Friday, September 30, 2016

Zika as World’s Common Threat

  4 comments


Basically, health is the common need of everyone living in this world. Believe it or not, without having good health we can’t undergo our life as well as possible. Therefore, it is really urgent thing to actually keep our health in order we can undergo our life as well as possible. But, recently the mainstream medias often tell us about the appearance of an endemic that commonly being the trending topic in Singapore. That is Zika.
            Long before this news being the trending topic, zika appeared in Brazil at 2014. It infects many pregnant moms in Brazil. Basically, zika is an illness caused by the infection of zika’s mosquito and oftenly found infected into pregnant mom. Even it is not a really dangerous disease, but it is a really urgent need to find out the antidote of it that up to now hasn’t been invented.
            Fundamentaly, the curing on zika virus has been started since it’s first case found in Brazil at 2014, but unfortunatelly it had no significant development on the research to find it’s antidote.It was almost been solve by quarantining the victim in order not to spread out this virus. But this virus was refind in Singapore recently. Therefore, so many country spread out flight warning for their citizen who wants to visit Singapore, even England has already restrict the flight into Singapore due to the invention of Zika’s suspect.
            Seeing that, it is really an urgent thing to help each other to find out it’s antidote to finally cure the one infected by zika. Even, zika is not kinds of any dangerous diseases, but we should aware people on the dangerous of it’s, in order it will not be such an endemic like what was happened in the past toward the europe land, that was PES endemic. Therefore by the appearence of zika itself, it should be the stimulation to all people to actually keep their health as well as possible. Further, the World Helath Organization (WHO) should immediatelly conduct a serious research on how to find the antidote of zika itself.
            Furthermore, the appearanc of zika should be the concern of expert in order to immediatelly figure out this problem. Because sooner we solve it, it will be better for all. Threfore, the research on finding it’s solution should be the priority of every nation not only Singapore as the place of this disease appear.
            In the other side, we should not only focus on the concern of zika itself, but we must think it over and analyze it deeply. It should not finish on the curing of it kind of virus, but must go on and continously inventing antidote on other diseases that threaten the human’s health. Further we should aware the sociaty on the importance of keeping our health in order to prevent the spreading out of any kinds of virus that threaten our health.
            In brief, this moment should be a boosting moment for us to actually remember our way of life. Zika should be solved and cured soon, and not to be satisfied on acomplishing that we should strive harder for better human life. Further, the society should aware on the urgency of keeping our health, because as what I have stated earlier that health is really urgent thing toward our life. And remember, preventing is better than curing.

Sunday, September 18, 2016

Gagasan Indonesia #3 : Maju melalui sepakbola

  2 comments
www.google.com


                Setelah membahas tentang nasionalisme dan pendidikan, kali ini kita akan mulai membahas gagasan pertama dalam memajukan Indonesia. Kita akan maju melalui sepakbola. Jadi langsung saja menuju penjelasannya
Maju melalui sepakbola
                Pasti hal pertama yang muncul adalah, kenapa harus sepakbola? Baiklah, ada beberapa alasan guna menjustifikasi hal ini, mari kita bahas satu-persatu.
                Pertama, sepakbola adalah olahraga sejuta ummat, meski Indonesia memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa. Tapi itu semua luluh jadi satu saat timnas kita bertanding. Lautan merah putih memenuhi seluruh tribun penonton. Atraksi menakjubkan tercipta. Masyarakat benar-benar bersatu, tak ada embel-embel suku, ras, budaya, agama. Semua satu, mendukung Indonesia. Tak ada perselisihan antar klub favorit, semua satu mendukung Indonesia. Sungguh semangat militansi yang sangat menakjubkan. Oleh karena itu kenapa harus sepakbola, karena sepakbola merekatkan masyarakat, yang jauh jadi dekat yang dekat makin dekat.
                Kedua, alasan ekonomi. Sepakbola merupakan sebuah pasar yang menjanjikan. Coba kita hitung pendapatan seluruh klub yang berlaga di liga inggris dalam semusim. Sungguh banyak, bahkan melebihi pendapatan dari cukai rokok yang menyumbang hampir lebih dari 90% pendapatan cukai Indonesia. Jika kita berkaca kepada klub-klub eropa dimana mereka benar-benar memanfaatkan euforia sepakbola tersebut. Membangun fasilitas yang secara tidak langsung membuat lingkungan sekitar juga terkena imbasnya. Pendapatan dari tiket, aparel, jersey, serta mercendise klub pun sangat menjanjikan. Sebuah pasar yang sangat menjanjikan. Andai kan saja di Indonesia ada minimal 4 klub yang dikelola secara profesional dan menerapkan standar internasional maka niscaya menjadi negara yang lebih baik sangatlah mudah.
                Ketiga, adalah faktor pamor atau bisa dibilang gengsi. Hampir seluruh stasiun televisi berebut guna memperoleh hak siar suatu siaran sepakbola, bahkan nominalnya tidak tanggung-tanggung, contohnya sky sport yang menggelontorkan banyak uang guna memperoleh hak siar premier league. Lebih-lebih, jika Indonesia mempu berlaga di piala dunia, sungguh akan ada sebuah euforia yang mungkin belum pernah ada sebelumnya, sebuah kegembiraan melihat garuda bertanding di lapangan internasional melawan para singa-singa eropa. Jangankan Indonesia, ada saja satu klub Indonesia yang mampu tampil di piala dunia antar group saja sudah cukup menggembirakan, tidak hanya bagi basis pendukung detia klub tersebut tapi juga seluruh lapisan masyarakat.
                Contoh lainnya adalah jika Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi sepakbola bergengsi, seperti piala Asia, atau Piala Dunia. Maka akan tercipta euforia, semangat untuk berubah, berbenah, memenuhi segala kekurangan untuk persiapan perhelatan acara yang dimaksud. Banyak stasion di renovasi yang akhirnya berimbas pada perekonomian di daerah sekitar stadion yang juga terkerek naik. Tak usah jauh-jauh ke Piala Dunia. Kita lihat saja kompetisi sepakbola lokal yang sedan bergulir seperti Torabica Soccer Championship (TSC) yang tiap pekannya pasti menghelat pertandingan, secara tidak langsung perekonomian di sekitar stadion atau venue perhelatan pertandingan juga akan terkerek naik, baik dari konsumsi makanan para suporter, mercendise, tiket dll.
                Nah berkaca dari tiga hal tersebut, saya pikir sepakbola merupakan salah satu cara agar Indonesia dapat maju atau hal ini dapat menjadi akselerator bagi kemajuan bangsa. Maka konflik haruslah jauh dari pendengaran kita. Tak ada kata konflik lagi, mari berkompetensi dengan baik dan jujur. Semangat sportifitas haruslah dijunjung tinggi karena melalui sepakbola kita akan menyatukan ummat.
Salam hangat

Tuesday, September 13, 2016

Humor Islami Penambah Iman

  No comments
Sesungguhnya dengan melihat lingkungan sekitar kita dapat mengintrospeksi diri dan memperbaiki kesalahan dan kekurangan kita semua, baik dohir dan batin. Dengan berhusnudzan kita juga dapat memperbaiki sikap dan tingkah laku kita, karena seperti salah satu sabda nabi yang menganjurkan kita untuk berhusnudzan kepada siapa saja dan hanya bersu’udzan kepada satu hal, yakni diri kita sendiri.
            Nah, kali ini ksaya akan membagikan satu humor yang saya rasa dapat diambil manfaat darinya. Karena kirta bisa menggunakan apa saja sebagai bahan muhasabah dan perbaikan diri. Lebih-lebih humor sering digunakan oleh banyak orang untuk melontarkan sindiran dan menunjukkan kritik terhadap suatu hal. Layaknya Mukidi yang sedang tren akhir-akhir ini. Nah berikut agar tidak berlama-lama

“Al-Fiil & Al-Baqarah”
            Dikisahkan suatu hari ada seorang sebut saja Fulan melaksanakan sholat subuh berjama’ah dan imam sholat kala itu membaca surat Al-Baqarah, sedangkan si Fulan sedang ada pekerjaan mendeak di tempat kerjanya. Akhirnya ia pun terlambat datang ke tempat kerjanya.
            Keesokan harinya ia sholat subuh ditempat yang sama, lalu ketika di rakaat pertama Imam sholat mulai membaca Surah Al-Fiil maka si Fulan segera lari dan pergi meninggalkan tempat itu.
            Usut punya usut si Fulan ternyata menyangaka yang kecil saja sudah panjang (Baqarah = Sapi) apalagi yang lebih besar (Fiil = Gajah)
“Juz 30”
            Dalam suatu kunjungan salah seorang menteri menyalami para bocah yang dianugerahi gelar hafidz cilik. Lalu ia memanggil salah satu dari mereka dan bertanya:
Menteri            : sudah hafal berapa juz nak?
Anak    : 30 juz
Menteri            : (dengan lugunya bertanya) wah hebat, tinggal berapa juz lagi?
Heheheheheh :D
Nah sudah tebalkah iman anda? Mari saling mengingatkan!

Salam hangat

Gagasan Indonesia #2 : Perbaikan pendidikan

  No comments
Setelah sebelumnya kita membahas tentang nasionalisme sebagai fondasi penegak seluruh rencana dan gagasan gagasan saya. Saya rasa titik kedua yang pelu dibenahi adlah sektor pendidikan, karena melalui sektor ini generasi bangsa dididik dan dibentuk karakteristiknya.
            Perbaikan Pendidikan
            Hal pertama yang patut dibenahi dalam hal pendidikan adalah transparansi sistem pendidikan itu sendiri, dimana tercipta korelasi antara siswa, pemerintah, dan guru sebagai komponen pendidikan itu sendiri. Harus ada sambungan atau wasila sehingga tercipta suatu tujuan yang jelas dari pendidikan itu sendiri.
            Kedua adalah penggunaan dana pendidikan dengan bijaksana, seperti contohnya dana BOS digunakan secara bijak guna memenuhi seluruh sarana prasaran yang dibutuhkan guna memperlancar kegiatan belajar mengajar sehingga mampu mencipta output yang bagus.
            Menurut saya pembangunan pendidikan dari pinggiran bisa menjadi strategi yang tepat seperti semangat Nawacita yang dikampanyekan bapak presiden. Maka dengan memperkokoh sekolah sekolah yang berbasis di daerah pinggiran dapatlah memudahkan penyamarataan tingkat pendoidikan sehingga dapat menekan jumlah buta huruf di Indonesia.
            Ketiga, dalam penerapannya setidaknya ada badan independen yang mengontrol pelaksanaan sistem ini. Meliputi dari penyaluran dana, pemanfatan dfana, serta anti korupsi. Sungguh tak bisa dipungkiri, korupsi sudah hampir menggerogoti seluruh tatanan masyarakat. Oleh sebab itu, pembentukan tim independen diperlukan guna menanggulangi resiko ini dan tentunya terbuka terhadap komentar dan masukan masyarakat sehingga pemerintah tidak lupa diri.
            Memang pendidikan adalah salah satu hal penting yang sangat perlu diperhatikan. Banyak kontroversi yang tercipta. Baik soal kurikulum, korupsi, ketidakmampuan siswa, atau apalah-apalah. Maka setidaknya kita harus menanggapinya secara bijak, untuk apa menteri rapat berlama-lama, berdebat panjang-panjang jika tak ada manfaatnya sama sekali. Sungguh (maaf) bodoh mereka yang melakukan hal tersebut. Berlama-lama melakukan hal yang tidak bermanfaat hanya untuk sesuatu yang tak ada apa-apanya.
            Maka marilah kita berubah bersama meningkatkan pendidikan Indonesia, mencipta semangat baru, mencipta masa depan yang lebih baik. Maka sepatutnya perbaikan pendidikan Indonesia menjadi prioritas setelah memiliki fondasi yang kokoh berupa mental nasionalisme yang tertanam kokoh dalam jiwa. Berikut mungkin beberapa ide penulis terkait perbaikan pendidikan Indonesia.
-          Adanya transparansi sehingga mencipta iklim pendidikan yang kondusif
-          Memulai dari pinggiran, karena menurut hemat penulis, banyak aspirasi yang tercipta dan muncul dari mereka yang tinggal dari pinggiran. Maka dengan mengumpulkan aspirasi-aspirasi tersebut, berpikir dengan kepala dingin untuk memecahkan masalah tyersebut maka tidak sia-sialah seluruh lelah yang tercurah guna memikirkan nasib bangasa. Karena sungguh olahraga otaklebih melelahkan daripada olahraga badan
-          Pendidikan berbasis moral mungkin perlu diterapkan guna mencipta generasi yang beradab dan mampu bersaing, karena sesungguhnya adab lah yang diperlukan guna menjalani hidup ini tak hanya sekedar kepintara otak semata.

Mungkin sekian gagasan dari saya, sebatas meluapkan pemikiran seorang anak yang duduk di bangku sekolah. Sekian. Salam hangat. 

Tuesday, September 6, 2016

7 Kiat bahagia ala KH Agoes Ali Masyhuri

  2 comments
Dalam postingan kli ini kita akan membahas beberapa kiat agar hidup kita bahagia dan tentram, siapa sih yang tidak mau hidup bahagia, semua orang pasti mendambakan hidup bahagia. Berikut beberapa kiat idup bahagia yang dirumuskan oleh KH Agoes Ali Masyhuri
1.      Bebaskan hatimu dari kebencian
Baginda Rasullulloh SAW pernah bersabda “Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling menghindar, dan saling memutuskan silaturahmi. Jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. Tidaklah halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq’alaih).
2.      Bebaskan pikiranmu dari kekhawatiran
Jika ingin hidup berkah dan bahagia, buanglah rasa gelisah. Kebahagiaan tidak dapat dirasakan secara sempurna jika seorang berada dalam kondisi penuh kekhawatiran, gelisah, dan takut.
Membebaskan pikiran dari kekhawatiran itu tak terpisahkan dengan iman. Sebab, dengan iman seseorang tergerak untuk selalu mendekati nilai-nilai terbaik, sebagai jalan mendekati Allah, dan usaha pendekatan itu terwujud dalam suatu proses terus-menerus tanpa henti dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pikiran lepas dari belenggu kekhawatiran, hidup akan terasa ringan. Pikiran akan bekerja degan baik. Bias memilih secara bijak segala sesuatu. Apa yang namanya kebahagiaan akan dating menghampiri dirinya.
3.      Hiduplah sederhana
Iman kepada Allah dan bersandar kepada-Nya, akan menumbuhkan rasa puas dan kesadaran menerima apa yang dimiliki. Hidup sederhana atau gaya hidup minimalis adalah sebuah sikap cerdas mengetahui mana keinginan dan mana kebutuhan. Ciri gaya hidup ini ialah adanya perasaan puas dan cukup terhadap “apa yang dibutuhkan”, bukan “apa yang diinginkan”.
4.      Jangan berharap terlalu banyak
Orang yang berhati rakus dan ambisius terlalu berharap banyak dalam masalah materi, tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Mereka selalu merasa kurang, cenderung mengkufuri nikmat Allah. Karena yang ada di pikirannya jangan sampai kalah dengan orang lain dalam urusan materi.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Orang yang mencintai dunia secara berlebihan tidak akan lepas dari tiga macam penderitaan: kekalutan pikiran yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir”.
5.      Ulurkan tangan untuk memberi kepada orang lain
Belajarlah memberi kepada sesame, karena memberi itu kaya. Orang yang takut miskin sebenarnya sudah jatuh miskin. Barang siapa yang suka memberi tidak pernah kekurangan. Memberi dapat memperpanjang umur, meningkatkan kebugaran tubuh, dan meningkatkan usia harapan. Banyak orang kaya tidak bahagia dan sulit tidur karena tidak mau berbagi dengan sesame. Orang yang gemar membantu dan menolong sesame insya Allah panjang umurnya dan sehat badannya. Tegasnya, memberi mendatangkan kebahagiaan luar biasa. Maka orang bijak bersemboyan, jia anda ingin berhasil dan sukses, tempulah jalan dengan banyak memberi.
6.      Isilah hidupmu dengan cinta
Dalam The Art of Loving, Erich Fromm menulis bahwa manusia modern sesungguhnya adalah orang-orang yang menderita. Mereka menderita akibat kehausan untuk dicintai orang lain. Makin keras dan kuat manusia berusaha unuk dicintai, semakin terbuka luas peluang menemukan kegagalan dan kekecewaan. Maka belajarlah mencintai, bukan ingin dicintai. Isilah hidupmu dengan mencintai sesama. Barang siapa mampu mencintai orang lain dengan tulus dan benar, maka mendapat arus balik dicintai orang lain dengan tulus dan benar. Jangan mengharap dicintai orang lain dengan tulus dan benar bila kita tidak mampu tampil mencintai orang lain dengan tulus dan benar.
7.      Berbuat baiklah kepada orang lain, seperti kamu menyukai orang lain berbuat baik kepadamu
Jika kita merindukan cinta dan simpati orang lai, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun yang bias kita sumbangkan kepada orang lain. Setiap kebaikan yang dilakukan seseorang pastilah kebaikan itu akan kembali kepadanya. Jika seseorang suka menolong pasti akan ditolog; jika seseorang suka memaafkan pasti akan dimaafkan. Jika seseorang  suka memudahkan urusan orag lain maka pada suatu waktu dia mendapat kesulitan pasti aka nada saja yang menolongnya.

      Sekian kiat-kiat bahagia ini, semoga bermanfaat dan mencerahkan. Salam hangat
*Dikutip dari buku KH Agoes Ali Masyhuri yang berjudul "Suara dari langit"

Sunday, September 4, 2016

3 Macam Manusia

  No comments


Baiklah dalam postingan kali ini saya akan menshare  tentang pembagian manusia yang diibaratkan menjadi 3 hal. Sebenarnya secara garis besar manusia dapat dibedakan menjadi 3 macam manusia yang diumpamakan sebagai makanan, obat dan penyakit*.
                Langsung saja
Golongan pertama adalah manusia yang diibaratkan sebagai makanan. Artinya mereka dibutuhkan oleh sekitarnya baik dalam keadaan baik maupun buruk, itulah yang dimaksud denganmanusia bagai makanan. Karena makanan adalah kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh manusia baik saat dia sakit maupun sehat walafiat. Oleh karena itu sebaik-baiknya kita mampu memposisikan diri sebagai makan bagi masyarakat atau setidaknya lingkungan sekitar kita. Dengan manjadi baik maka mengutip perkataan Paula Coelho “alam semesta akan berkonspirasi memudahkanmu” oleh karena itu sebaik-baiknya  kita adalah yang mampu menakar suatu masalah dan keadaan secara bijak sehingga tidak ada salah paham dan malah mencipta suatu suasana yang kondusif.
                Golongan kedua adalah manusia yang digolongkan atau diibaratkan sebagai obat, yakni dibutuhkan saat sakit. Atau setidaknya dibutuhkan saat dalam keadaan sulit dan susah saja. Nyessek banget kan, kayak orang yang terjebak friendzone. Tapi seidaknya, minimal kita bisa menjadi obat bagi orang lain, walau hanya dibutuhkan saat sakit atau sedang susah tapi setidaknya kita dapat bermanfaat bagi orang lain.
                Golongan ketiga adalah orang yang diibaratkan sebagai penyakit. Dari pengibaratannya saja sudah cukup tidak mengenakkan, mana ada orang yang mau sakit. Bahasa kasarnya kelompok ketiga adalah kelompok yang _maaf sering disebut sampah masyarakat. Nah sebagai manusia yang masih memiliki hati nurani dan berakal sehat, kita seharusnya dapat memosisikan diri agar tidak menjadi manusia yang menjadi penyakit, baik masyarakat sekitar kita lebih-lebih tatanan sosial secara global.
                Nah setelah saya memaparkan ketiga macam golongan manusia tersebut, manakah yang pembaca kehendaki. Setidaknya kita dapat memposisikan diri kita sebagai manusia yang bisa membantu orang lain walau tidak terlalu dianggap ataupun dihargai jasanya. Hmb, mari kita berpikir sejenak, seorang guru yang mengajar dari pagi sampai siang kadang juga sampai sore sering tidak dianggap jasanya, hanya dianggap sebelah mata saja. Tapi mereka tak pernah putus asa dan tetap semangat menlarkan dan menyebarkan ilmu mereka kepada murid-muridnya, maka sepetutnya titel pahlawan tanpa tanda jasa merupakan suatu nama atau sebutan yang cukup amat pantas disematkan kepada bapak ibu guru kita.
                Nah setelah paparan singkat diatas semoga dapat bermanfaat bagi segenap pembaca sekalian, kritik saran selalu terbuka karena penulis sadar pasti ada kesalahan yang terselip walau hanya sepatah dua patah kata saja. Sekian semoga tulisan ini dapat menyevarkan banyak kebaikan. Salam hangat.
                *pendifinisian manusia dinukil dari penjelasan KH Najiburrahman dalam pengajian kitab  Bidayatul Hidayah, Pondok Pesantren Nurul Jadid