Thursday, 16 November 2017

Taufik, Bocah Desa yang Melanglang Buana Hingga Negeri China


Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, mungkin itulah pepatah yang menjadi motivasi hingga seorang Taufik kini bisa melanglang buana hingga negeri China.

Welcome, kali ini saya akan bercerita tentang seorang pemuda kelahiran 22 Februari 1999 (seperti yang tertulis di ijazahnya 😊) bernama Muhammad Taufik Kurrahman. Lahir di desa Sumberkolak, kecamatan Panarukan, kabupaten Situbondo. 

Walau terlahir sebagai anak desa, tapi hal itu tak menjadi penghalang baginya untuk mendulang prestasi. Mengawali pendidikan di SDN 2 Patokan Lalu berlanjut ke MTS Nurul Huda Dan akhirnya berlabuh di SMA Nurul Jadid. 

Semenjak, menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Taufik pun mulai berkenalan dengan berbagai macam hal. Pluralitas pesantren, keberagaman, dan bahasa China. Sebagai program unggulan di SMA Nurul jadid, bahasa Mandarin merupakan program favorit dan tak mudah bisa mendapatkannya. Tapi dengan perjuangan yang teguh dan tekad yang gigih, Taufik pun mampu lolos dan akhirnya mulai belajar bahasa Mandarin. 

Tak perlu waktu lama baginya, di tahun pertama dia sudah terpilih sebagai wakil SMA Nurul Jadid dalam lomba bahasa Mandarin walau berat tapi dia akhirnya mampu mengalahkan rivalnya dan melenggang ke tingkat provinsi. Perjuangannya pun terus berlanjut, selama masa persiapan untuk lomba tingkat provinsi dia menemui banyak kendala. Tapi berkat dukungan teman serta doa kedua orang tuanya, akhirnya Taufik terpilih sebagai peserta terfavorit dan akhirnya mewakili Jatim untuk lomba tingkat nasional. 

Mendengar berita tersebut, kedua orang tua Taufik terkejut. Maklum, sahri-hri dia biasa berbicara dengan bahasa Madura. Bahkan kedua orang tuanya tidak pernah tau Taufik berbahasa Mandarin. Mendapati kabar bahagia tersebut kedua orang tua Taufik pun sangat bahagia dan mendukung langkah Taufik. 

Di tingkat nasional pun dia mampu tampil gemilang. Berkat dukungan dari pembimbingnya, serta tekad kuatnya. Akhirnya dia terpilih sebagai juara pertama dan berhak mewakili Indonesia dalam lomba bahasa amandarin internasional di China yang diikuti oleh kurang lebih 180 peserta dari 90 negara (tiap negara mendelegasikan 2 peserta). Uniknya, dari semua peserta tersebut hanya Taufik lah yang berstatus sebagai santri (ya iyalah, mana ada pesantren di luar negeri πŸ˜‚)
Kontingen Indonesia bersama kontingen dari negara lain
lagi, kontingen Indonesia berfoto bersama kontingen dari negara lain

Mendapati tugas berat sebagai wakil Indonesia. Taufik pun makin gigih belajar dan berlatih, karena aspek lomba tidak hanya meliputi kemahiran berbahasa tapi penampilan kebudayaan. Dengan banyak pertimbangan serta masukan, akhirnya Taufik pun menampilkan tarian tradisional China dengan tabuhan gendang khas China yang biasa disebut Wu. Kini perjalanannya jauh lebih berat daripada sebelumnya. Setiap hari ia terus berlatih dan mempertajam kemampuan serta skillnya. Akhirnya waktu pemberangkatan pun tiba. Bersama 4 orang lain dari tim Indonesia. Taufik pun bertolak ke China. Dengan bekal restu orang tua serta guru, Taufik pun berlomba mewakili Indonesia di China. 

Taufik saat unjuk kebolehan di pentas internasional


Sayangnya, kali ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya dan kawan kawannya, semua perjuangannya dan kawan kawan hanya berbuah rangking 7 besar seasia dan 20 besar tingkat international. Tapi atas semua perjalanan dan langkah yang telah ia tempuh semuanya tidak lah mudah. Seorang pemuda desa yang tidak pernah berkenalan dengan bahasa China, akhirnya mampu melanglang buana berprestasi di kancah internasional.

Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa sukses bukan hanya kapitalisasi orang kota dan mereka yang berpunya 😊, selama kita memiliki kemauan serta niat yang teguh maka segala sesuatu akan mampu kita raih. Dengan semangat setebal baja maka semesta akan dengan senang hati mendukung kita. Kini, sebagai penghargaan atas apa yang telah ia peroleh. 

Taufik kini bermukim di China selama 6 bulan untuk menuntaskan program short course dan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah atas perjuangan dan prestasinya Selama ini. Itulah kisah dari seorang pemuda desa bernama Taufik yang dengan gigih berjuang meraih mimpinya. Selama kita mau pasti ada jalan, so masih nunggu apa lagi ? Taufik aja bisa, kenapa kamu tidak? 

Salam hangat dari situbondo πŸ˜‚

Monday, 13 November 2017

Suatu Sore dan Cerita Tentang Blogging

Jika dahulu saya tidak melangkahkan kaki ke laboratorium komputer  sekolah. Tepat sore, saat guru TIK saya sedang fokus menulis, mungkin saya tidak akan pernah tahu nikmatnya ngeblog. Entah jin atau malikat dari mana yang menyamperi saya? Saya pun juga lupa 😁
 
Seingat saya, sore itu saya pergi ke LabKom untuk meminta nilai ulangan harian karena berhalangan masuk minggu sebelumnya. Eh, guru TIK saya pun memberi tugas susulan untuk membuat sebuah blog dengan minimal 5 tulisan.
 
Mendapat tugas tersebut saya pun segera browsing sepulang sekolah. Berbekal laptop pinjaman dari ayah, akhirnya setelah muter-muter ke berbagai website akhirnya saya punberhasil menemukan sebuah link untuk “Membuat website sendiri”. Caranya pun cukup mudah. Akhirnya sore itu 1 buah blog berhasil tercipta.
 
Masalah pertama telah terselesaikan. Blog sudah tercipta dan tinggal mengisinya dengan 5 tulisan. Nah sekarang kebingungan kedua pun melanda 😁. Karena bingung saya pun menghubungi guru saya, berdiskusi panjang lebar dan akhirnya sebuah ide pun tercetus. Bikin tulisan tentang gaya hidup sehari-hari. Akhirnya setelah googling, cek sana sini, copy sana sini. Sebuah tulisan pun tercipta. Silakan cek tulisan pertama saya “disini”.
 
Akhirnya pun saya copy paste sana-sini, edit sana, edit sini, modif sedikit akhirnya 5 tulisan pun tercipta. Nilai ulangan harian pun saya kantongi. Semuanya sudah beres.
 
Setahun berlalu dan blog saya pun terdampar tak terurus.  Trafic nya pun hanya begitu saja, naik tak bisa, turun pun tak bisa. Hadu bagaimana ya mengistilahkannya? Pokoknya seperti itu, silahkan ditafsirkan sendiri-sendiri πŸ˜€.semuanya berjalan seperti itu hingga suatu sore guru TIK memanggil saya.
 
Dengan dag dig dug saya berjalan menuju LabKom. Entah apa yang akan terjadi? Ternyata beliau menyanyakan tentang blog hasil ulangan harian saya. Saya pun dengan jujur menjelaskan keadaan blog saya waktu itu. template yang seadanya, tulisan copy sana sini, dan hal lain yang berkaitan dengan blog saya.
 
Sejak pertemuan sore itu, beliau pun sering memanggil saya, menyemangati dan memberi dukungan agar saya kembali aktif bloging. Dia tunjukan blog nya yang membahas tentang lifestyle dan gaya hidup sehari-hari (akhir-akhir ini saya baru tahu kenapa disebut lifestyle, karena semua tulisannya ya suka-suka beliau, oleh karenanya disebut lifestyle πŸ˜€).
 
Akhirnya saya pun kembali aktif bloging. Tulisan demi tulisan pun terpublish di blog saya. Kini tak sekedar copy paste tapi sudah merupakan masterpiece original dari saya πŸ˜€. Walaupun masih standar (untuk tidak dibilang jelek 😁) tapi beliau terus mendorong saya untuk tetap menulis. Minimal 4 tulisan perbulannya.
 
Disisi lain blog guru saya pun makin dikenal. Tulisannya dibaca sana-sini. Penghasilannya pun mengalir deras, dari iklan, review dan permintaan lainnya. Blog nya pun bertransformasi dari free domain menjadi Top Level domain (ini nih yang bikin saya ngiri!). tulisannya mengalir lancar dengan trafic yang terus meningkat. Sedangkan disisi lain badai malas dan bosan pun mulai melanda saya.
Akhirnya saya pun berkonsultasi mengutarakan problematika saya. Dia pun menegur saya dengan sebuah postingan, “Sumpah bikin blog itu gampang, yang sulit itu merawatnya”. Akhirnya saya pun terlecut dan kembali bersemangat menulis.
 
Memang saya akui sebagai blogger naik turunnya semangat dan mood menulis memang sering terjadi, nah untuk mengantisipasinya berikut saya beri tips sebelum kita lanjutkan ceriita saya πŸ˜€. 

Bagi yang sudah berkeluarga, anak dan istri merupakan motivasi terbesar. Seperti yang guru saya sering ucapkan saat saya bertanya motivasinya; untuk susu dan popok anak dirumah. Alhasil pun kini tulisannya banyak membahas tentang pengalamannya menikah dan mengasuh si buah hati.
 
Untuk pelajar, bujang, dan –maaf- para jomblo. Kita bisa memosisikan orang tua sebagai motivasi, serta berbagai macam hal lainnya. Setidaknya kita punya mood booster setiap kali kita merasa jenuh dengan aktivitas bloging kita. Selain itu biasakan berselancar dan berkomentar di blog orang lain untuk menambah jaringan serta menemukan inspirasi dan masukan dari orang lain.
 
Nah yuk lanjut, karena blog guru saya ini sudah .com atau TLD istilahnya saya pun benar-benar sangat iri. Terlebih blog saya hanya blog gratisan yang tak terlalu dilirik oleh khalayak seiring merebaknya isu hoax.
 
Akhirnya muncul semangat dalam jiwa saya untuk menekuni dunia blogging lebih jauh lagi. Hal pertama yang saya lakukan adalah konsisten menulis, dengan target minimal 4 tulisan per bulan. Dengan hal tersebut, saya menegaskan bahwa blog saya masih hidup dan si empunya tidak pernah putus kretifitas dan imajinasinya 😁.
 
Pembenahan kedua yang saya lakukan adalah perbaikan template. Saya pun mengotak-atik pengaturan blog saya, tambah sana sini, hapus sana sini dan bermacam hal lainnya. Eh, yang terjadi adalah blog saya jadi makin berat dan lama di muat oleh browser, akhirnya saya pun menabung dan membeli template responsive dengan tampilan sedrhana dengan budjet yang juga seadanya hasil dari giveaway blog sebelah πŸ˜€.
 
Akhirnya blog saya pun mulai dikenal, beberapa orang berkomentar memberi masukan, saya pun mendapat beberapa kenalan sesama blogger yang tidak enggan berbagi ilmu. Dengan senang hati mereka memberi masukan dan komentar terkait tulisan dan postingan saya. Salah satu teman saya pun mendesak agar saya segerah men TLD kan blog saya. Berbekal pertimbangan dari teman saya dan hasil searching di google akhirnya saya pun berkenalan dengan “Domainesia”. Sebuah situs penyedia hosting dan domain terpercaya di Indonesia.
 
Awalnya saya tak percaya, takutnya hoax-hoax juga πŸ˜€. Tapi setelah sekian  banyak testimoni serta hasil observasi sendiri ke beberapa blog saya pun tertarik dengan Domainesia. Langkah awal yang saya lakukan pun membiki akun di Domainesia.
 
Cara bikin akunnya pun cukup mudah, tak perlu terlalu banyak verifikasi serta sistem pendaftaran yang njlimet. Cukup mengisi kolom pendaftaran dan melengkapi data registrasi kita sudah bisa mendapatkan akun Domainesia.
 
Saya pun mencari-cari nama domain yang sekiranya cocok untuk blog saya. Awalnya saya bingung dengan cara setting serta penyesuaian blog kita. Tapi memang dasar Domainesia, mereka adalah penyedia “Hosting untuk pemula” terbaik. Dengan berbagai tutorial serta video pembantu yang tersedia yang kesemua offisial dan dijamin proses peng TLD an blog pun jadi mudah dan cepat. Pokoknya cihuy mantap dan luar biazah !
 
Weitsss, tidak hanya itu. dengan instant deploy dari Domainesia kita tidak perlu menunggu lama proses pengaturan DNS dan top up blog kita menjadi TLD. Tak perlu waktu lama blog kita pun sudah terdaftar sebagai blog TLD.
 
Tapi problematika klasik masih menghantam saya, sebagai seorang pelajar saya masih dalam proses pengumpulan uang untuk membeli domain berbayar untuk blog saya.. dengan harga yang merakyat, dalam waktu dekat blog saya sudah siap untuk menjadi .com (semoga segera terealisasi, nunggu saya pecah celengan πŸ˜‚, malu dong minta ke orang tua mulu πŸ˜€) 

Itulah cerita saya tentang bloging dan Domainesia. Masih ragu pilih penyedia hosting? Coba aja Domainesia, penyedia hosting untuk pemula terbaik dan ter the best di kelasnya 😁

Salam hangat dari situbondo πŸ˜€


Sunday, 12 November 2017

Kopi dari Masa ke Masa, dari Minuman Hingga Kritik Sosial


Disadari atau tidak kopi telah memberi warna tersendiri bagi budaya di seluruh dunia. Menurut sejarah, kopi berasal dari Eitopia. Memang terdapat banyak sekali cerita rakyat ataupun legenda. Tapi, data paling konkret yang ditemukan sejarawanbahwa terdapat perdagangan kopi pada sekitar abad ke 15 antara Eitopia dan Yaman. Sejak saat itu kopi pun menyebar dan terus berkembang.

Seiring berjalannya waktu kopi mulai menyebar dan mulai mendapatkan tempat di masyarakat. Dimulai dengan pendirian kedai kopi pertama di turki lalu merambah ke eropa. Indonesia pun tak luput dari fenomena tersebut. Dibawah kolonialisasi belanda sekitar abad ke 17, Belanda mendirikan kebun kopi pertama di daerah Jakarta Timur. Sayang tempat itu tidak bertahan lama karena gempa bumi dan banjir yang melanda.

Belanda yang menyadari potensi kopi dan kekayaan alam Indonesia yang memiliki tanah yang subur. Belanda pun memindahkan perkebunan tersebut ke daerah pegunungan di sekitar Jawa barat. Terhitung mulai tahun 1711 kopi Indonesia mulai booming dan menarik perhatian eropa selain produk cengkehnya.

Seiring merdekanya Indonesia, kopi jadi makin lengket dan tak  terpisahkan dengan rakyat Indonesia. Sebuah perbincangan seakan tidak lengkap tanpa secangkir kopi diantaranya. Perdebatan yang panas pun bisa mencair dengan disuguhkannya kopi. Sampai sekarang masih belum ada yang bisa menjelaskan fenomena tersebut π©€

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 setalh Brazil dan Vietnam, kopi telah bertranformasi menjadi budaya dan ciri khas. Setiap teritori memiliki kopi khas masing-masing. Sebut saja kopi walik di Aceh yang cara penyajiannya engan cara membalik gelas berisi kopi diatas sebuah piring kecil. Untuk meminumnya pun kita harus membukagelasnya secara perlahan. Kopi sanger yang disaring dan ditarik berkali-kali, serta kopi joss khas Jogya yang mencampurkan kopi dengan arang panas.

Selain itu diseluruh dunia juga terdapat budaya minum kopi dengan nama dan cara yang berbeda. Ada upacar Buna tetu di Etiopia, Fika di Swedia, Merienda di negara-negara Amerika Latin, dan budaya minum kopi lainnya. Setiap negara memiliki tradisi serta budayanya masing-masing.
Terlepas dari berbagai budaya tersebut, kopi juga merupakan sarana kritik sosial. Hal itu tampak dari fenomena kritik sosial yang terjadi di Indonesia melalui sindiran di gelas kopi dan seni-seni kontemporer penghias kedai-kedai kopi. 

Kopi telah meluruh dengan masyarakat, membudaya sehingga tidak dapat terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Secangkir kopi dipagi hari sudah menjadi rutinitas yang tidak dapat lepas. Oleh karena itu selain berpengaruh terhadap budaya, seperti yang telah saya paparkan diatas. Kopi juga kini punya andil dalam memberi kritik sosial 
Seiring perjalanan sejarah kopi telah bertransformasi dari sekedar minuman menjadi budaya danmenjelma kritik sosial. Kopi akan terus bertransformasi dan mendapatkan tempat di masyarakat.Toh, selama hal itu baik, kenapa tidak?
Salam hangat dari Situbondo π©€

Mifi M5 dari Smartfren, Partner Tangguh Generasi Zaman Now


Kita sekarang hidup di zaman globalisasi. Semua orang dapat terhubung dengan mudah. Selama memiliki koneksi kita dapat bersua wajah via Video call dan berbincang melalui berbagai macam aplikasi pesan instan di perangkat cerdas kita dan masih banyak kemudahan lain yang bisa kita dapat.

Seiring berkembangnya zaman, konektivitas hampir menjadi kebutuhan setiap individu. Tanpa konektivitas kita seakan terjebak dalam  ruang lingkup yang terbatas. Terlebih dengan semakin majunya teknologi, para provider internet berlomba memberikan kualitas servis terbaik bagi para konsumennya.

Kini, dengan hadirnya teknologi 4G, kegiatan selancar di dunia maya menjadi semakin mudah, cepat, dan lancar. Sayangnya, tidak semua wilayah di Indonesia bisa merasakan cepatnya koneksi 4G. Teknologi 4G masih belum tersebar secara merata di seluruh Indonesia.

Pernah kah kalian naik ke atas pohon, keatas atap, atau  ke tempat tinggi lainnya untuk mencari sinyal? Jika pernah, berarti kalian sedang berada di daerah yang memiliki penetrasi sinyal yang tidak terlalu bagus. Fenomena ini merupaka cerminan nyata butuhnya masyarakat akan konektivitas, terlebih generasi milenial dan Kid zaman now sangatlah lekat dengan internet. Dijamin, jika kita terjebak dalam situasi tersebut kita akan kecele dan mati gaya.

Saya sendiri, sebagai bloger, gamer, dan influencer juga bergantung kepada koneksi internet. Tanpa koneksi kegiatan blogging, gaming, dan influencing kita akan terganggu. Kita yang sedang asyik-asyiknya main game akan terhenti oleh lingkaran asing yang berputar-putar di layar perangkat kita, nyebelin banget kan!

Tapi sekarang kita tidak perlu takut akan hal itu lagi. Smartfren, sebagai produsen teknologi sekaligus provider jaringan internet di Indonesia meluncurkan produk teranyarnya. Dengan tagline “Live Smart” smartfren meluncurkan modem wifi (atau bisa disebut Mifi) terbarunya. Produk yang dinamai Mifi M5 tersebut didukung dengan chipset Qualcomm MDM 9307 serta teknologi Cat.4 yang mampu mengalirkan internet dengan kecepatan hingga 150 MB per detik. 

Fitur-fitur yang ditawarkan Mifi M5

Tidak hanya itu, sebagai varian terbaru dari lini Mifi lansiran smartfren, perangkat Mifi M5 ini mampu  dipakai oleh 32 perangkat secara bersamaan. Sangat cocok untuk digunakan saat berkumpul bersama keluarga atau acara-acara santai lainnya. Dengan sokongan baterai berkapasitas 3.250 mAh Mifi M5 dapat bertahan hingga 20 jam dengan pemakaian normal. Selain itu, dengan kapasitas baterenya, Mifi M5 juga bisa digunakan sebagai power bank bagi perangkat cerdas anda.

Untuk mendukung transfer data, Mifi M5 juga mampu menjadi USB OTG dan media kirim file melalui wifi. Dengan spesifikasi diatas, Mifi M5 adalah pilihan tepat para sosialita zaman now. Kita dapat dengan mudah berkirim file tanpa perlu ribet mencari kabel data dan alat transfer file lainnya. Tentunya dengan teknologi yang terbenam dalam Mifi M5 kecepatan transfer file dijamin cepat dan tanpa hambatan.

Sebagai baguian dari kampanye internet 4G Smartfren, mifi M5 dilengkapi dengan  paket data sebesar 150 Gb selama 12 bulan sebagai bagian dari paket pembelian. Dengan harga di kisaran 1 juta, serta jaringan 4G tercepat dan terstabil Mifi M5 sangatlah reccomended bagi para sosialita dan para pengguna internet zaman now π¨Ύπ©€

Yuk, kita Live Smart dan beralih ke jaringan 4G tercepat dan terstabil dari Smartfren.
Salam hangat dari Situbondo π©€

Wednesday, 8 November 2017

Hidup itu Soal Uang, Uang, dan Uang

Selamat pagi, siang, sore atau malam. Semoga pembaca sekalian selalu dalam kondisi terbaik dan sehat lahir batin. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak kalian untuk berpikir. Berimajinasi untuk memikirkan kembali tujuan dan eksistensi kita di dunia ini.

Mari kita mulai, sejak kecil mungkin kita sudah di doktrin untuk sekolah setinggi-tinggi nya. Menjadi sukses, kaya raya sehingga di masa tua kita akan merasa tenang dan tinggal menikmati perjuangan hidup kita semasa muda.

Hal tersebut yang sudah sangat pasti ditanamkan oleh setiap orang tua kepada anaknya. Tapi, pernahkah kita berpikir. Untuk apa kita sukses? Untuk apa kita kaya? Baiklah, coba kita runut.
Kita sekolah untuk kuliah, kita kuliah untuk kerja, kita kerja untuk uang.  Segala sesuatu sekarang muaranya pasti uang. 

Memang lucu, tanpa uang kita tidak bias berbuat apa-apa. Baik di dunia nyata maupun dalam game pasti kita butuh uang. Jika sejak kecil generasi kita sudah dididik dengan paham kapitalisme seperti ini, jangan melongo mendapati negara kita dipenuhi koruptor dewasa ini.

Kita tidak bisa menyalahkan pihak tertentu atas fenomena ini. Yang jelas jika hanya merutuki dan tak berbuat apa-apa tidak akan pernah ada yang terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah malah semakin membuatnya runyam tak berujung.

Maka mari kita renungkan beberapa hal berikut. Dalam sebuah tulisan, Emha Ainun Najib pernah menuliskan tentang uang dan manusia. 

Sudah jelas uang 10 ribu bias memperbudak manusia, tapi manusia tidak pernah bias memperbudak uang

Sebuah pernyataan yang cukup signifikan menggambarkan hubungan manusia  dan uang. Maka terasa benar lah jika 3 hal yang menjadi momok bagi manusia adalah takhta, harta dan wanita.
Anehnya, banyak orang yang sudah tahu dan paham bahwa hidup itu hanya soal uang, uang dan uang. Tapi mereka masih ngotot mencari uang dengan bekerja sebagai guru, pegawai negeri sipil dan pekerjaan public lainnya. Tapi itu memang kodrat manusia. Setiap manusia pasti menginginkan keselamatan dan kekayaan, jika tidak menginginkan keselamatan dan kekayaan bukan manusia mereka.

Bukankah sudah banyak sekali orang menulis tips cepat jadi kaya. Intinya kalua mau kaya ya jadi pengusaha, tapi masih banyak saja orang yang kepingin kaya dengan jadi guru, pegawai negeri sipil, pejabat dan jabatan lainnya. Kalua kita kalkulasikan, semua pekerjaan tersebut lebih banyak mengabdinya ketimbang usahanya. Kalau kita bekerja sebagai  guru yang dicari uangnya, yang jadi korban ya muridnya. Kalau kita jadi pejabat yang dicari uangnya yang sengsara ya rakyatnya.

Coba kita pikir, sudah jelaskah tujuan kita bekerja? Mau kaya? Ya jadi pengusaha, cari pekerjaan, kalua tak bias ya bikin lapangan pekerjaan. Dalam islam pun diajarkan, 9 dari 10 pintu rezeki itu berdagang. Anehnya masih banyak yang ngeyel cari uang lewat jabatan public.

Orang mungkin banyak yang berkelit, jadi pengusaha itu sulit, sudah, butuh banyak modal, dan berbagai macam alasan lainnya. Saya beri tahu, jadi pengusaah itu tak butuh modal yang banyak, tak butuh wajah yang tampan, yang kita butuhkan hanyalah mental. Meskipun kita kaya tapi mental kita miskin, saya yakin kita tidak akan pernah merasa kaya. Hasilnya kita merasa kurang dan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan uang. Daripada kita melakukan hal tersebut, lebih baik kita menjadi pengusaha.

Iya, jadi pengusaha itu hanya butuh mental. Banyak sekali cara jadi pengusaha, berikut beberapa diantaranya
BOSOL : Berani, optimis, Sertifikat Orang Lain
BOBOL : Berani, Optimis, Biaya Orang Lain
BOOOL : Berani, Optimis, Otak Orang Lain
BOTOL : Berani, Optimis, Tenaga Orang Lain

Dan masih banyak cara lain sebagai pengusaha, silakan cari referensi melalui buku atau tanya-tanya kepada teman-teman sekitar. Ilmu itu banyak, silakan buka mata anda, sungguh ilmu itu terbentang luas di dunia ini. Masih takut jadi pengusaha? Optimislah, jadilah berani.
Pelaut yang tangguh pasti diuji dengan badai yang ganas.

Janganlah menyerah sebelum kalian mencoba. Karena kegagalan terbesar adalah menyerah sebelum mencoba. Jika kita kalah kita bias mengulang, jika kita gagal kita bias memulai lagi, jika kita salah kita bias memperbaiki, tapi jika kita menyerah maka habis sudah.

Nah, sekarang coba kita renungkan! Sudah benarkah tujuan kita bekerja? Kita bekerja untuk uang atau mengabdi?

Sekian, salam hangat dari Situbondo 😊
sumber gambar :theatlantic.com


Saturday, 4 November 2017

Pustaka Kopi, Sebuah Aksi Cerdaskan Bangsa


Berbicara kopi, kita pasti akan teringat bermacam citarasa kopi nusantara yang terdapat di berbagai pelosok Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kopi ciri khas masing-masing.  Indonesia pun dikenal sebagai produsen kopi terbesar ke 4 di dunia. Dipimpin oleh brasil dengan produksi 2,9 juta ton kopi/ tahun, lalu Vietnam dengan 1,65 juta ton kopi/ tahun, tempat ketiga ditempati Kolombia dengan total produksi 840 juta ton kopi/ tahun lantas diikuti Indonesia dengan jumlah produksi sebesar 639 juta ton kopi/ tahun (data Kemenperin.go.id).
Meskipun hanya menempati posisi ke empat, geliat industri kopi dari produsen kopi hingga warung kopi sedang menggeliat akhir-akhir ini. Bermacam fenomena yang terjadi dibungkus secara kreatif oleh pengusaha industri kopi sebagai momen dan daya levitasi penjualanm produk mereka. Hal ini selaras dengan data yang di terbitkan  oleh perusahaan order makanan daring yang menyebutkan permintaaan pemesanan kopi mendapatkan kenaikan yang signifikan.
Dari fenomena tersebut kita bisa menarik kesimpulan, kopi memang telah menyatukan bangsa kita di situasi yang sedang tak menentu ini. Kopi mampu menjadi crowd control yang meminimalisir konflik. Pembicaraan yang tegang bisa cair dengan secangkir kopi.  Beruntungnya para pengusaha muda mampu melihat peluang ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Lebih jauh lagi, cita rasa kopi nusantara yang bermacam-macam juga turut diapresiasi. Ini terbukti dengan diadakannya bermacam festival kopi, sebut saja festival kopi Ijen dan bermacam festival serta even lainnya.
Sejauh ini, kopi telah banyak berkontribusi menjadi pengatur keramaian yang baik. Sering ide-ide brilian muncul saat kita sedang santai ngopi. Maka pantas lah jika kita juga menyebut kopi turut berpartisipasi mencerdaskan generasi bangsa. Tak percaya, coba kita pergi ke Jogya, bisa dengan mudah kita temui mahasiswa berdiskusi sambil ngopi. Ini adalagh suatu awal yang bagus.
Sayang fenomena ini tidak terlalu diperhatikan oleh pebisnis kopi. Dari hasil pengamatan penulis para pengusaha kopi lebih berorientasi kepada keindahan interior dan eksterior warung kopi mereka. Jika kita cermati kita bisa menyisipkan kampanye literasi di sudut-sudut warung kopi. Sebutlah, kita membuat sudut baca, pustaka mini, atau hal lain yang berbau literasi. Maka kopi yang hanya menonjol sebagai penyatu rakyat juga akan berkontibusi me-melek-an masyarakat akan literasi.
Isu literasi adalah sebuah isu urgen yang perlu segera diatasi. Bermacam survey meletakkan Indonesia di urutan buncit negara dengan tingkat literasi -Silakan googling untuk informasi lebih lanjut tentang tingkat literasi Indonesia-, oleh karenanya, fenomena kopi yang sedang naik daun setidaknya juga bisa ikut berkontribusi terhadap tingkat literasi bangsa.
Disisi lain, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Merebaknya literasi instan, serta banjir hoax juga patut diperhitungkan. Tapi, tanpa meributkan hal tersebut ada baiknya kita memulai dari individu kita sendiri. Mari mulai mengkampanyekan kesadaran literasi.
Dari sekian warung kopi yang telah penulis singgahi, pernah penulis temukan beberapa warung yang menyediakan pojok baca bagi para pelanggannya. Walau hanya bebrapa warung yang menyediakan hal tersebut, tapi itu adalah suatu berita bagus bagi kita semua.
Terpikirkah anda untuk ikut berpartisipasi mengkampanyekan kesadaran literasi? tak perlu mencari modal yang banyak, cukup mulai dari individu masing-masing. Budayakan membaca, karena selain meningkatkan tingkat literasi juga berkontribusi menangkal fenomena banjir hoax yang sedang melanda negara kita.
Terlepas dari kopi yang menjadi fenomenal akhir-akhir ini, terdapat banyak cara menggugah semangat literasi.  Mari berjuang meningkatkan kesadaran literasi, mulailah dari individu masing-masing. Target realistis yang bisa kita capai adalah meningkatkan minat baca dalam upaya pemberantasan hoax.
Akhir dari tulisan ini, saya berharap pembaca dapat tergugah dan ikut berpartisipasi –walau tidak langsung- dalam upaya penigkatan kesadaran literasi. Jadilah kreatif dan jangan mau dikalahkan oleh zaman. Kopi aja bisa bersaing, masa kamu enggak?
Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, 1 November 2017

Kid Zaman Now, Fenomena Kreatif atau Pembodohan?

From : Google.com
Akhir-akhir ini kita mulai familiar dengan ungkapan kid zaman now. Ungkapan yang sering digunakan untuk menyindir kelakuan para pemuda yang jauh sangat berbeda dengan generasi pendahulu. Jika dahulu pemudanya tertib dan beradab, tapi sekarang jauh berbeda. Entah apa nama yang pantas, tapi memeang kenyataannya sudah jauh sangat berbeda.
Dalam tulisan ini kita tidak akan berdiskusi jauh tentang keadaan pemuda dan kiat untuk membuat mereka menjadi generasi emas yang beradab. Tapi kita akan membahas fenomena kid zaman now  yang sedang populer dan  kaitannya dengan bahasa negara kita.
Menurut penulis, secara pemakaian. Ungkapan kid zaman now adalah suatu bentuk kreatifitas yang digunakan oleh sekelompok orang untuk memberikan kritik terhadap sekumpulan orang yang lain dengan harapan dapat menjadi lebih baik. Patut kita acungi jempol, bahwa masih ada niatan dan inisiatif untuk berubah dari pemuda itu sendiri dengan merebaknya ungkapan tersebut untuk menyindir kondisi pemuda dewasa ini.
Sayang, disisi lain, pemakaian bahasa yang sepotong-sepotong juga merupakan sesuatu yang tidak baik. Lebih baik sekiranya jika dilakukan pemakaian bahasa secara menyeluruh atau penciptaan bahasa baru melalui berbagai cara kebahasaan. Karena negara kita memiliki bahasa sendiri dan dengan penggunaan bahasa yang sepotong-sepotong bisa menciptakan kesalah pahaman.
karena pemakaian serta pemahaman yang separuh-separuh bisa berbuah pemahaman yang salah. banyak isu radikalisme, terorisme yang hampir kesemuanya berasal dari pemahaman yang setengah dan tidak menyeluruh tentang jihad. oleh karena itu penggunaan bahasa yang separuh-separuh sepatutnya dikurangi. Al-Quran yang sudah absolut saja jika dipahami setengah-setangah itu tidak bagus, apalagi yang lain?
Karena bahasa indonesia adalah bahasa ibu, dann setiap orang belajar bahsa indonesia secara otodidak melalui lingkungan. Jika kita lihat materi kebahasaan seperti tata bahasa indonesia di buku pelajaran bahasa indonesia di tingkat SD, SMP, SMA sungguh hanya memuat sedikit sekali materi tata bahasa, tapi lebih kepada materi sastra. Bagaimana kita mau mempertahankan bahasa indonesia, bahasa yang telah mempersatukan kita jika ungkapan-ungkapan sepotong-sepotong seperti itu menjadi buah bibir dan familiar di telinga kita?
Jika hal tersebut terus terjadi, perlahan bahasa indonesia akan luntur, akan sirna. Maka lebih baik untuk kita, memulai dari diri sendiri memakai bahasa yang baik dan benar. Jangan campur aduk bahasa tersebut. Jika kita ingin berbahasa indonesia, silakan berbahasa indonesia. Jika kita ingin berbahasa asing, silakan berbahsa asing secara utuh. Karena bukan hanya soal tata cara kebahasaan tapi bagaiman kita menghargai bahasa indonesia sebagai bahasa kesatua. Bagaimana kita memiliki nasionalisme melalui bahasa yang kita pakai sehari-hari.
Terlepas dari pro kontra tersebut, fenomena ungkapan kid zaman now merupakan sesuatu yang juga bagus karena merupakan ikhtiar dari kaum muda sendiri untuk berubah. Tapi, secara kontinu. Sifat bangga berbahasa indonesia yang baik perlu ditanamkan dengan baik. Jika hal ini terus terus berlarut, mungkin suatu saat nanti bahasa indonesia akan berubah menjadi bahasa yang entah apa namanya? Jadi mari lestarikan bahasa dan budaya kita.
Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, 25 October 2017

SMA Nurul Jadid Mulai Berbenah, Ini Sekolahku, Mana Sekolahmu?

Kali ini saya akan bercerita tentang sekolah tercinta. SMA Nurul Jadid. Sebagai siswa kelas akhir setidaknya saya pernah bercerita tentang sekolah saya walau hanya sekali πŸ˜€.
Tunggu dulu, apakah kalian tahu SMA Nurul Jadid? Belum tahu? Silakan aja googling atau klik link nya di tulisan ini. Sekedar pendahuluan, SMA Nurul Jadid adalah sekolah menengah atas yang berada dibawah naungan yayasan pondok pesantren Nurul Jadid. Selengkapnya browsing ya kuy... langsung aja deh.
Akhir-akhir ini, dalam upaya mengikuti perkembangan zaman, serta pelaksanaan program-program kerjanya, SMA Nurul Jadid kini mulai berbenah. Banyak infrastruktur yang diperbarui dan mendapat renovasi. Fasilitas yang rusak pun diperbaiki. Alhasil panorama SMA Nurul Jadid pun makin indah.
Lebih jauh lagi, untuk mengikuti perkembangan zaman serta menyesuaikan diri dengan peraturan pondok pesantren Nurul Jadid yang menerapkan sistem full day school.  Siswa bersekolah dari jam 7 sampai jam 3. Rinciannya sebagai berikut. Dari jam 7-9 pagi diisi dengan pendalaman diniyah lalu dari jam 9-3 sore diisi pelajaran formal dengan satu istirahat saat adzan duhur. 
Guna menyikapi peraturan tersebut, SMA pun mendirikan sudut cafetaria. Wih,, sekarang siswa gak perlu jauh-jauh cari cemilan. Alat-alat tulis pun tersedia. Lengkap lah. Harapannya siswa tak perlu repot-repot meyediakan bekal serta sebagai tempat praktik kegiatan ekonomi bagi para siswa program IPS.
Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut juga akan segera dibangun sudut merchandise yang menyediakan bermacam hal yang berbau SMA Nurul Jadid. Untuk sementara sudah tersedia beberapa macam design kaos yang lumayan keceh dan keren. Kuy di cek beberapa contohnya.



ssst, yang mau pesan bisa hubungi CEO blog ini ya, via medsos. direct message atau PM saja biar lebih akrabπŸ˜€

Sayang, penulis sedikit kecewa dengan pengelolaan sistem  integrasi informasi melalui web di SMA Nurul jadi yang masih belum dikelola secara baik. Alhasil website SMA Nurul Jadid pun mangkrak dan tidak ter-update update hehehe πŸ˜€. Semoga kedepannya bisa diperbaiki dan menjadi lebih baik serta dapat menstimulan sekolah lain yang webnya juga mangkrak untuk memperbaiki kinerjanya
Sebagai penutup, semoga sekolah saya dan seluruh sekolah di seluruh Indonesia bisa jadi lebih baik danmenghasilkan generasi emas yang bisa mendongkrak pamor bangsa dan mengentaskan masalah-masalh sosial yang sedang melanda.
Itu sekolahku, Mana sekolahmu?
Salam hangat dari Situbondo

Monday, 23 October 2017

MENGANGKAT MARWAH BANGSA: hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk Indonesia

10 tahun lagi,  banyak ahli memprediksikan indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Ada yang menyetakan bahwa indonesia akan berada di jajaran 5 besar negara dengan ekonomi terbesar pada 2030. Lantas patutkah kita berbangga dengan hal tersebut?
    Bank dunia pun memuji kinerja ekonomi indonesia melalui pernyataannya tentang ekonomi Indonesia yang mengalami ertumbuhan paling stabil di ASEAN. Lantas harus kita sesumbar? Tidak, semua predikat itu seharusnya memunculkan sikap siap tanggap untuk menyongsong masa depan.
    Memang sudah menjadi kenyataan bahwa negara kita memiliki populasi penduduk yang melimpah, hal tersebut pun menjadi berkah karena kita diprediksi akan segera mendapatkan bonus demografi, yakni saat dimana angkatan tidak produktif populasinya lebih sedikit dari angkatan produktif. Jadi,  ketergantungan angkatan tidak produktif terhadap angkatan produktif menurun.
    Hal tersebut diatas adalah suatu momentum untuk mengangkat marwah bangsa. Membangunkan singa yang telah lama tertidur. Tapi, semua hal tersebut tidak dapat dengan mudah kita dapatkan. Pendidikan yang layak perlu digalakkan. Pengangguran perlu dientaskan. Oleh karena itu penulis lampirkan beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia.
  • Menggalakkan minat baca, tak perlu jauh-jauh ke orang lain. Mulailah dari diri sendiri lalu pengaruhi lingkungan kita. Dengan membaca kita tahu banyak, dengan membaca kita menjadi berpendidikan. Oleh karena itu mari kita berkontribusi dengan menumbuhkan minat baca mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu karena tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri.Setelah menumbuhkan minat baca diri sendiri kita bisa menumbuhkan minta baca orang lain melalui diskusi, bincang buku, dan kegiatan remeh lainnya. Membaca itu menyenangkan.
  • Manumbuhkan sifat toleransi. Sekarang ditengah kemajemukan yang semakin nyata, sifat toleransi perlu ditumbuhkan. Oleh karena itu dengan menghargai satu sama lain. Tidak berkata jorok dan buruk, kita secara tidak langsung sudah berkontribusi untuk indonesia. Karena sebenarnya bibit permusuhan berawal dari penolakan dan gengsi antar golongan, oleh karena itu yuk kita hapus permusuhan kita semai perdamaian dengan rasa toleransi dalam dada. Jadilah warga negara yang baik yang menghargai perbedaan. Karena perbedaan itu berkah.
  • Bersikap optimis. Sebagai warga negara bersifat optimislah. Berjuanglah semampumu. Dalam islam, idah yang paling mulya adalah jihad. Tapi jihad tidak selamanya bermakna perang. Jihad melalui pekerjaan juga termasuk jihda yang mulya. Maka sebagai pelajar, belajarlah yang tekun. Sebagai pengusaha, berusahalah yang benar dan memberikan maslahat bagi sekitarnya. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.  Oleh karena itu berjuang sesuai kemampuan dengan selalu bersikap optimis adalah suatu upaya menyongsong indonesia yang lebih baik.
  • Terkahir, yuk kita bangga berbahasa indonesia, memakai produk indonesia dan berbudaya indonesia. Mari kita kenalkan budaya bangsa dengan bangga memakainya, menunjukkannya. Karena budaya adalah identitas dan budaya kita adalah kita sendiri, jadi jangan pernah malu menjadi diri sendiri, terlepas dari segala kekurangan setiap individu pasti memiliki kelebihan masing-masing. Semangatlah jangan pernah menyerah.
Akhir kata. Terus berjuang. Salam hangat dari Situbondo😊

Thursday, 5 October 2017

Liburan Maksimal dengan Biaya Minimal, mau?

Dizaman modern seperti sekarang travelling menjadi kegiatan yang mudah. Dengan gadget kita bisa tahu banyak hal tentang destinasi tujuan kita. Nah, bung. Dalam tulisan ini kita akan bicara tentang beberapa tips mendapatkan liburan maksimal dengan biaya minimal. Siapa sih yang gak mau? Langsung aja yuk!

Ketahui Destinasi Kita
  Sebelum berangkat kita harus sudah tahu destinasi tujuan kita. Itu meliputi moda transportasi, kurs mata uang, rute, peta, makanan, penginapan dan hal-hal mendasar lainnya. Tak perlu bingung. Dengan adanya internet hal tersebut dengan mudah kita lakukan. Oleh karena itu penting untuk kita tahu tujuan kita terlebih dahulu. Dengan tahu, maka kita akan siap berlibur ke tempat tersebut.
Hal penting yang mungkin harus dicatat adalah:
  Peta, hal pertama yang harus kita dapatkan adalah peta. Dengan peta kita tahu seluk beluk destinasi kita. Gk mau kan kesasar saat berlibur. Oleh karena persiapkan peta liburanmu.
Kedua adalah cek kurs mata uang negara tujuan kita. Berapa harga rata-rata makanan disana. Berapa harga tiket masuk destinasi wisata kita. Dengan mengetahuinya kita bisa mempersiapkan dompet kita sebaik mungkin. Tentunya dengan bantuan internet kita bisa menemukan tempat-tempat bintang 5 dengan harga kaki 5. Bung, manfaatkan gadgetmu bung! πŸ˜‚

Beli Tiket jauh-jauh hari
Kenapa harus jauh-jauh hari? Karena dengan membelinya jauh sebelum keberangkatan, kita akan memiliki banyak opsi tiket. Dari yang termurah hingga yang termahal. Nah jika kita membelinya tepat dihari H besar kemungkinan kita akan kehabisan tiket atau hanya kebagian tiket kelas bisnis yang harganya lumayan mencekik dompet heheheheh πŸ˜‚
Nah seperti poin sebelumnya, penting bagi kita untuk tahu rute dan seluk beluk destinasi kita terlebih dahulu. Jadi kita tinggal menikmati liburan karena sudah siap sebelumnya. πŸ˜‚

Cari Promo (Lihat Kalender)
  Ini nih yang bisa kita lakukan untuk menghemat ongkos jalan. Lihat promo. Banyak sekali promo yang berseliweran, bisa di internet, di Travel Fair dan berbagai macam acara lainnya. Tentunya sambil mencari tahu destinasi tujuan kita, kadang beberapa promo numpang lewat, nah bisa tuh kita cek siapa tahu cocok.!
  Hal yang harus diingat dalam promo adalah tanggal, momen-momen penting biasanya menjadi daya elevasi penyedia jasa tranportasi. Sebut saja musim mudik, haji dan lainnya. Ada banyak sekali promo yang berseliweran nah ini nih saat yang tepat mencari promo dan mempersiapkan liburan yang maksimal.

Berjalan Kaki atau pakai Angkutan Umum
  Entah kenapa orang manca lebih bangga jalan kaki daripada berkendara. Nah, kebiasaan ini mungkin bisa kita tiru saat berlibur. Selain menghemat ongkos juga baik untuk kesehatan. Kita juga bisa menikmati panorama sekitar, berfoto di trotoar. Dan macam aktivitas lainnya.
Tak mau jalan kaki? Coba aja angkutan umum, cara ini lebih murah daripada kita mencharter kendaraan atau taxi. Selain itu kita juga dapat bersosialisasi dengan penduduk sekitar. Nah, momen ini bisa kita manfaatkan untuk mencari tahu destinasi tujuan kita lebih jauh. Mantap kan, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui bung! Mantap!
  Nah hal terakhir yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan liburan yang maksimal dengan biaya minimal adalah mental. Ya, sebagai seorang traveller kita harus kuat mental. Kadang segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya oleh karena itu kita harus siap menghadapi segala sesuatu yang mungkin terjadi.
  Oleh karena itu persiapan matang adalah hal yang sangat perlu, ketahui tujuan kita. Dengan persiapan yang matang maka langkah kita akan jelas dan tak akan mengeluarkan banya uang untuk hal yang diluar perhitungan.
  Well, ingat. Hati-hati lah saat berwisata. Kadang ada calo, promo palsu, pencopet dan hal semacamnya. Tapi sebagai traveller, bermental bajalah bung! Hehehhehe πŸ˜‚ (saya gk ada tips untuk hal ini, karena ini diluar perkiraan dan praduga. Jaga diri saja bung πŸ˜‚) sebagai penutup, nikamti liburan anda, selamat berlibur dan berbahagia.
Salam dari Situbondo

Monday, 2 October 2017

Cinta itu Rumit ! Iyakah?

Pecinta sejati tidak akan pernah berhenti sebelum ajal menjemputnya
  Itu kutipan dalam novel laris karya Tere Liye yang berjudul “Kisah sang Penandai” yang sudah diterbitkan ulang dengan judul “Harga sebuah Percaya”.  Terkesan klise dan biasa yak? Tapi memang seperti itulah adanya.
  Banyak orang yang hanya karena patah hati, putus cinta atau apalah namanya langsung terpuruk! Betul? Banyak... apa sih yang salah ? kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri masing-masing. Saling mengaca kepada kekurangan dan berusaha untuk selalu jadi lebih baik kedepannya.
   Saya heran kenapa sih masih banyak pemuda yang dengan mudah melakukan hal bodoh hanya karena cinta? mereka yang awalnya gagah dan bersemangat mengejar cinta lantas berubah menjadi seorang yang lemah dan rapuh. Waduh.....  janganlah berpikiran sempit bung, dunia ini tidak selebar daun kelor.
   Sebenarnya dengan putus cinta, tidak selamanya hal buruk yang kita dapat. Cobalah berpikir, ada beberapa hal positif yang bisa kita dapatkan. Sebut saja, pengeluaran kita berkurang karena tak perlu lagi biaya buat apel, akhirnya kita bisa lebih hemat. Waktu kita juga semakin fleksibel karena kita bisa bebas tanpa perlu sibuk-sibuk memikirkan sesorang. Nah saat kita puny waktu luang itu manfaatkanlah.
   Tapi kan cinta itu tidak bisa dipaksa?  Kita kan gk hidup dizaman Siti Nurbaya? Okk itu betul, tapi cobalah buka mata bung. Bukalah lebar-lebar. Dunia ini luas. Jalani saja hidupmu, banyak cinta lain yang ada di dunia ini. Mari berpikir! Pernahkah kita kagum pada orang asing yang kita temui di jalan? Pernah kan! Nah dari situlah munculnya cinta.
   Bung, jalani saja hidup, selalu bersikap positif. Jangan lembek hanya gara-gara cinta. karena engkau patah hati lantas terjun ke dunia gelap, dugem, alkohol, obat terlarang. Waduh.. janganlah, hidupmu lebih mahal daripada barang-barang hina itu bung.
Jalanilah hidupmu,  lantas jika engkau mendapatkan pujaan hati maka berjuanglah. Berjuanglah demi apa yang engkau anggap benar. Lantas jika kau masih gagal, berjuanglah untuk bangkit. Memang hidup ini sulit tapi banyak sekali jalan menuju Roma.
   Hidup ini adil, semakin banyak kau berjuang maka semakin banyak juga yang akan engkau dapat! tak percaya, silakan baca kisah Jim dan Nayla di buku “Harga Sebuah Percaya” aneh memang, tapi itu bisa terjadi! Penasaran? Baca dulu dong bukunya.... :D
   Cinta itu memang rumit, tapi jika kau jalani maka akan terasa mudah. Berjuanglah demi cintamu. Dengan cinta semuanya menjadi mudah, tapi lantas jika cinta itu bertepuk tangan janganlah kau dengan mudah patah arah! Janganlah engkau putus asa.
   Maka jika engkau patah hati, tak apalah engkau sakit hati. Tapi asalurkan sakit hatimu itu untuk hal positif, hal-hal yang membuatmu jadi lebih baik. :D nah bagi kalian yang disebut sebagai JOMBLO yang katanya takut ke malam MINGGU, mulai sekarang jangan menyerah, berjuanglah. Jangan mudah menyerah.
    Selama ada kemauan maka pasti ada jalan
Jadi teruslah berjuang bro, bung sekalian....!
   Sebagai penutup, saya mau cerita sebentar. Sebenarnya, alasan adanya tulisan ini karena saya sakit hati. Tapi dalam hati terbersit, tak usahlah sakit ini terus menerus seperti ini. Saya harus bangkit. Masih banyak orang lain, masa depan lain yang menunggu didepan sana.
Jadilah lebih baik bung, jauhi narkoba, jauhi lemah karena cinta. kita ini kuat kita ini hebat. :D
Salam hangat dari Situbondo
#saynotodrug #cintaiturumit

Jangan Jadi Generasi Kerupuk (Motivasi untuk mereka yang terpuruk)

Pernah dengar temanmu mencemoohmu dngan kata kudet, mainstream atau hal seacamnya? pernah? saya pun pernah. jangan minder bung, apalagi kecewa. setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya tertinggal dan dibelakang. tapi jangan jadikan itu alasan unutk berkilah dan bersembunyi
Gentlemen acts to settle everythings down, but the silly hides with so many exuses
   Janganlah mudah menyerah bung, hidup itu memang sulit. jika hidup itu mudah maka sudah banyak orang kaya, tak ada orang miskin. wkwkwkkwkwπŸ˜‚
ah back to topic, well bung. jika engkau terpuruk hal pertama yang harus kamu lakukan adalah duduk, ya duduk. dengan duduk kamu akan merasa lebih tenang. setelah itu kita pikirkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang salah dari kita.
  Tergarlah dalam menghadapi setiap cobaan, jika engkau diuji kala muda maka disaat tua saya jamin anda akan sukse, eitss tapi ingat saat anda diuji anda harus sabar dan terus berjuang. hidup itu adil, karena setiap ujian datang maka akan datang nilai dari ujian tersebut. seperti layaknya orang sekolah, setelah ujian mereka akan mendapat nilai hasil ujian mereka. semakin kuat dan sabar kita maka semakin besar dan manis buah yang akan kita petik diakhir waktu. kalau katanya Pak Dahlan sih
"Habiskan stok kegagalanmu saat masih muda, agar saat tua nanti kamu ak punya lagi kegagalan"
wkwkwkkwπŸ˜‚
   Tapi kan sulit? gak ada yang sulit kok. selama kita mau mencoba. ambil contoh sederhana. kita mau ngeblog lah. kita mikirin SEO, Template, traffic lah dan semacamnya. sudahlah kesampingkan dahulu, kita duduk, kita pikirkan apa yang sebenarnya terjadi. apa yang kita mau, lalu jalani. dijamin kita akan berhasil.
masih tidak percaya, silakan cari biodata orang-orang sukses di sekitar kita, sebut saja Chairul Tanjung si anak singkong, pak Dahlan sang penguasa media cetak Indonesia, dan masih banyak lagi contoh nyata lain. mereka dulu gagal tapi sekarang sukses
   Okelah kita ambil contoh lain, kita suka main game, tidak lantas kita bisa langsung menguasai game tersebut, perlu beberapa kali percobaan sehingga kita tahu seluk beluk agame tersebut. seorang profesional pasti pernah merasakan namanya jadi amatir. setiap orang tua pasi pernah yang namanya merasakan muda. ah bung sudahlah, jangan banyak mengeluh, hidup itu sederhana. kita aja yang bikin rukmit,listrik ah, air lah, pulsa lah, dan lah-lah yang lainnya hehehehehπŸ˜‚
hidup itu sederhana bung, jangan mudah menyerah terus berjuang dan tatap masa depan. akhir kaa perbolehkan saya mengutip quote dari film Batman
"Tuhan membutamu jatuh agar engkau au caranya bangkit"
  Mungkin seperti itu terjemahannya. well terus berjuang bung, karena tidak ada yang bisa langsung jadi hebat.
Salam hangat dari Situbondo 😊

Wednesday, 23 August 2017

Mengatasi Masalah Import Gambar di Corel Draw

Beberapa saat yang lalu saya sempat mendapat masalah dalam msalah editing gambar untuk blog. Akhirnya proses editing gambar pun sedikit mendapat masalah. Beruntung setelah lama-lama mengutak-atik sistem dan pengaturan saya pun berhasil memecahkan masalah tersebut. Berikut sekedar tips dan saran dari penulis bagi sahabat sekalian yang mungkin menghadapi masalah yang sama






Masalah yang saya hadapai adalah gambar yang saya import ke CorelDraw langsung berubah jadi mode grayscale dan bagi hasil kerja yang sebelumnya telah tersimpan hanya menampilkan wireframe nya saja. Seperti SS dibawah ini.

Langsung saja, hal tersebut terjadi bukan karena software failure atau kegagalan software tapi secara tidak sengaja atau tanpa disadari kita mengubah mode preview CorelDraw itu sendiri. Cara memperbaikinya pun cukup gampang. Tingal arahkan cursor ke tab View dan ubah ke mode enchanced dan yey...! gambar kembali mengkilap dan kinclong.πŸ˜€πŸ˜




Ubah ke mode Enchanced

Kinclong lagi kan? yey.....πŸ˜‹



dan selesai, kembali seperti semula !

Nah sekian tulisan ini, semoga bermanfaat. Intinya, dalam menghadapi setiap masalah jangan sampai gegabah. Untuk diskusi lebih lanjut atau komentar tentang masalah lain tentang desain grafis. Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Selamat beraktivitas dan salam hangat dari Situbondo

Monday, 21 August 2017

Sabar (sebuah Cerpen)











“Karena sabar itu tidak ada batasnya, tiap individulah yang menentukan batas kesabarannya.”


**


Guru agama di sekolahku sering bahkan hampir selalu menerangkan tentang keutamaan sabar setelah selesai mengajar satu materi di kelasku. Dari sekian banyak siswa yang hanya mengangguk-ngangguk pura-pura paham atau memang benar-benar paham. Entahlah. Tapi beruntung ada satu siswa di kelasku yang dengan sabar, dan benar-benar sabar mempraktikkan kesabaran yang selalu guru agamaku sampaikan setelah satu materi selesai dibahas. Sobri namanya.


Entah karena memang namanya yang secara arti berarti kesabaran atau memang sejak kecil dididik dengan disiplin agar selalu sabar oleh orang tuanya, tak ada yang tahu pasti. Tapi jika kau mencari orang paling sabar pasti siswa di sekolahku akan menyebut satu nama; Sobri.


Dengan kesabarannya, Sobri dengan mudah diterima oleh tema-temannya. Dia selalu sabar menghadapai masalah yang mendera dan dengan sabar pula mengatasi masalah-masalah yang datang satu per satu. Sungguh aku sangat iri terhadap Sobri, dengan kesabarannya banyak cewek di sekolahku yang membicarakannya, dari sekadar berbincang santai tentangnya, sampai kepo dengan kehidupan Sobri.


Memang kesabaran adalah suatu akhlak terpuji yang jika diterapkan dengan benar akan membawa banyak sekali manfaat, itulah yang kulihat dari sikap teman-teman terhadap Sobri. Maklum aku yang merupakan teman dekat Sobri kenal betul dengan perangainya yang sabar dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Tidak hanya itu, sebagai seorang organisator di sekolahku Sobri juga dikenal sebagai seorang yang pemurah, sering membantu dan merangkul teman-temannya yang membutuhkan bantuan.


**


Sobri dengan kesabarannya memang cukup dikenal di sekolahku. Itulah yang membuatnya seperti yang telah kukatakan sebelumnya menjadi incaran banyak cewek disekolahku. Terlebih rupanya yang bisa dikategorikan rupawan menjadi sebuah nilai tambah baginya.


Sering kudapati Sobri mandapat hadiah dari para pengagumnya, kadang pula mereka salah menaruh hadiah, bukannya ditaruh dilaci Sobri tapi malah nyasar ke laciku yang kebetulan sebangku dengan Sobri. Tapi para pengagum Sobri harus kecewa ketika di suatu pagi yang cerah saat masih sedikit siwa yang datang ke sekolah, di bawah pohon mangga yang tumbuh tinggi di belakang sekolah, dengan sepucuk mawar merah Sobri menyatakan perasaannya kepada Nabila. Sejak saat itu Sobri dan Nabila pun resmi berpacaran.


**


Tapi suatu cerita tidak akan dikenang jika itu berjalan mulus tanpa ujian dan rintangan. Entah memang sudah digariskan atau entah bagaimana, saat hari pertama setelah kenaikan kelas 2 SMA kelaku yang berarti juga kelas Sobri kedatangan satu teman baru. Alex namanya. Seorang anak pengusaha yang pindah ke sekolahku karena tuntutan keluarga jelas Pak Badrul, guru kimia yang mengantarkan Alex dan memperkenalkannya didepan kelas.


Awalnya aku mengira Alex adalah orang baik-baik, tapi seiring waktu aku akhirnya tahu alasan sebenarnya Alex pindah ke sekolahku. Di drop out oleh sekolah sebelumnya karena tingkah lakunya yang sungguh tidak sopan. Walaupun begitu, dia memiliki otak yang lumayan encer.


Hari-demi hari berjalan sebagaimana mestinya, Alex yang notabene murid baru masih mulai beradaptasi. Tapi seiring waktunya Alex jadi semena-mena kepada siswa lain. Mungkin karena gaya hidupnya yang hedonis dan kekayaan orang tuanya yang bejibun membuatnya merasa superior dan spesial. Sering Alex mengintimidasi teman sekelasku entah mengatai mereka hitam lah, bau lah, atau kata-kata umpatan lain yang menyakitkan perasaan. Bahkan sempat pula Alex mengintimidasiku, tapi beruntunglah ada Sobri dan anak buah Alex memisahkanku yang sudah naik darah kala itu.


Hampir seluruh siswa pernah diintimidasi, ada yang acuh, bahkan ada yang emosi. Sobri yang dikenal penyabar pun pernah diintimidasinya, bahkan bisa dibilang Sobri adalah sasaran Alex setiap harinya. Tiada hari tanpa ejekan Alex kepada Sobri kecuali hari itu hari libur atau Alex tidak sedang tidak masuk sekolah. Sobri yang diintimidasi setiap hari tetap sabar dan malah berlaku baik dan sesekali menyindir dengan harapan suatu saat Alex akan sadar dan meminta maaf atas semua kelakuannya selama ini.


Pernah suatu hari Alex datang ke sekolah tanpa membawa apa-apa, tanpa salam dia langsung duduk di bangkunya. Saat guru jam pertama datang dengan gampangnya dia berucap pada Sobri


“Minta penmu Sob, kan katanya kamu sabar, aku gak bawak apa-apa nih”


Melihat hal tersebut aku merasa sedikit kesal tapi Sobri menahanku, lalu dengan ramah dia memberikan bolpoin yang diambilnya dari tasnya


“Tidak sekalian buku dan tipe-Xnya Lex” tanya Sobri menyindir


“Ah.. boleh, boleh” ucap Alex tanpa malu dan sungkan sama sekali. Sobri pun memberikan buku dan Tipe-X yang diambil di tasnya. Sejak saat itu aku pun mulai menjaga jarak dengan Alex tapi tidak dengan Sobri dia tetap sabar dan bersikap ramah terhadap Alex


**


Suatu hari setelah menyelesaikan satu materi, Pak Muhaimin, guru agamaku seperti biasa menerangkan tentang kesabaran.


“Baiklah anak-anak, sambil menunggu bel pelajaran berakhir bapak akan menerangkan tentang sikap sabar”


“Ingat, sabar itu tidak ada batanya, tapi bukan berarti ketika kita dianiaya kita malah tidak berbuat apa-apa dengan dalih bersikap sabar, bodoh itu namanya bukan sabar. Jadi memang sabar itu tidak terbatas, tiap individu lah yang menentukan batas kesabarannya masing-masing”


Setelah menjelaskan hal tersebut pak Muhaimin pun menutup pelajaran dan berlalu meninggalkan kelas.


**


Memang apa yang dikatakan Pak Muhaimin bebrapa hari yan lalu benar. Tapi Sobri kurasa terlalu luas kesabarannya. Alex yang tiap hari kasar kepadanya ia balas dengan sikap kasih dan ramah kepada Alex. Tapi memang setiap orang memiliki batasan mereka sendiri. Begitu juga Sobri yang penyabar.


Suatu siang setelah bel pulang sekolah berbunyi, Sobri berjalan beriringan dengan Nabila, pacarnya. Hal yang Sobri biasa lakukan setiap sepulang sekolah. Tapi siang itu, tanpa babibu Alex langsung menghadang Sobri dan Nabila dan tanpa basa-basi langsut menggaet Nabila yang berada disamping Sobri, dengan santai Alex berucap:


“Aku bawa Nabila ya, dia kan udah bukan cewekmu”


“Nih, kemarin kita jalanbareng, so sweet kan” ucap Alex bangga sambil menunjukkan foto mesranya dengan Nabila. Sobri menjadi bingung, Nabila yang kini berada di samping Alex pun menundukkan kepalanya.


Melihat hal tersebut aku sungguh naik darah, aku yang tepat berada di belakang Sobri sudah siap melancarkan bogem mentahkepada Alex. Tapi sebelum hal tersebut terjadi, dengan penuh amarah Sobri menyumpah serapah: “Kau minta pen aku beri, keu minta buku aku beri, kau minta tipe-x aku beri, sekarang kau minta cewekku, ambil saja boneka rusak tak tahu diri itu! Aku sudah muak, dasar BABI!”


Sobri pun pergi meniggalkan Alex dan Nabila yang terperangah.

Friday, 23 June 2017

Bingung cari hadiah untuk kekasih? kasih aja WPAP

apa itu WPAP? WPAP adalah seni asli Indonesia yang ditemukan oleh bapak Wedha Abdul Rasyid. nah WPAP itu adalah seni tabrakan warna yang tetap mengutamakn kemiripan hasil seni dengan wajah asli objek seni tersebut. nah bagi kamu kamu yang lagi bingung cari hadiah buat si doi, WPAP bisa menjadi alternatif, selain bisa dijadikan gift buat si doi. WPAP juga keren kalau dicetak dikaos. selain itu WPAP juga bagus sebagai pemanis ruangan dan ditempel di dinding?
tertarik? yuk hubungi admin untuk order WPAP dan segala jenis design grafis lainnya




Wednesday, 24 May 2017

Bangsa yang mudah dipecah-belah





Kalau dipikir-pikir, bangsa kita sudah lama merdeka, 71 bahkan hampir 72 tahun kita hidup merdeka, hidup dibawah kedaulatan kita sendiri. Tapi apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini? Bukannya kita sebenarnya (atau seharusnya) lebih baik daripada pendahulu kita?

Mari kita berpikir bersama, apa yang kita lakukan sekarang adalah hasil dari pendahulu kita, hasil perjuangan keras sampai titik darah penghabisan. Tapi kenapa ummat sekarang ini dapat dengan mudah dipecah belah dengan isu yang sepele.

Benar, memang lebih sulit mempertahankan daripada meraih. Lebih sulit mempertahankan kesatuan dan kebinekaan yang dahulu kala menjadi senjata kita untuk merdeka. Maka relevanlah ucapan proklamator kita, “aku beruntung karena hidup melawan penjajah, tapi generasiku akan melawan musuh yang lebih tangguh yakni bangsa mereka sendiri”. Sungguh ironi dimana sekarang kita dapat melihat orang-oprang dengan mudah diadu domba.

Seorang filsuf Jerman pernah berucap “jika egnkau ingin mengadu domba suatu golongan maka gunakanlah agama” sungguh realita yang terjadi memang menunjukkan hal tersebut. Sejak beberpa bulan yang lalu negeri kita larut dalam kekacauan soal agama. Masalah penistaan yang walupun kini sudah jatuh vonis masih menuai konflik. Lalu apa yang terjadi?

Islam yang kita anaut sekarang adalah islam yang sama dengan para pendahulu, begitu juga agama yang lain. Apa yang kita anut sekarang tidaklah jauh berbeda dengan yang dianut pendahulu kita, hanya ada sedikit penyesuaian melalui beberapa musyawarah yang penuh perhitungan. Dan penulis pun yakin, setiap agama, setiap keyakinan tidak menganjurkan para jamaahnya menuai kekacauan. Seluruh agama dan keyakinan mengajarkan betapa indahnya kedamaian dan toleransi. Tapi kenapa kita masih mudah dipecah-belah? Baiklah berikut beberapa hal yang penulis rasa menjadi latar belakang tersebut.

Pertama adalah benyaknya masyarakat yang sekedar ikut-ikut tanpa memahami konteks masalah secara mendalam sehingga tidak tahu duduk perkara secara jelas. Giliran dimintai pertanggung jawaban mereka sembunyi tangan. Hal ini berkaitan dengan budaya masyarakat yang kurang kritis, cenderung menerima dan tidak mentelaah lebih dalam.

Kedua adalah berita simpang siur yang dengan mudah kita temukan, semakin terhubungnya manusia membuat arus informasi semakin mudah. Orang dengan bebas menyampaikan suaranya, tapi sayang kebebasan ini digunakan oleh segelintir orang untuk menyebar kebencian. Sebut saja hate speech, HOAX, serta social bullying. Ketiga hal tersebut dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Maka yang harus kita lakukan adalah membiasakan diri menjadi kritis, tidak mudah bereaksi terhadap sentimen-sentimen yang bersifat mudah memicu pertikaian. Selain itu sebagai pengguna media sosial kita juga harus bijak menggunakan sosial media kita demi kebaikan. Budayakanlah membaca sebelum menshare, dan sisihkanlah waktu untuk bersosialisasi didunia nyata. Selain untuk menjaga silaturahmi juga sebagai sarana penyebar kebaikan sekaligus agar kita tidak gugup saat berhadapan dengan orang lain.

Jadi para pembaca yang budiman, semoga ulasan ini sedikit banyak bermanfaat dan dapat berbuah baik kedepannya. Mari mulailah dari diri kita para pembaca sekalian, karena saya yakin dengan membaca tulisan ini kalian telah berusaha menjadi kritis dengan menimang isi tulisan ini. Semoga bermanfaat dan selamat beraktivitas. Netizen

TIPS Menuli ala Habiburrahman El-Zirazhi




Hari minggu (21/05) kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman El-Zirazhi berkunjung ke pondok pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo sebagai pengisi acara bedah buku “Api Tauhid”. Dan penulis sempat bersua dan juga berfoto bersama kang Abik (foto di akhir postingan). Nah dalam tulisan ini penulis akan membagikan beberapa tips dan saran kang Abik bagi patra penulis.

Kang Abik memulai acara dengan perkenalan lalu membahas akan pentingnya sebuah ide. Beliau menuturkan bahwa sebuah novel bestseller berawal dari sebuah letupan ide yang teramat kecil. Oleh karena itu jangan remehkan ide sekecil apapun. Nah ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula. Saat penulis mendapat ide mereka lalngsung menuliskannya kedalam sebuah naskah, oleh karena itu sering kita temui penulis yang kemudian bingung ditengah karangannya. Penulis jadi stuck, dan tak ada ide sebagai lanjutan cerita. Jadi himbauan kang Abik adalah, supaya kita mendokumentasikan setiap ide yang terlintas.

Nah setelah didokumentasikan lalu apa? Ide yang sudah didokumentasikan lalu dimatangakan dengan cara bertanya dan dijawab, bisa kepada diri sendiri, kepada orang lain, ataupun melalui forum. Dengan bertanya ide kita akang matang dan dengan sendirinya akan tercipta kerangngka cerita yang menarik.

Beranjak kepada plot, agar menciptakan sebuah cerita menarik buat cerita dari sudut yang tidak biasa. Tapi ingat cerita kita harus logis, walupun kita membuat cerita fiktif setidaknya harus ada alasan yang membuat cerita kita menjadi logis. Sebagus apapun cerita kita jika kita bilang menara Eifel ada di Jakarta pembaca akan menjadi bingung dan enggan membaca tulisan kita.

Nah, maksud dari sudut yang tidak biasa itu adalah, anggap saja ada seorang mahasiswa Indonesia mendapat beasiswa studi ke Cairo lalu jatuh cinta kepada mahasiswi Indonesia yang juga dapat beasiswa ke Cairo. Hal itu sudah lumrah dan sering terjadi. Tapi jika kita membuat cerita tentang mahasiswa Indonesia yang kemudian menikahi putri kerajaan Bahrain, nah disitulah ada sudut pandang yang berbeda. And that’s the story. Kang Abik berpesan, buatlah sesuatu yang waw, tapi harus tetap logis dan dapat dicerna akal. Anggapannya batu, kenapa mereka tidak berharga? Karena mereka banyak, sedangkan kenapa berlian mahal karena mereka sedikit.

Lalu yang terakhir, sebagai penulis kita harus peka. Kita harus tanggap akan keadaan sekitar. Kebanyakan novel bestseller sukses karena ceritanya mengena dan benar-benar mencerminkan kehidupan nyata. Oleh karena itu sudut pandang yang berbeda dan kerangka yang logis jika diolah dan dimatangkan akan menjadi sebuah cerita yang seru dan terancam bestseller Hehehehhe :D

Lalu, diakhir acara ada asalah satu santriwati yang mengajukan pertanyaan seperti ini “dalam menulis perlu ilmu apa?” dengan lugas kang Abik pun menuturkan. Dalam menulis tak perlu ilmu. Karena menulis adalah keterampilan, dan keterampilan butuh latihan. Butuh jam terbang. Semakin sering ita menulis, semakin bagus lah tulisan kita. Imbangi juga kegiatan menulis kita dengan membaca. Lalu menulis itu tak butuh ilmu sama sekali? Tidak seluruhnya tanpa ilmu. Kita bisa belajar sambil berproses, kerennya learning by doing. Jadi kita harus terbuka terhadap kritik serta masukan. Jadilah legowo dan menerima kritik selama hal tersebut membangun dan bersifat positif.

Janganlah terlalu mempermasalahkan dialektika penulisan, gaya bahasa. Jika kita hanya berkutat dengan hal tersebut maka tak akan selesai itu tulisan, kita malah hanya berkutat dengan gaya dan kaidah kebahasaan. Menulislah, selesaikan lalu perbaiki. Kira-kira bagian mana yang perlu perbaikan. Bagian mana tyang klise, bagian mana yang jelek dan seterusnya. Intinya harus ada konsistensi, karena konsistensi akan berkata lain. Tomas AlVa Edison penah berkata yang arti nya, apa yang telah saya dapatkan adalah 1% bakat dan 99% keringat. Jadi konsistensi akan menjadi sebuah pembeda.

Dan bagi segenap penulis yang sudah sering menulis dan mencoba mengirimkannya ke media massa tapi masih ditolak, bersabarlah. Penulis sendiri pernah mengalami hal yang sama. Tulisan pertama penulis yang dimuat di media massa adalah percobaan penulis yang kedelapan. Tulisan itupun telah 3 kali penulis koreksi kepada guru bahasa Indonesia di sekolah penulis, tapi saat tulisan tersebut terbit sungguh hati menjadi senang ehhehehehe :D.

Sekian tulisan kali ini, saran masukan terbuka lebar bagi segenap pembaca. Silakan tinggalkan jejak di kolom komenatar atau hubungi penulis secara langsung untuk diskusi lebih jauh. Sekian. Selamat beraktivitas.

Penulis bersama Habiburrahman el-Zirazhi

Friday, 21 April 2017

Artwork 2017

New Logo for 2017

Dyela Nur Fiandita
yuk yang mau order silakan chat mesra admin

Sunday, 9 April 2017

Raline Shah in WPAP



Raline Shah adalah seorang aktris, model dan penyanyi Indonesia yang lahir di Jakarta, Indonesia pada tanggal 4 Maret 1985, yaps, Raline Shah lahir pada tahun 1985, jadi sekarang ini dirinya sudah berumur sekitar 31 tahun, sudah cukup tua, namun wajah Raline Shah masih terlihat muda dan cantik. Raline Shah lahir dari pasangan Rahmat Shah dan Roseline Rahmat, yang mana ayah dari Raline Shah ini merupakan pengusaha, diplomat, juga politisi yang mana ayah Raline Shah ini sudah sangat dikenal karena telah banyak memimpin dan membina berbagai organisasi. Raline Shah menyelesaikan belajarnya di National University of Singapore yang mana disini Raline Shah mengambil bidang Ilmu Politik.

Nama Raline Shah mulai dikenal banyak orang setelah Raline Shah ikut dan menjadi finalis Putri Indonesia 2008 yang mana di ajang ini Raline Shah
menjadi putri terfavorit. Setelah itu Raline Shah mendapatkan banyak tawaran didunia hiburan, baik itu untuk beakting ataupun untuk menjadi bintang iklan.

Ditahun 2012 yang lalu, Raline Shah muncul dalam sebuah film yang berjudul 5 cm, dalam film 5cm ini Raline Shah berperan sebagai salah satu tokoh yang bernama Riani, seperti yang kita ketahui bahwa film 5 cm ini sangatlah terkenal dan mempunyai penonton yang banyak, jadi hal ini membuat para pemainnya menjadi terkenal, termasuk Raline Shah ini. ditahun berikutnya, yaitu ditahun 2013 Raline Shah bermain dalam film yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa yang mana disini Raline Shah berperan sebagai Fatma, film ini cukup sukses dan disusul dengan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2, dan 99 Cahaya di Langit Eropa The Final Edition. (http://seo-mo.blogspot.com/2016/12/raline-shah.html)

April art



Ads Inside Post