Breaking

TPI Paiton – Tempat Asik Untuk Berburu Sunrise dan Sunset

tempat yang cocok bagi kalian para pencari fajar serta cahaya

Sunset adalah momen yang paling indah dalam satu hari. Hal tersebut yang membuat seorang Seno Gumira Ajidarma begitu mencintai senja dan semburat jingganya. Sunset, sebagaimana sunrise selalu berhasil menyuguhkan panorama yang begitu memesona.

Sunrise memberi cahaya keindahan di pagi hari. Dan sunset memberi kesan indah di penghujung hari. Sebuah kombinasi yang apik dari sang surya 24 jam memutari bumi. Memberi cahaya pada setiap belahan bumi.

“Mengirim sepotong senja adalah cara lain mengungkapkan sebuah rindu”

Sebagai seorang yang menyukai sunset, tentu saya memiliki tempat atau spot favorit untuk menikmati momen tersebut. Salah satu spot favorit saya tuk menikmati sunset dan sunrise adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton.

Alasan pertama tentu karena tempat ini dekat dengan kampus saya dan tidak jauh dari kontrakan saya. Hanya sekitar 4 menit berkendara dari kontrakan menuju spot yang satu ini.

Alasan kedua tentu panoramanya. Saat sunset, matahari yang perlahan menyingsing di ufuk barat tampak begitu indah memanjakan mata. Semburat jingga, dilengkapi oleh suara debut ombak yang menenangkan benar-benar sebuah anti toxic atas lelahnya kehidupan selama satu hari.


Saat sunrise, jajaran bangunan tinggi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) unit paiton tampak begitu serasi merangkai cahaya matahari yang perlahan menyeruak dari sisi timur. Memerikan cahaya hangat di awal hari, memberi semangat bagi raga yang belum sempat menyicipi nikmatnya kata istirahat di malam hari.

Akses menuju TPI Paiton pun menurut saya cukup mudah ditemukan serta jalannya cukup bagus untuk pengendara sepeda motor. Ongkos masuknya cuma 2 ribu rupiah saja. Kadang gratis karena tidak ada yang menjaga loket masuk dan plang penghalangnya sedang dibuka. Maklum, penjaganya juga manusia dan butuh istirahat.


Sunset dan sunrise adalah 2 momen yang begitu epic dalam satu hari. 2 momen yang begitu berkesan dan memberikan kenangan yang begitu mendalam. Dalam senja, dalam fajar, ada begitu banyak hal dan momen yang tercipta.


Tentu saya yakin kalian pasti punya spot favorit menikmati momen sunrise maupun sunset versi kalian. Saya pribadi lebih suka menikmati kedua momen tersebut di pinggir pantai atau di ketinggian pegunungan. Ketika berada di pinggir pantai, deburan ombak dan angin pantai menjadi pelengkap bagi jiwa yang membutuhkan ketenangan. Selain itu kita juga bisa bersantai sembari bersabar menunggu kail pancing dimakan oleh ikan.

Ketika pergi ke puncak gunung, tentu angin dan suasana pegunungan yang adem dan menenangkan menjadi pelengkap yang cukup menenangkan jiwa dan raga. Sebuah kenikmatan, sebuah suntikan semangat bagi jiwa raga dan tentunya sebuah momen untuk menjemput kembali semangat dan kekuatan untuk menjalani hari yang akan datang.

Sunrise atau sunset, momen manakah yang kalian sukai? Lalu spot mana yang jadi favorit kalian? Ini tempatku, mana tempatmu!


6 komentar:

  1. Kenapa banyak orang menyukai senja? Karena senja dengan jingganya begitu menggambarkan hati yang sedang ditumbuhi asmara. Atau bahkan begitu menggambarkan hati yang sedang ditumbuhi nestapa. Walau tidak datang sampai fajar, kehadirannya mampu menenangkan hati sesuai suasana.

    Spot foto menarik bagi gue adalah ketika hati ini senang melihat apa yang saya lihat, walaupun terkadang orang tak perduli dengan itu...

    Yang aku dambakan adalah orang yang selalu ada ketika senang maupun susah, yang selama ini saya rasakan adalah saat senang saja ia nongol,susah entah kemana..

    Semoga brotherkuh, tak merasakan apa yang saya rasakan.. Terus berkarya brotherkuh, saya selalu mendukungmu.

    🙏🙏🙏😁😁😁💪💪💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. what a story bung. Semoga dikau selalu dikuatkan dan selalu terus semangat untuk tetap berkarya. Ill stnad by you bung. keep creative, keep productive. dan jangan lupa sesekali bercumbulah dengan senja

      Hapus
  2. Sunset menggambarkan kedamaian hati setelah lelah seharian bekerja. Tenang dan hening

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya syahdu, damai, lelah penat setelah bekerja sekejap sirna walau sejenak saja. Oh senja, aku rindu momen itu 😅

      Hapus
    2. mas Rahman puitis jg oragnya. Keren :)

      Hapus
    3. sedikit kebiasaan menghabiskan waktu senggang dengan berhalusinasi dengan kata dalam pikiran :)

      Hapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.