Sunday, August 19, 2018

Mandi Ria di Dam Ghueh, Besuki, Situbondo

  6 comments

Selamat pagi 😊 kali ini saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke sebuah dam. Ya dalam bahasa madura kami menyebutnya Dam, kalau di bahasa Indonesiakan artinya bendungan. Mungkin, sebelum kita bincang-bincang lebih jauh lagi, saya infokan bahwa dalam tulisan ini saya mungkin menggunakan beberapa kata bahasa daerah yang nanti akan saya artikan.

Pertama, Dam Ghueh. Secara bahsa artinya Bendungan Gua. Sebenarnya saya tidak menemukan gua sama sekali di sekitar area ini. Tapi dinding batu di sebelah timu yang beberapa sisinya seperti menjorok ke dalam bisa dibilang seperti gua. Jadi saya asumsikan nama Goa diambil dari dinding di sebelah timur bendungan yang mirip seperti Goa.

Untuk letaknya, Dam Ghueh ini terletak di Desa Mandar, Kecamatan Besuki, kabupaten Situbondo. Sebenarnya bagi saya Dam ghueh ini bukanlah suatu tempat yang asing. Karena biasanya setiap akhir pekan banyak orang rumah saya yang pergi kesana untuk sekedar madni atau menikmati pemandangan disana. 

Pada lawatan saya kemaren, saya terpaksa main basah-basah an karena  adik sepupu saya tidak mau berenang. Mau tidak mau saya pun harus turun sungai 😁. sebenarnya saya tidak ada niat untuk mandi atau main air, semata hanya ingin memotret serta meneaah kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh sebagai sebuah spot wisata. Nah, sependek pengetahuan saya, berikut saya paparkan kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh, siapa tahu anda tertarik untuk mampir?

Paman saya terpaksa nyebur juga 


Tempat Wisata yang Nanggung

Bagi saya Dam ghueh sebenarnya bisa dijadikan spot wisata. Pertama, sejak dulu tempat ini dikenal sebagai bendungan yang panoramanya cukup indah. Airnya pun jernih. Juga jalan menuju dam Ghueh dipenuhi dengan jajaran pohon kapuk yang terlihat indah. Itu lo yang putih-putih isi bantal kita. Pemandangan jajaran pohon itu sungguh indah. Terlebih musim gugur, daun yang berserakan semakin memperindah panorama. Seperti berada di luar negeri.

Akses jalannya pun bisa dibilang cukup baik. Jalan masih teraspal bagus dan kokoh. Saya hanya menemui 2 lubang di jalan yang bisa dibilang cukup parah. 




Sayang, hal ini bertolak belakang dengan spot dam ghueh itu sendiri. Oke, bendungannya terawat rapi, tapi saya rasa sebagai tempat wisata, dam ghueh kurang memorable atau diingat. Maksudnya begini, kita ambil contoh Jakarta, ikonnya ya Monas. Contoh lain, misal wana wisata Pasir putih Situbondo, atau wana wisata Tampora yang kini punya beberapa spot memorable yang cukup instagramable serta worth it untuk dikunjungi.

Menurut sependek pengetahuan saya, mungkin jika pemerintah desa terkait atau jajaran anak mudanya mau berjuang membangun Dam Ghueh, tempat ini bisa menjadi salah satu spot wisata yang potensial. Selain itu, ekonomi masyarakat sekita bisa terbantu. Sepengetahuan saya, hanya ada sebuah warung yang menjual kopi serta makanan ringan di area ini.

Jadi, saya rasa jika ada insenti seperti pembangunan papan nama dari beton. Atau pemberian –wahana-wahana yang bisa memikat turis lokal ataupun manca negara untuk datang.

Berikutnya, hal yang saya sayangkan, adalah banyak anak muda yang memanfaatkan tebing di sebelah timur dam ghueh untuk berpacaran sampai berbuat mesum.  Memang panorama di tempat tersebut bisa dibilang bagus dan indah. Tapi mbok ya jangan dibuat pacaran tau mesum-mesum an. 

“Lebih baik ajak makan malam di restoran atau terserah dimana. Ajak orang tuanya lalu pinang si DOI. Jangan di panjat dulu baru dipinang”

Daripada mesum main kucing-kucingan. Toh lebih baik membantu pengembangan dam ghueh itu sendiri. Timbang mesum-mesum toh lebih baik foto, lalu viralkan tempat yang indah itu looo
Butuh Bantuan Serta Dukungan

Hemat saya, Dam ghueh ini sangat perlu dukungan serta bantuan untuk menggerakkan potensi desa tersebut. Sumber daya alam sudah ada tapi SDM nya tidak bisa mengoalh dengan maksimal. “Yeh tak ghellem maju caretanah degghik” ya begitulah maduranya. 


Debit airnya tidak terlalu besar 


Semoga ada warga lokal yang membaca tulisan ini. Sukur-sukur pemerintah mau membantu lewat dinas pariwisata. Saya sangat bersukur dan berterima kasih.

So, mungkin segitu aja cerita saya tentang Dam Ghueh ini. Singkatnya, Dam ghueh ini adalah tempat wisata yang potensial serta memiliki akses jalan yang bisa dibilang cukup bagus. Serta masih belum ada Tiket masuknya, alias gratis. Entah nanti jika Dam ghueh di renovasi 😁 atau diupgrade apakah bakalan ada Tiket masuknya atua tidak, ya apa can degghik lah 😂

Jadi, sampai disini saja. Tunggu tulisan saya selanjutnya tentang tempat-tempat keren lain di Situbondo 😊 salam hangat 😉

  

Thursday, August 9, 2018

Yang Tersisa Setelah Gempa Lombok

  No comments

Pertama saya turut mengantarkan rasa suka yang mendalam atas bencana yang melanda pulau Lombok. Bagi masyarakatnya serta orang-orang yang terdampak gempa itu sendiri. Puluhan rumah hancur menyisakan puing-puing. Korban jiwa bergelimpangan. Ada yang meninggal, ada pula yang mengalami luka baik sedang, ringan, maupun berat. Yang jelas trauma melanda masyarakat Lombok. Mereka perlu bantuan. Mereka perlu dukungan. 

Saya pribadi turut berdukacita dengan bencana tersebut. Tapi kehendak yang maha kuasa jauh di luar kemampuan kita. Bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja. Untuk yang selamat, semoga diberi kekuatan, yang terdampak semoga diberi kekuatan dan ketabahan menjalani ujian ini. Sesungguhnya ujian adalah sebuah fase dimana kamu ditempa untuk menjadi lebih kuat.

Dukungan baik moril dan material berdatangan dari banyak pihak. Ada yang melakukan penggalangan dana. Ada yang melakukan khataman Qur'an, ada yang terjun langsung menjadi sukarelawan, dan banyak cara lain untuk mendukung serta menguatkan warga Lombok pada khususnya.

Jelas yang tersisa kini hanya puing-puing serta reruntuhan bangunan. Proses penyelamatan pun masih berlangsung. Tapi, masih banyak hal lain yang sebenarnya ditakutkan oleh masyarakat Lombok. 

Pada saat gempa terjadi mereka benar-benar panik. Berlarian ke tempat terbuka mencoba menyelamatkan diri. Tapi hal yang tersisa sebenarnya lebih menakutkan. Bukan Gempa susulan ataupun rumah yang sudah luluh lantak. Tapi kepada ancaman penjarahan serta begal yang mengancam.

Setalah gempa melanda masyarakat bukan lagi takut kepada gempa susulan. Tapi kepada kebiasaan munculnya penjahat yang dengan serta Merta menjarah harta benda yang tersisa. Kita tak bisa menyalahkan satu pihak saja. Semua ini bisa dibilang natural atau alamiah. Dorongan serta tekanan yang menyebabkan hal tersebut.


Saya sempat berbincang dengan teman SMA saya yang berasal dari Lombok. Pengakuan dia, hal yang ditakutkan kini adalah munculnya penjahat pada malam hari. Tentu sangat berbahaya. Sudah susah, sudah merana, masih dalam penjahat pula. Mereka ini mana peri kemanusiaan nya?

Well, seriously! Kenapa bisa ada begal? Kenapa bisa ada penjahat? Tak ibadah mereka? Tidak kasihan kah mereka? Bung rakyat Lombok sudah sengsara, masih saja muncul penjahat? Aduh?

Mugkin tidur di tenda pengungsian adalah jalan satu-satunya, tapi bagaimana mereka memulai hidup kembali? Well, semoga mereka bisa kembali memulai hidup yang baik ya! Tiapalam tidak dihantui dengan ancaman begal serta penjahat. Semoga mereka bisa hidup tentram

Saya yakin para penjahat itu bisa akses internet. Mereka bisa baca tulisan ini. Saya mohon dengan hormat kasihanilah mereka. Bung mereka sedang dilanda bencana. Mereka sedang membangun kembali kehidupan mereka. 
Kalau mau jadi penjahat ya jangan begitu kejam lah 😐 saya pun pernah jahat, apa sih yang sebenarnya diinginkan menjadi penjahat? Kaya? Sukses? Kerja lah bung, usaha, maka kau akan menerima hasilnya nanti. 

__________

Tulisan ini bukan apa-apa. Tidak ada maksud apa-apa. Hanya coretan hati dari saya pribadi serta teman saya yang sedang dilanda musibah. Semoga mereka dikuatkan. Semoga para begal itu diinsyafkan. Semoga bantuan yang terkirim bisa berguna dan bermanfaat. 



Bagi rakyat Lombok. Teruslah berlari bung, kalian semua adalah orang hebat yang sedang diuji. Kalian pasti bisa melewatinya. Tetaplah bersama, saling menguatkan danembantu agar bisa melewati ujian ini 😊. Walau yang tersisa hanya puing-puing. Walau ancaman muncul di malam hari. Kami yakin kalian kuat dan tabah 😊 semoga Lombok bisa kembali pulih 😊

#prayforLombok #LombokTangguh

____
Sumber foto : BBC.com

Wednesday, August 8, 2018

Apakah Tilang bisa meminimalisir Kecelakaan?

  No comments


Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini murni karena saya emosi setelah ditilang oleh kepolisian resort Situbondo. Ya, saat itu saya sedang terburu-buru, dan saya memang masih belum memiliki SIM. Nah, karena waktu yang sudah hampir serta kecerobohan saya, akhirnya saya pun harus rela Ditilang.

Pada dasarnya, saya memang salah karena tidak berkendara dengan surat yang lengkap. Nah, fokus tulisan saya ini bukan tentang gundah gulana saya karena tertilang. Tapi lebih kepada, apakah dengan adanya Tilang, hal ini bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas?

Jawabannya iya, tapi tidak secara garis besar benar-benar meminimalisir kecelakaan. Pertanyaannya, jika seseorang menjadi korban kecelakaan, surat-surat itu untuk apa? Bukti pengenal? Bukti bahwa si TS mahir mengemudi? Lo kok masih kecelakaan?

Sebenarnya kecelakaan itu bersumber dari banyak faktor, kecerobohan, keteledoran, dan banyak faktor lainnya. Salah satu faktor memang pengendara yang tidak mengenakan atribut lengkap. Seperti helm, spion, dll. Nah saya kemaren ditilang karena tidak punya SIM, walhasil STNK harus saya relakan berada tidak nltangan kepolisian. Tak apalah itu murni kelalaian saya. Tapi mari kita bicara tentang kecelakaan.

Di desa, banyak anak kecil yang sudah diajari main sepeda sejak kecil dengan beberapa alasan. Membantu orang tuanya, bisa pergi sekolah sendiri, serta beragam keperluan lain yang membutuhkan keahlian berkendara. Nah, sesempit pengetahuan saya, hal inilah yang menyumbang banyak kepada kecelakaan. Kalau dipikir, mungkin lebih baik menumbuhkan kesadaran berkendara dari bawah. Jujur, selama saya hidup saya tidak pernah melihat ada polisi yang melakukan operasi kendaraan di desa. Polisi terkesan ogah. 

Kenapa saya bilang seperti di atas? Karena saya sendiri mengalaminya. Contoh singkat sih di daerah rumah saya. Ada sebuah kecamatan, namanya Sumbermalang. Letaknya berada di atas bukit. Seumur hidup saya naik turun Sumbermalang-Besuki tidak pernah ada yang namanya operasi kendaraan. Padahal kecamatan sumbermalang punya kantor polisi. Mungkin inilah yang menimbulkan stigma bahwa gaya berkendara orang gunung itu terkesan ekstrem.

Selanjutnya, operasi atau razia hanya dilakukan di kota kecamatan atau kota kabupaten. Efektif? Saya rasa tidak terlalu, kadang ada yang lewat jalan tikus, ada yang bisa lewat begitu saja. Bahkan ada yang berhenti dan menunggu razia selesai.  Efektifkah Razia? Terlebih hal ini menimbulkan rasa benci dari masyarakat. Sumpah mereka bukan taat atau takut, malah benci. Saya pun begitu,  tapi ya saya harus legowo. Saya salah dan harus menerima kesalahan saya dengan ditilang.
Faktor lain, membuat SIM itu perlu biaya, tidak seperti KTP yang di gratiskan biayanya. Pertanyaannya, orang yang ditilang itu pasti membayar denda. Lah, uang itu larinya kemana? Jalan? Masih banyak yang bolong bung, lah kenapa GK digratiskan saja, seperti KTP. Untuk gaji aparat? Lah uang pajak lari kemana? Mugkin jika layanan publik serta pembikinan SIM di gratiskan mugkin banyak orang akan antusias melengkapi surat-surat berkendaranya.

Untuk menyadarkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mungkin dengan menggratiskan ongkos bikin KTP dan surat-surat berkendara kesadaran berkendara akan meningkat. Sekedar guyonan.

"Untuk jadi polisi kita harus melewati serangkaian tes, tes kesehatan, tes fisik dll. Tapi setelah jadi polisi kok ya gemuk-gemuk? Apa makan uang (isi sendiri 😂😂😂)"

Well. Itu hanya guyonan ya.. jangan lah dianggap serius 😊

Itu pemikiran yang ada dalam pemikiran saya. Pengelolaan dana dioptimalkan. Penyuluhan juga digalakkan, bukan razianya. Kalau hanya Razia tanpa penyuluhan, adanya rasa benci bukan rasa patuh. Adanya keinginan untuk kembangkan bukan menurut.

Nah, mari nyantai sekarang 😊 kalian pernah ditilang? Apa yang kalian rasakan? Kesal? Benci? Atau takut? Silahkan tumpahkan keluh kesah kalian dan pandangan kalian tentang razia kendaraan! Silahkan berkomentar dengan bebas, silahkan ekspresikan ide kalian 😊

Jadi, pak polisi yang terhormat, saya bukan kesel cuman ya hanya ingin menyampaikan keluhan saya.

Monday, August 6, 2018

Oy! Aplikasi pesan singkat Buatan Indonesia yang Memberikan banyak Keuntungan

  No comments

Untuk urusan aplikasi pesan singkat, mungkin masyarakat sudah terbiasa dengan Whatsapp, messenger atau BBM walau kini mulai sedikit redup pamornya. Yups, 3 aplikasi tersebut bisa dibilang raja dalam urusan aplikasi pesan singkat daring. Dan ketiganya adalah buatan luar negeri.

Mungkin masih sedikit orang yang tahu bahwa anak dalam negeri juga berhasil membikin aplikasi balas pesan singkat daring yang lumayan banyak user serta pamornya tidak kalah dengan aplikasi mainstream seperti tersebut diatas.

Pernah dengar saling sapa? Ya, web yang sempat digadang-gadang facebook nya Indonesia? Saya hanya sempat mendengar dan tidak sampai menjadi usernya. Jadi saya tidak bisa memberikan gambaran atau review tentang salingsapa.com, tapi secara pribadi saya mengapppresiasi kreator salingsapa yang bisa membikin web tersebut dan memiliki banyak user pada saat itu.

Nah, akhir-akhir ini ada lagi aplikasi balas pesan daring asli Indonesia yang mulai menggebrak lo, namanya Oy!, Size nya tidak terlalu besar, di kisaran 41 MB. Dengan mengusung tagar #ChatDapetPoint dari aplikasi ini setiap kali kita chat dalam sehari akan diakumulasikan menjadi poin dan poinnya bisa ditukar dengan pulsa dan beragam mercandhise lainnya di Oy! Store.
So, perhitungannya itu gini, tiap orang yang kita chat kita bakal dapet 3 poin, nah untuk dapet poin kita harus chat minimal 5 huruf. So kalau dibawah itu bakal diindeks sebagai spam. Dan kita tidak bisa dapet poin. 

Untuk perhitungan poinnya, setiap hari sekitar jam 8 kita akan mendapat pesan dari Oy point terkait poin hari sebelumnya, diindex menjadi poin atau terindex menjadi spam. Nah,karena Oy! Ini bisa dibilang sebuah aplikasi yang  aru naik daun. Jadi saya pribadi disini ingin menuliskan kelebihan serta kekurangan Oy! Dari sudut pandang saya pribadi.

Kelebihan

Kelebihan pertama yang pasti, karena aplikasi ini memberikan kita point Cuma-Cuma jika kita chat temen kita. Lumayan kan, chat sehari-hari jadi ada manfaatnya, tidak hanya meluangkan kuota data internet. Bisa dapet point, pilihan tukar poinnya pun beragam. Ada Jam tangan, Pulsa, Kamera, dan lain-lain.

User interface nya lumayan elegan. Enak dipandang dan designya simpel. Peletakan serta design fitur chat dan lainnya pun cukup ramah pengguna. Cara pakainya pun bisa dibilang lumayan mudah. Kita hanya perlu chat, tapi jangan spam chat ya agar diindex jadi poin bkan spam pada akhirnya. Kan capet, chat seharian sambil mengharap dapet poin malah diindex sebagai spam. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)

Enaknya pula, kita bisa menemukan berbagai outlet serta tempat kerja jika kita ingin mencari pekerjaan. Karena salah satu ambisi pendiri Oy! Adalah menyambungkan konsumen dan produsen. Hmb, worth it banget Lo, mesti dicoba.

Mudahnya lagi, tempat-tempat tersebut (outlet serta co-working space) sudah dikelompokkan berdasarkan kelompok kebutuhan. Seperti masa media, telekomunikasi, intertainment, life style, dll. Ada banyak pilihan industri dan beragam outlet yang telah bergabung dengan Oy!

Nah, mungkin itu kelebihan sementara, BTW warna birunya keren. Saya pribadi suka. Karena memang saya suka warna biru.

Kekurangan

Untuk aplikasi baru, Oy! Tidak memiliki banyak kekurangan. Kekurangan mencolok mungkin di bagian server nya. Saat pertama kali buat akun kita bakal punya kontak awal bernama Oy Mimin. Dan satu minggu berlalu pesan yang saya kirimkan tidak kunjung terkirim. 

Sebagai pengindek pesan terkirim Oy! Menggunakan 2 buah centang yang berubah hijau ketika sudah dibaca. Nah saat saya mencoba menghubungi Oy! Mimin hal pesan saya tidak terkirim sampai sekarang. Nah menurut sya pribadi, sebagai sebuah palikasi baru Oy! Harus terbuka terhadap saran dan kritikan.

Rubrik komentar di playstore pun banyak yang mereview negatif aplikasi Oy! Sepemahaman saya, hal itu terjadi karena banyak pengguna yang pesannya diindex sebagai spam (mungkin karena niat awal mereka yang salah, dari awal niat buat GB point dengan chat Copy paste, giliran di index sebagai SPAM malah ngomel, kan kebanyakan makan micin nih bocah :D)

Tapi saya akui untuk verifikasi spam di aplikasi Oy! Masih bisa dibilang kurang. Mungkin yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah sistem pendeteksi spam nya. Karena aplikasi ini menawarkan point bagi penggunanya. Salah-salah bisa pihak Oy! Yang bangkrut karena diakali dengan spam serta review negatif dari Netijen.



Kekurangan selanjutnya, mungkin di tata pesannya. Jadi saya sering mengalami. Ada notifikasi dari Oy!, namun setelah saya buka aplikasi pesan itu tidak muncul, tapi baru muncul beberapa saat setelah saya buka aplikasi. Mungkin ini disebabkan oleh server. Jadi mungkin server nya juga perlu ditingkatkan. Undang orang-orang untuk bergabung jadi bagian dari Oy!

Indonesia itu luas, dan banyak orang hebat yang tinggal di Indonesia. Jika Oy! Ingin bertahan dan tetap berdedikasi bagi para usernya, Oy! Harus terus berinoasi, terus mendengarkan komentar serta memberikan yang terbaik bagi usernya diseluruh Dunia :)

Salam hangat dari Situbondo :)
........
Sumber gambar : Oyindonesia.com