Saturday, May 11, 2019

Pendidikan Anak Usia Dini! Penting atau Tidak?

  8 comments


Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan. Orang yang berpendidikan pastinya memiliki derajat yang lebih tinggi di masyarakat. Tentu seorang sarjana S1 lebih dipandang daripada sekedar lulusan Sekolah Menengah Pertama atau bahkan lulusan Sekolah Dasar. Tapi sadarkah kita, sebelum menempuh pendidikan sejauh itu tentu kita harus mendapatkan pelajaran dini selagi dalam masa pertumbuhan. Khususnya balita dan anak kecil yang masih belia.

Disadari atau tidak, pendidikan anak usia dini adalah suatu hal yang cukup penting. Belakangan orang-orang mulai menyepelekan pendidikan anak usia dini dengan lantas mendaftarkan anak mereka di Sekolah Dasar tanpa sebelumnya mengenyam pendidikan usia dini.

Ada banyak faktor yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Latar belakang ekonomi orang tua, lingkungan, bahkan dari anak itu sendiri juga terkadang menjadi faktor penyebab orang tua melewatkan pendidikan anak usia dini bagi buah hati mereka.

Padahal, pendidikan anak usia dini memiliki banyak peranan dalam perkembangan si buah hati. Pada dasarnya, pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi anak sebelum menempuh kegiatan wajib belajar 9 tahun.

Mirisnya, berdasar data yang diansir dari kementrian pendidikan dan kebudayaan. Selama masa pendidikan 2016/2017 mencatat bahwa  ada sekitar 4.605.809 anak-anak yang menjadi siswa-siswi Taman Kanak-kanak di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut masih memiliki gap yang cukup jauh dengan data yang dirilis kementrian kesehatan yang menyebutkan bahwa ada sekitar 9.647.997 anak yang berada dalam usia pra sekolah.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan jika kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini masih rendah. Lantas apa yang menjadi faktor dan latar belakang dari masalah tersebut? kurangnya kesadaran? atau ada faktor lain yang menyebkannya?

Lalu jika anak-anak tidak mendapat pendidikan anak usia dini yang baik? lantas apa yang terjadi?

Perlu dicermati pula. Proses penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang tidak baik atau bahkan tidak pernah diberikan pada anak-anak sama sekali dapat menyebabkan beberapa hal negatif yang akan sangat terasa di jenjang pendidikan selanjutnya.

Hal yang mungkin paling mendasar dan terlihat adalah kesiapan anak-anak menerima jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar. Selain itu, kemungkinan besar anak-anak akan mengalami kesulitan beradaptasi karena belum pernah menerima pendidikan anak usia dini.

Dari beberapa tulisan dan data yang saya cermati, ada beberapa hal yang kemungkinan besar menjadi faktor dari fenomenan ini.

1. Pemahaman Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini

Pada dasarnya pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan  yang ditujukan bagi anak  usia dini  sebelum menginjak jenjang pendidikan yang lebih lanjut. Pembinaan ini ditujukan untuk mempersiapkan rohani dan jasmani anak-anak agar siap menjalani jenjang pendidikan selanjutnya yakni Sekolah Dasar.

Hal yang kadang disalah artikan adalah penyelenggaraan pendidikan anak usia dini tersebut. Dari tulisan yang saya cermati, pendidikan anak usia dini dapat dilakukan melalui 3 cara. Formal, nonformal, dan/atau informal. Dalam pengertian tersebut, pendidikan anak usia dini tidak terbatas kepada Taman Kanak-kanak, tapi juga bisa menyerupai play group. Bahkan lingkungan yang kondusif dan suportif dari orang tua juga dapat dikategorikan sebagai pendidikan anak usia dini. 

2. Kesibukan Orang Tua

Diera modern ini serta seiring dengan berkembanganya feminisme dan maraknya wanita karir yang turut bekerja menopang ekonomi keluarga. Hal ini sebenarnya positif tapi di sisi lain juga berpengaruh terhadap interaksi orang tua dengan anak-anaknya.

Makin berkurangnya waktu orang tua juga merupakan faktor yang menyebabkan terbengkalainya pendidikan anak usia dini. Padahal, orang tua memiliki peran yang cukup besar terhadap perkembangan anak-anak mereka.

Tentu kalian tidak asing dengan peribahasa "Ibu adalah sekolah pertama setiap manusia" Karena memang pada dasarnya seorang anak banyak menyerap pelajaran dari kedua orangtuanya. Mulai dari fase menyusui, belajar merangkak, mengenal lingkungan, semua itu tak lepas dari peranan orang tua. Lantas masihkan kita mau bilang jika pendidikan anak usia dini adalah hal yang sepele?

Lantas jika orang tua memiliki peranan yang cukup besar dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, apa yang sepatutnya dilakukan orang tua untuk anak-anaknya?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Yang pasti, hal pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang kondusif dan suportif untuk anak-anak kita. Hal ini bisa diciptakan dengan interaksi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Selanjutnya, beberapa metode pendidikan sederhana bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana mungkin adalah sistem reward and punishment. Sebagai orang tua kita bisa mengapresiasi kemajuan anak dengan memberika mereka reward setiap kemajuan yang mereka peroleh. Di sisi lain, kita juga bisa mendidik anak dengan memberika punishment jika anak-anak melakukan kesalahan. 

Jika diaplikasikan dengan baik dan sedemikian rupa, hal tersebut akan meruncing kepada terciptanya lingkungan yang kondusif dan suportif bagi anak-anak. Selanjutnya, bisa dilanjutkan dengan pembekalan melalui institusi formal seperti Taman Kanak-kanak sebelum akhirnya dituntaskan di jenjang pendidikan lebih lanjut setelahnya.

Kenapa hal ini cukup penting, karena sebagai orang tua. Kita adalah pedoman dan cerminan dari anak-anak yang nantinya menjadi pegangan bagi mereka dalam menempuh pendidikan selanjutnya. Pendidikan dan pembentukan karakter sejak dini adalah hal yang cukup penting dan urgen untuk dilakukan.

Apple Tree Pre-School BSD Sebagai Institusi Pelopor Pendidikan Anak Usia Dini

Bagi orang tua yang sibuk, mungkin akan bingung memilih institusi mana untuk memantapkan proses pendidikan anak usia dini mereka. Apple Tree Pre-School BSD adalah jawaban yang tepat terhadap problematika ini. Sebagai sekolah yang didirikan pada tahun 2000 serta didukung oleh tenaga pengajar yang solid dan berdedikasi. Apple Tree Pre-School BSD memiliki tujuan untuk membentuk dasar yang kokoh untuk perkembangan fisik, intelektual, sosial, serta emosional anak.

Dengan visi untuk menjadi Pra-Sekolah yang tepercaya untuk mendidik pelajar-pelajar muda agar berprestasi dengan baik secara akademis melalui pengalaman belajar. Apple Tree Pre-School BSD adalah jawaban yang tepat untuk problematika orang tua millenial yang sibuk dengan karir mereka. 

Dalam proses pendidikannya, Apple Tree Pre-School BSD menerapkan Adopted Singapore Curriculum. Dengan demikian, penggunaan bahasa inggris dan bahasa mandari sudah dilakukan sejak dini. Tentu hal ini adalah nilai lebih tersendiri yang hanya dimiliki oleh Apple Tree Pre-School BSD.

Nah, dari uraian diatas. Tentu kita sudah punya gambaran tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. Jadi, sudahkan kita memberikan pendidikan anak usia dini yang baik terhadap buah hati kita?

#appletreebsd

______
Sumber data :
1) https://www.google.com/search?q=jumlah+anak+usia+prasekolah&oq=jumlah+anak+usia+prasekolah&aqs=chrome..69i57.5475j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8
2) https://www.google.com/search?safe=strict&ei=7vjWXPK7Bcz8tAXKjbywCA&q=jumlah+anak+usia+prasekolah+kemenkes&oq=jumlah+anak+usia+prasekolah+kemenkes&gs_l=psy-ab.3...56681.57797..58052...0.0..0.425.3071.3-5j3......0....1..gws-wiz.......0i71j33i21j33i160.ZErjFJv1LQI
3. https://www.appletreebsd.com/about-us/
Sumber gambar :
1) https://unsplash.com/photos/1zR3WNSTnvY

Tuesday, May 7, 2019

Yuk Warnai Ramadhan! 3 Hal Positif Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Menunggu Waktu Berbuka

  No comments

Tanpa terasa kita sudah bersua kembali dengan bulan ramadhan. Bulan penuh ampunan dan berkah. Bulan dimana seluruh setan dikerangkeng dan dipenjara. Bicarain ramdhan, hal apa sih yang biasa kita lakukan untuk menunggu waktu berbuka? Jalan-jalan? Nontonin mobil dan motor yang lewat di pinggir jalan? Atau hal lain yang mungkin biasa kalian lakukan?

Nah! Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi 5 hal positif yang bias kita lakukan sembari menunggu waktu berbuka datang. Agar tidak bertele-tele yuk langsung kita bahas satu persatu!

Membaca



Daripada kita habisin waktu untuk jalan-jalan gak jelas. Alangkah baiknya kita habiskan waktu kita untuk membaca. Selain menambah wawasan tentunya, kita juga bias mendapat banyak ide serta tanpa terasa menghabiskan waktu menunggu berbuka.

Hal lain yang kita dapatkan dari aktifitas membaca. Secara tidak langsung kita turut berkontribusi mencerdaskan Indonesia lo. Masih ingat kan hasil survey yang meletakkan Indonesia di urutan 2 dari bawah terkait tingkat literasi? Miris kan! Nah, dengan membaca, kita sudah berkontribusi lo.

Membaca itu gak harus buku yang serius kok. Novel, kumpulan cerpen, buku pelajaran pun tak apa. Lebih baik lagi jika kit abaca Al-quran. Pasti sudah tau kan besarnya pahala membaca Al-Qurna, apalagi di bulan ramdhan. Pahalanya berlipat ganda. Lebih-lebih kita memahami arti serta mengamalkan isinya, dijamin makin barokah dan bermanfaat deh hidup kita.

Menulis



Yups, kiat kedua adalah menulis. Pernah dengar kata-kata ini?

“Reading is hot, writing is cool”

Maksutnya, jika kita sekedar membaca tapi tidak pernah menulis. Ibaratnya kita itu sebuah lentera yang diletakkan dalam lemari. Kita bermanfaat, karena bisa menerangi sekitar. Tapi kalau gak dipakai kan gak berguna juga toh!

Agar apa yang sudah kita baca dan kita pelajari bisa bermanfaat, sungguh indah jika kita menuangkannya melalui tulisan. Selain berbagi, kita juga bias berdiskusi melalui tulisan kita. Pertama dengan diri sendiri, dalam proses penulisan itu. Kedua melalui komentar serta masukan dari orang lain yang membaca tulisan kita.

Selain itu, dengan menulis kita juga bias menghasilkan uang, teman baru, serta banyak hal lain yang bias kita peroleh. Selengkapnya bias dibaca disini.

Berdiskusi



Ketimbang bergosip dan bicarain kejelekan orang. Lebih baik kita diskusi saja dengan teman-teman kita. Selain menghabiskan waktu, kita juga dapat memperoleh pengetahuan baru. Selain itu dengan berdiskusi, kita juga belajar menjadi pendengar yang baik.

Eits, bukan cuman itu! Kita juga bakal dapat banyak ide dengan berdiskusi. Apalagi langsung kita realisasikan. Wuih, keren dan mantul banget  itu. Bikin konsep lalu langsung realisasi. Bukan cuman wacana belaka. Seperti acara bukber teman SD yang sekedar wacana tanpa realisasi (harap jangan dimasukkan hati).

Perlu diingat, diskusi itu bukan berdebat ya. Kita saling mendengarkan dan saling memberi masukan. Bukan saling menjatuhkan satu sama lain. Ntar malah rebut adanya jika kita saling menjatuhkan. Cukuplah pemilu kemarin yang bikin hubungan kita renggang. Ramadhan ini mari kita rekatkan hubungan kita kembali.

Tentu jika kita diskusi di siang hari jangan sembari minum kopi. Ini bulan puasa  woi, jangan mokel. Meski diskusi tanpa secangkir kopi itu kurrang nikmat. Katanya. Tapi diskusi itu cukup asik dijadikan aktifitas untuk menghabiskan waktu menunggu buka.
___

Jika kalian tidak sempat atau belum ada kemauan untuk melakukan 3 hal di atas. Mending tidur aja. Pulas, enak, bangun-bangun udah mau buka aja. Ketimbang gibah dan gosipin orang, mending tidur dan istirahat aja.


Tapi, meski kita berpuasa sebulan penuh. Jangan sampai kita malah jadi malas dan buat puasa jadi alasan agar kita bias leyeh-leyeh terus ya!

“Setiap orang akan memanen apa yang mereka tanam”

Jadi, semoga ramadhan kali ini menjadi momen yang penuh berkah dan bulan yang produktif bagi kita.

Salam hangat J

____
Sumber gambar : Unsplash.com

Wednesday, May 1, 2019

Rokok : Dari Tembakau Sampai Cerita Unik Lainnya

  13 comments



Setiap orang pasti tau apa itu rokok. Produk berbahan dasar tembakau yang merupakan penghasil devisa besar negara ini. Selain itu, pertanian tembakau juga merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat desa yang masih bergantung pada hasil bertani.

Dalam tulisan singkat ini, saya akan membahas beberapa hal tentang rokok, mulai dari sejarah, hingga eksistensinya saat ini.

Diplomasi Rokok

Rokok memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dengan perjalanan negara ini. dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, bapak proklamator kita. Soekarno. Menggunakan rokok sebagai alat diplomasi. Hal ini banyak dicatat dan disebut sebagai diplomasi rokok.

Banyak bukti sejarah, baik foto, surat kabar, maupun video yang  menunjukkan proses diplomasi Bung Karno yang melibatkan rokok sebagai media peng akraban. Banyak tokoh berpengauh dunia kala itu berhasil ditaklukkan oleh Soekarno.

Kebiasaan untuk saling menghidupkan rokok satu sama lain sehabis diplomasi merupakan hal yang kerap kali dilakukan Soekarno sehabis berdiplomasi dengan tokoh terkenal dunia kala itu. Fidel Castro mungkin salah satu bukti sejarah yang cukup lekat dan diingat.

Diplomasi rokok adalah satu hal penting dalam sejarah ini dan tentu tanpa danya rokok sejarah  ini tak akan pernah ada dalam kisah perjuangan kemerdekaan bangsa.

Masyarakat dan Mata Pencaharian

Rokok adalah produk hasil olah daun tembakau. Diproduksi secara sedemikian rupa dan merupakan salah satu penyumbang devisa negara terbesar melalui cukainya. Sebagai sebuah kok=moditas besar dan memiliki pasar yang stabil, rokok dan tembakau adalah mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia.

Berdasar data dari kementrian perindustrian, per tahun 2017. Lahan yang diapakai sebagai ladang tembakau mencapai 206 ribu hektar dengan produktivitas 0,96 ton per hektarnya. Dari jumlah tersebut artinya petani tembakau Indonesia dapat menghasilkan sekitar 187 ribu ton tembakau tiap tahunnya.

Dari angka tersebut, ternyata negara kita masih perlu mgnimpor sekitar 120 ribu ton tembakau untuk memenuhi kebutuhan tembakau yang menyentuh 300 ribu ton tiap tahunnya. Miris, mengingat negara ini adalah negara agraris yan masih sangat bergantung kepada hasil pertanian.

Lebih jauh lagi, dari data yang dirilis oleh kemenperin, per tahun 2017, kebutuhan rokok mencapai 398,6 miliar batang tiap tahun dan diperkirakan mencapai angka 524,2 miliar batang per tahun 2020.
Miris, karena tembakau ini memberikan hidup bagi banyak orang. Petani, pedagang rokok, bapak-bapak warung kopi, pekerja bea cukai, bahan mbak-mbak SPG rokok juga bergantung hidup pada rokok. Bayangkan betapa besar jaringan orang yang menggantungkan hidup pada rokok.

Dari data di atas, sebenarnya Indonesia bisa disebut sebagai negeri tembakau, tapi kenapa kita masih mengalami kendala klasik tersebut?



Sisi lain, rokok merupakan salah satu pembunuh dan memilii dampak buruk bagi kesehatan. Lebih mirisnya lagi, pertumbuhan perokok muda bisa dibilang mengalami kenaikan yang cukup masif 5 tahun terakhir. Hal ini didasari betapa mudahnya menemukan siswa SLTA bahkan SLTP merokok di warung-warung pinggir jalan.

Hal tersebut tidak lepas dari permisifitas orang yang mulai menganggap rokok sebagai hal biasa. Hal ini pun juga muncul karena kebergantungan masyarakat terhadap rokok serta pendapatan yang mereka peroleh dari rokok.

(untuk hal ini saya sangat berharap tanggapan atau opini sehingga kita bisa berdiskusi di kolom komentar)

Rokok dan Influencer serta Realita Saat Ini

Sebagai seorang perokok, ada beberapa hal yang saya sukai dan kadang saya pikir berulang-ulang. Bebrapa minggu yang lalu, saya mendapati banyak teman saya me repost kiriman Bung Fiersa Besari tentag konisi paru-paru nya mulai tak sanggup melawan asap rokok lagi.

Sebagai seorang influencer, penulis buku, pendaki, dan juga perokok. Bung Fiersa telah memberikan banyak warna. Sebagai orang yang memberi banyak inspirasi, saya cukup sedih mendengar kabar sakit anda. Semoga kau selalu diberi kesehatan sehingga tetap bisa menginspirasi bung!

Dalam benyak kesempatan dan banyak persuaan dengan bermacam orang di warung kopi, jalan-jalan, rumah tetangga. Saya mendapat beberapa hal luc tentang rokok.

“Bukan rokok yang membunuhmu, tapi gaya hidupmu”

Iya, gaya hiduplah yang membunuh kita. Orang kaya yang gaya hidupnya mencekinpun tak akan pernah merasa cukup. Terus merasa kurang dan tak berhenti dengan anugrah yang mereka peroleh hari ini.

Sebenarnya masih banyak ungkapan lain tentang rokok yang kadang menggelitik dan kadang pula ada benarnya. Tapi semua itu kembali ke pribadi masing-masing. Yang tidak merokok? Jagalah kesehatan anda. Yang merokok! Santunlah dalam merokok, hormati orang lain! Karena orang lain juga turut menerima dampak dari asap rokok kalian!

Salam Hangat Er :)

___
Source foto : 
Merdeka.com
unsplash.com