Saturday, October 13, 2018

Hal-hal luar biasa yang Saya Sadari ketika Mati Lampu


Satu Minggu ini saya benar-benar dibuat kesal dengan pemadaman listrik yang tidak berkesudahan. Usut punya usut pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton sedang mengalami gangguan dan sedang dalam proses perbaikan. 

Akhirnya selama satu Minggu penuh saya harus bisa beradaptasi dengan pasokan listrik yang baru hidup pada jam 9 malam dan mati kembali pada jam 9 pagi. Ingin saya komplain, tapi pasokan listrik satu-satunya ya hanya dari PLTU. Pihak PLN pun hanya bisa memberikan berita terkini terkait proses perbaikan serta tentang pemulihan pasokan listrik.

Walau harus terbiasa dengan keadaan setengah terang setengah gelap seperti itu, ada beberapa hal yang saya rasa mungkin tidak akan. Saya rasakan jika pasokan listrik dalam keadaan normal.

Pertama, saya terpaksa mandi di sungai (bisa dibilang Empang, atau kali! Terserah mau pakai istilah yang mana!). Kejadiannya cukup lucu, ibu saya sedang mandi kala itu, karena bak kamar mandi terlihat kotor beliau pun menguras bak kamar mandi. Ternyata pemadaman sudah berlangsung. Alhasil saya terpaksa mandi di sungai.

Saya bersyukur bisa mandi di sungai. Mengingat masa-masa kecil saat dengan bebas mandi di sungai. Biasanya saya dan temen-temen mandi di bendungan buatan warga. Saya masih ingat saat kami sedang adik-adik nya mandi, ada yang lompat salto, ada yang berenang. Tiba-tiba semuanya kabur, karena seekor ular air melintas 😂😂. Dengan segera kami langsung pergi ke tepian 😂.

Selain itu saya juga melihat beberapa orang tua menyikat giginya dengan batu bata yang dihaluskan. Sampai sekarang saya tidak tahu apakah kebiasaan ini baik atau tidak, tapi katanya hal ini tidak baik karena dapat membuat gigi menjadi tipis.

Hal lain yang saya sadari, lebih tepatnya nostalgia. Saya dapat mengingat momen saat kecil berjalan melewati pematang sawah. Pertama karena lebih cepat sampai. Kedua GK terlalu panas dan tak perlu memutar seperti saat lewat jalan beraspal.
Ya, dulu setiap pagi saat libur pagi hari pasti saya sudah sarapan. Lantas langsung minta uang jajan dan bergegas ke tempat rental PlayStation. Dulu belum ada android, HP paling canggih ya Nokia Express music di rumah saya. Sungguh bahagia rasanya mengingat momen momen masa kecil yang absurd itu. Rebutan Stik PS, main bola di sore hari.

Saat ini saya sudah tidak bisa merasakannya. Kebahagiaan, keceriaan, tawa lepas itu. Anak kecil sekarang sudah pada kecanduan gadget. Mereka tak bisa lepas dari gadget. Kumpul sih, tapi pada kandang HP semua. Gadget lagi, gadget lagi 😥.

Saya jadi teringat sebuah ucapan. 

"orang paling bahagia adalah orang zaman lampau, karena mereka bisa berinteraksi satu sama lain secara langsung" 

dan memang benar, interaksi langsung dengan orang lain sangat berpengaruh terhadap psikologi dan kejiwaan. Jadi seperti penambah kebahagiaan, sederhananya Moodbooster lah.

Sungguh, saya Rindu momen-momen itu. Berlarian lepas di pematang sawah mengejar layangan putus, main bola, walau hujan tetap berlanjut, malah makin antusias. Ngolok teman pake nama orang tua 😂😂 aduh, masa kecil yang benar-benar absurd.

Saat malam hari karena mati lampu saya pun terpaksa menghidupkan lilin dan lampu tempel. Ada satu momen lagi yang saya sadari, keindahan alam semesta, bentangan indah langit hitam dengan taburan bintang dan benda luar angkasa. Sungguh bersyukur kita bisa hidup di planet yang memiliki keindahan ini. Sebuah bukti keagungan sang pencipta.

Ya, berhenti sejenak dari dunia Maya. Keindahan dunia benar-benar nyata. Interaksi sosial kebutuhan kita, bukan hanya interaksi Maya melalui sosial media.
Guys, we need and break from our virtual world. Let's take and look on our real world. Banyak bersyukur, banyak bahagia, banyak senyum lah. 

Sekian dari saya 😊 salam hangat dari Situbondo 😊

Sunday, September 30, 2018

Cerita Horor Malam Minggu (Jomblo Jangan Baca)


Disclaimer : Bagi para Jomblo harap tidak membaca tulisan ini. Takut terancam over baperan, ingat mantan, rindu kenangan, dan tak bisa melupakan masa lalu

⏺⏺⏺⏺

Malam apa yang paling serem? Malam Jumat? Tidak slaah besar, malam terseram adalah malam Minggu. Ya malam Minggu, terlebih bagi anak kost yang tidak punya teman dan kenalan. Saya adalah Maba. Rambut botak hasil ospek. Serta selalu menggerojok dengan teman sesama Maba. Selalu memalingkan muka jika bertemu dengan kakak tingkat.

Di kampus saja tiap hari itu serem, terlebih kalau sudah malam Minggu. Serem nya udah level akut. Lebih akut dari mahasiswa yang semester nya sudah mencapai 2 digit angka. Alias semesternya sudah tingkat akut.

Mungkn sudah biasa ya? Malam Minggu itu emang serem bagi jomblo. Terlebih saat melihat lini masa sosial media yang dipenuhi dengan foto teman atau sahabat yang have fun dengan gebetan mereka. Sakitnya seperti tertancap belati, tertikam pas pada ulu hati. Nyeri tapi tak berdarah.

Hal itu menurut saya memang alami, atau bisa dibilang natural. Setiap orang punya sifat iri dan cemburu. Ada yang berlebih dan ada pula yang sesuai proporsi (kalau ada yang kriteria beginian, bilang ke saya ya 😉 siapa tahu klop!) 

Hal lain yang menyebabkan hal ini terjadi adalah gaya hidup urban yang kini menjadi fenomena. Hidup foya-foya serta Hedon. Status sosial jadi sesuatu yang sangat penting. Image diri di dunia Maya juga menjadi prioritas, terlebih di kalangan anak muda sekarang. Tiada hari tanpa eksis di dunia Maya. Padahal kita hidup di dunia nyata.

Pernah iri sama pasangan yang begitu mesra? Begitu romantis? Apakah jika kita juga melakukannya kita bakalan bangga? Saya juga kadang pengen begituan sama doi. Masalahnya saya GK punya doi 😅🤐😢 tapi jomblo tidak selalu nyessek kok. Ada juga jomblo yang bahagia. Ada pula jomblo yang komitmen.

Well, kembali ke maslaah malam Minggu. Sebenarnya malam Minggu itu tidak horor. Tidak juga malam lainnya. Semua nya bergantung kepada diri kita sendiri. Kita mau bahagia dengan status kita yang seperti itu adanya atau iri kepada orang lain yang menurut kita hidupnya lebih bahagia. 

"Satu hal yang luput dari pemahaman kita. Bahagia itu datang dari diri sendiri. Jika kita merasa cukup, maka kita akan bahagia dengan apa yang kita miliki"

Belum tentu kita bisa tertawa lepas saat bersama doi. Belum tentu kita bisa bertindak bebas saat bersama doi. Bandingkan saat kita berkumpul bersama teman kita. Kita bisa tertawa lepas. Bercanda bebas, tertawa bahagia bersama. Kita juga bisa berkarya, berkreasi walau tidak punya doi.

Nah Lo, kok malah ngawur ya 🙄😂 bingung ya? Ya udah saya sederhanakan begini saja.

"Manusia itu memang spesial. Setiap orang punya watak dan sifat yang berbeda. Oleh karena itu kebahagiaan datang dari diri kita sendiri. Karena setiap orang punya keberagaman dan perbedaan. Memang kebahagiaan juga bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar diri kita. Tapi kebahagiaan sejati yang menentukan adalah diri kita. Kita mau bahagia atau tidak dengan apa yang kita miliki"

Paham? Kalau nngak paham coba dibaca pelan-pelan. Dipahami. Kita diberkahi otak untuk berpikir, untuk membaca. Membaca pun tak terbatas hanya pada tulisan, tapi kehidupan serta apa yang ada di sekitar kita. Segala sesuatu bisa kita baca, bisa kita cerna dan bisa kita pikirkan.

Jujur, anak muda sekarang itu kurang berpikir (maaf ini hanya kini pribadi) Hoax bisa menyebar luas dengan bebas karena kita tak lagi mau membaca, kita mau yang instan.  Jangan kan membaca perasaan orang lain, membaca tulisan panjang saja kadang kita malas. 

Well back again ke masalah malam Minggu. Apakah malam Minggu itu horor? Apakah malam Minggu itu seram? Semuanya ada pada diri kita sendiri, kita mau bikin malam Minggu itu serem atau tidak. Kita mau bikin momen malam Minggu itu sebegai momen berkumpul dengan temen, dengan doi, atau berkarya, atau bahkan beristirahat itu terserah kita. Yang penting jangan gunakan momen malam Minggu untuk meratapi nasibnya sebagai jomblo.

Jadilah generasi yang cerdas, jadilah generasi yang membanggakan. Kalau kamu masih sibuk ngurusin malam Minggu mending lu pikirin apa yang udah lu perbuat, apa yang udah lu ciptakan. Kalau masih belum ada perbanyaklah mendengar, perbanyaklah membaca 😊

Well salam hangat dari saya 😊 semoga tulisan ini bermanfaat #TiakTakutMalamMinggu ya! Kalau butuh teman atau sekedar lawan bicara, silahkan hubungi saya melalui link contact di side bar ya! Dengan senang hati saya akan berdiskusi dan berbincang dengan pembaca sekalian 😊

#Situbondo #Blogger #GenerasiMuda

Thursday, September 20, 2018

Meriahnya acara puncak Hari Jadi Besuki ke-254


Minggu lalu Besuki kembali diguncang dengan acara yang sungguh spektakuler. Hehe 😅 tepat mingu lalu, sebagai puncak dari perayaan hari jadi Besuki yang ke-254 digelarlah panggung seni dengan tema "Harmoni Hari Jadi Besuki 254"

Bertempat di alun-alun Besuki yang sudah disulap sedemikian rupa dengan lampu-lampu yang berkilau indah serta panggung keren tempat para pemuda-pemudi serta beberapa seniman lokal menampilkan kebolehan mereka, acara penutupan ini berjalan meriah.

Dengan total 16 penampilan dari seniman serta talent lokal serta hiburan-hiburan pendukung lainnya. Acara ini berhasil menyedot anime masyarakat dengan bejibunnya masyarakat mendatangi alun-alun Besuki.

Acara dibuka dengan penampilan yang menakjubkan dari group band lokal yang membawakan lagu Gita dari group band kotak. Lalu dilanjutkan dengan seremoni penutupan rangkaian hari jadi Besuki 254 serta pembukaan pasar Rakyat yang berlangsung mulai tanggal 14-22 September 2018.

Dengan sambutan yang disampaikan oleh bapak Camat Besuki serta beberapa tokoh masyarakat acara hari jadi Besuki pun resmi usai. Dalam sambutannya bapak camat Besuki berharap acar tahun depan bisa lebih meriah serta bisa memunculkan talenta-talenta lokal lain yang masih luput dari pantauan. Selain itu acr tersebut diharapkan bisa menyedot animo masyarakat sekitar untuk datang dan berlibur di Besuki.

Besuki sendiri memiliki beberapa objek wisata baik wisatawan bahari maupun sejarah yang masih terawat dengan baik. Sebut saja pantai tampora, air terjun telempong dan objek wisata lainnya. Selain itu banyak gedung peninggalan serta monumen bersejarah yang bisa dijadikan objek eduwisata sejarah.








Walau di tengah acara sempat terjadi mati lampu karena generator listrik sempat kehabisan bahan bakar. Tapi hal teknis tersebut dapat teratasi dan acara pun berjalan kembali seperti semula. Sebagai penutup sekitar pukul 11. Group band serta sanggar seni lokal Sambalado membawakan penampilan yang cukup mengesankan dan menggebrak

Semoga tahun depan acara perayaan hari jadi Besuki ke 255 bisa lebih meriah lagi 😅

See u on other post 😊

Thursday, September 6, 2018

Meriahnya Hari Jadi Besuki ke-254


Saya memang putra asli Situbondo. Lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di Besuki, TK di wilayah dengan banyak bangunan kolonial serta terasa sedikit menakutkan kalau saya telat dijemput. Maklum jarak TK dengan rumah saya sekitar 5 KM. Jadi kalau pulang pagi otomatis hanya saya serta beberapa guru yang tetap ada di TK. 

Sekolah saya terletak di kawasan PG Demaas. Waktu itu saya selalu diantar jemput oleh kakek saya.  Ya, kakek saya adalah seorang pensiunan pabrik gula Demaas. Yah walau hanya seorang mandor tapi setidaknya pesangonnya cukup. Begitu ucap kakek saya.

Nah SD pun saya juga bersekolah di daerah PG Demaas. Ya, masih seperti waktu TK. Walau SD saya punya sebuah lapangan sepakbola. Tapi ya kalau saya tidak dijemput tempat itu bisa dibilang cukup seram.

Itulah sekelumit kisah masa kecil saya. Sederhana dan tak banyak kisah mengesankan. Dulu syaa adalah seorang yang pendiam. Tapi seiring bertumbuh, berkenalan dengan orang baru saya pun menyadari bahwa suatu butuh banyak pengalaman. Saya butuh banyak teman. Maka berbekal nekat serta kamera hasil minjem saya pun ikut serta bersama teman syaa menyemarakkan Hari jadi Besuki yang ke 254.

Sebagai acara pertama untuk memeriahkan Harjabes, tepat hari Minggu, 2 September 2018. Ada karnaval budaya. Acara ini diikuti oleh sekitar 16 kontingen utusan SD, SMP, serta SMA se Besuki. Ada drumband, barongsai, peragaan busana daerah, serta fashion show dari anak-anak muda yang cantik-cantik. Yang ganteng-ganteng tidak ada yang mau tampil 😂😅.

Karnaval budaya yang turut dihadiri oleh bapak camat Besuki serta bapak Kapolres Besuki menyita banyak perhatian masyarakat. Buktinya lalu lintas pun menjadi padat disekitar tempat karnaval budaya. Dimulai dari alun-alun lalu menuju Utara melewati kelenteng Po Tong Byaw lanjut ke pesisir lalu memutar ke daerah pasar baru dan finish di Alun-alun lagi. 






Pesertanya pun cukup antusias menyemarakkan Harjabes kali ini. Ada yang memakai busana daur ulang. Ada pula yang menampilkan atraksi yang menuai decak kagum. Ada pula yang menyuguhkan tarian lokal.

Yang saya ingat adalah kontingen SMA 1 Suboh yang melakukan atraksi tarian daerah di daerah klenteng Besuki. Yang saya ingat adalah saat masyarakat ikut menari mengikuti irama lalu operator berbicara melalui microphone. 

"Harap jangan jangan joget dangdut, tapi tarian daerah ya!" 😂😂 

Orang-orang pun mulai ikut menari dengan teratur mengikuti tarian para kontingen yang memakai kaos putih merah berstrip. Sungguh meriah 😉😊

------
Keesokannya tepat pukul 7 malam. Di rumah bekas kawedanan diadakan tadarus puisi yang dihadiri oleh banyak peserta mulai dari lingkup Besuki sendiri serta beberapa tamu yang berasal dari Situbondo, Jember, Paiton, Surabaya, malang, serta Nganjuk. Acara tadarus puisi ini pun berjalan meriah dengan begitu banyak penampilan yang cukup mengagumkan baik dari tamu undangan atau masyarakat yang turut hadir karena tertarik dengan keriuhan acara tersebut 😊
Semoga, acara tahun depan bisa lebih meriah dan lebih keren lagi dari tahun ini. Intinya jangan sampai kita lupa dengan budaya lokal serta tradisi para leluhur 😊




#besuki #harjabes #indonesia #wonderfulindonesia 

Masih gak mau mampir atau berwisata ke Situbondo? Coba pikir lagi 😉😊

Sunday, August 19, 2018

Mandi Ria di Dam Ghueh, Besuki, Situbondo


Selamat pagi 😊 kali ini saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke sebuah dam. Ya dalam bahasa madura kami menyebutnya Dam, kalau di bahasa Indonesiakan artinya bendungan. Mungkin, sebelum kita bincang-bincang lebih jauh lagi, saya infokan bahwa dalam tulisan ini saya mungkin menggunakan beberapa kata bahasa daerah yang nanti akan saya artikan.

Pertama, Dam Ghueh. Secara bahsa artinya Bendungan Gua. Sebenarnya saya tidak menemukan gua sama sekali di sekitar area ini. Tapi dinding batu di sebelah timu yang beberapa sisinya seperti menjorok ke dalam bisa dibilang seperti gua. Jadi saya asumsikan nama Goa diambil dari dinding di sebelah timur bendungan yang mirip seperti Goa.

Untuk letaknya, Dam Ghueh ini terletak di Desa Mandar, Kecamatan Besuki, kabupaten Situbondo. Sebenarnya bagi saya Dam ghueh ini bukanlah suatu tempat yang asing. Karena biasanya setiap akhir pekan banyak orang rumah saya yang pergi kesana untuk sekedar madni atau menikmati pemandangan disana. 

Pada lawatan saya kemaren, saya terpaksa main basah-basah an karena  adik sepupu saya tidak mau berenang. Mau tidak mau saya pun harus turun sungai 😁. sebenarnya saya tidak ada niat untuk mandi atau main air, semata hanya ingin memotret serta meneaah kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh sebagai sebuah spot wisata. Nah, sependek pengetahuan saya, berikut saya paparkan kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh, siapa tahu anda tertarik untuk mampir?

Paman saya terpaksa nyebur juga 


Tempat Wisata yang Nanggung

Bagi saya Dam ghueh sebenarnya bisa dijadikan spot wisata. Pertama, sejak dulu tempat ini dikenal sebagai bendungan yang panoramanya cukup indah. Airnya pun jernih. Juga jalan menuju dam Ghueh dipenuhi dengan jajaran pohon kapuk yang terlihat indah. Itu lo yang putih-putih isi bantal kita. Pemandangan jajaran pohon itu sungguh indah. Terlebih musim gugur, daun yang berserakan semakin memperindah panorama. Seperti berada di luar negeri.

Akses jalannya pun bisa dibilang cukup baik. Jalan masih teraspal bagus dan kokoh. Saya hanya menemui 2 lubang di jalan yang bisa dibilang cukup parah. 




Sayang, hal ini bertolak belakang dengan spot dam ghueh itu sendiri. Oke, bendungannya terawat rapi, tapi saya rasa sebagai tempat wisata, dam ghueh kurang memorable atau diingat. Maksudnya begini, kita ambil contoh Jakarta, ikonnya ya Monas. Contoh lain, misal wana wisata Pasir putih Situbondo, atau wana wisata Tampora yang kini punya beberapa spot memorable yang cukup instagramable serta worth it untuk dikunjungi.

Menurut sependek pengetahuan saya, mungkin jika pemerintah desa terkait atau jajaran anak mudanya mau berjuang membangun Dam Ghueh, tempat ini bisa menjadi salah satu spot wisata yang potensial. Selain itu, ekonomi masyarakat sekita bisa terbantu. Sepengetahuan saya, hanya ada sebuah warung yang menjual kopi serta makanan ringan di area ini.

Jadi, saya rasa jika ada insenti seperti pembangunan papan nama dari beton. Atau pemberian –wahana-wahana yang bisa memikat turis lokal ataupun manca negara untuk datang.

Berikutnya, hal yang saya sayangkan, adalah banyak anak muda yang memanfaatkan tebing di sebelah timur dam ghueh untuk berpacaran sampai berbuat mesum.  Memang panorama di tempat tersebut bisa dibilang bagus dan indah. Tapi mbok ya jangan dibuat pacaran tau mesum-mesum an. 

“Lebih baik ajak makan malam di restoran atau terserah dimana. Ajak orang tuanya lalu pinang si DOI. Jangan di panjat dulu baru dipinang”

Daripada mesum main kucing-kucingan. Toh lebih baik membantu pengembangan dam ghueh itu sendiri. Timbang mesum-mesum toh lebih baik foto, lalu viralkan tempat yang indah itu looo
Butuh Bantuan Serta Dukungan

Hemat saya, Dam ghueh ini sangat perlu dukungan serta bantuan untuk menggerakkan potensi desa tersebut. Sumber daya alam sudah ada tapi SDM nya tidak bisa mengoalh dengan maksimal. “Yeh tak ghellem maju caretanah degghik” ya begitulah maduranya. 


Debit airnya tidak terlalu besar 


Semoga ada warga lokal yang membaca tulisan ini. Sukur-sukur pemerintah mau membantu lewat dinas pariwisata. Saya sangat bersukur dan berterima kasih.

So, mungkin segitu aja cerita saya tentang Dam Ghueh ini. Singkatnya, Dam ghueh ini adalah tempat wisata yang potensial serta memiliki akses jalan yang bisa dibilang cukup bagus. Serta masih belum ada Tiket masuknya, alias gratis. Entah nanti jika Dam ghueh di renovasi 😁 atau diupgrade apakah bakalan ada Tiket masuknya atua tidak, ya apa can degghik lah 😂

Jadi, sampai disini saja. Tunggu tulisan saya selanjutnya tentang tempat-tempat keren lain di Situbondo 😊 salam hangat 😉

  

Thursday, August 9, 2018

Yang Tersisa Setelah Gempa Lombok


Pertama saya turut mengantarkan rasa suka yang mendalam atas bencana yang melanda pulau Lombok. Bagi masyarakatnya serta orang-orang yang terdampak gempa itu sendiri. Puluhan rumah hancur menyisakan puing-puing. Korban jiwa bergelimpangan. Ada yang meninggal, ada pula yang mengalami luka baik sedang, ringan, maupun berat. Yang jelas trauma melanda masyarakat Lombok. Mereka perlu bantuan. Mereka perlu dukungan. 

Saya pribadi turut berdukacita dengan bencana tersebut. Tapi kehendak yang maha kuasa jauh di luar kemampuan kita. Bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja. Untuk yang selamat, semoga diberi kekuatan, yang terdampak semoga diberi kekuatan dan ketabahan menjalani ujian ini. Sesungguhnya ujian adalah sebuah fase dimana kamu ditempa untuk menjadi lebih kuat.

Dukungan baik moril dan material berdatangan dari banyak pihak. Ada yang melakukan penggalangan dana. Ada yang melakukan khataman Qur'an, ada yang terjun langsung menjadi sukarelawan, dan banyak cara lain untuk mendukung serta menguatkan warga Lombok pada khususnya.

Jelas yang tersisa kini hanya puing-puing serta reruntuhan bangunan. Proses penyelamatan pun masih berlangsung. Tapi, masih banyak hal lain yang sebenarnya ditakutkan oleh masyarakat Lombok. 

Pada saat gempa terjadi mereka benar-benar panik. Berlarian ke tempat terbuka mencoba menyelamatkan diri. Tapi hal yang tersisa sebenarnya lebih menakutkan. Bukan Gempa susulan ataupun rumah yang sudah luluh lantak. Tapi kepada ancaman penjarahan serta begal yang mengancam.

Setalah gempa melanda masyarakat bukan lagi takut kepada gempa susulan. Tapi kepada kebiasaan munculnya penjahat yang dengan serta Merta menjarah harta benda yang tersisa. Kita tak bisa menyalahkan satu pihak saja. Semua ini bisa dibilang natural atau alamiah. Dorongan serta tekanan yang menyebabkan hal tersebut.


Saya sempat berbincang dengan teman SMA saya yang berasal dari Lombok. Pengakuan dia, hal yang ditakutkan kini adalah munculnya penjahat pada malam hari. Tentu sangat berbahaya. Sudah susah, sudah merana, masih dalam penjahat pula. Mereka ini mana peri kemanusiaan nya?

Well, seriously! Kenapa bisa ada begal? Kenapa bisa ada penjahat? Tak ibadah mereka? Tidak kasihan kah mereka? Bung rakyat Lombok sudah sengsara, masih saja muncul penjahat? Aduh?

Mugkin tidur di tenda pengungsian adalah jalan satu-satunya, tapi bagaimana mereka memulai hidup kembali? Well, semoga mereka bisa kembali memulai hidup yang baik ya! Tiapalam tidak dihantui dengan ancaman begal serta penjahat. Semoga mereka bisa hidup tentram

Saya yakin para penjahat itu bisa akses internet. Mereka bisa baca tulisan ini. Saya mohon dengan hormat kasihanilah mereka. Bung mereka sedang dilanda bencana. Mereka sedang membangun kembali kehidupan mereka. 
Kalau mau jadi penjahat ya jangan begitu kejam lah 😐 saya pun pernah jahat, apa sih yang sebenarnya diinginkan menjadi penjahat? Kaya? Sukses? Kerja lah bung, usaha, maka kau akan menerima hasilnya nanti. 

__________

Tulisan ini bukan apa-apa. Tidak ada maksud apa-apa. Hanya coretan hati dari saya pribadi serta teman saya yang sedang dilanda musibah. Semoga mereka dikuatkan. Semoga para begal itu diinsyafkan. Semoga bantuan yang terkirim bisa berguna dan bermanfaat. 



Bagi rakyat Lombok. Teruslah berlari bung, kalian semua adalah orang hebat yang sedang diuji. Kalian pasti bisa melewatinya. Tetaplah bersama, saling menguatkan danembantu agar bisa melewati ujian ini 😊. Walau yang tersisa hanya puing-puing. Walau ancaman muncul di malam hari. Kami yakin kalian kuat dan tabah 😊 semoga Lombok bisa kembali pulih 😊

#prayforLombok #LombokTangguh

____
Sumber foto : BBC.com

Wednesday, August 8, 2018

Apakah Tilang bisa meminimalisir Kecelakaan?



Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini murni karena saya emosi setelah ditilang oleh kepolisian resort Situbondo. Ya, saat itu saya sedang terburu-buru, dan saya memang masih belum memiliki SIM. Nah, karena waktu yang sudah hampir serta kecerobohan saya, akhirnya saya pun harus rela Ditilang.

Pada dasarnya, saya memang salah karena tidak berkendara dengan surat yang lengkap. Nah, fokus tulisan saya ini bukan tentang gundah gulana saya karena tertilang. Tapi lebih kepada, apakah dengan adanya Tilang, hal ini bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas?

Jawabannya iya, tapi tidak secara garis besar benar-benar meminimalisir kecelakaan. Pertanyaannya, jika seseorang menjadi korban kecelakaan, surat-surat itu untuk apa? Bukti pengenal? Bukti bahwa si TS mahir mengemudi? Lo kok masih kecelakaan?

Sebenarnya kecelakaan itu bersumber dari banyak faktor, kecerobohan, keteledoran, dan banyak faktor lainnya. Salah satu faktor memang pengendara yang tidak mengenakan atribut lengkap. Seperti helm, spion, dll. Nah saya kemaren ditilang karena tidak punya SIM, walhasil STNK harus saya relakan berada tidak nltangan kepolisian. Tak apalah itu murni kelalaian saya. Tapi mari kita bicara tentang kecelakaan.

Di desa, banyak anak kecil yang sudah diajari main sepeda sejak kecil dengan beberapa alasan. Membantu orang tuanya, bisa pergi sekolah sendiri, serta beragam keperluan lain yang membutuhkan keahlian berkendara. Nah, sesempit pengetahuan saya, hal inilah yang menyumbang banyak kepada kecelakaan. Kalau dipikir, mungkin lebih baik menumbuhkan kesadaran berkendara dari bawah. Jujur, selama saya hidup saya tidak pernah melihat ada polisi yang melakukan operasi kendaraan di desa. Polisi terkesan ogah. 

Kenapa saya bilang seperti di atas? Karena saya sendiri mengalaminya. Contoh singkat sih di daerah rumah saya. Ada sebuah kecamatan, namanya Sumbermalang. Letaknya berada di atas bukit. Seumur hidup saya naik turun Sumbermalang-Besuki tidak pernah ada yang namanya operasi kendaraan. Padahal kecamatan sumbermalang punya kantor polisi. Mungkin inilah yang menimbulkan stigma bahwa gaya berkendara orang gunung itu terkesan ekstrem.

Selanjutnya, operasi atau razia hanya dilakukan di kota kecamatan atau kota kabupaten. Efektif? Saya rasa tidak terlalu, kadang ada yang lewat jalan tikus, ada yang bisa lewat begitu saja. Bahkan ada yang berhenti dan menunggu razia selesai.  Efektifkah Razia? Terlebih hal ini menimbulkan rasa benci dari masyarakat. Sumpah mereka bukan taat atau takut, malah benci. Saya pun begitu,  tapi ya saya harus legowo. Saya salah dan harus menerima kesalahan saya dengan ditilang.
Faktor lain, membuat SIM itu perlu biaya, tidak seperti KTP yang di gratiskan biayanya. Pertanyaannya, orang yang ditilang itu pasti membayar denda. Lah, uang itu larinya kemana? Jalan? Masih banyak yang bolong bung, lah kenapa GK digratiskan saja, seperti KTP. Untuk gaji aparat? Lah uang pajak lari kemana? Mugkin jika layanan publik serta pembikinan SIM di gratiskan mugkin banyak orang akan antusias melengkapi surat-surat berkendaranya.

Untuk menyadarkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mungkin dengan menggratiskan ongkos bikin KTP dan surat-surat berkendara kesadaran berkendara akan meningkat. Sekedar guyonan.

"Untuk jadi polisi kita harus melewati serangkaian tes, tes kesehatan, tes fisik dll. Tapi setelah jadi polisi kok ya gemuk-gemuk? Apa makan uang (isi sendiri 😂😂😂)"

Well. Itu hanya guyonan ya.. jangan lah dianggap serius 😊

Itu pemikiran yang ada dalam pemikiran saya. Pengelolaan dana dioptimalkan. Penyuluhan juga digalakkan, bukan razianya. Kalau hanya Razia tanpa penyuluhan, adanya rasa benci bukan rasa patuh. Adanya keinginan untuk kembangkan bukan menurut.

Nah, mari nyantai sekarang 😊 kalian pernah ditilang? Apa yang kalian rasakan? Kesal? Benci? Atau takut? Silahkan tumpahkan keluh kesah kalian dan pandangan kalian tentang razia kendaraan! Silahkan berkomentar dengan bebas, silahkan ekspresikan ide kalian 😊

Jadi, pak polisi yang terhormat, saya bukan kesel cuman ya hanya ingin menyampaikan keluhan saya.

Monday, August 6, 2018

Oy! Aplikasi pesan singkat Buatan Indonesia yang Memberikan banyak Keuntungan


Untuk urusan aplikasi pesan singkat, mungkin masyarakat sudah terbiasa dengan Whatsapp, messenger atau BBM walau kini mulai sedikit redup pamornya. Yups, 3 aplikasi tersebut bisa dibilang raja dalam urusan aplikasi pesan singkat daring. Dan ketiganya adalah buatan luar negeri.

Mungkin masih sedikit orang yang tahu bahwa anak dalam negeri juga berhasil membikin aplikasi balas pesan singkat daring yang lumayan banyak user serta pamornya tidak kalah dengan aplikasi mainstream seperti tersebut diatas.

Pernah dengar saling sapa? Ya, web yang sempat digadang-gadang facebook nya Indonesia? Saya hanya sempat mendengar dan tidak sampai menjadi usernya. Jadi saya tidak bisa memberikan gambaran atau review tentang salingsapa.com, tapi secara pribadi saya mengapppresiasi kreator salingsapa yang bisa membikin web tersebut dan memiliki banyak user pada saat itu.

Nah, akhir-akhir ini ada lagi aplikasi balas pesan daring asli Indonesia yang mulai menggebrak lo, namanya Oy!, Size nya tidak terlalu besar, di kisaran 41 MB. Dengan mengusung tagar #ChatDapetPoint dari aplikasi ini setiap kali kita chat dalam sehari akan diakumulasikan menjadi poin dan poinnya bisa ditukar dengan pulsa dan beragam mercandhise lainnya di Oy! Store.
So, perhitungannya itu gini, tiap orang yang kita chat kita bakal dapet 3 poin, nah untuk dapet poin kita harus chat minimal 5 huruf. So kalau dibawah itu bakal diindeks sebagai spam. Dan kita tidak bisa dapet poin. 

Untuk perhitungan poinnya, setiap hari sekitar jam 8 kita akan mendapat pesan dari Oy point terkait poin hari sebelumnya, diindex menjadi poin atau terindex menjadi spam. Nah,karena Oy! Ini bisa dibilang sebuah aplikasi yang  aru naik daun. Jadi saya pribadi disini ingin menuliskan kelebihan serta kekurangan Oy! Dari sudut pandang saya pribadi.

Kelebihan

Kelebihan pertama yang pasti, karena aplikasi ini memberikan kita point Cuma-Cuma jika kita chat temen kita. Lumayan kan, chat sehari-hari jadi ada manfaatnya, tidak hanya meluangkan kuota data internet. Bisa dapet point, pilihan tukar poinnya pun beragam. Ada Jam tangan, Pulsa, Kamera, dan lain-lain.

User interface nya lumayan elegan. Enak dipandang dan designya simpel. Peletakan serta design fitur chat dan lainnya pun cukup ramah pengguna. Cara pakainya pun bisa dibilang lumayan mudah. Kita hanya perlu chat, tapi jangan spam chat ya agar diindex jadi poin bkan spam pada akhirnya. Kan capet, chat seharian sambil mengharap dapet poin malah diindex sebagai spam. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)

Enaknya pula, kita bisa menemukan berbagai outlet serta tempat kerja jika kita ingin mencari pekerjaan. Karena salah satu ambisi pendiri Oy! Adalah menyambungkan konsumen dan produsen. Hmb, worth it banget Lo, mesti dicoba.

Mudahnya lagi, tempat-tempat tersebut (outlet serta co-working space) sudah dikelompokkan berdasarkan kelompok kebutuhan. Seperti masa media, telekomunikasi, intertainment, life style, dll. Ada banyak pilihan industri dan beragam outlet yang telah bergabung dengan Oy!

Nah, mungkin itu kelebihan sementara, BTW warna birunya keren. Saya pribadi suka. Karena memang saya suka warna biru.

Kekurangan

Untuk aplikasi baru, Oy! Tidak memiliki banyak kekurangan. Kekurangan mencolok mungkin di bagian server nya. Saat pertama kali buat akun kita bakal punya kontak awal bernama Oy Mimin. Dan satu minggu berlalu pesan yang saya kirimkan tidak kunjung terkirim. 

Sebagai pengindek pesan terkirim Oy! Menggunakan 2 buah centang yang berubah hijau ketika sudah dibaca. Nah saat saya mencoba menghubungi Oy! Mimin hal pesan saya tidak terkirim sampai sekarang. Nah menurut sya pribadi, sebagai sebuah palikasi baru Oy! Harus terbuka terhadap saran dan kritikan.

Rubrik komentar di playstore pun banyak yang mereview negatif aplikasi Oy! Sepemahaman saya, hal itu terjadi karena banyak pengguna yang pesannya diindex sebagai spam (mungkin karena niat awal mereka yang salah, dari awal niat buat GB point dengan chat Copy paste, giliran di index sebagai SPAM malah ngomel, kan kebanyakan makan micin nih bocah :D)

Tapi saya akui untuk verifikasi spam di aplikasi Oy! Masih bisa dibilang kurang. Mungkin yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah sistem pendeteksi spam nya. Karena aplikasi ini menawarkan point bagi penggunanya. Salah-salah bisa pihak Oy! Yang bangkrut karena diakali dengan spam serta review negatif dari Netijen.



Kekurangan selanjutnya, mungkin di tata pesannya. Jadi saya sering mengalami. Ada notifikasi dari Oy!, namun setelah saya buka aplikasi pesan itu tidak muncul, tapi baru muncul beberapa saat setelah saya buka aplikasi. Mungkin ini disebabkan oleh server. Jadi mungkin server nya juga perlu ditingkatkan. Undang orang-orang untuk bergabung jadi bagian dari Oy!

Indonesia itu luas, dan banyak orang hebat yang tinggal di Indonesia. Jika Oy! Ingin bertahan dan tetap berdedikasi bagi para usernya, Oy! Harus terus berinoasi, terus mendengarkan komentar serta memberikan yang terbaik bagi usernya diseluruh Dunia :)

Salam hangat dari Situbondo :)
........
Sumber gambar : Oyindonesia.com

Tuesday, July 17, 2018

Letupan Semangat Anak Muda di Argopuro Festival ke-3


Selamat pagi 😊 kali ini saya akan berbagi cerita tentang Argopuro Fest yang digelar pada tanggal 13 dan 14 Juli yang lalu. Sebuah kebahagiaan dan kehormatan bagi saya, untuk ikut berpartisipasi dalam Argopuro Fest yang ke-3, maklum saya pribadi tidak terlalu mahir bermusik, paling banter ya nyanyi, itupun kadang salah nada dan bersuara Fals, hehehehehe

So yuk, mari kita bahas tuntas bagaimana sih Argopuro Fest ke-3 ini, daripada ngomongin saya yang tak jelas dan tak karuan

Apa itu Argopuro Festival?

Argopuro Festival atau biasa disingkat Argofest, adalah acara festival musik tahunan yang diadakan di lereng bukit Argoopuro. Penampilan nya pun diisi oleh berbagai komunitas di sekitar Situbondo, seperti Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Banyuwangi. Pada hari terakhir Argo Fest biasanya diisi dengan explore alam dan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari upaya pelastarian alam. 

Acara Argo fest sendiri, biasanya dilaksanakan di daerah lereng Argopuro di desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten  Situbondo. seperti layaknya daerah pegunungan lain, suasana Pegunungan Argopuro pun cukup sejuk dan tentunya dingin.

Argofest ke-3

Argofest kali ini merupakan gelaran ke-3. menurut saya pribadi, pagelaran kali ini jauh lebih meriah daripada 2 gelaran sebelumnya. pada hari pertaa, acara Argofest dimulai dengan Kirab serta doa kepada leluhur yang diikuti oleh warga sekitar. acaranya pun cukup meriah dan menyedot anime masyarakat.

Dewi Rengganis pemimpin kirab pmbukaan Argofest ke-3


pada hari pertama pun penampilannya cukup meriah, masayarakat yang hadir pun cukup banyak. penampilan yang atraktif serta kreatif dari berbagai komunitas serta band indie membuat dinginnya hawa lereng Argopuro tak terasa, berganti dengan rasa bahagia serta seru dari penampilan yang cukup atraktif dari para bintang tamu.

Pada hari kedua, juga ada penampilan dari masyarakat lokal seperti Kidung Argopuro serta berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnnya. sayangnya, akses menuju lokasi acara masih bisa dibilang kurang terlalu nyaman. tapi overall, gelaran Argofest kali ini sungguh luar biasa dan benar-benar melambangkan letupan semangat anak muda yang kreatif dan tanpa batas.

Singa atau macan, saya juga tidak tahu?





Ditunggu video lengkapnya ya, masih dalam proses editing.

Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, July 11, 2018

Menikmati Keindahan Arsitektur Kolonial di Besuki Tempo Doeloe Cafe n Resto



Yuhuu, kali ini saya kembali jalan-jalan ke sebuah tempat tongkrongan yang memiliki konsep yang cukup unik. Namanya "Besuki Tempo Doeloe Cafe n Resto", seperti namanya, Cafe yang satu ini terletak di Besuki, kota kelahiran saya. dan memang tempat ini berdiri di sebuah bangunan bekas kolonial yang masih terjaga utuh sampai sekarang. nah, yuk mari kita ulas satu persatu 

Interior dan Penampilan



untuk interior dan penampilan, tempat ini seperti namanya mengangkat tema klasik, hampir semua benda dan interior di dalamnya khas masa dulu, mulai dari kursi, meja bahkan di sisi luarnya juga ada beberapa petromak sebagai penerangan di sisi luarnya.

Di dinding-dinding nya pun tertempel beberapa barang khas masa lalu, seperti sepeda onthel, motor klasi, serta bingkai yang berisi beberapa foto masa lalu keresidenan besuki, serta foto-foto bangunan Besuki Tempo Doeloe pada masa lalu.


Beauty class dari Wardah Cosmetic :D


Menurut saya pribadi, tempat ini sangat cocok bagi kita yang ingin bersantai sambil bernostalgia. untuk yang suka cari tempat yang instagramable tempat ini juga cocok. cukup instagramable dan berkarya, selain itu, cafe ini pun baru berdiri sekitar tahun 2017. berarti masih belum banyak orang yang berfoto di tempat ini. Nah, buruan tuh, yang mau selfie-selfie atau nongkrong, tempat ini rekomended banget lah!

Makanan dan Minuman

Untuk segi makanan dan minuman, tempat ini menawarkan beragam menu makanan yang variatif serta beragam pilihan minuman yang cukup menggoyang lidah. untuk harganya sih relatif standar, untuk minuman, yang paling murah ada Kopi tubruk yang dipatok seharga 3,5 K saja, dan untuk yang paling mahal, banyak juga sih. silahkan cek sendiri buku menunya kalau kalian mampir ke tempat ini 😊



untuk menu spesial, Besuki tempo Doeloe ini menyediakan beragam pilihan kopi khas Situbondo 😂. Nah, ternyata, setelah saya berinteraksi dengan si owner nya nih cafe, mereka ingin mengangkat cita rasa kopi lokal yang ternyata rasanya gk kalah sama kopi nusantara lainnya. emang sih Indonesia itu memiliki beragam citarasa kopi yang tersebar luas dari sabang sampai Merauke. Nah, untuk para pecinta kopi, mungkin bisa mampir ke tempat ini. Mungkin, bagi pecinta alam yang ingin mendaki ke puncak Argopuro juga bisa mampir di Cafe ini (kalau mau yang gratsi, monggo mampir ke rumah, lalu racik sendiri 😁)



Nah, kerennya lagi, setiap 3 bulan sekali atau lebih cepat cafe ini mengeluarkan beberapa menu baru, yang kata ownernya sih (semoga cepat terealisasi) bakal mengangkat beberapa masakan tradisional dan penganan lokal sebagai menu. Wih, jadi gak sabar, kapan ya menu itu muncul di buku menu?

Sejarah dan Asal-Usul

Untuk sejarahnya, Cafe Besuki Tempo Doeloe ini berdiri di sebuah bangunan kolonial asli yang masih tetap utuh, dengan sedikit pemugaran di beberapa sisi, serta  perbaikan di beberapa tempat tempat ini menjadi tempat yang enak dipandang serta kesan mistis yang biasanya tampak di bangunan tua sedikit berkurang (tapi tempat ini tetep serem sih kalau semua lampunya dimatikan 😂)

Untuk tahun berdirinya, Cafe ini secara resmi berdiri pada tahun 2017 sekitaran bulan Juli tanggal 7. Untuk bangunannya sendiri say atidak tahu pasti, yang jelas bangunan ini sudah berdiri sejak masa kolonial. Interior nya pun masih khas masa kolonial dengan pilar-pilar gede nya yang luar biasa. perubahan besar hanya terletak di bagian kamar mandi yang di perbaiki sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.



Nah, kabar gembiranya, dalam waktu dekat akan ada mini water boom juga lo di Besuki tempo Doeloe, wih jadi enak nih, sudah jadi tempat bersantai, juga bisa sambil jadi tempat bermain bagi si kecil untuk yang memboyong keluarganya bersantai ke tempat ini!

Baca juga :
Nyantai Sejenak Sembari Menikmati Alam di Warung Biru Daun Situbondo

Untuk sementara, Cafe n resto Besuki Tempo Doeloe buka dari jam 3 sore sampai jam 12 malam, tempatnya sendiri terletak di daerah kampung arab  besuki, situbondo. bagi yang masih bingung bisa cek di google map atau tanya penduduk sekitar, so segini dulu ya!

salam hangat dari Situbondo 😊
 

Wednesday, July 4, 2018

Nyantai Sejenak Sembari Menikmati Alam di Warung Biru Daun Situbondo


Selamat pagi para netijen 😊 selamat beraktivitas dan semoga diberi kebahagiaan hingga penghujung hari 😉. Kali ini saya akan berbagi cerita, tetap tentang kota kelahiran saya tercinta. Situbondo. Beberapa hari yang lalu saya sempat mampir ke sebuah warung yang bisa dibilang cukup unik, warung biru daun namanya.

Tempat yang saya kunjungi kalai ini berbeda dengan kebanyakan warung biasanya. Di tempat ini kita bakalan menemui hamparan sawah yang memang sengaja dibuat sebagai bagian dari warung biru daun sendiri.panoramanya pun cukup bagus (tapi saya tidak tahu, padi yang ditanam disana apakah nanti bakal dipanen atau bagaimana 😁)

Hijau ya :) enak dipandang

Sawah di Warung Biru Daun

Nah, untuk sisi makanan, makanan yang tersedia di warung biru daun bisa dibilang cukup variatif, ada banyak pilihan menu baik makanan maupun minuman. Harganya pun masih bisa dikategorikan bersahabat alias tidak terlalu menggigit dompet 😂.

Selain warung, tempat ini juga menyediakan bermacam oleh-oleh dan penganan khas Situbondo. Untuk anak muda, setiap sabtu malam dan minggu malam disini juga ada live musik dari berbagai komunitas. Kalian yang punya talnt atau juga ingin tampil bisa juga ikut nyumbang penampilan di sana.

Live music performance

Nah, itulah gambaran singkat tentang warung biru daun, tempatnya bags dan saya jamin instagramable banget (ini nih biasanya salah satu alasan anak muda jaman now pergi ke warung atau cafe, untuk SELFIE) cekrak-cekrek lalu upload. Bakalan langsung hitz abis 😊 pokoknya, menurut saya Warung biru daun itu tempat yang cocok untuk menghilangkan penat dan sejenak menyingkir dari lalu lalalng kehidupan yang penuh sesak ini (ah, saya kok puitis bener yak 😂)

Pilihan menu yang variatif dan tentunya menggoyang lidah :)

Jadi itulah penilaian saya tentang warung biru Daun, singkat saja, yang penying jelas dan mudah dipahami. Kalau penasaran langsung saja gas, bagi yang tidak tahu jalannya bisa cek di google, sudah available kok hehe 😁

Baca juga :Melihat keindahan Arsitektur Kelenteng Poo Tong Biaw Besuki Situbondo


Terakhir, saya mau curhat doang, saya gak keterima SBMPTN, jadi bingun mau kuliah dimana 😂 mohon doanya semoga dapat yang terbaik (eitttz dah, lupain, ini bukan bagian dari postingan 😁)

Salam hangat dari Situbondo 😊


Monday, June 18, 2018

Berbagi Kebahagiaan Kini (Jauh) Lebih Mudah dengan TCASH


Pertama-tama saya ingin mengucapkan, Selamat hari raya idul fitri bagi seluruh ummat islam di Indonesia 😊. selamat merayakan hari kemenangan 😊. saya yakin para pembaca sedang berkumpul bersama dengan keluarga di kampung halaman, mungkin ada pula yang sedang dalam perjalanan kembali ke ibukota. Terlepas dari hal tersebut tentu hari lebaran merupakan momen yang tak terlupakan karena kita bisa berkumpul dengan keluarga. 

Saya sendiri sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga. Walau saya masih berstatus single 😊 tapi kehangatan keluarga membuat pertanyaan “kapan nikah?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya tidak begitu berarti. 

Beberapa hari sebelum lebaran, saya sempat bingung, apa yang bisa saya berikan kepada orang tua di kampung halaman. Saya yakin mereka akan bertanya tentang pasangan dan kehidupan saya selama pergi merantau. Saya pun dilanda kebingungan. Beruntung, berkat saran dari teman-teman saya pun dapat tercerahkan. Saya memutuskan untuk berbelanja beberapa kebutuhan rumah tangga serta hal-hal lainnya sebagai kejutan untuk orang tua di rumah.

Tibalah saat mudik, sekitar 10 jam saya habiskan di atas motor matic saya. Motor pemberian orang tua saat saya memutuskan untuk merantau, dan alhamdulillah bisa meringankan beban orang tua di kampung.

Singkat cerita saya pun sampai di kampung halaman setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Saya juga memutuskan untuk langsung pulang dan berbelanja di kecamatan keesokan harinya bersama adik saya di kampung. 

Sesampainya di rumah, benar saja. Keluarga saya menyambut hangat kepulangan saya, sungguh momen yang indah (terkadang saya merasa setiap pabrik dan instansi di kota setidak nya memanjangkan libur lebarang 😂). adik saya pun langsung berlari dan memeluk saya. Maklum, adik adalah orang yang paling dekat dengan saya 😊. 

Seperti yang sudah saya pikirkan, malam harinya saat waktu makan malam, hal yang dibicarakan oleh kedua orang tua saya adalah perihal pasangan 😊 saya pun hanya bisa ikut tertawa dan menawab pertanyaan seadanya, mau bagaimana lagi, pasangan masih belum ada 😂. Walau menjadi bahan perbincangan, saya merasa sungguh ada kehangatan. Tawa renyah, sindiran bapak, kelakar ibu, godaan adik. Sungguh kebahagiaan yang tiada tara.

Lalu, semuanya gelap 😂, ternyata pulsa listrk sudah habis, hal itu disadari saat meteran listrik di depan rumah berbunyi dan lampu merahnya berkedip-kedip. Bapakpun segera menyuruh adik untuk unttuk membeli pulsa listrik, sedangkan ibu dengan tanggap segera menyalakan lilin. Tepat sebelum adik pergi listrik  tiba-tiba menyala.

“Bapak, adik gk usah beli pulsa! Pulsanya sudah saya beliin. Pake TCASH” cegat saya

“TCASH?” tanya bapak.

“Iya pak e, TCASH!” ucapku meyakinkan.

Setelah itu perbincangan itu ramai kembali, kali ini membahas prestasi adik yang gemilang di sekolahnya.

Keesokan harinya saya pun mengajak adik untuk berbelanja ke kecamatan. Adik saya sangat antusias.

“Kita ke bank dulu kak?” tanya adik saya,

Adik saya memang sangat antusias jika diajak pergi ke Bank. Sejak satu tahun yang lalu dia bercita-cita punya bank sehingga bisa mengatur uang sendiri dan memberi pinjaman kepada orang yang membutuhkan.  

“Gak usah dik, abang pake TCASH sekarang, jadi gk usah ngantri lama-lama di bank!” jelasku

“Apaan TCASH kak?”

“Sini dah naik, ntar abang jelasin di jalan”

Adik saya pun segera naik dan kami segera meluncur ke kecamatan. Selama perjalanan saya pun menjelaskan perihal TCASH kepada adik saya. Saya sendiri merasa beruntung pakai TCASH.

Awal mula saya mengenal TCASH adalah saat saya mengecek pulsa, saya mendapati promo tentang TCASH. Saya pun tertarik dan segera menginstalnya di smartphone saya. Ternyata memang TCASH sangat beranfaat dan memudahkan.



Ada beragam fitur dan manfaat TCASH. Kita bisa pakai TCASH untuk bayar merchant, beli pulsa atau data, bayar dan beli lewat HP, belanja online, juga kita bisa berbagi uang melalui TCASH. Rasanya berbagi kebahagiaan itu jauh lebih mudah dengan adanya TCASH.

Fitur-fitur unggulan TCASH


Sesampainya di kecamatan pun saya tidak mengalami kendala berarti, karena merchant TCASH sudah tersebar luas dan merata di seluruh Indonesia. Selain itu, untuk menjadi merchant partner TCASH pun cukup mudah, tinggal daftar dan isi data-data yang diperlukan.

Merchant TCASH

Belanja kali ini pun cukup nyaman, saya tidak perlu negatif thinking kepada orang-orang yang melirik ke arah saya karena segepok uang yang saya bawa seperti lebaran-lebaran sebelumnya. Saya pun juga merasa lebih leluasa dan tidak perlu khawatir dijambret 😂 karena memang Kantong saya gak ada isinya, hanya smartphone yang tersaku di saku dada.

Adik saya pun cukup senang bisa berbelanja banyak. Melihat hal tersebut  saya pun turut merasa bahagia. Ternyata berbagi kebahagiaan itu mudah dan sederhana 😊

“Kebahagiaan hakiki adalah saat kau juga bahagia saat orang lain bahagia walau sebenarnya engkau terluka”

Setelah puas berkeliling dan mencari barang-barang untuk kejutan bagi orang tua adik pun bertanya

“Kak, habisnya banyak nngak ya?”

“Nngak dik, lagi banyak promo TCASH nih, cara pakainya pun mudah! Enak banget pokoknya dik” 

saya pun tersenyum dan merasa bahagia. Di momen ini ternyata ada begitu banyak promo yang tersedia di TCASH. 

Promo menarik setiap harinya

Kami pun pulang sambil bernyanyi di tas motor penuh kebahagiaan. Kini berbagi kebahagiaan itu cukup mudah dengan TCASH 😊

#TCASH #pakeTCASH

_______
Sumber gambar :
http://tsel.me/TCASHID
http://pixabay.com

Thursday, June 14, 2018

Melihat keindahan Arsitektur Kelenteng Poo Tong Biaw Besuki Situbondo


Well, kali ini kita akan membahas tentang kelenteng. Yups, tempat suci ibadah bagi ummat budha dan konghu cu. Dalam tulisan ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu kelenteng yang masih aktif dan terawat dengan baik di bumi kelahiran saya Besuki. Bagi yang belum tahu dimana besuki itu, langsung cek google degan kata kunci Besuki Situbondo, saya yakin gambar Alun-alun yang asri akan langsung terpampang.

Awal niat saya berkunjung ke kelenteng Poo Tong biaw ini sebenarnya khusus untuk reportase dan dokumentasi sebagai bahan blog saya. Karena saya sendiri merasa miris dengan realita yang ada. Jika para pembaca sekalian search di google dengan kata kunci “Wisata Situbondo” kalian akan mendapati artikel “30 Wisata Situbondo di first page google. Memang tempat wisata nomer 1-15 benar terletak di daerah Situbondo. Namun urutan 16-30 benar-benar ngawur. Penjelasannya pun hanya berupa foto dan letak dari tempat wisata tersebut. Miris, tapi nyata adanya.

Alasan kedua saya berkunjung ke klenteng Poo Tong Biaw ini adalah arsitekturnya yang menawan walau ukuran bangunannya tidak terlalu besar. Dengan balutan warna merah yang dominan selayaknya Kelenteng pada umumnya.

Hal yang pertama kali menyedot perhatian saya adalah ucapan selamat meunaikan ibadah puasa yang terpampang di pintu masuk kelenteng. Saya yang merupakan ummat islam langsung merasa tertohok, penganut agama Budha yang notabene bukan mayoritas saja tahu tentang toleransi dan menghormati pengnaut agama lain, kok kita malah seenaknya mengebom tanpa belas kasihan. Well, itu hanya opini pribadi, mohon jangan dimasukkan hati. Pahami saja dan resapi maknanya 😊



Setelah membaca ucapan tersebut saya pun langsung masuk ke dalam kelenteng. Di pintu masuk terpajang rapi benda-benda khas agam bhuda yang (maaf) saya tidak terlalu tahu namanya. Tapi erlihat rapi dan enak dipandang.  Saya pun masuk kedalam bangnan. Di dalam bangunan nampak banyak lilin menyala yang dijaga dan diganti rutin oleh penjaga kelenteng.

Tempat peribadatannya pun ditata rapi sehingga orang yang ingin beribadah dapat dengan mudah masuk dan berlalu lalang. Dengan pentaan yang rapi ini pula, walau bangunan kelenteng Poo Tong Biaw ini tidak terlalu besar namun terasa cukup luas dan tidak sempit.



Untuk sejarahnya, banyak yang bilang kalau kelenteng ini sudah lama berdiri. Tapi tidak ada yang tahu pasti kapan berdirinya kelenteng ini. Dalam kunjungan saya pun saya tidak berhasil mengulik sejarah pasti kelenteng Poo Tong Biaw ini. Walau pun begitu, bangunan kelenteng ini cukup terawat dan dilestarikan dengan baik.



Mungkin itu saja hal yang dapat saya ceritakan tentang kelenteng Poo Tong Biaw ini. Untuk tempat ibadah, kelenteng ini bisa dibilang nyaman dan bagus. Tempatnya pun juga bagus untuk foto-foto (ini nih yang biasanya diburu para kidz Jaman Now, selfie spot) tapi tau diri ya gan. Kalau sedang digunakan untuk beribadah jangan sibuk selfie ya, saling menghormati 😊.

Untuk kalian yang masih penasaran dengan tempat kelahiran saya, silahkan tinggalkan komentar tentang tempat mana yang ingin kalian ketahui, mungkin saya bisa berkunjung dan mencari tahu banyak hal tentang tempat tersebut. Selamat menjalankan aktivitas, semoga hari ini menyenangkan. Dan jangan lupa bahagia hari ini 😀

Salam hangat dari Situbondo 😊