Breaking

Kiat Sukses Mendapat Penghasilan Dengan Berkebun Tomat

Kiat Sukses berkebun tomat

Seperti yang sudah saya posting sebelumnya di akun Instagram pribadi saya, saya bakal share tentang beberapa kiat memperoleh penghasilan dengan berkebun tomat. Sebenarnya hal ini adalah kejadian tak terduga. Awal niat saya pergi ke Bondowoso adalah sekedar mengantar mbak saya ulang ke rumahnya, namun karena disana sedang panen tomat dari kebun, saya lantas bertanya banyak hal dan ternyata berkebun tomat dapat menghasilkan pendapatan yang lumayan menjanjikan. 

Disclaimer : uraian yang saya paparkan tidak amat detail. Hanya sekedar uraian umum namun berisi poin-poin yang bisa dikalkulasikan secara pribadi jika ingin mulai berkebun tomat

Sebelum kita lanjut bahas soal kiat dan tips nya, saya akan bahas terlebih dahulu soal keuntungan dari berkebun tomat, diantaranya : 

  • Masa tunggu panen yang cepat, sekitar 40 hari saja 
  • Setiap pohon dapat dipanen sebanyak-banyaknya sampai pohon tomat tersebut mengerin dan tidak produktif lagi. Namun idealnya satu pohon tomat dapat dipanen hingga 4 kali, setelah itu kualitas tomat akan menurun. 
  • Setiap pohon tomat dapat menghasilkan rata-rata 2 kilogram buah tomat setiap kali panen. 
Dan, mari kita bahas soal kiatnya! 

Mendulang Penghasilan Dengan Berkebun Tomat 

Berkebun tomat berbeda dengan bertani padi di sawah. Jika padi keluar modal untuk satu kali panen, berkebun tomat hanya keluar modal di awal, dan pohon tomat yang kita rawat bisa kita panen hingga 4 kali. Idealnya sih 4 kali, karena pada panen ke-5 pohon tomat sudah rawan menurun kualitas panennya dan beberapa pohon biasanya sudah mulai mengering. 
Jadi idealnya satu pohon tomat dapat dimaksimalkan hasil panennya sampai 4 kali, dengan masa tunggu panen sekitar 40 hari. Cukup menjanjikan bukan. 

Untuk mulai berkebun tomat hal-hal yang diperlukan pun tidak terlalu banyak. Kita hanya perlu menyiapkan bibit tomat yang bisa didapatkan dengan mudah di toko pertanian, polibag jika dibutuhkan, dan tenaga serta ketelatenan merawat pohon tomat yang kita tanam. 

Modal Awal Yang Tidak Banyak 

Untuk modal awal yang harus dikeluarkan, kita harus pertama menentukan media tanam yang akan kita pakai. Karena studi kasus yang saya pakai adalah di daerah Bondowoso yang notabene wilayah dengan debit hujan yang cukup sering. Hasilnya gulma dan rumput dengan mudah tumbuh, jadi media tanam yang signifikan dan efektif adalah dengan menggunakan polibag. Sedangkan jika kita berkebun di daerah yang tidak mudah ditumbuhi rumput dan gulma, maka biaya awalnya akan lebih sedikit karena kita tidak perlu membeli polibag dan bisa langsung menanam pohon tomat di tanah yang sudah digemburkan tentunya. 

Perawatan Yang Mudah dan Tidak Ribet 

Ketika kita memutuskan untuk berkebun tomat, perawatan yang perlu dilakukan cukup sederhana. Cukup disiram tepat waktu dan diberi pupuk secara berkala. Bisa 1 minggu, atau 2 minggu sekali. Jumlah banyak pupuk yang diperlukan kembali kepada berapa jumlah pohon tomat yang kita tanam. Sebagai contoh, saya akan memberi sedikit perhitungan sebut saja kita menanam 20 pohon tomat, setiap pohon setidaknya butuh sekitar ¼ kilo pupuk. Jadi untuk 20 pohon yang kita tanam kita membutuhkan sekitar 5 kilogram pupuk saja. 

Sukses Berkebun Tomat
Hasil panen dari kebun dengan 1000 pohon tomat, totalnya sekitar 2 kwintal

Dengan perhitungan hasil panen sekitar 2 kilogram per pohon, artinya setiap masa panen kita bisa mendapatkan sekitar 40 kilogram dari 20 pohon yang kita tanam. Dengan perhitungan harga per kilo nya sekarang ini sebesar 5 ribu rupiah, artinya dari 20 pohon kita bisa menghasilkan 100.000 rupiah setiap panen. Lumayan untuk uang jajan kan! jumlah tersebut bisa berkali lipat jika kita menanam 1000 pohon misalnya, tinggal dikalikan saja!


Selain itu, tomat ini ternyata buah yang cukup bandel dan kuat dengan cuaca yang tidak menentu lo. Tapi kita tetap harus melakukan pengamatan dan kontrol terhadap pertumbuhan pohon tomat yang kita budidayakan ini.

Kekurangan Dari Berkebun Tomat 

Seperti produk buah dan sayur lainnya, hal yang menjadi kelemahan dari budidaya ini adalah anjloknya harga ketika stok di pasar sedang banyak. Untuk bulan ini, harga tomat masih saya rasa normal, dengan harga dari petani ke pengulak sekitar 5 ribu rupiah dan harga jual di pasar sekitar 7-8 ribu rupiah setiap kilonya.

Baca Juga Nyunset Asik di TPI Paiton

Masalah klasik yang kadang masih menjadi masalah yang cukup pelik. Jika berkebun tomat ini hanya dilakukan sebagai selingan dan tidak terlalu berpatok kepada pendapatannya, mungkin masalah naik turun harga ini tidak terlalu berpengaruh. Tapi bagi petani yang menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian tentu hal ini cukup lah merepotkan.
__

Itu dia sekelumit pembahasan dan uraian tentang kiat sukses berkebun tomat dengan penghasilan yang cukup menjanjikan. Selamat mencoba dan semoga sukses!

2 komentar:

  1. Lumayan sekali man, tapi hal tersebut berlaku di tempat tinggalku yang di kampung halaman, mengingat lahannya yang gembur dan cocok untuk bercocok tanam palawija termasuk tomat...

    Tapi kalau dibisniskan sebenarnya selalu yang diuntungkan bukan dari sisi petani man, tapi pedagang...coba saja bandingkan pedagang yang ebli dari petani bisa dapat harga super murah, tapi ketika produk sudah sampai tangan pedagang dan dijual ke pasar, harganya bisa berkali kali lipat dibandingkan harga awal dari petaninya langsung

    BalasHapus
  2. betul juga sih mbak, tapi menurutku, dengan pengeluaran awalyang diperoleh dan hasil akhir yang didapatkan, gap yang diperoleh sudah lumayan menguntungkan. Walau pada akhirnya memang pedagang juga yang turut mengambil untung kemudian

    BalasHapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.