasi. Ini terbukti dengan diadakannya bermacam festival kopi, sebut saja festival kopi Ijen dan bermacam festival serta even lainnya.
Sejauh ini, kopi telah banyak berkontribusi menjadi pengatur keramaian yang baik. Sering ide-ide brilian muncul saat kita sedang santai ngopi. Maka pantas lah jika kita juga menyebut kopi turut berpartisipasi mencerdaskan generasi bangsa. Tak percaya, coba kita pergi ke Jogya, bisa dengan mudah kita temui mahasiswa berdiskusi sambil ngopi. Ini adalagh suatu awal yang bagus.
Sayang fenomena ini tidak terlalu diperhatikan oleh pebisnis kopi. Dari hasil pengamatan penulis para pengusaha kopi lebih berorientasi kepada keindahan interior dan eksterior warung kopi mereka. Jika kita cermati kita bisa menyisipkan kampanye literasi di sudut-sudut warung kopi. Sebutlah, kita membuat sudut baca, pustaka mini, atau hal lain yang berbau literasi. Maka kopi yang hanya menonjol sebagai penyatu rakyat juga akan berkontibusi me-melek-an masyarakat akan literasi.
Isu literasi adalah sebuah isu urgen yang perlu segera diatasi. Bermacam survey meletakkan Indonesia di urutan buncit negara dengan tingkat literasi -Silakan googling untuk informasi lebih lanjut tentang tingkat literasi Indonesia-, oleh karenanya, fenomena kopi yang sedang naik daun setidaknya juga bisa ikut berkontribusi terhadap tingkat literasi bangsa.
Disisi lain, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Merebaknya literasi instan, serta banjir hoax juga patut diperhitungkan. Tapi, tanpa meributkan hal tersebut ada baiknya kita memulai dari individu kita sendiri. Mari mulai mengkampanyekan kesadaran literasi.
Dari sekian warung kopi yang telah penulis singgahi, pernah penulis temukan beberapa warung yang menyediakan pojok baca bagi para pelanggannya. Walau hanya bebrapa warung yang menyediakan hal tersebut, tapi itu adalah suatu berita bagus bagi kita semua.
Terpikirkah anda untuk ikut berpartisipasi mengkampanyekan kesadaran literasi? tak perlu mencari modal yang banyak, cukup mulai dari individu masing-masing. Budayakan membaca, karena selain meningkatkan tingkat literasi juga berkontribusi menangkal fenomena banjir hoax yang sedang melanda negara kita.
Terlepas dari kopi yang menjadi fenomenal akhir-akhir ini, terdapat banyak cara menggugah semangat literasi.  Mari berjuang meningkatkan kesadaran literasi, mulailah dari individu masing-masing. Target realistis yang bisa kita capai adalah meningkatkan minat baca dalam upaya pemberantasan hoax.
Akhir dari tulisan ini, saya berharap pembaca dapat tergugah dan ikut berpartisipasi –walau tidak langsung- dalam upaya penigkatan kesadaran literasi. Jadilah kreatif dan jangan mau dikalahkan oleh zaman. Kopi aja bisa bersaing, masa kamu enggak?
Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, November 1, 2017

Kid Zaman Now, Fenomena Kreatif atau Pembodohan?

  No comments


Akhir-akhir ini kita mulai familiar dengan ungkapan kid zaman now. Ungkapan yang sering digunakan untuk menyindir kelakuan para pemuda yang jauh sangat berbeda dengan generasi pendahulu. Jika dahulu pemudanya tertib dan beradab, tapi sekarang jauh berbeda. Entah apa nama yang pantas, tapi memeang kenyataannya sudah jauh sangat berbeda.

Dalam tulisan ini kita tidak akan berdiskusi jauh tentang keadaan pemuda dan kiat untuk membuat mereka menjadi generasi emas yang beradab. Tapi kita akan membahas fenomena kid zaman now  yang sedang populer dan  kaitannya dengan bahasa negara kita.

Menurut penulis, secara pemakaian. Ungkapan kid zaman now adalah suatu bentuk kreatifitas yang digunakan oleh sekelompok orang untuk memberikan kritik terhadap sekumpulan orang yang lain dengan harapan dapat menjadi lebih baik. Patut kita acungi jempol, bahwa masih ada niatan dan inisiatif untuk berubah dari pemuda itu sendiri dengan merebaknya ungkapan tersebut untuk menyindir kondisi pemuda dewasa ini.

Sayang, disisi lain, pemakaian bahasa yang sepotong-sepotong juga merupakan sesuatu yang tidak baik. Lebih baik sekiranya jika dilakukan pemakaian bahasa secara menyeluruh atau penciptaan bahasa baru melalui berbagai cara kebahasaan. Karena negara kita memiliki bahasa sendiri dan dengan penggunaan bahasa yang sepotong-sepotong bisa menciptakan kesalah pahaman.

karena pemakaian serta pemahaman yang separuh-separuh bisa berbuah pemahaman yang salah. banyak isu radikalisme, terorisme yang hampir kesemuanya berasal dari pemahaman yang setengah dan tidak menyeluruh tentang jihad. oleh karena itu penggunaan bahasa yang separuh-separuh sepatutnya dikurangi. Al-Quran yang sudah absolut saja jika dipahami setengah-setangah itu tidak bagus, apalagi yang lain?

Karena bahasa indonesia adalah bahasa ibu, dann setiap orang belajar bahsa indonesia secara otodidak melalui lingkungan. Jika kita lihat materi kebahasaan seperti tata bahasa indonesia di buku pelajaran bahasa indonesia di tingkat SD, SMP, SMA sungguh hanya memuat sedikit sekali materi tata bahasa, tapi lebih kepada materi sastra. Bagaimana kita mau mempertahankan bahasa indonesia, bahasa yang telah mempersatukan kita jika ungkapan-ungkapan sepotong-sepotong seperti itu menjadi buah bibir dan familiar di telinga kita?

Jika hal tersebut terus terjadi, perlahan bahasa indonesia akan luntur, akan sirna. Maka lebih baik untuk kita, memulai dari diri sendiri memakai bahasa yang baik dan benar. Jangan campur aduk bahasa tersebut. Jika kita ingin berbahasa indonesia, silakan berbahasa indonesia. Jika kita ingin berbahasa asing, silakan berbahsa asing secara utuh. Karena bukan hanya soal tata cara kebahasaan tapi bagaiman kita menghargai bahasa indonesia sebagai bahasa kesatua. Bagaimana kita memiliki nasionalisme melalui bahasa yang kita pakai sehari-hari.

Terlepas dari pro kontra tersebut, fenomena ungkapan kid zaman now merupakan sesuatu yang juga bagus karena merupakan ikhtiar dari kaum muda sendiri untuk berubah. Tapi, secara kontinu. Sifat bangga berbahasa indonesia yang baik perlu ditanamkan dengan baik. Jika hal ini terus terus berlarut, mungkin suatu saat nanti bahasa indonesia akan berubah menjadi bahasa yang entah apa namanya? Jadi mari lestarikan bahasa dan budaya kita.

Salam hangat dari Situbondo
____
Sumber gambar : Google.co.id

Wednesday, October 25, 2017

SMA Nurul Jadid Mulai Berbenah, Ini Sekolahku, Mana Sekolahmu?

  No comments
Kali ini saya akan bercerita tentang sekolah tercinta. SMA Nurul Jadid. Sebagai siswa kelas akhir setidaknya saya pernah bercerita tentang sekolah saya walau hanya sekali πŸ˜€.
Tunggu dulu, apakah kalian tahu SMA Nurul Jadid? Belum tahu? Silakan aja googling atau klik link nya di tulisan ini. Sekedar pendahuluan, SMA Nurul Jadid adalah sekolah menengah atas yang berada dibawah naungan yayasan pondok pesantren Nurul Jadid. Selengkapnya browsing ya kuy... langsung aja deh.
Akhir-akhir ini, dalam upaya mengikuti perkembangan zaman, serta pelaksanaan program-program kerjanya, SMA Nurul Jadid kini mulai berbenah. Banyak infrastruktur yang diperbarui dan mendapat renovasi. Fasilitas yang rusak pun diperbaiki. Alhasil panorama SMA Nurul Jadid pun makin indah.
Lebih jauh lagi, untuk mengikuti perkembangan zaman serta menyesuaikan diri dengan peraturan pondok pesantren Nurul Jadid yang menerapkan sistem full day school.  Siswa bersekolah dari jam 7 sampai jam 3. Rinciannya sebagai berikut. Dari jam 7-9 pagi diisi dengan pendalaman diniyah lalu dari jam 9-3 sore diisi pelajaran formal dengan satu istirahat saat adzan duhur. 
Guna menyikapi peraturan tersebut, SMA pun mendirikan sudut cafetaria. Wih,, sekarang siswa gak perlu jauh-jauh cari cemilan. Alat-alat tulis pun tersedia. Lengkap lah. Harapannya siswa tak perlu repot-repot meyediakan bekal serta sebagai tempat praktik kegiatan ekonomi bagi para siswa program IPS.
Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut juga akan segera dibangun sudut merchandise yang menyediakan bermacam hal yang berbau SMA Nurul Jadid. Untuk sementara sudah tersedia beberapa macam design kaos yang lumayan keceh dan keren. Kuy di cek beberapa contohnya.



ssst, yang mau pesan bisa hubungi CEO blog ini ya, via medsos. direct message atau PM saja biar lebih akrabπŸ˜€

Sayang, penulis sedikit kecewa dengan pengelolaan sistem  integrasi informasi melalui web di SMA Nurul jadi yang masih belum dikelola secara baik. Alhasil website SMA Nurul Jadid pun mangkrak dan tidak ter-update update hehehe πŸ˜€. Semoga kedepannya bisa diperbaiki dan menjadi lebih baik serta dapat menstimulan sekolah lain yang webnya juga mangkrak untuk memperbaiki kinerjanya
Sebagai penutup, semoga sekolah saya dan seluruh sekolah di seluruh Indonesia bisa jadi lebih baik danmenghasilkan generasi emas yang bisa mendongkrak pamor bangsa dan mengentaskan masalah-masalh sosial yang sedang melanda.
Itu sekolahku, Mana sekolahmu?
Salam hangat dari Situbondo

Monday, October 23, 2017

MENGANGKAT MARWAH BANGSA: hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk Indonesia

  No comments
10 tahun lagi,  banyak ahli memprediksikan indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Ada yang menyetakan bahwa indonesia akan berada di jajaran 5 besar negara dengan ekonomi terbesar pada 2030. Lantas patutkah kita berbangga dengan hal tersebut?
    Bank dunia pun memuji kinerja ekonomi indonesia melalui pernyataannya tentang ekonomi Indonesia yang mengalami ertumbuhan paling stabil di ASEAN. Lantas harus kita sesumbar? Tidak, semua predikat itu seharusnya memunculkan sikap siap tanggap untuk menyongsong masa depan.
    Memang sudah menjadi kenyataan bahwa negara kita memiliki populasi penduduk yang melimpah, hal tersebut pun menjadi berkah karena kita diprediksi akan segera mendapatkan bonus demografi, yakni saat dimana angkatan tidak produktif populasinya lebih sedikit dari angkatan produktif. Jadi,  ketergantungan angkatan tidak produktif terhadap angkatan produktif menurun.
    Hal tersebut diatas adalah suatu momentum untuk mengangkat marwah bangsa. Membangunkan singa yang telah lama tertidur. Tapi, semua hal tersebut tidak dapat dengan mudah kita dapatkan. Pendidikan yang layak perlu digalakkan. Pengangguran perlu dientaskan. Oleh karena itu penulis lampirkan beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia.
  • Menggalakkan minat baca, tak perlu jauh-jauh ke orang lain. Mulailah dari diri sendiri lalu pengaruhi lingkungan kita. Dengan membaca kita tahu banyak, dengan membaca kita menjadi berpendidikan. Oleh karena itu mari kita berkontribusi dengan menumbuhkan minat baca mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu karena tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri.Setelah menumbuhkan minat baca diri sendiri kita bisa menumbuhkan minta baca orang lain melalui diskusi, bincang buku, dan kegiatan remeh lainnya. Membaca itu menyenangkan.
  • Manumbuhkan sifat toleransi. Sekarang ditengah kemajemukan yang semakin nyata, sifat toleransi perlu ditumbuhkan. Oleh karena itu dengan menghargai satu sama lain. Tidak berkata jorok dan buruk, kita secara tidak langsung sudah berkontribusi untuk indonesia. Karena sebenarnya bibit permusuhan berawal dari penolakan dan gengsi antar golongan, oleh karena itu yuk kita hapus permusuhan kita semai perdamaian dengan rasa toleransi dalam dada. Jadilah warga negara yang baik yang menghargai perbedaan. Karena perbedaan itu berkah.
  • Bersikap optimis. Sebagai warga negara bersifat optimislah. Berjuanglah semampumu. Dalam islam, idah yang paling mulya adalah jihad. Tapi jihad tidak selamanya bermakna perang. Jihad melalui pekerjaan juga termasuk jihda yang mulya. Maka sebagai pelajar, belajarlah yang tekun. Sebagai pengusaha, berusahalah yang benar dan memberikan maslahat bagi sekitarnya. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.  Oleh karena itu berjuang sesuai kemampuan dengan selalu bersikap optimis adalah suatu upaya menyongsong indonesia yang lebih baik.
  • Terkahir, yuk kita bangga berbahasa indonesia, memakai produk indonesia dan berbudaya indonesia. Mari kita kenalkan budaya bangsa dengan bangga memakainya, menunjukkannya. Karena budaya adalah identitas dan budaya kita adalah kita sendiri, jadi jangan pernah malu menjadi diri sendiri, terlepas dari segala kekurangan setiap individu pasti memiliki kelebihan masing-masing. Semangatlah jangan pernah menyerah.
Akhir kata. Terus berjuang. Salam hangat dari Situbondo😊