Saturday, December 30, 2017

3 Hal Luar Biasa yang Saya Dapatkan dari Menulis

  20 comments

Menulis mungkin hal yang remeh, iya hanya menggores tinta di atas kertas. Menumpahkan perasaan dalam lembaran kertas. Yups, memang menulis itu mudah. Tapi banyak orang tidak menyadari hal mudah seperti menulis ternyata membawa banyak manfaat dan hal yang istimewa dan luar biasa (tentunya luar biasa dalam pandangan saya 😂).
 
Awalnya saya juga menganggap remeh menulis. Tapi entah kenapa saya terbuai dan akhirnya kecanduan menulis. Karena memang dengan menulis saya merasa bebas. Tak ada batasan dalam menulis. Saya bebas menulis apa saja. Tak akan pernah ada yang melarang 😂. Selain itu, juga ada beberapa hal yang saya dapatkan dari menulis, diantaranya :
 
Mendapat Uang

Hal pertama yang saya dapat dari menulis adalah uang. Yupz, saat itu saya iseng mengirim tulisan saya ke media lokal. Entah sekitar pertengahan 2017 waktu itu. dan ternyata tulisan saya dinilai berkualitas dan layak terbit. Akhirnya terpampanglah karya saya dalam koran lokal tersebut. Saya pun diberi honor. Walau tidak seberapa tapi rasanya sungguh spesial. Teman-teman langsung memberi selamat, bertanya tips dan trik serta semacamnya. Waduh senangnya tuh disini.
 
Menjadi Terkenal dan Mendapat Banyak Teman
 
Kejadian ini terjadi sekitar sebulan yang lalu. Saat itu saya sedang dalam keadaan stress dan mood turun drastis. Hampir setengah hari hanya saya habiskan diatas ranjang. Sambil bermain game melalui gadget. Entah kenapa saya bisa seperti itu.
 
Karena mungkin sudah terlalu bosan, saya pun mencoba berselancar di internet untuk mencari pencerahan agar hari itu tidak hanya dihabiskan  di atas ranjang. Maka pertama-tama saya membuka e-mail. Untuk mengecek mungkin ada fans yang kangen 😂. Jreng.. jreng.. jreng. Ternyata saya mendapat sebuah pesan.
 
Isinya sederhana, sekedar salam kenal dan ucap kekaguman terhadap karya saya yang sebelumnya dimuat media massa. Berbekal penasaran, saya pun mencari tahu identitas si anu yang mengirim pesan ke saya. Ternyata dia seorang penulis yang sudah malang melintang karyanya. Wuih,, sekali lagi rasa senang membuncah dan mememnuhi hati saya 😂.
 
Menghindarkan dari Hal Negatif

Selama terjun dan menyelam dalam dunia tulis menulis (emang bisa terjun dan menyelam? Ah sudahlah 😂). Saya mendapati bahwa kenakalan saya semakin berkurang. Saya terkadang tertawa menyadari diri saya yang dulunya sedikit nakal (agar terkesan anak baik 😂). Sering buka website yang tidak untuk umurnya. Sering membully teman sendiri.
 
Haduh sungguh absurd masa lalu saya. Tapi semenjak keranjingan menulis, perlahan kebobrokan dan hal negatif saya menghilang terganti dengan kerya dan hal-hal positif lainnya. Lebih baik saya lampiaskan nafsu berahi dalam tulisan daripada kepada lain jenis 😂.
 
Selain itu, saya menjadi semakin terdidik dan berpengatahuan. Benar-benar banyak manfaat yang saya dapat dari menulis. Menulis juga telah merubah hidup saya dari seorang gammer seharian, menjadi gammer teridik yang tahu waktu dan punya skill yang mumpuni 😂
 
Hehehehhe.. mungkin itulah 3 hal istimewa bin luar biasa yang saya dapat dari menulis. Apakah kalian pernah merasakannya? Atau kalian memiliki hal lain yang lebih istimewa, silahkan tumpahkan cerita kalian di kolom komentar.
 
Yuk biasakan menulis sejak dini 😆. Karena menulis itu istimewa. Sebagai penutup ada mutiara kata  yang mungkin bermanfaat
 
“Jika kau bukan anak seorang saudagar, raja, ataupun penguasa maka menulislah”
Sekian. Salam hangat dari Situbondo 😆

Sunday, December 24, 2017

2017 dan 60 Tahun Perjalanan Astra untuk Negeri

  No comments

Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah tersendiri bagi Astra. Tahun 2017 merupakan sejarah emas 60 tahun berdirinya Astra. Selama itu pula astra bertahan sembari terus berkontribusi bagi bangsa. Melalui berbagai kegiatan serta event yang menggerakkan serta inovatif, astra telah banyak mewarnai bangsa.
 
Sebagai wujud syukur atas 60 tahun perjalanan Astra, selama 2017 terhampar berbagai acara sebagai bukti kontribusi sekaligus wujud syukur Astra atas perjalanan panjang selama 6 dasawarsa, antara lain:
 
Perayaan HUT ke-60 Astra
 

Diawalai dengan perayaan HUT ke-60 Astra pada 24-26 Februari 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dengan mengangkat tema “Inspirasi 60 tahun Astra”, acara ini dimeriahkan dengan berbagai acara seperti Konser Inspirasi 60 tahun Astra, launching buku “Astra on becoming pride of the nation”, aksi social revitalisasi 600 halte di 60 kota di seluruh Indonesia, pameran serta beberapa engagement program yang inovatif dan mencerahkan.
 
Selain itu, acara perayaan HUT ke-60 Astra juga diadakan di 5 kota besar dengan rangkaian acara yang meriah
 
Astra Hijau 
Yogyakarta merupakan koa kedua perayaan HUT ke-60 Astra. Dilaksanakan pada tanggal 28-30 april 2017, acara ini disemarakkan denan berbagai acara dalam menyambut dan memeriahkan Hari bumi. Selain itu, untuk meningkakan kesadaran akan lingkungan, juga diadakan Jambre Adiwiyata sebagai rangkaian acara
 
Astra Cerdas
 
Setelah singgah di Yogyakarta, event selanjutnya diadakan di Balikpapan, diadakan pada 19-21 Mei 2017. Selain perayaan hari ulang tahun ke-60 Astra, acara ini juga sekaligus memperingati hari pendidikan. Sebagai bentuk kontribusi Astra, acara ini dimeriahkan dengan festval pendidikan serta berbagai acara kreatif inovatif yang ditujukan bagi seluruh pelajar se Indonesia.

Astra Kreatif

Rentetan acra ketiga mengusung tema Astra kreatif. Diadakan di Surabaya pada 21-23 Juli, acara Astra kreatif dalam rangka memperingati hari Koperasi ini pun dimeriahkan dengan seminar serta festival kewirausahaan yang diikuti oleh ribuan wirausahawan dan pengusaha UKMmenengah Mikro se-Indonesia.
 
Astra Aman Berlalu Lintas
 
Acara selanjutnya adalah Astra Aman berlalu lintas. Acara yang diadakan di Medan pada 22-24 September untuk memperingati Hari Lalu Lintas nasional. Seperti acara-acara sebelumnya, acara ini dimeriahkan dengan festival aman berlalu lintas dan berbagai event yang menawarkan hadiah menarik bagi mereka yang taat berlalu lintas.
 
Astra Sehat
 
Rangkaian acara HUT ke-60 astra ditutup dengan acara Astra sehat yang diadakan di Makassar pada 17-19 November 2017. Sekaligus memperingati hari kesehatan nasional,acara Astra sehat pun dimeriahkan dengan festival kesehatan dan event pengobatan gtratis bagi masyarakat tidak mampu.
 
Tidak hanya sampai disitu, selain perayaan HUT ke-60 astra serta  kegiatan di 5 kota besar tersebut, Astra pun tetap konsisten berkontribusi bagi bangsa melalui 4 pilar astra untuk Indonesia yang meliputi Astra untuk Indonesia Sehat, Astra untuk Indonesia cerdas, astra untuk Indonesia Hijau, dan astra untuk Indonesia kreatif.
 
Itulah rentetan acara perayaan HUT ke-60 Astra selama 2017 ini. Rentetan acara sebagai bukti tanda sukur sekaligus bukti kontribusi astra untuk negeri. semoga goal indonesia 2020 akan segera tercapai. Terima kasih Astra.

***
Sumber Tulisan & gambar

1. https://www.astra.co.id

Thursday, December 21, 2017

Semua Bisa Menjadi Pahlawan

  8 comments

Saat masih kecil saya sangat menyukai superhero yang sering saya lihat di layar kaca. Terpikir dalam benak, sungguh hebat mereka. Memiliki kekuatan sper dan bisa membantu orang lain. Orang tua saya pun sering memotivasi saya untuk menjadi seorang pahlawan. Layaknya superhero di layarkaca.

Perlahan saya pun tumbuh. Seiring dengan hal tersebut saya pun mulai memahami banyak hal. Dahulu yang saya tahu, pahlawan hanyalh mereka yang memiliki kekuatan super dan mereka yang berperang mati-matian membela kemerdekaan bangsa. Tapi semua itu salah. Perlahan tapi pasti saya mulai paham apa itu pahlawan.
Yang perlu kita ingat, pahlawan itu bukan kapitalisasi orang-orang kaya, atau segelintir orang yang memiliki kelebihan atas sekelompok yang lainnya. Setiap orang, setiap golongan, tua-muda, kaya-miskin, semuanya berhak menjadi pahlawan. Tanpa terkecuali.

Dahulu, bagi saya pahlawan hanyalah sebatas mereka yang diberitakan leh media sebagai pahlawan. Tapi lebih dari itu, setiap dari kita adalah pahlawan.

“Kamu tidak bisa mengubah seluruh dunia, tapi kamu bisa mengubah dunia seseorang dengan membuatnya tersenyum”

Sebuah kata mutiara yang dengan gambling menjelaskan bahwa pahlawan bukan hanya milik orang-orang tertentu. Belum tentu orang-orang yang aktif di media social. Yang aktif berkomentar amin dalam postingan-postingan yang memberitakan kesusahan saudar-saudara seiman kita dianggap pahlawan oleh lingkungannya.
bagi saya pahlawan itu sederhana. mereka yang berjuang demi kemaslahatan dan kebahagiaan, mereka yang dengan senang hati mengulurkan tangan untuk membantu. Tidak pernah pamrih menolong sesamanya. Mereka yang memberi warna dan senyuman kepada  sekeliling mereka, walau itu hanya lingkup keluarga mereka.

Kita Semua Adalah Pahlawan

“Karena kita semua dilahirkan dengan hati nurani yang membuat setiap dari kita adalah pahlawan”

Setiap dari kita adalah pahlawan, terlepas –maaf- dari sebeapa hinanya kita.karena memang kita terlahir sebagai pahlawan. Contoh sederhananya adalah Seorang ayah yang tak kenal lelah membanting tulang menghidupi keluarganya merupakan pahlawan. Pelajar yang dengan giat belajar  untuk sebuah lomba juga bisa dibilang pahlawan, pahlawan yang telah mengangkat nama baik sekolahnya.

Setiap dari kita sebenarnya terlahir sebagai pahlawan. Tapi memang seiring perkembangan zaman, arti kata pahlawan pun tergeser. Tapi cobalah membuka pikiran sebentar saja. Setiap dari kita sangatlah pantas di cap sebagai pahlawan. Silahkan hitung berapa kebaikan yang telah dengan senang hati kita lakukan. Memberi uang kepada pengemis. Membantu nenek-nenek menyeberang, menyumbang masjid, membantu ibu memasak. Semua hal tersebut adalah aksi heroik. Maka dari itu setiap dari kita sangat amat panas disebut sebagai pahlawan.

Membantu sesama adalah sifat alamiah seorang  manusia. Se-maaf-bejat bejat nya mereka, pasti masih memiliki nurani yang sangat pasti bisa diketuk. Bisa diluruskan kembali. Hati nurani inilah yang membuat setiap manusia layak disebut pahlawan.

Jika kita renungi, setiap harinya. Seberapa sering kita membantu orang. Seberapa sering kita dibantu orang. Dan andai kita dengan senang hati membantu dan dengan tulus mengapresiasi mereka. Pahlawan yang telah dengan senang hati membantu kita. Sungguh indah hidup seperti itu. Lingkungan dimana kita saling bahu-membahu, saling membantu satu sama lain, saling mempahlawankan sesama. Oleh karena itu, mari kita pahami apa itu pahlawan.
Hero Zaman Now

Kata-kata zaman now akhir-akhir ini memang sedang naik daun. Kata yang berkesan sindiran halus bagi para pemuda yang moralnya makin kacau. Tapi di sisi lain, hal ini bisa menjadi suatu lecutan semangat bagi para pemuda agar mereka bisa menjadi lebih baik. 

Para kidz zaman now bisa membuktikan bahwa Hero zaman now itu adanya. Mereka, para pemuda yang dengan senang hati turun ke jalan, membantu saudara mereka, walau hanya membantu menyeberangkan jalan. Mereka sungguh pantas disebut pahlwan.

Bahkan dalam lingkup lebih kecil lagi, mereka yang senantiasa menjaga diri, bertingkah laku baik, dan menjaga perangainya sesopan mungkin sangatlah pantas disebut sebagai pahlawan.

Sekarang menjadi pahlawan tidak lagi sesulit dahulu. Dulu kita perlu berjuang, berdarah-darah membuktikan kecintaan terhadap tanah air tercinta. Sekarang kita hanya perlu mencerminkan sifat cinta tanah air itu melalui tingkah laku sehari-hari. Itulah pahlawan zaman now. Bahkan dengan hal sederhana seperti ber donasi, berarti kita telah ikut membantu saudara kita sekaligus menjadi pahlawan.

Sebagai generasi milenial, perlu kita buktikan bahwa kita ini juga merupakan pahlawan. Membuktikan bahwa generasi zaman now juga mampu berjuang, juga mampu membela tanah air, walau tidak dengan berperan. Sebagai generasi zaman now kita juga mencintai negara kita. 

Sesederhana membantu sesama, menjulurkan tangan kepada mereka yang mebutuhkan bantuan. Sesederhana itu cara kita menjadi pahlawan. Karena tanpa disanggah pun, setiap dari kita adalah pahlawan dan merupakan panggilan nurani setiap orang untuk membantu orang lain.

“Tak perlu banyak  orang tahu aksi kita. Tak perlu juga kita koar-koarkan kebaikan kita di media social. Karena kebaikan itu harum, dan dengan sendirinya orang akan mencium kebaikan tersebut”

Menjadi Pahlawan Bersama Dompet Dhuafa

Sekarang, sangatlah mudah bagi kita berdonasi. Jika kita membuka mata dan pikiran, banyak sekali orang di sekitar yang membutuhkan bantuan kita. Terlebih kemajuan teknologi juga semakin mempermudah kita.
Sekarang kita bisa dengan mudah berdonasi melalui Dompet huafa. Organisasi yang telah 24 tahun membantu menyalurkan dana bagi mereka yang membutuhkan. 

Dengan 4 bidang kemasyarakatan yang meliputi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Pengembangan sosial yang menjadi concern dompet dhuafa. selama 24 tahun dompet dhuafa telah membantu mereka yang membutuhkan. mari kita berpartisipasi, turut andil membantu saudara kita yang membutuhkan. Di bulan kemanusiaan ini, mari perbanyak donasi dan dengan senang hati membantu sesama. yuk jadi pahlawan bersama Dompet Dhuafa

Sebagai penutup,percayalah, setiap kebaikan pasti akan dibalas kebaikan. Karena dunia memang adil dan dengan sendirinya menciptakan keadilan. Mereka yang dengan senang hati mebantu maka dengan senang hati pula akan dibantu. Mereka yang mengulurkan tangan akan dengan diuluri tangan pula. Setiap yang mempahlawankan akan pula dipahlawankan. Karena sekali lagi, kita semua bisa menjadi pahlawan.

Lantas sudahkan kita membantu sesama hari ini?

Si Pahit Pengikat Kenangan

  No comments

Mungkin bagi segelintir orang, secangkir kopi hanyalah secangkir kopi. Si hitam pahit bercaffein. Tapi tidak bagi saya. Dalam secangkir kopi tersimpan banyak kenangan. Tentangku, kopi, dan kebersamaan.

Sejak masih kecil saya sudah mengenal kopi. Setiap pagi, dengan rutin ibu selalu menyeduhkan secangkir kopi hitam untuk ayah. Kopi hitam yang memiliki aroma khas. Awalnya saya tidak terlalu menyukai kopi. Rasanya pahit, warnanya pun hitam. Tapi seiring waktu berlalu saya pun mulai tahu cara menikmati kopi.

Memang kopi itu pahit, warnanya hitam, dan disajikan saat panas. Tapi dibalik itu semua kopi memiliki daya magisnya tersendiri. Sebuah perjamuan terasa tidak nikmat tanpa secangkir kopi menengahi. Obrolan menjadi renyah dengan secangkir kopi menemani. Dengan kopi semuanya menjadi lembut dan mengalir.

Awalnya saya pikir setiap kopi itu pahit (dan memang setiap kopi itu pahit 😂). Tapi saya mulai sadar bahwa antara kopi yang satu dengan yang lainnya memiliki ciri khas dan cita rasa yang berbeda.  Saya pun mulai menjelajahi kekayaan kopi nusantara. Menyesap kopi satu ke kopi lainnya.

Kopi, Teman di Setiap Waktu


Hampir di berbagai acara saya menemukan kopi di dalamnya. Acara nonton bareng makin hangat dengan secangkir kopi. Aktivitas ronda malam pun menjadi lengkap dengan secangkir kopi sebagai teman berjaga. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan.

Karena seringnya saya bertemu dengan kopi, saya pun akhirnya juga turut mencicipi dan akhirnya jatuh cinta kepada kopi. Bagai cinta pertama saya langsung jatuh cinta pada secangkir kopi yang tersuguh dalam acara reuni keluarga saya. Aroma yang khas, aroma yang membuat saya menjadi seorang pecinta kopi. 

Tapi waktu itu saya masih belum terlalu peduli dengan kopi. Tapi di kemudian hari saya sungguh menyesal. Menyesal karena tidak sempat bertanya kopi apa yang terseduh waktu itu. Sejak itu saya pun memulai petualangan saya mencari kopi ternikmat. Kopi yang membuat saya jatuh cinta pada kopi. 

Pencarian Kopi Ternikmat

Telah berbagai macam kopi saya cicipi. Setiap pergi untuk travelling, saya pasti menyempatkan diri untuk mampir di warung kopi. Duduk sebentar menikmati secangkir kopi. Pertama untuk menambah referensi kopi nusantara, menggerakkkan ekonomi 😀, dan mensyukuri limpahnya keragaman kopi nusantara.

Tak terhitung sudah berapa kopi yang saya coba. Dari kafe, restoran, maupun warung pinggir jalan. Semuanya sudah pernah saya sambangi. Setiap kopi pun memiliki ciri khas, aroma, dan cita rasa masing-masing. 

Tapi entah kenapa, hati saya tertambat pada sebuah kopi yang disuguhkan di warung pinggir jalan. Saat pertama kali melangkahkan kaki di warung tersebut, saya disambut dengan aroma kopi yang khas. Aroma kopi yang segar, aroma yang menggugah selera untuk duduk mencicipi secangkir kopi. Aroma yang juga mengingatkan saya pada kopi yang terseduh dalam acara reuni keluarga saya. Secangkir kopi yang membuat saya jatuh cinta pada kopi. Saya pun langsung duduk dan memesan secangkir kopi.

Tak butuh waktu lama, secangkir kopi pun segera tersaji. Segera saya seruput secangkir kopi tersebut setelah bertata krama dengan “monggo pak!” kepada pelanggan lain. Aroma kopi tersebut membuat saya tak tahan untuk segera menikmatinya. Benar saja. Cita rasa kopi itu sungguh nikmat.  Tak mau kehilangan momen tersebut, segera saya bertanya kepada si embok empunya warung.

  “Buk, ini kopi apa?”
  “Kopi Kapal Api le!” jawab si embok
  “Kapal api buk?” saya meyakinkan
  “Iya le, yang biasa dijual di toko kelontong itu!” si embok meyakinkan saya

Tak kusangka, kopi yang saya caroi-cari adalah kopi yang dengan mudah saya temukan di toko kelontong depan rumah. Sungguh terkejut, karena yang saya cari selama ini berada sangat dekat. Bagai pepatah

“Semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak nampak”

Setelah itu saya pun segera mencari informasi tentang kopi kapal api. Bertanya sana sini. Membaca berbagai tulisan. Akhirnya saya paham kenapa “kopi kapal api” itu “jelas lebih enak”. 

Ternyata jawabannya sederhana. Komitmen dari kapalapi untuk menyuguhkan kopi terbaik melalui penyeleksian biji kopi terbaik. Dengan proses pengolahan yang optimal menciptakan bubuk kopi yang nikmat dan memiliki ciri khas. Biji kopi pun tersaji dengan kualitas terbaik dalam sebungkus sachet kopi kapal api. Proses pengepakan yang baik pun membuat kopi kapal api memiliki aroma yang khas dan sungguh menggugah.

Ternyata tidak hanya disitu, dengan sistem pengolahan yang optimal dari kapal api. Kopi kapal api pun bersahabat dengan lambung. Memang lambung adalah momok nyata bagi mereka para penikmat kopi. Banyak pecinta kopi yang terpaksa beristirahat karena lambung mereka tidak mau bersahabat :D. Tapi tidak dengan kopi kapal api.

Selain itu, kenangan yang tersimpan dalam secangkir kopi juga menjadi pelengkap kenikmatan secangkir kopi. Memang benar ia si pahit pengikat kenangan.

Semanjak saat itu, kopi kapal api pun selalu menjadi pendamping setia perjalanan saya. Setiap saya menikmati secangkir kopi, terlintas perjalanan saya mencari kopi ternikmat. Kenangan dari satu warung ke warung lainnya. Semuanya terikat erat dalam secangkir kopi kapal api yang kini selalu terseduh setiap pagi.




Thursday, December 14, 2017

Belajar dari rivalitas Ronaldo dan Messi

  6 comments
Tidak diragukan, hampir semua orang mengenal Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dua superstar sepakbola yang kini sama-sama merumput di liga spanyol. Messi yang dijuluki La Pulga atau si kutu dengan kostum Barcelona nya dan Ronaldo dengan kostum Real Madrid nya. 

Mereka berdua tampaknya telah menjadi ikon sepakbola setelah lebih dari 10 tahun terus bersaing dalam rivalitas yang sungguh sengit. Jauh lebih sengit dari persaingan antara Pele - Maradona, Ronaldhino - Zidane, maupun Buffon - Cassilas.

Selama 10 tahun nominasi pemain terbaik dunia selalu jatuh ke tangan dua pemain tersebut. Pagelaran terakhir berhasil dimenangkan Ronaldo setelah dirinya dikukuhkan sebagai pemain terbaik dunia 2017 dan berhak menerima trophy Ballon D’or.

Nampaknya persaingan serta rivalitas mereka masih akan berlanjut meski sudah sama-sama berkepala 3. Para pemain muda dan rising star nampaknya masih belum mampu mengusik kemapanan 2 pesepakbola ini.

Nah, kali ternyata ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari rivalitas 2 pesepakbola ini. Daripada kita beradu argumen memilih siapa yang terbaik diantara keduanya lebih baik kita mengambil pelajaran dari persaingan ketat mereka. Nah, yuk langsung saja kita bahas hal yang bisa kita dapat dari persaingan keduanya.

Sikap Pantang menyerah

Dari mereka kita bisa mempelajari semangat pantang menyerah. Tentu bukanlah hal mudah untuk menjadi pemain tetap di klub sebesar Real Madrid dan Barcelona. Jika performa tidak memuaskan maka kita bisa langsung didepak dari jajaran pemain inti. Banyak sekali pemain yang didatangkan dengan bandrol selangit, baik oleh Real Madrid maupun Barcelona. Tapi keduanya tetap menjadi pilihan utama untuk mengisi pos masing-masing.

Tentunya bukan hal sepele menjaga penampilan serta kondisi tubuh tetap fit di tengah jadwal laga yang padat. Terlebih, bergelimpangnya pemain hebat di kedua tim menjadi tantangan untuk tetap menjadi pemain andalan pelatih masing-masing. Telah berkali-kali, baik Real Madrid maupun Barcelona berganti pelatih tapi keduanya tetap menjadi opsi pertama di setiap pertandingan.

Cinta Tanah Air

Meskipun mereka sama-sama sibuk di klub masing-masing tapi mereka tidak pernah menolak panggilan dari negara masing-masing. Sayang keduanya masih belum mampu mengangkat pamor negara mereka masing-masing. Messi masih belum memberikan trophi kepada Argentina, sedangkan Ronaldo hanya mampu memberikan tropi piala EURO kepada Portugal.

Terlepas dari kontribusi mereka yang yang masih belum begitu membaggakan di level timnas. Tapi mereka tidak pernah menolak panggilan negara mereka dan dengan senang hati bermain membela negara tercinta mereka. Sikap nasionalisme yang patut ditiru dari rivalitas 2 superstar sepakbola ini.

Rivalitas yang Adil

Terlepas dari sejarah panjang rivalitas mereka. Hubungan keduanya di luar lapangan bisa dibilang baik. Baik Messi dan Ronaldo tidak pernah terlibat konflik yang berarti. Kecuali konflik perebutan gelar pemain terbaik dunia heheheh 😁.

Rival is not enemy

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keduanya. Sama-sama ganas di atas lapangan tapi ramah di luar lapangan. Karena rival bukanlah musuh tapi teman yang mengajak kita untuk jadi lebih baik lagi. Hal itu tergambarkan dari rivalitas ereka selama 10 tahun terakhir. Sungguh rivalitas yang luar biasa.

Well, mungkin itulah beberapa hal yang bisa kita ambil dari rivalitas dua superstar sepakbola ini. Untuk masukan dan saran silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar. 

Salam hangat dari Gooner Situbondo 😁 

Tuesday, December 12, 2017

Jilbab dan Wanita, Sebuah Diskusi Ringan Tentang Hijab

  No comments

Sebenarnya, saya tidak pernah punya niat untuk menulis tentang jilbab dan wanita. Pertama karena saya bukan seorang Mujtahid yang dalam ilmu fiqh merupakan tingkatan dimana seseorang bisa mengeluarkan fatwa. Kedua karena saya merasa tidak memilki ilmu yang cukup tentang wanita dan jilbab.

Gagasan untuk menulia tulisan ini sebenarnya datang secara tidak sengaja setelah dari sekian banyak group di Whatshap saya berebut perhatian untuk dibaca. Entah ilham dari mana yang membuat dsaya ikut larut dalam sebuah diskusi di group whatsaap yang sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang hijab dan wanita.

Dari diskusi tersebut dapat saya simpulkan bahwa mereka sedang mendiskusikan pendapat seorang Quraish Shihab tentang hijab. Memang ulama yang satu ini dikenal karena pandangannya terhadap hijab yang bisa dibilang kontroversial. 

Pandangan beliau terhadap hijab yang merupakan budaya dan putrinya yang tidak berhijab turu menuai banyak kontroversi. Tapi memang setiap orang memiliki penafsiran dan pemahaman masing-masing.

Jka kalian berharap saya akan mengajukan kritik terhadap seorang Quraish Shihab terhadap pandangannya kepada hijab, mungkin kalian akan kecewa berat. Saya merasa masih terlalu dangkal untuk turut serta dalam lingkaran diskusi tentang hijab tersebut.

Jika pembaca sekalian yang budiman tertarik terhadap diskusi tersebut bisa langsung membeli buku beliau atau bertabayyun(menanyakan langsung)  melalui pesan elektronik atau media sosial. Karena toh sekarang segala sesuatu sudah menjadi semakin mudah.

Dalam tulisan ini, saya hanya akan berbicara santai tentang jilbab. Sebuah pemahaman sederhana tentang jilbab yang saya dapatkan dari sebuah group whatsapp.

Hijab sebagai atribut dan penjaga wanita

Saya tidak akan mempeributkan hijab sebagai bagian dari budaya atau tidak. Tapi dalam pandangan saya, seorang wanita berhijab jauh lebih bermartabat dan terpandang daripada mereka yang dengan mudah mengumbar aurat mereka. Ibaratnya gula dan semut, jika gula tidak disimpan rapi maka akan banyak semut yang  datang menghampiri. Seperti itulah kiranya analogi terhadap wanita yang dengan mudahnya mengumbar aurat mereka.

Hal kedua yang saya dapatkan dari diskusi sederhana tersebut adalah, terlepas dari hubungan hijab dan budaya. Hijab elah menjadi atribut yang turut menjaga tingkah laku seorang wanita. Tentu wanita berhijab akan merasa malu jika melakukan hal yang memalukan dengan hijabnya. Selayaknya seorang jendral dengan seragam dinas tentu akan menjaga wibawanya selama ia berpakaian seragam jendral. Seperti itulah kiranya eksistensi hijab yang ada di Indonesia.

Memang hijab bukanlah budaya bagsa kita. Hijab berasal dari budaya jazirah arab du barat sana. Tapi sekali lagi saya tidak akan memperdebatkan hal tersebut dan saya memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk memahami hijab itu sendiri.

Tapi terlepas dari kontoversi tersebut hijab telah banyak berperan dalamm hidup wanita. Membuat mereka kembali terpandang dari awalnya hanya manusia rendahan yang kadang langsung dikubur hidup-hidup sesaat setelah lahir. Tapi memang patut disadari bahwa hijab telah menjadi atribut yang turu menjaga seorang wanita dari kenistaan. Selebihnya saya serahkan pemahaman kepada setiap individu. Wallahu a’lam bisshawab

Salam hangat dari Situbondo.