Wednesday, November 14, 2018

Simak 3 Tips Ini untuk Memilih Speaker Bluetooth yang Cocok

Meningkatkan kepuasan saat menikmati media hiburan berbasis digital baik dalam bentuk MP3 maupun video maka tidak ada salahnya mempergunakan speaker bluetooth. Speaker nirkabel ini memang masih tergolong baru dan masuk jajaran produk elektronik yang inovatif sehingga mencuri banyak perhatian. Hilangnya penggunaan kabel untuk menghubungkan speaker ini ke perangkat komputer, TV, dan media pemutar lainnya. Membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya karena dijamin meja di rumah terlihat lebih bersih dan rapi. 

Pict from pixabay


Tips Memilih Speaker Tanpa Kabel 

Meski menjadi inovasi masa kini yang tentu semakin meningkatkan kepuasan dalam menikmati hiburan di rumah atau kendaraan pribadi. Namun pemilihan elektronik nirkabel ini sebaiknya tidak sembarangan agar kualitasnya memuaskan. Tips berikut membantu Anda terhindar dari kesalahan dalam memilih: 

1. Menimbang Kualitas Audio

Speaker merupakan perangkat output yang akan menghasilkan suara, supaya musik dan video yang diputar bisa dinikmati secara langsung. Penting sekali memilih speaker nirkabel dengan konektivitas bluetooth dengan kualitas audio yang baik. Jadi, coba dulu di tempat Anda membelinya untuk memastikan suara yang dihasilkan bebas dari resiko cempreng. 

2. Memperhatikan Daya Tahan Perangkat 

Saat ini kebanyakan pengguna speaker nirkabel memilih model portable agar mudah dibawa kemana-mana karena modelnya yang ringkas. Namun jangan asal ringkas saja, pastikan kualitas suaranya memuaskan dan desainnya dibuat tahan banting. Sehingga sekalipun dimasukkan ke dalam tas penuh barang bawaan dan diajak bepergian jauh speaker tersebut tidak mudah rusak. Anda pun bisa mengandalkannya ketika membutuhkan hiburan dimana saja dan kapan saja. 

3. Teliti dalam Menentukan Harga

Semakin kesini produsen speaker tanpa kabel semakin banyak, dan dianjurkan untuk memilih yang reputasinya sudah jelas. Kemudian pastikan menentukan harga secara bijak karena tidak sedikit brand terkemuka menghadirkan speaker dengan spesifikasi standar supaya bisa didapatkan dengan harga ringan. Padahal kualitas audio yang diberikan tetap maksimal, dan salah satunya adalah brand Panasonic. 

Saat ini Panasonic mencoba menghadirkan speaker dengan suara jernih urban audio yang cocok untuk masyarakat digital zaman sekarang.

Monday, November 12, 2018

Pengemis itu (Bukan) Pekerjaan


Apa yang anda pikirkan tentang pengemis? Seorang yang dengan wajah memelas meminta belas kasihan. Betulkah? Mungkin itu sebagian besar bayangan orang terhadap pengemis. Saya pribadi kadang merasa kasihan, kadang pula merasa malas melihat pengemis di pinggir jalan.

Saya kasihan ketika melihat pengemis tersebut telah tua renta dan tidak ada orang yang peduli terhadapnya. Sungguh rasa iba ini muncul, maka saya tidak masalah ketika tangan secara refleks merogoh saku dan mengambil beberapa lembar rupiah lalu saya berikan kepada orang itu. Toh, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan dibawah.

Hal itu berbeda saat saya bertemu dengan pengemis yang bisa dibilang masih sangat mampu untuk bekerja. Masih sangat mampu untuk berjuang menghidupi dirinya. Disaat itulah rasa kesal saya tercipta. Saya  memang masih berstatus mahasiswa, tapi saya merasa sungkan saat meminta uang kepada orang tua. Kecuali untuk dana pendidikan seperti SPP dan keperluan akademik lainnya. Untuk keperluan sehari-hari saya merasa sungkan.

Mengemis itu bukan sebuah pekerjaan. Itu adalah simbol dimana seorang sudah menyerah kepada hidupnya. Menggantungkan harapan kepada belas kasih sesama manusia. Tapi tidakkah kita berpikir hal itu tidaklah cukup. Dunia ini adil, semakin kita berjuang, semakin pula dunia ini memberi kita. Jika kita masih Mampu untuk berjuang alangkah lebih indah jika kita terus berjuang.

Ya, saya sadar betul tulisan ini tidak bakal dibaca oleh para pengemis, tidak bakal dibaca oleh orang-orang yang sedang berjuang menghidupi hidupnya, tapi semoga saja tulisan ini dibaca oleh beberapa orang sehinggasemangat dari tulisan ini bisa disebarkan.

Orang kaya maupun miskin itu bukan soal materi. Meskipun ia kaya tapi mentalnya miskin ia tak akan pernah merasa cukup! Contohnya koruptor, mereka kaya. Mereka berpendidikan, mereka dikenal, tapi mental mereka miskin. Gaji sebagai wakil rakyat atau jabatan yang ia ampu tidak pernah cukup. Akhirnya ia mulai mengkorupsi uang, mencatut dana sana sini lalu ia kumpulkan ke dompet pribadinya.

Berbeda dengan pengemis, mereka ini sebenarnya mentalnya kaya, buktinya tidak ada orang miskin yang berduit, tidak ada pengemis yang sarjana. Mereka sebenarnya orang yang punya potensi mental kaya tapi menyerah kepada kehidupan. Saya pribadi prihatin, iba, sekaligus kasihan dengan mereka. Tapi dunia ini memang kejam, dulu yang kuat menindas yang lemah, sekarang, yang jauh lebih parah lagi.

Terkait masalah pengemis itu, saya pribadi menyerahkan sikap kepada individu masing-masing terkait sikap kita jika bertemu pengemis, mau memberi atau mau mencuekinya itu terserah anda. Hak anda mau berbelas kasihan atau tidak. Apa hak anda bertanya kepada saya? (Hahahaha 😂 silahkan cek YouTube terkait insiden ini 😂😂)

Jadi gini sederhananya, mau kita jadi pengemis, mau jadi pengusaha, mau jadi presiden sekalipun, jika mental kita miskin maka kita akan terus merasa kekurangan. Mulai tumbuhkan mental kaya dalam diri kita, bisa dengan bersikap terbuka, pantang menyerah, dan banyak mendengarkan. Selain bermental miskin, jika kita juga tidak suka mendengarkan maka kita tetap akan menjadi pengemis secara tidak langsung.

Banyak-banyak lah memberi dan berbagi, mulai dari hal kecil seperti senyum atau hal bermanfaat lainnya. Berinteraksi langsung di dunia nyata, jangan hanya berkomentar tanpa bertanggung jawab di dunia Maya.

Kita hidup di jaman digital, maka hiduplah dengan bijaksana di dunia Maya. Di dunia nyata pun hiduplah dengan rukun. Jangan pernah tumbuhkan mental miskin dalam dirimu. Jangan biarkan dirimu menjadi pengemis. Karena pengemis itu bukan pekerjaan.

Salam hangat dari Situbondo

________
Sumber gambar : www.pixabay.com

Friday, November 2, 2018

Ibu Susi dan Pemecahan Rekor Muri Makan Ikan Bareng 12.000 Santri

Gibran bersama KH Hamid Wahid dan Ibu Susi Pudjiastuti (Foto oleh : M Rifqi Buchari) 

Hari ini, sebuah tonggal sejarah kembali tertoreh di bumi Nurul Jadid. Hari ini tepat tanggal 2 November 2018, sebuah rekor muri berhasil dipecahkan. Makan ikan terbanyak sejumlah 4,5 ton dan diikuti oleh lebih dari 12.000 santri. Sungguh rekor yang luar biasa mengingat pada tahun sebelumnya Nurul Jadid juga memecahkan rekor Muri untuk makan nasi tabhek yang diikuti oleh lebih dari 10.000 santri.

Acara ini semakin keren karena juga dihadiri oleh Menteri kelautan dan perikanan Ibu Susi Pudjiastuti. Selai itu, putra presiden RI, Gibran Rakabuming juga turut hadir dan memberikan motivasi singkat tentang enterpreneur kepada segenap santri yang mengikuti kegiatan ini.


Tentu perlu kita apresiasi kedatangan dan kunjungan ibu Susi dan juga adanya kegiatan ini. Karena memang Ikan merupakan salah satu sumber protein dan merupakan komoditas yang cukup melimpah di Indonesia. Sayangnya tingkat kesadaran konsumsi ikan di Indonesia masih rendah. Kalah jauh dengan Jepang dan negara maju lainnya.


Mengutik dari laporan Detik.com 

Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan masih terbilang rendah. Rata-rata, tingkat konsumsi ikan di Indonesia baru mencapai 41 kilogram (kg) per kapita per tahun. 


Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di 37-38 kg per kapita per tahun, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (70 kg per kapita per tahun) dan Singapura (80 kg per kapita per tahun), bahkan kalah telak dengan Jepang (mendekati 100 kg per kapita per tahun)


padahal kandungan protein dalam ikan sangatlah melimpah. Selai itu bentangan laut kita menyuguhkan sumber daya yangsunggu sangatberlimpah, tapi sekali lagi kesadaran konsumsi ikan masih rendah. Hal ini berdampak kepada ketimpangan sosial dan semakin menyusutnya jumlah pelaut.

Nah, langkah Ibu Susi selaku menteri kelautan ini patut kita acungi jempol. Dengan adanya kegiatan bulan gemar makan ikan, dan acara-acara yang menyasar kepada sebuah komoditas yang pasti seperti santri pondok pesantren. Hemat pemikirannya, hal ini dapat memacu tingkat kesadaran konsumsi ikan.

Indonesia bukan semata egara agraris, tai Indonesia adalah surga. Bentangan laut, bentangan alam yang mempesona, seharusnya bisa dimaksimalkan sebaik mungkin. Dimanfaatkan semaksimal mungkin utuk terciptanya negara yang lebih makmur dan tentram. Semoga kedepannya kesadaran konsumsi ikan bisa meningkat dan ketimpangan sosial antara masyarakat pesisir dan agraria tidak terjadi lagi. 

Kita hidup di Indonesia. Negeri yang melimpah dan kita bebas untuk memilih jalan hidup kita 
______
sumber tulisan :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3500480/konsumsi-ikan-orang-ri-rendah-di-bawah-malaysia-dan-singapura
https://www.nuruljadid.net/5154/pp-nurul-jadid-rekor-muri-makan-ikan-bersama-santri-ibu-menteri-susi-pudjiastuti

Sumber foto :
M Rifqi Buchari (Guru SMA Nurul Jadid)

Tuesday, October 30, 2018

Oy! Messenger, Kini dan Dulu


Pernah dengan Oy! aplikasi pesan singkat yang dikembangkan oleh orang asli Indonesia. Pertama kali diciptakan untuk memudahkan komunikasi anatar pelau usaha kelas menengah kebawah. Dengan berbagai fitur yang mudah digunakan seperti transfer tunai melalu chat dan berbagai fitur lainnya, Oy! sempat booming di kalangan anak muda.

Awal kemunculannya, Oy! memberikan poin kepada pengguna atas setiap chat yang terkirim dan diterima. Dalam aplikasinya ada yang menyebutkan untuk mendapat satu poin kita harus caht sesorang lalu dibalas oleh orang tersebut ad\gar mendapat poin. Jika chat hanya berisi spam, maka chat kita akan dianggap sebagai spam dan otomatis kita tidak akan mendapt poin.

Selain itu, pilihan reedem poinnya yang bisa dibilang variatif, sdeperti pulsa, Power bank, Kamera dan berbagai itemk lain membuat banyak orang memakai Oy!

DSayang, akhir-akhir ini pwngguna Oy! muli turun drastis. Hal ini berawal dari naiknya harga reedem item serta makin sulitnya pengguna untuk mendapatkan poin. Bagi saya, hal ini merupakan suiatu hal yang baik untuk memfilter pengguna yang hanya mengirimkan spam demi poin semata.

Saya akui, selama menggunakan aplikasi Oy! ini, kebanyakan pengguna hanya mengirimkan pesan spam berupa copy paste artikel atau huruf-huruf tidak jelas seperti "ahdbhagfdhagfjhbais"

Hal pertama yang dilakukan pihak Oy! adalah menaikkan harga reedem beberapa item seperti pulsa 20K yang dinaikkan dari 260 poin menjadi 280 poin. Hal ini saya rasa berdampak signifikan dimana para pengguna Oy! ulai mengurangi spam pesannya dan terkadang menanggapi serius chat yang masuk.

SAyang, sejak pihak Oy! menghapus item pulsa dari daftar reedem, para pengguna Oy! bergugran satu-persatu. Untuk saya sendiri, pengguna Oy! yang masih aktif berkirim pesan dengan saya hanya tersisa 1 orang. Ya! 1 orang saja! dan poin harian yang saya dapatkan pun mentok 1 poin saja hahahaha

Saya sendiri merasa bingung dan dlema dengan keadaan ini. Satu sisi sya mulai bisa menemukan beberap apengguna yang benar-benar menggunakan Oy! sebagai salah satu media komunikasinya. Di sisi lain saya juga merasa sepi karena hanya memiliki beberap teman yang aktif menggunakan OY!

"Seperti kenal tapi tak mau melihat muka!" itulah yang saya rasakan selama ini saat menggunakan Oy! maklum, rata-rata engguna hanya mengirimkan pesan copy paste yang sekiranya tidak dinilai spam oleh sistem Oy!

Overall, semoga Oy! bisa kembali berjaya, sebagai produk bangsa saya mengapresiasi keberadaan Oy! pertama sebagai produk lokal (yang pernah digandrungi) kedua sebagai aplikasi yang telah menghubungkan saya dengan orang-orang baru!

Terima kasih Oy! semoga kedepannya bisa berinovasi dan menggaet khalayak lokal lagi! LOve produk lokal!  

Friday, October 26, 2018

NOSTALGIA, Sebuah Cerita Sederhana Tentang Persahabatan


Kali ini tulisan ini bakalan fokus tentang si A. Si A yang sempat saya singgung beberapa saat yang lalu di tulisan saya. Kalau kalian belum membacanya, tulisannya ada disini.

Jadi saya mau jelasin lebih jauh tentang si A. Dia ini temen SD saya. Murid pindahan dari ibukota. Entah apa alasannya, dia pindah dari ibukota. Yang jelas, selama di desa Ia diasuh oleh Ua nya. Ua, begitulahia biasa memanggil  pamannya.

Dari dulu yang saya herankan apa itu artinya Ua, apakah nama spesial atau apa. Hal itu sejak dulu menjadi momok dalam kepala saya. Eh, ternyata belakangan ini saya tahu kalau arti Ua adalah paman dalam bahasa sunda 😂. bagai peribahasa

"Gajah di depan mata tak terlihat, semut di seberang lautan malah terlihat"

 Singkat cerita kita berpisah, saya melanjutkan pendidikan saya di daerah Probolinggo, ada yang melanjutkan pendidikannya di luar kota, ada pula yang terus melanjutkan pendidikannya di Besuki. Omong-omong kalian tahu Besuki? kalau tidak silahkan cek di google map (Besuki, Situbondo). Nah, kabarnya si A ini balik ke ibukota, melanjutkan SLTP nya disana.


Berkat kemajuan teknologi saya dan teman-teman SD saya bisa tetap terhubung. Melalui aplikasi pesan singkat salah satu teman saya mengumpulkan kontak teman-teman sekelas lantas ia buat Group chat. Walau isinya hanya wacana

"Ayok kumpul!"
"Makan-makan yuk!"

dan wacana lain yang kadang tak terealisasi semuanya (meski lebih banyak yang tetap menjadi wacana 😂). Setidaknya saya masih bisa terhubung. Hanya beberapa teman yang masih akrab berhubungan dengan saya. Sebut saja Roni yang menggeluti seluk beluk dunia youtube dengan Channel youtube nya "Hokya Hokya", semoga adsensemu segera kelar mas bro!

6 tahun saya bersekolah di Probolinggo. Berpisah dengan teman-teman saya yang kebanyakan melanjutkan pendidikannya di Besuki. Terlebih si A yang balik ke ibukota. Lebih-lebih dia juga tidak bisa dihubungi karena tak satupun dari kami punya kontaknya.

Lalu beberapa hari yang lalu saya baru menyadari kalau ada salah satu teman saya yang mengirim kontak si A ke group SD. Maklum, saya jarang buka group karena group saya mute semuanya 😁. Karena usut punya usut, aplikasi yang terus menyedot kuota internet saya adalah Whatsapp 😒, ini juga yang menjadi alasan saya kenapa kemudian memakai aplikasi pesan singkat Oy!

Jadi saya pun  menghubungi si A. Seperti sahabat yang lama tak berjumpa kita bercerita banyak. Cerita tentang kisah masa kecil. Saat saya masih lugu, masih ganteng, masih imut-imut 😂

YA, seperti yang sudah saya ceritakan. Nostalgia itu kebutuhan, kita harus melakukannya sesekali. Selain itu saya juga merasakan suasana baru. Maklum, si A ini kan orang kota, jadi ngomongnya juga kota. Sedangkan saya orang desa, terkadang saya harus menghapus pesan saya seblum saya kirim karena ada beberapa kata daerah yang kadang terselip.

Bukan cuma masalah bahsa daerah yang kadang terselip, fitur auto correct juga membuat saya harus mencermati pesan yang ingin saya kirimkan kepada teman-teman saya.

Singkatnya, nostalgia dengan si A ini telah memberikan saya banyak hal. Pertama tentunya mengingat kembali momen-moemn masa kecil saya. Kedua, saya mendapatkan suasana baru dan bisa keluar dari tekanan serta stress akibat gunungan makalah yang belum saya selesaikan. 

Oh, dosen, semoga amal ibadahmu dibalas setimpal 😂

Oh, terima kasih A karena mau saya tulis! Si A ini sekarang bekerja sebagai admin di ibukota, menurut saya orangnya cantik, gk banyak berubah dari penampilannya kala SD. Haya sedikit gemukan tutrnya kepada saya. Orangnya juga pandai memasak dan suka bersih-bersih. Siap dilamar pula tuturnya 😂

Salam hangat dari Situbondo 😁 Oh ya, jangan lupa subscribe juga channel youtube saya 😊

Thursday, October 25, 2018

Bukan Rindu yang Berat! Tapi Menjadi Suporter Klub Sepak Bola


Sungguh betapa bahagianya saya saat wasit meniupkan peluit panjang. Menyudahi pertandingan panjang nan panas dengan drama 7 menit pertambahan waktu antara Indonesia VS Uni Emirat Arab. Sungguh pertandingan yang menegangkan dimana Indonesia hanya dengan 10 pemain tersisa bisa bertahan dari gempuran pemain UEA yang datang bagai ombak (seperti gaya komentator yang sungguh kocak :D).

Sebagai warga Indonesia tentu saya sangat bangga atas prestasi anak muda bangsa yang bisa lolos hingga perempat final. Walau berat tapi mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bisa. Garuda muda bisa terbang diantara para raksasa.

Sepakbola adalah olahraga yang benar-benar hebat. Bisa mempersatukan bangsa. Demi mendukung timnas, para fans militan melebur satu menjadi merah. Merah yang menutupi sebagian besar tribun Gelora Bung Karno. Andai pemandangan itu bisa kita lihat di setiap pertandingan liga 1 Indonesia. Suporter mendukung tim kesayangannya dengan antusias tanpa adanya kericuhan. Sepakbola adlaah olahraga yang menyatukan, seharusnya, bukan malah mematikan. Semoga insiden kemaren menjadi yang terakhir dan tak akan terulang lagi.

Saya mau bercerita sedikit, di akhir pertandingan para pemain UEA nampak kesal dengan permainan Indonesia yang seperti mendelay pertandingan. Mudah jatuh, dan terkesan mengulur waktu. Ya, hal itu memang salah satu trik dalam sepak bola, terlebih bagi tim yang unggul. Tentu menit-menit tambahan waktu akan terasa begitu cepat bagi tim yang tertinggal, dan terasa begitu lambat bagi tim yang sedang unggul. Tapi walau bermain dengan tempo lambat, Garuda muda bisa memberikan beberapa tekanan yang cukup membuat barisan belakang UEA ketar-ketir.

Andai Indonesia berada di kondisi tertinggal, tentu tim kita akan tertekan dan berpikir keras bagaimana caranya keluar dari situasi tersebut di tengah waktu pertandingan yang sudah hampir habis. Kita sebagai penonton mungki juga bakalan ikut baper, ada yang merapal doa, ada yang memisuhi wasit, ada yang harap-harap cemas. Jujur kalian pasti pernah merasakannya. Saya sendiri juga pernah merasakannya, saat dimana timnas berada dalam ketertinggalan dan tim musuh malah mengulur waktu. Kesel tau rasanya :" dan kadang saya terbawa emosi sendiri menyaksikannya

Wujud syukur pemain timnas setelah berhasil memastikan lolos ke perempat final AFC U-19


Menjadi seorang suporter itu bukanlah hal yang mudah. Kita harus kuat hati menerima hasil akhir di setiap pertandingan. Bisa buah manis kemenangan, bisa juga pahitnya kekalahan yang kita bawa pulang. 

Pernahkah kita berpikir, saat tim kesayangan kita menang, ada orang yang sedih atas kekalahan tim kesayangan mereka? pernahkah kita berpikir perasaan suporter suatu negara yang haru menerima kekalahan?

Saya sendiri pernah mengalaminya, saat Indonesia melawan Palestina di Asian Games kemarin. Dalam otak saya, yang saya pikirkan adalah perasaan mereka para pendukung Palestina jika tim kesayangan mereka harus pulang dengan kekalahan. Jujur saat itu saya tidak memikirkan Indonesia. yang dalam fokus saya adalah Palestina. Negaranya sudah melarat, masih harus pulang dengan kekalahan pula

Pertandingan lain yang cukup menyita emosi adalah saat bertanding melawan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, betapa kasihan saya saat pendukung yang rela datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan klub tercinta mereka bertanding. Perjuangan mereka mengantri tiket. Perjalanan mereka dari rumah mereka menuju venue pertandingan. Semuanya berkelebat, terlebih kemarin aksi pengeroyokan suporter bola lokal yang sampai menewaskan salah satu suporter.

Kalau kalian bilang rindu itu berat, sadarlah ada banyak hal lain yangjauh lebih berat! salah satunya ya menjadi suporter ini. Kita harus legawa menerima hasil akhir. Baik menang maupun kalah. Baik pahit maupun manis kita harus menerimanya dengan hati terbuka. Namanya juga kompetisi, pasti ada yang kalah, ada pula yang menang. Semua itu hanya soal klasemen, poin klub, dan permainan. 

Lantas apakah kalian menjadi suporter karena klub itu menjadi pemuncak klasemen? karena selalu mendapat untung dari taruhan atas klub tersebut? maka jangan sebut diri kalian suporter bola jika itu alasan kalian.

Menjadi suporter berarti kita mendukung sepenuhnya klub yang kita bela. Walau hanya dari tribun, walau teriakan atau yel-yel kita tak terdengar karena suara yang sudah mulai serak. Tapi sikap kita sebagai suporter yang menjaga nama baik klub kita juga merupakan dukungan moral yang secara tidak langsung mempengaruhi klub kesayangan kita.

Rivalitas memang ada! tapi rivalitas itu hanya saat bertanding, diluar lapangan kita semua bersaudara, lepaskan atribut kita, lepaskan bendera kita! kita semua saudara, kita semua sama. Kita manusia, kita warga Indonesia! satu hal yang harus kita pahami, RIVAL is not ENEMY.

Jangan pernah bawa rivalitas kita keluar lapangan. Karena kita hidup bukan untuk mencari musuh. Kita hidup untuk saling membantu satu sama lain. Semoga bukan hanya saat timnas bertanding kita bisa bersatu, tapi di setiap pertandingan, di setiap perlombaan, kita bisa menjadi suporter yang damai, yang loyal tapi tidak rusuh!

Sepabola adalah olahraga ajaib yang bisa menyatukan kita, jangan nodai hal itu dengan tawuran dan hal buruk lainnya. Menjadi suporter memang berat, tapi kita harus menerima dengan lapang dada hasil akhir dari setiap pertandingan. Bola itu bundar dan semua hal bisa terjadi dalam sepakbola

Selamat untuk Indonesia, Selamat untuk seluruh suporter di seantero Indonesia, Nusantara tercintaku 

_________
Sumber gambar :
pixabay.com
Surabaya.tribunnews.com








Saturday, October 20, 2018

Unlimited Hanya Omong Kosong?


Pernah denger kata Unlimited? baik di media sosial maupun di media cetak. Biasanya di iklan provider internet atau kaartu perdana. Iming-imingnya adalah internet Unlimited tanpa batas kuota. Tapi apakah itu benar-benar unlimited?

Dahulu kala saya sungguh senang saat membeli paket Unlimited. bisa ngelakuin apa aja. Bisa donwload apa aja, toh gak ada batasnya kan! tapi ternyata itu semua hanyalah strategi pemasaran semata. memang kita merasa seperti unlimited, atau tidak ada batasnya. Tapi sebenarnya ada limit yang tidak kita ketahui, dalam artian lain unlimited itu sebenarnya memiliki batas sendiri. tapi kita tetap bisa browsing, tapi mungkin kecepatan download akan berkurang, dan akan ada sedikit lag dalam koneksi.

Bagi saya, Internet itu adalah suatu kebutuhan. Terlebih kitaa hidup di zaman sekarang. Segalanya terkoneksi. Kita tidak bisa lepas, atau bahkan ketinggalan berita sedikitpun. Hari ini bukan soal siapa yang kuat, tapi siapa yang cepat.

Bicara  tentang unlimited, sekarang ini lagi marak kembali iklan unlimited lo. apakah unlimited kali ini hanya omong kosong dan strtegi pemasaran semata, atau memang benar-benar unlimited sungguhan?

Well, gini! internet itu kebutuhan banget. Kita bisa ngelihat orang yang berada di jauh, telekonferens, dan hal lainnya. Kuliah online pun marak. Pengeluaran untuk kuota pun menjadi salah satu kebutuhan penting banget hari ini. Sudah berapa rupiah kalian habiskan untuk pulsa dan kuota? 

Saudara-saudara, Internet di Indonesia bisa dibilang masih buruk. Kalau unlimited hanya digunakan sebagai omong kosong pemasaran, kapan Indonesia bakal maju? kita kudu bersaing dengan negara luar. Kita harus juga terkoneksi. Sekarang rupiah melemah, tapi ada sedikit orang, yang kreatif, yang gak mau kalah, yang berjuang survive di Internet. Dengan bekal koneksi dan internet mereka bisa meraup untung. 

Bayangkan jika seluruh masyarakat Indonesia bisa terkoneksi. Bisa bersaing. Tentu Indonesia gak bakalan kalah jauh dengan negara tetangga. Andai unlimited itu bukan hanya isapan jempol belaka, bukan hanya omong kosong pemasaran. 

Andai

Saturday, October 13, 2018

Hal-hal luar biasa yang Saya Sadari ketika Mati Lampu


Satu Minggu ini saya benar-benar dibuat kesal dengan pemadaman listrik yang tidak berkesudahan. Usut punya usut pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton sedang mengalami gangguan dan sedang dalam proses perbaikan. 

Akhirnya selama satu Minggu penuh saya harus bisa beradaptasi dengan pasokan listrik yang baru hidup pada jam 9 malam dan mati kembali pada jam 9 pagi. Ingin saya komplain, tapi pasokan listrik satu-satunya ya hanya dari PLTU. Pihak PLN pun hanya bisa memberikan berita terkini terkait proses perbaikan serta tentang pemulihan pasokan listrik.

Walau harus terbiasa dengan keadaan setengah terang setengah gelap seperti itu, ada beberapa hal yang saya rasa mungkin tidak akan. Saya rasakan jika pasokan listrik dalam keadaan normal.

Pertama, saya terpaksa mandi di sungai (bisa dibilang Empang, atau kali! Terserah mau pakai istilah yang mana!). Kejadiannya cukup lucu, ibu saya sedang mandi kala itu, karena bak kamar mandi terlihat kotor beliau pun menguras bak kamar mandi. Ternyata pemadaman sudah berlangsung. Alhasil saya terpaksa mandi di sungai.

Saya bersyukur bisa mandi di sungai. Mengingat masa-masa kecil saat dengan bebas mandi di sungai. Biasanya saya dan temen-temen mandi di bendungan buatan warga. Saya masih ingat saat kami sedang adik-adik nya mandi, ada yang lompat salto, ada yang berenang. Tiba-tiba semuanya kabur, karena seekor ular air melintas 😂😂. Dengan segera kami langsung pergi ke tepian 😂.

Selain itu saya juga melihat beberapa orang tua menyikat giginya dengan batu bata yang dihaluskan. Sampai sekarang saya tidak tahu apakah kebiasaan ini baik atau tidak, tapi katanya hal ini tidak baik karena dapat membuat gigi menjadi tipis.

Hal lain yang saya sadari, lebih tepatnya nostalgia. Saya dapat mengingat momen saat kecil berjalan melewati pematang sawah. Pertama karena lebih cepat sampai. Kedua GK terlalu panas dan tak perlu memutar seperti saat lewat jalan beraspal.
Ya, dulu setiap pagi saat libur pagi hari pasti saya sudah sarapan. Lantas langsung minta uang jajan dan bergegas ke tempat rental PlayStation. Dulu belum ada android, HP paling canggih ya Nokia Express music di rumah saya. Sungguh bahagia rasanya mengingat momen momen masa kecil yang absurd itu. Rebutan Stik PS, main bola di sore hari.

Saat ini saya sudah tidak bisa merasakannya. Kebahagiaan, keceriaan, tawa lepas itu. Anak kecil sekarang sudah pada kecanduan gadget. Mereka tak bisa lepas dari gadget. Kumpul sih, tapi pada kandang HP semua. Gadget lagi, gadget lagi 😥.

Saya jadi teringat sebuah ucapan. 

"orang paling bahagia adalah orang zaman lampau, karena mereka bisa berinteraksi satu sama lain secara langsung" 

dan memang benar, interaksi langsung dengan orang lain sangat berpengaruh terhadap psikologi dan kejiwaan. Jadi seperti penambah kebahagiaan, sederhananya Moodbooster lah.

Sungguh, saya Rindu momen-momen itu. Berlarian lepas di pematang sawah mengejar layangan putus, main bola, walau hujan tetap berlanjut, malah makin antusias. Ngolok teman pake nama orang tua 😂😂 aduh, masa kecil yang benar-benar absurd.

Saat malam hari karena mati lampu saya pun terpaksa menghidupkan lilin dan lampu tempel. Ada satu momen lagi yang saya sadari, keindahan alam semesta, bentangan indah langit hitam dengan taburan bintang dan benda luar angkasa. Sungguh bersyukur kita bisa hidup di planet yang memiliki keindahan ini. Sebuah bukti keagungan sang pencipta.

Ya, berhenti sejenak dari dunia Maya. Keindahan dunia benar-benar nyata. Interaksi sosial kebutuhan kita, bukan hanya interaksi Maya melalui sosial media.
Guys, we need and break from our virtual world. Let's take and look on our real world. Banyak bersyukur, banyak bahagia, banyak senyum lah. 

Sekian dari saya 😊 salam hangat dari Situbondo 😊

Sunday, September 30, 2018

Cerita Horor Malam Minggu (Jomblo Jangan Baca)


Disclaimer : Bagi para Jomblo harap tidak membaca tulisan ini. Takut terancam over baperan, ingat mantan, rindu kenangan, dan tak bisa melupakan masa lalu

⏺⏺⏺⏺

Malam apa yang paling serem? Malam Jumat? Tidak slaah besar, malam terseram adalah malam Minggu. Ya malam Minggu, terlebih bagi anak kost yang tidak punya teman dan kenalan. Saya adalah Maba. Rambut botak hasil ospek. Serta selalu menggerojok dengan teman sesama Maba. Selalu memalingkan muka jika bertemu dengan kakak tingkat.

Di kampus saja tiap hari itu serem, terlebih kalau sudah malam Minggu. Serem nya udah level akut. Lebih akut dari mahasiswa yang semester nya sudah mencapai 2 digit angka. Alias semesternya sudah tingkat akut.

Mungkn sudah biasa ya? Malam Minggu itu emang serem bagi jomblo. Terlebih saat melihat lini masa sosial media yang dipenuhi dengan foto teman atau sahabat yang have fun dengan gebetan mereka. Sakitnya seperti tertancap belati, tertikam pas pada ulu hati. Nyeri tapi tak berdarah.

Hal itu menurut saya memang alami, atau bisa dibilang natural. Setiap orang punya sifat iri dan cemburu. Ada yang berlebih dan ada pula yang sesuai proporsi (kalau ada yang kriteria beginian, bilang ke saya ya 😉 siapa tahu klop!) 

Hal lain yang menyebabkan hal ini terjadi adalah gaya hidup urban yang kini menjadi fenomena. Hidup foya-foya serta Hedon. Status sosial jadi sesuatu yang sangat penting. Image diri di dunia Maya juga menjadi prioritas, terlebih di kalangan anak muda sekarang. Tiada hari tanpa eksis di dunia Maya. Padahal kita hidup di dunia nyata.

Pernah iri sama pasangan yang begitu mesra? Begitu romantis? Apakah jika kita juga melakukannya kita bakalan bangga? Saya juga kadang pengen begituan sama doi. Masalahnya saya GK punya doi 😅🤐😢 tapi jomblo tidak selalu nyessek kok. Ada juga jomblo yang bahagia. Ada pula jomblo yang komitmen.

Well, kembali ke maslaah malam Minggu. Sebenarnya malam Minggu itu tidak horor. Tidak juga malam lainnya. Semua nya bergantung kepada diri kita sendiri. Kita mau bahagia dengan status kita yang seperti itu adanya atau iri kepada orang lain yang menurut kita hidupnya lebih bahagia. 

"Satu hal yang luput dari pemahaman kita. Bahagia itu datang dari diri sendiri. Jika kita merasa cukup, maka kita akan bahagia dengan apa yang kita miliki"

Belum tentu kita bisa tertawa lepas saat bersama doi. Belum tentu kita bisa bertindak bebas saat bersama doi. Bandingkan saat kita berkumpul bersama teman kita. Kita bisa tertawa lepas. Bercanda bebas, tertawa bahagia bersama. Kita juga bisa berkarya, berkreasi walau tidak punya doi.

Nah Lo, kok malah ngawur ya 🙄😂 bingung ya? Ya udah saya sederhanakan begini saja.

"Manusia itu memang spesial. Setiap orang punya watak dan sifat yang berbeda. Oleh karena itu kebahagiaan datang dari diri kita sendiri. Karena setiap orang punya keberagaman dan perbedaan. Memang kebahagiaan juga bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar diri kita. Tapi kebahagiaan sejati yang menentukan adalah diri kita. Kita mau bahagia atau tidak dengan apa yang kita miliki"

Paham? Kalau nngak paham coba dibaca pelan-pelan. Dipahami. Kita diberkahi otak untuk berpikir, untuk membaca. Membaca pun tak terbatas hanya pada tulisan, tapi kehidupan serta apa yang ada di sekitar kita. Segala sesuatu bisa kita baca, bisa kita cerna dan bisa kita pikirkan.

Jujur, anak muda sekarang itu kurang berpikir (maaf ini hanya kini pribadi) Hoax bisa menyebar luas dengan bebas karena kita tak lagi mau membaca, kita mau yang instan.  Jangan kan membaca perasaan orang lain, membaca tulisan panjang saja kadang kita malas. 

Well back again ke masalah malam Minggu. Apakah malam Minggu itu horor? Apakah malam Minggu itu seram? Semuanya ada pada diri kita sendiri, kita mau bikin malam Minggu itu serem atau tidak. Kita mau bikin momen malam Minggu itu sebegai momen berkumpul dengan temen, dengan doi, atau berkarya, atau bahkan beristirahat itu terserah kita. Yang penting jangan gunakan momen malam Minggu untuk meratapi nasibnya sebagai jomblo.

Jadilah generasi yang cerdas, jadilah generasi yang membanggakan. Kalau kamu masih sibuk ngurusin malam Minggu mending lu pikirin apa yang udah lu perbuat, apa yang udah lu ciptakan. Kalau masih belum ada perbanyaklah mendengar, perbanyaklah membaca 😊

Well salam hangat dari saya 😊 semoga tulisan ini bermanfaat #TiakTakutMalamMinggu ya! Kalau butuh teman atau sekedar lawan bicara, silahkan hubungi saya melalui link contact di side bar ya! Dengan senang hati saya akan berdiskusi dan berbincang dengan pembaca sekalian 😊

#Situbondo #Blogger #GenerasiMuda

Thursday, September 20, 2018

Meriahnya acara puncak Hari Jadi Besuki ke-254


Minggu lalu Besuki kembali diguncang dengan acara yang sungguh spektakuler. Hehe 😅 tepat mingu lalu, sebagai puncak dari perayaan hari jadi Besuki yang ke-254 digelarlah panggung seni dengan tema "Harmoni Hari Jadi Besuki 254"

Bertempat di alun-alun Besuki yang sudah disulap sedemikian rupa dengan lampu-lampu yang berkilau indah serta panggung keren tempat para pemuda-pemudi serta beberapa seniman lokal menampilkan kebolehan mereka, acara penutupan ini berjalan meriah.

Dengan total 16 penampilan dari seniman serta talent lokal serta hiburan-hiburan pendukung lainnya. Acara ini berhasil menyedot anime masyarakat dengan bejibunnya masyarakat mendatangi alun-alun Besuki.

Acara dibuka dengan penampilan yang menakjubkan dari group band lokal yang membawakan lagu Gita dari group band kotak. Lalu dilanjutkan dengan seremoni penutupan rangkaian hari jadi Besuki 254 serta pembukaan pasar Rakyat yang berlangsung mulai tanggal 14-22 September 2018.

Dengan sambutan yang disampaikan oleh bapak Camat Besuki serta beberapa tokoh masyarakat acara hari jadi Besuki pun resmi usai. Dalam sambutannya bapak camat Besuki berharap acar tahun depan bisa lebih meriah serta bisa memunculkan talenta-talenta lokal lain yang masih luput dari pantauan. Selain itu acr tersebut diharapkan bisa menyedot animo masyarakat sekitar untuk datang dan berlibur di Besuki.

Besuki sendiri memiliki beberapa objek wisata baik wisatawan bahari maupun sejarah yang masih terawat dengan baik. Sebut saja pantai tampora, air terjun telempong dan objek wisata lainnya. Selain itu banyak gedung peninggalan serta monumen bersejarah yang bisa dijadikan objek eduwisata sejarah.








Walau di tengah acara sempat terjadi mati lampu karena generator listrik sempat kehabisan bahan bakar. Tapi hal teknis tersebut dapat teratasi dan acara pun berjalan kembali seperti semula. Sebagai penutup sekitar pukul 11. Group band serta sanggar seni lokal Sambalado membawakan penampilan yang cukup mengesankan dan menggebrak

Semoga tahun depan acara perayaan hari jadi Besuki ke 255 bisa lebih meriah lagi 😅

See u on other post 😊

Thursday, September 6, 2018

Meriahnya Hari Jadi Besuki ke-254


Saya memang putra asli Situbondo. Lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di Besuki, TK di wilayah dengan banyak bangunan kolonial serta terasa sedikit menakutkan kalau saya telat dijemput. Maklum jarak TK dengan rumah saya sekitar 5 KM. Jadi kalau pulang pagi otomatis hanya saya serta beberapa guru yang tetap ada di TK. 

Sekolah saya terletak di kawasan PG Demaas. Waktu itu saya selalu diantar jemput oleh kakek saya.  Ya, kakek saya adalah seorang pensiunan pabrik gula Demaas. Yah walau hanya seorang mandor tapi setidaknya pesangonnya cukup. Begitu ucap kakek saya.

Nah SD pun saya juga bersekolah di daerah PG Demaas. Ya, masih seperti waktu TK. Walau SD saya punya sebuah lapangan sepakbola. Tapi ya kalau saya tidak dijemput tempat itu bisa dibilang cukup seram.

Itulah sekelumit kisah masa kecil saya. Sederhana dan tak banyak kisah mengesankan. Dulu syaa adalah seorang yang pendiam. Tapi seiring bertumbuh, berkenalan dengan orang baru saya pun menyadari bahwa suatu butuh banyak pengalaman. Saya butuh banyak teman. Maka berbekal nekat serta kamera hasil minjem saya pun ikut serta bersama teman syaa menyemarakkan Hari jadi Besuki yang ke 254.

Sebagai acara pertama untuk memeriahkan Harjabes, tepat hari Minggu, 2 September 2018. Ada karnaval budaya. Acara ini diikuti oleh sekitar 16 kontingen utusan SD, SMP, serta SMA se Besuki. Ada drumband, barongsai, peragaan busana daerah, serta fashion show dari anak-anak muda yang cantik-cantik. Yang ganteng-ganteng tidak ada yang mau tampil 😂😅.

Karnaval budaya yang turut dihadiri oleh bapak camat Besuki serta bapak Kapolres Besuki menyita banyak perhatian masyarakat. Buktinya lalu lintas pun menjadi padat disekitar tempat karnaval budaya. Dimulai dari alun-alun lalu menuju Utara melewati kelenteng Po Tong Byaw lanjut ke pesisir lalu memutar ke daerah pasar baru dan finish di Alun-alun lagi. 






Pesertanya pun cukup antusias menyemarakkan Harjabes kali ini. Ada yang memakai busana daur ulang. Ada pula yang menampilkan atraksi yang menuai decak kagum. Ada pula yang menyuguhkan tarian lokal.

Yang saya ingat adalah kontingen SMA 1 Suboh yang melakukan atraksi tarian daerah di daerah klenteng Besuki. Yang saya ingat adalah saat masyarakat ikut menari mengikuti irama lalu operator berbicara melalui microphone. 

"Harap jangan jangan joget dangdut, tapi tarian daerah ya!" 😂😂 

Orang-orang pun mulai ikut menari dengan teratur mengikuti tarian para kontingen yang memakai kaos putih merah berstrip. Sungguh meriah 😉😊

------
Keesokannya tepat pukul 7 malam. Di rumah bekas kawedanan diadakan tadarus puisi yang dihadiri oleh banyak peserta mulai dari lingkup Besuki sendiri serta beberapa tamu yang berasal dari Situbondo, Jember, Paiton, Surabaya, malang, serta Nganjuk. Acara tadarus puisi ini pun berjalan meriah dengan begitu banyak penampilan yang cukup mengagumkan baik dari tamu undangan atau masyarakat yang turut hadir karena tertarik dengan keriuhan acara tersebut 😊
Semoga, acara tahun depan bisa lebih meriah dan lebih keren lagi dari tahun ini. Intinya jangan sampai kita lupa dengan budaya lokal serta tradisi para leluhur 😊




#besuki #harjabes #indonesia #wonderfulindonesia 

Masih gak mau mampir atau berwisata ke Situbondo? Coba pikir lagi 😉😊

Sunday, August 19, 2018

Mandi Ria di Dam Ghueh, Besuki, Situbondo


Selamat pagi 😊 kali ini saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke sebuah dam. Ya dalam bahasa madura kami menyebutnya Dam, kalau di bahasa Indonesiakan artinya bendungan. Mungkin, sebelum kita bincang-bincang lebih jauh lagi, saya infokan bahwa dalam tulisan ini saya mungkin menggunakan beberapa kata bahasa daerah yang nanti akan saya artikan.

Pertama, Dam Ghueh. Secara bahsa artinya Bendungan Gua. Sebenarnya saya tidak menemukan gua sama sekali di sekitar area ini. Tapi dinding batu di sebelah timu yang beberapa sisinya seperti menjorok ke dalam bisa dibilang seperti gua. Jadi saya asumsikan nama Goa diambil dari dinding di sebelah timur bendungan yang mirip seperti Goa.

Untuk letaknya, Dam Ghueh ini terletak di Desa Mandar, Kecamatan Besuki, kabupaten Situbondo. Sebenarnya bagi saya Dam ghueh ini bukanlah suatu tempat yang asing. Karena biasanya setiap akhir pekan banyak orang rumah saya yang pergi kesana untuk sekedar madni atau menikmati pemandangan disana. 

Pada lawatan saya kemaren, saya terpaksa main basah-basah an karena  adik sepupu saya tidak mau berenang. Mau tidak mau saya pun harus turun sungai 😁. sebenarnya saya tidak ada niat untuk mandi atau main air, semata hanya ingin memotret serta meneaah kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh sebagai sebuah spot wisata. Nah, sependek pengetahuan saya, berikut saya paparkan kelebihan dan kekurangan Dam Ghueh, siapa tahu anda tertarik untuk mampir?

Paman saya terpaksa nyebur juga 


Tempat Wisata yang Nanggung

Bagi saya Dam ghueh sebenarnya bisa dijadikan spot wisata. Pertama, sejak dulu tempat ini dikenal sebagai bendungan yang panoramanya cukup indah. Airnya pun jernih. Juga jalan menuju dam Ghueh dipenuhi dengan jajaran pohon kapuk yang terlihat indah. Itu lo yang putih-putih isi bantal kita. Pemandangan jajaran pohon itu sungguh indah. Terlebih musim gugur, daun yang berserakan semakin memperindah panorama. Seperti berada di luar negeri.

Akses jalannya pun bisa dibilang cukup baik. Jalan masih teraspal bagus dan kokoh. Saya hanya menemui 2 lubang di jalan yang bisa dibilang cukup parah. 




Sayang, hal ini bertolak belakang dengan spot dam ghueh itu sendiri. Oke, bendungannya terawat rapi, tapi saya rasa sebagai tempat wisata, dam ghueh kurang memorable atau diingat. Maksudnya begini, kita ambil contoh Jakarta, ikonnya ya Monas. Contoh lain, misal wana wisata Pasir putih Situbondo, atau wana wisata Tampora yang kini punya beberapa spot memorable yang cukup instagramable serta worth it untuk dikunjungi.

Menurut sependek pengetahuan saya, mungkin jika pemerintah desa terkait atau jajaran anak mudanya mau berjuang membangun Dam Ghueh, tempat ini bisa menjadi salah satu spot wisata yang potensial. Selain itu, ekonomi masyarakat sekita bisa terbantu. Sepengetahuan saya, hanya ada sebuah warung yang menjual kopi serta makanan ringan di area ini.

Jadi, saya rasa jika ada insenti seperti pembangunan papan nama dari beton. Atau pemberian –wahana-wahana yang bisa memikat turis lokal ataupun manca negara untuk datang.

Berikutnya, hal yang saya sayangkan, adalah banyak anak muda yang memanfaatkan tebing di sebelah timur dam ghueh untuk berpacaran sampai berbuat mesum.  Memang panorama di tempat tersebut bisa dibilang bagus dan indah. Tapi mbok ya jangan dibuat pacaran tau mesum-mesum an. 

“Lebih baik ajak makan malam di restoran atau terserah dimana. Ajak orang tuanya lalu pinang si DOI. Jangan di panjat dulu baru dipinang”

Daripada mesum main kucing-kucingan. Toh lebih baik membantu pengembangan dam ghueh itu sendiri. Timbang mesum-mesum toh lebih baik foto, lalu viralkan tempat yang indah itu looo
Butuh Bantuan Serta Dukungan

Hemat saya, Dam ghueh ini sangat perlu dukungan serta bantuan untuk menggerakkan potensi desa tersebut. Sumber daya alam sudah ada tapi SDM nya tidak bisa mengoalh dengan maksimal. “Yeh tak ghellem maju caretanah degghik” ya begitulah maduranya. 


Debit airnya tidak terlalu besar 


Semoga ada warga lokal yang membaca tulisan ini. Sukur-sukur pemerintah mau membantu lewat dinas pariwisata. Saya sangat bersukur dan berterima kasih.

So, mungkin segitu aja cerita saya tentang Dam Ghueh ini. Singkatnya, Dam ghueh ini adalah tempat wisata yang potensial serta memiliki akses jalan yang bisa dibilang cukup bagus. Serta masih belum ada Tiket masuknya, alias gratis. Entah nanti jika Dam ghueh di renovasi 😁 atau diupgrade apakah bakalan ada Tiket masuknya atua tidak, ya apa can degghik lah 😂

Jadi, sampai disini saja. Tunggu tulisan saya selanjutnya tentang tempat-tempat keren lain di Situbondo 😊 salam hangat 😉

  

Thursday, August 9, 2018

Yang Tersisa Setelah Gempa Lombok


Pertama saya turut mengantarkan rasa suka yang mendalam atas bencana yang melanda pulau Lombok. Bagi masyarakatnya serta orang-orang yang terdampak gempa itu sendiri. Puluhan rumah hancur menyisakan puing-puing. Korban jiwa bergelimpangan. Ada yang meninggal, ada pula yang mengalami luka baik sedang, ringan, maupun berat. Yang jelas trauma melanda masyarakat Lombok. Mereka perlu bantuan. Mereka perlu dukungan. 

Saya pribadi turut berdukacita dengan bencana tersebut. Tapi kehendak yang maha kuasa jauh di luar kemampuan kita. Bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja. Untuk yang selamat, semoga diberi kekuatan, yang terdampak semoga diberi kekuatan dan ketabahan menjalani ujian ini. Sesungguhnya ujian adalah sebuah fase dimana kamu ditempa untuk menjadi lebih kuat.

Dukungan baik moril dan material berdatangan dari banyak pihak. Ada yang melakukan penggalangan dana. Ada yang melakukan khataman Qur'an, ada yang terjun langsung menjadi sukarelawan, dan banyak cara lain untuk mendukung serta menguatkan warga Lombok pada khususnya.

Jelas yang tersisa kini hanya puing-puing serta reruntuhan bangunan. Proses penyelamatan pun masih berlangsung. Tapi, masih banyak hal lain yang sebenarnya ditakutkan oleh masyarakat Lombok. 

Pada saat gempa terjadi mereka benar-benar panik. Berlarian ke tempat terbuka mencoba menyelamatkan diri. Tapi hal yang tersisa sebenarnya lebih menakutkan. Bukan Gempa susulan ataupun rumah yang sudah luluh lantak. Tapi kepada ancaman penjarahan serta begal yang mengancam.

Setalah gempa melanda masyarakat bukan lagi takut kepada gempa susulan. Tapi kepada kebiasaan munculnya penjahat yang dengan serta Merta menjarah harta benda yang tersisa. Kita tak bisa menyalahkan satu pihak saja. Semua ini bisa dibilang natural atau alamiah. Dorongan serta tekanan yang menyebabkan hal tersebut.


Saya sempat berbincang dengan teman SMA saya yang berasal dari Lombok. Pengakuan dia, hal yang ditakutkan kini adalah munculnya penjahat pada malam hari. Tentu sangat berbahaya. Sudah susah, sudah merana, masih dalam penjahat pula. Mereka ini mana peri kemanusiaan nya?

Well, seriously! Kenapa bisa ada begal? Kenapa bisa ada penjahat? Tak ibadah mereka? Tidak kasihan kah mereka? Bung rakyat Lombok sudah sengsara, masih saja muncul penjahat? Aduh?

Mugkin tidur di tenda pengungsian adalah jalan satu-satunya, tapi bagaimana mereka memulai hidup kembali? Well, semoga mereka bisa kembali memulai hidup yang baik ya! Tiapalam tidak dihantui dengan ancaman begal serta penjahat. Semoga mereka bisa hidup tentram

Saya yakin para penjahat itu bisa akses internet. Mereka bisa baca tulisan ini. Saya mohon dengan hormat kasihanilah mereka. Bung mereka sedang dilanda bencana. Mereka sedang membangun kembali kehidupan mereka. 
Kalau mau jadi penjahat ya jangan begitu kejam lah 😐 saya pun pernah jahat, apa sih yang sebenarnya diinginkan menjadi penjahat? Kaya? Sukses? Kerja lah bung, usaha, maka kau akan menerima hasilnya nanti. 

__________

Tulisan ini bukan apa-apa. Tidak ada maksud apa-apa. Hanya coretan hati dari saya pribadi serta teman saya yang sedang dilanda musibah. Semoga mereka dikuatkan. Semoga para begal itu diinsyafkan. Semoga bantuan yang terkirim bisa berguna dan bermanfaat. 



Bagi rakyat Lombok. Teruslah berlari bung, kalian semua adalah orang hebat yang sedang diuji. Kalian pasti bisa melewatinya. Tetaplah bersama, saling menguatkan danembantu agar bisa melewati ujian ini 😊. Walau yang tersisa hanya puing-puing. Walau ancaman muncul di malam hari. Kami yakin kalian kuat dan tabah 😊 semoga Lombok bisa kembali pulih 😊

#prayforLombok #LombokTangguh

____
Sumber foto : BBC.com

Wednesday, August 8, 2018

Apakah Tilang bisa meminimalisir Kecelakaan?



Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini murni karena saya emosi setelah ditilang oleh kepolisian resort Situbondo. Ya, saat itu saya sedang terburu-buru, dan saya memang masih belum memiliki SIM. Nah, karena waktu yang sudah hampir serta kecerobohan saya, akhirnya saya pun harus rela Ditilang.

Pada dasarnya, saya memang salah karena tidak berkendara dengan surat yang lengkap. Nah, fokus tulisan saya ini bukan tentang gundah gulana saya karena tertilang. Tapi lebih kepada, apakah dengan adanya Tilang, hal ini bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas?

Jawabannya iya, tapi tidak secara garis besar benar-benar meminimalisir kecelakaan. Pertanyaannya, jika seseorang menjadi korban kecelakaan, surat-surat itu untuk apa? Bukti pengenal? Bukti bahwa si TS mahir mengemudi? Lo kok masih kecelakaan?

Sebenarnya kecelakaan itu bersumber dari banyak faktor, kecerobohan, keteledoran, dan banyak faktor lainnya. Salah satu faktor memang pengendara yang tidak mengenakan atribut lengkap. Seperti helm, spion, dll. Nah saya kemaren ditilang karena tidak punya SIM, walhasil STNK harus saya relakan berada tidak nltangan kepolisian. Tak apalah itu murni kelalaian saya. Tapi mari kita bicara tentang kecelakaan.

Di desa, banyak anak kecil yang sudah diajari main sepeda sejak kecil dengan beberapa alasan. Membantu orang tuanya, bisa pergi sekolah sendiri, serta beragam keperluan lain yang membutuhkan keahlian berkendara. Nah, sesempit pengetahuan saya, hal inilah yang menyumbang banyak kepada kecelakaan. Kalau dipikir, mungkin lebih baik menumbuhkan kesadaran berkendara dari bawah. Jujur, selama saya hidup saya tidak pernah melihat ada polisi yang melakukan operasi kendaraan di desa. Polisi terkesan ogah. 

Kenapa saya bilang seperti di atas? Karena saya sendiri mengalaminya. Contoh singkat sih di daerah rumah saya. Ada sebuah kecamatan, namanya Sumbermalang. Letaknya berada di atas bukit. Seumur hidup saya naik turun Sumbermalang-Besuki tidak pernah ada yang namanya operasi kendaraan. Padahal kecamatan sumbermalang punya kantor polisi. Mungkin inilah yang menimbulkan stigma bahwa gaya berkendara orang gunung itu terkesan ekstrem.

Selanjutnya, operasi atau razia hanya dilakukan di kota kecamatan atau kota kabupaten. Efektif? Saya rasa tidak terlalu, kadang ada yang lewat jalan tikus, ada yang bisa lewat begitu saja. Bahkan ada yang berhenti dan menunggu razia selesai.  Efektifkah Razia? Terlebih hal ini menimbulkan rasa benci dari masyarakat. Sumpah mereka bukan taat atau takut, malah benci. Saya pun begitu,  tapi ya saya harus legowo. Saya salah dan harus menerima kesalahan saya dengan ditilang.
Faktor lain, membuat SIM itu perlu biaya, tidak seperti KTP yang di gratiskan biayanya. Pertanyaannya, orang yang ditilang itu pasti membayar denda. Lah, uang itu larinya kemana? Jalan? Masih banyak yang bolong bung, lah kenapa GK digratiskan saja, seperti KTP. Untuk gaji aparat? Lah uang pajak lari kemana? Mugkin jika layanan publik serta pembikinan SIM di gratiskan mugkin banyak orang akan antusias melengkapi surat-surat berkendaranya.

Untuk menyadarkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mungkin dengan menggratiskan ongkos bikin KTP dan surat-surat berkendara kesadaran berkendara akan meningkat. Sekedar guyonan.

"Untuk jadi polisi kita harus melewati serangkaian tes, tes kesehatan, tes fisik dll. Tapi setelah jadi polisi kok ya gemuk-gemuk? Apa makan uang (isi sendiri 😂😂😂)"

Well. Itu hanya guyonan ya.. jangan lah dianggap serius 😊

Itu pemikiran yang ada dalam pemikiran saya. Pengelolaan dana dioptimalkan. Penyuluhan juga digalakkan, bukan razianya. Kalau hanya Razia tanpa penyuluhan, adanya rasa benci bukan rasa patuh. Adanya keinginan untuk kembangkan bukan menurut.

Nah, mari nyantai sekarang 😊 kalian pernah ditilang? Apa yang kalian rasakan? Kesal? Benci? Atau takut? Silahkan tumpahkan keluh kesah kalian dan pandangan kalian tentang razia kendaraan! Silahkan berkomentar dengan bebas, silahkan ekspresikan ide kalian 😊

Jadi, pak polisi yang terhormat, saya bukan kesel cuman ya hanya ingin menyampaikan keluhan saya.

Monday, August 6, 2018

Oy! Aplikasi pesan singkat Buatan Indonesia yang Memberikan banyak Keuntungan


Untuk urusan aplikasi pesan singkat, mungkin masyarakat sudah terbiasa dengan Whatsapp, messenger atau BBM walau kini mulai sedikit redup pamornya. Yups, 3 aplikasi tersebut bisa dibilang raja dalam urusan aplikasi pesan singkat daring. Dan ketiganya adalah buatan luar negeri.

Mungkin masih sedikit orang yang tahu bahwa anak dalam negeri juga berhasil membikin aplikasi balas pesan singkat daring yang lumayan banyak user serta pamornya tidak kalah dengan aplikasi mainstream seperti tersebut diatas.

Pernah dengar saling sapa? Ya, web yang sempat digadang-gadang facebook nya Indonesia? Saya hanya sempat mendengar dan tidak sampai menjadi usernya. Jadi saya tidak bisa memberikan gambaran atau review tentang salingsapa.com, tapi secara pribadi saya mengapppresiasi kreator salingsapa yang bisa membikin web tersebut dan memiliki banyak user pada saat itu.

Nah, akhir-akhir ini ada lagi aplikasi balas pesan daring asli Indonesia yang mulai menggebrak lo, namanya Oy!, Size nya tidak terlalu besar, di kisaran 41 MB. Dengan mengusung tagar #ChatDapetPoint dari aplikasi ini setiap kali kita chat dalam sehari akan diakumulasikan menjadi poin dan poinnya bisa ditukar dengan pulsa dan beragam mercandhise lainnya di Oy! Store.
So, perhitungannya itu gini, tiap orang yang kita chat kita bakal dapet 3 poin, nah untuk dapet poin kita harus chat minimal 5 huruf. So kalau dibawah itu bakal diindeks sebagai spam. Dan kita tidak bisa dapet poin. 

Untuk perhitungan poinnya, setiap hari sekitar jam 8 kita akan mendapat pesan dari Oy point terkait poin hari sebelumnya, diindex menjadi poin atau terindex menjadi spam. Nah,karena Oy! Ini bisa dibilang sebuah aplikasi yang  aru naik daun. Jadi saya pribadi disini ingin menuliskan kelebihan serta kekurangan Oy! Dari sudut pandang saya pribadi.

Kelebihan

Kelebihan pertama yang pasti, karena aplikasi ini memberikan kita point Cuma-Cuma jika kita chat temen kita. Lumayan kan, chat sehari-hari jadi ada manfaatnya, tidak hanya meluangkan kuota data internet. Bisa dapet point, pilihan tukar poinnya pun beragam. Ada Jam tangan, Pulsa, Kamera, dan lain-lain.

User interface nya lumayan elegan. Enak dipandang dan designya simpel. Peletakan serta design fitur chat dan lainnya pun cukup ramah pengguna. Cara pakainya pun bisa dibilang lumayan mudah. Kita hanya perlu chat, tapi jangan spam chat ya agar diindex jadi poin bkan spam pada akhirnya. Kan capet, chat seharian sambil mengharap dapet poin malah diindex sebagai spam. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)

Enaknya pula, kita bisa menemukan berbagai outlet serta tempat kerja jika kita ingin mencari pekerjaan. Karena salah satu ambisi pendiri Oy! Adalah menyambungkan konsumen dan produsen. Hmb, worth it banget Lo, mesti dicoba.

Mudahnya lagi, tempat-tempat tersebut (outlet serta co-working space) sudah dikelompokkan berdasarkan kelompok kebutuhan. Seperti masa media, telekomunikasi, intertainment, life style, dll. Ada banyak pilihan industri dan beragam outlet yang telah bergabung dengan Oy!

Nah, mungkin itu kelebihan sementara, BTW warna birunya keren. Saya pribadi suka. Karena memang saya suka warna biru.

Kekurangan

Untuk aplikasi baru, Oy! Tidak memiliki banyak kekurangan. Kekurangan mencolok mungkin di bagian server nya. Saat pertama kali buat akun kita bakal punya kontak awal bernama Oy Mimin. Dan satu minggu berlalu pesan yang saya kirimkan tidak kunjung terkirim. 

Sebagai pengindek pesan terkirim Oy! Menggunakan 2 buah centang yang berubah hijau ketika sudah dibaca. Nah saat saya mencoba menghubungi Oy! Mimin hal pesan saya tidak terkirim sampai sekarang. Nah menurut sya pribadi, sebagai sebuah palikasi baru Oy! Harus terbuka terhadap saran dan kritikan.

Rubrik komentar di playstore pun banyak yang mereview negatif aplikasi Oy! Sepemahaman saya, hal itu terjadi karena banyak pengguna yang pesannya diindex sebagai spam (mungkin karena niat awal mereka yang salah, dari awal niat buat GB point dengan chat Copy paste, giliran di index sebagai SPAM malah ngomel, kan kebanyakan makan micin nih bocah :D)

Tapi saya akui untuk verifikasi spam di aplikasi Oy! Masih bisa dibilang kurang. Mungkin yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah sistem pendeteksi spam nya. Karena aplikasi ini menawarkan point bagi penggunanya. Salah-salah bisa pihak Oy! Yang bangkrut karena diakali dengan spam serta review negatif dari Netijen.



Kekurangan selanjutnya, mungkin di tata pesannya. Jadi saya sering mengalami. Ada notifikasi dari Oy!, namun setelah saya buka aplikasi pesan itu tidak muncul, tapi baru muncul beberapa saat setelah saya buka aplikasi. Mungkin ini disebabkan oleh server. Jadi mungkin server nya juga perlu ditingkatkan. Undang orang-orang untuk bergabung jadi bagian dari Oy!

Indonesia itu luas, dan banyak orang hebat yang tinggal di Indonesia. Jika Oy! Ingin bertahan dan tetap berdedikasi bagi para usernya, Oy! Harus terus berinoasi, terus mendengarkan komentar serta memberikan yang terbaik bagi usernya diseluruh Dunia :)

Salam hangat dari Situbondo :)
........
Sumber gambar : Oyindonesia.com

Tuesday, July 17, 2018

Letupan Semangat Anak Muda di Argopuro Festival ke-3


Selamat pagi 😊 kali ini saya akan berbagi cerita tentang Argopuro Fest yang digelar pada tanggal 13 dan 14 Juli yang lalu. Sebuah kebahagiaan dan kehormatan bagi saya, untuk ikut berpartisipasi dalam Argopuro Fest yang ke-3, maklum saya pribadi tidak terlalu mahir bermusik, paling banter ya nyanyi, itupun kadang salah nada dan bersuara Fals, hehehehehe

So yuk, mari kita bahas tuntas bagaimana sih Argopuro Fest ke-3 ini, daripada ngomongin saya yang tak jelas dan tak karuan

Apa itu Argopuro Festival?

Argopuro Festival atau biasa disingkat Argofest, adalah acara festival musik tahunan yang diadakan di lereng bukit Argoopuro. Penampilan nya pun diisi oleh berbagai komunitas di sekitar Situbondo, seperti Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Banyuwangi. Pada hari terakhir Argo Fest biasanya diisi dengan explore alam dan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari upaya pelastarian alam. 

Acara Argo fest sendiri, biasanya dilaksanakan di daerah lereng Argopuro di desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten  Situbondo. seperti layaknya daerah pegunungan lain, suasana Pegunungan Argopuro pun cukup sejuk dan tentunya dingin.

Argofest ke-3

Argofest kali ini merupakan gelaran ke-3. menurut saya pribadi, pagelaran kali ini jauh lebih meriah daripada 2 gelaran sebelumnya. pada hari pertaa, acara Argofest dimulai dengan Kirab serta doa kepada leluhur yang diikuti oleh warga sekitar. acaranya pun cukup meriah dan menyedot anime masyarakat.

Dewi Rengganis pemimpin kirab pmbukaan Argofest ke-3


pada hari pertama pun penampilannya cukup meriah, masayarakat yang hadir pun cukup banyak. penampilan yang atraktif serta kreatif dari berbagai komunitas serta band indie membuat dinginnya hawa lereng Argopuro tak terasa, berganti dengan rasa bahagia serta seru dari penampilan yang cukup atraktif dari para bintang tamu.

Pada hari kedua, juga ada penampilan dari masyarakat lokal seperti Kidung Argopuro serta berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnnya. sayangnya, akses menuju lokasi acara masih bisa dibilang kurang terlalu nyaman. tapi overall, gelaran Argofest kali ini sungguh luar biasa dan benar-benar melambangkan letupan semangat anak muda yang kreatif dan tanpa batas.

Singa atau macan, saya juga tidak tahu?





Ditunggu video lengkapnya ya, masih dalam proses editing.

Salam hangat dari Situbondo