Thursday, March 31, 2016

Lomba Karya Tulis Ilmiah 2016 Se-Probolinggo

  No comments


Persyaratan:
- Peserta adalah siswa tingkat SMP Se-probolinggo
- Setiap sekolah boleh mengirim lebih dari 1 kelompok
- Setiap kelompok terdiri dari 3 orang
- Naskah dikirim dengan format hard copy dengan ketentuan margin 3-3-4-3 dan jumlah maksimal 20 halaman
- Akan diambil 10 naskah terbaik yang nantinya akan diundang untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di SMA Nurul Jadid
           
Deadline:
-          Pengumpulan terakhir 30 April 2016
-          Naskah yang terpilih sebagai 10 terbaik akan diumumkan lewat website www.smaj.sch.id
-          Presentasi hasil karya bagi peserta yang lolos hingga 10 besar 17 Mei 2016
Hadiah:
Juara I              :
Trophy+Tabanas(1.000.000)+Sertifikat
Juara II  :
Trophy+Tabanas(750.000)+Sertifikat
Juara III :
            Trophy+Tabanas(500.000)+Sertifikat
Harapan I          :
            Tabanas(250.000)+Sertifikat
            Harapan II         :
            Tabanas(200.000)+Sertifikat
*Seluruh finalis yang masuk 10 besar gratis biaya pendaftaran di SMA Nurul Jadid
Alamat pengiriman:
            On the spot:
-          Lab Biologi SMA Nurul Jadid
Via Pos
-          SMA Nurul Jadid Jln K.H. Zaini Mun’im Karanganyar Paiton Probolinggo 67291 Jawa Timur
Contact Person:
-          085257911282 (Didik Rahwinianto)
-          085331238840 (Misbahul Huda)
-          085234635340 (Juwaeni)
-           

Tuesday, March 29, 2016

Sunday, March 27, 2016

Saturday, March 26, 2016

Cinta dalam sebungkus permen

  No comments
ini adalah cerita saya dengan dia, main kirim-kiriman pesan lewat sebungkus permen, si dia masih malu-malu kalau mau member sesuatu, sungguh. waduh
wah entah bagaimana cerita cinta ini akan berakhir bahagia atau sedihkah? saya tak tau jua, tapi saya hanya berkomitmen untuk menjadi yang terbaik untuknya,
lo...lo.ololoo.. kok ngawur? waduh...........??????

Tuesday, March 22, 2016

Cerpen tentang pemuda

  No comments
Pagi itu suasana belajar mengajar berjalan seperti biasa di SMA Putra Bangsa. Membosankan. Para siswa tampak malas malas an mengikuti jalannya pelajaran. Hanya sekali mengangguk dikala ditanya oleh guru. Aku pun merasakan hal yang sama. Bosan.
          Kring.
          Bel istirahat berbunyi. Para siswa pun menghambur keluar kelas tanpa menghiraukan guru yang belum menutup penjelasannya, ada hal yang lebih penting yang harus dibicarakan hari itu.
“yan, gua tunggu di kantin ya?” tanya alan padaku.
“ok, tunggu ezt, aku mau ke bunga dulu!”
“sip, cepetan!”
Tanpa menunggu jawabanku, alan pun sudah ngacir pergi ke kantin berkumpul dengan para siswa yang lain.
          Aku pun pergi ke kelas sebelah menemui bunga. Gebetanku. Menjelaskan rencanaku, bunga pun mengiyakan dan hanya berpesan untuk jaga diri. Setelah menemui bunga aku pun bergegas berkumpul dengan teman temanku di kantin.
          “jhon, lu maju di garis depan, faris dukung dari tengah, ilham pimpim temen temen dari samping. Kita cegat mereka di perempatan senopati” roni menjelaskan. Dia lah pemimpin kami, siswa yang disegani di sekolahku. Siapa yang macam macam, jangan harap pulang sekolah dengan seragam rapi lagi, paling tidak lecet lecet habis dipukuli.
“Yan!” joni menyebut namaku
“apa?”
“lo, support dari belakang, jaga jaga takut mereka curang”
“joko kamu record dari atas jembatan okk, pokoknya kita pukul telak SMK Pelita hari ini” roni masih melanjutkan instruksinya.
          Setelah menyelesaikan instruksinya. Roni pun membubarkan kami.kembali ke kelas masing masing menyiapkan diri untuk kejadian yang tak akan pernah terlupakan sepulang sekolah nanti.
          SMA Putra Bangsa dan SMK Pelita memang sudah bermusuhan sejak dulu, entah siapa yang memulainya. Kita rutin terlibat dalam tawuran baik besar maupun kecil. Entah apa penyebabnya, kadang hanya karena saling ejek yang berakhir dengan baku hantam. Tapi dua bulan lalu entah apa penyebabnya tawuran massal terjadi antara SMA Putra Bangsa dan SMK pelita. Banyak siswa yang luka luka. Yang paling parah adalah temanku Alex, berniat menyelamatkan Roni yang menjadi bulan bulanan anak Pelita Alex justru menjadi tumbalnya. Tepat 2 bulan yang lalu di perempatan senopati menjadi saksi meninggalna Alex. Teman seperjuangan kami.
          Entah kenapa sejak pagi hari perasaanku tidak enak, setelah mendapat pesan singkat dari Roni yang meminta kami membawa senjata lengkap. “bawa senjata lengkap, kita balas kematian Alex besok, di tempat yang sama. Hancurkan SMK Pelita”. Perasaanku sungguh memburuk. Apa yang harus kulakukan. Tapi semuanya sirna oleh gengsi yang muncul. Olok olok yang akan datang, makian-makian yang nantinya datang. Semua itu akhirnya membulatkan tekadku untuk turut campur dalam serangan balasan itu.
          Kring. Bel pulang sekolah pun berbunyi. Seluruh siswa segera berkumpul di belakang sekolah. Merekonsolidasi pasukan. Para siswa mengambil senjata mereka masing masing yang tadinya dititipkan kepada penjaga kantin yang tentunya dibayar oleh para siswa agar tidak diketahui guru.
          Para siswa pun bersiap siap, ada yang membawa parang modifikasi sepanjang 1 meter, clurit, pedang, pisqau lipat, dan senjata lainnya. Aku memutuskan hanya membawa batu dan balok kayu. Setelah semua siswa siap kami pun berangkat menuju perempatan senopati, bersiap untuk perang.
          Setelah 30 menit berlalu, salah satu siswa yang ditugasi melihat kedatangan siswa SMK Pelita datang tergopoh gopoh. “Ron, mereka datang, mereka bersenjata lengkap”
“sialan” kutuk Roni
“nasi sudah menjadi bubur, ayo kawan kawan serang mereka, demi Alex, demi sekolah kita, hancurkan SMK Pelita” ucap Roni
“Serang” teriak Roni
          Setelah komando tersebut teman-temanku langsung menghambur menyerang gerombolang siwa SMK Pelita yang datang. Tak bisa dinanya, kericuhan pun terjadi. Para siswa pun saling pukul, darah segar mulai bertumpahan.
          Melihat teman temanku yang bertarung di barisan depan, perasaan itu muncul. Perasaan menyesal, merasa bodoh, tapi apa daya, diriku merasa lebih malu disebut banci, pengecut atau semacamnya. Maka kuenyahkan perasaan itu.
          Hujan mengguyur di tengah tengah pertempuran, masyarakat tak menghiraukan tawuran yang terjadi, mereka menyingkir, menutup pintu dan jendela, mencari tempat berlindung.
          Ditengah guyuran hujan perang semakin memansa, makin yang terluka. Para siswa SMK Pelita mulai kewalahan, yang masih segar segera membopong teman mereka yang terluka parah. Teman temanku pun mulai bersorak gembira. Mereka menjadi semakin ganas. Satu siswa SMK Pelita pun terperangkap. Tanpa ampun temean temanku menghantamnya dengan senjata mereka masing masing. Malanglah nasib anak itu.
          Tak berapa lama berselang, suara sirene menyeruak.
“polisi, polisi, bubar” tanpa dikomando dua kali, seluruh siswa pun bubar, berlari ke segala penjuru, hanya satu tujuan mereka. Selamat.  Menyadari kegaduhan yang terjadi di garda depan, aku pun segera vberlari menyelamatkan diri bersama temen teman ku di barisan belakang.
          Dibawah guyuran hujan ku berlari sekuat tenaga. Entah kenapa perasaan itu muncul kembali, sial, kini kusadar betapa bodohnya aku. Betapa tololnya aku. Aku sungguh menyesal atas pilihanku. Akupun merutuk diriku sendiri. Tapi apa daya semuanya telah terjadi. Kuhanya bisa berlari berharap selamat. Selamat.
          Tapi apa daya, ternyata langit berkata lain, dibawah guyurang hujan. Kulihat teman temanku mulai tertangkap satu persatu. Tungkaiku pun terasa panas.entah kenapa rasa putus asa yang benar benar putus asa menyelimuti hatiku.

          Crit... berbarengan dengan suara tersebut, diriku terhempas jauh. Tulang tulangku serasa remuk. Ku tak mampu bergerak. Sekelebat bayangan mereka pun muncul, kedua orang tuaku, bunga, teman temanku. Kenangan mereka muncul. Tapi semuanya sudah terlalu terlambat, kutakmampu lagi menyesalinya. Hal terakhir yang kulihat adalah tubuhku yang dipenuhi genangan darah, lalu semuanya pun menjadi gelap.

Friday, March 18, 2016

Resensi Novel Negeri Senja

  No comments
Dibuku ini seno Gumira Ajidarma menceritakan perjalanan seorang pengembara yang memikul luka, maka karena itu ia berkelana. Dengan tanpa pernah menyebut nama karakter utama cerita SGA menyuguhkan cerita yang penuh dengan metaforik kata yang menawan.
            Menceritakan suatu tempat bernama negeri senja dimana senja kala seperti tersangkut di cakrawala dan tak kunjung terbenam di peraduannya.Negeri senja yang tampak menawan diterpa cahaya temaran senja digambarkan dipimpin oleh seorang pemimpin buta kejam bernamka Tirana. Seluruh negeri hidup dalam kemiskinan, mayat bergelimpangan sudah menjadi hal yang lumrah di negeri senja.
            Dipenuhi dengan banyak intrik, upaya pembunuhan Tirana, pemberontakan, pembantaian, dan masih banyak lainnya tertata rapi dalam baris-baris yang disusun secara menawan oleh SGA.
            Penduduk negeri senja digambarkan sebagai masyarakat yang jarang bercakap secara lisan, lebih sering bertukar pikiran melali tatapan atau apalah semacamnya kecuali memakai lisan, karena satu hal yang menjadi pedoman di negeri senja adalah, Toirana dapat membaca pikirang orang melalui cahaya senja, oleh karena itu masyarakat cenderung tertutp dan lebih sering tinggal dalam kegelapan ditengah sinar keemasan senja yang menyapu seluruh khatulistiwa negeri senja.
            Sungguh gaya menulis seorang SGA benar benar tergambar dalam novel ini, dimana SGA sering menggunakan kata “SENJA” dan “CINTA” yang merupakan kata kata yang disukainya. Bahkan salah satu bab dalamnovel ini menceritakan hilangnya kata cinta di negeri senja.
            Memang terbersit beberapa pesan moral, dan kritikan terhadap pemerintahan. Tapi sebagai penulis yang bijak, SGA tidak melulu menyalahkan pemerintah, yang digambarkan pada akhir cerita. Sang pengembara pun kembali mengembara dan meninggalkan negeri senja untuk melanjutkan perjalanan tanpa ujungnya.

            Sekian, mari majukan bangsa dengan budaya membaca... Salam dari bumi Tahu. :D

Resensi Novel Hujan

  No comments
“Bukan melupakan yang menjadi masalahnya, tapi menerima. Barang siapa bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika ia tidak bisa menerima, maka dia tak akan pernah bisa melupakan”
            -Tere Liye

            Dalam bukunya yang satu ini Tere Liye meyuguhkan kita cerita tentang masa depan. Tentang hakikat manusia. Manusia yang bagaikan virus secara perlahan menggerogoti inangnya, dan pada akhirnya kembali kepada siklus.
            Lail, tokoh utama novel ini diceritakan berjuang keras melawan, mengenang, serta berdamai dengan masa lalunya. Hujan. Dengan alur maju mundur membuat pembaca tidak bosan membolak balikhalaman.
            Cerita berawal di suatu tempat yang nantinya bersinkronisasi dengan akhir cerita. Dengan alur maju mundurnya, dipastikan pembaca akan terkejut dengan ending nya yang (Hmb baca sendiri ya.....). dalam usahanya melupakan hujan, Lail harus berterus terang tentang segalanya, menciratakan seluruh detail hidupnya.
            Berlatar belakang kemajuan masa depan, pembaca diajak berimajinasi membayangkan kemajuan teknologi di masa depan. Pembaca juga diajak merenungi hubungan manusia dengan bumi ini, dengan beberapa gambaran tentang murka alam, pembaca diajak merenungkan esensi manusia terhadap alamnya.

            Mungkin itu saja, tentunya rasanya akan berbeda jika saya menceritakan detail cerita secara detail, jadi silakan saja baca bukunya secara langsung. Mari budayakan membaca demi mencerdaskan generasi bangsa.................... Salam dari bumi tahu :D

Bisnis Uang rusak

  No comments
Punya uang rusak? Sobek, lusuh, atau apalah semacamnya. Santai gan sekarang kalian bisa menukarnya dengan uang yang baru di Bank. Santai, nominalnya gak akan berkurang kok. Uang lusuh, sobek, lepek, atau apalah namanya itu akan diganti dengan uang yang baru. Santai. 100% asli kok.
            Awalnya saya tidak berniat menulis tulisan ini, tapi beberapa hari yang lalu, guru saya menwarkan sebuah jasa. Yakni penukaran uang rusak dengan uang baru. Uang rusak tersebut dihargai seperuh harga oleh guru saya. 50 ribu yang rusak diganti dengan 25 ribu yang masih gres baru ngambil dari bank. Berawal dari peristiwa tersebut, saya pun mencari tahu informasi tentang penukarang uang rusak, dan ternyata. Itu merupakan salah satu hal yang bisa kita lakukan di bank.
            Begini, logikanya. Guru saya menukar 50 ribu (bekas) dengan 25 ribu(Baru). Lalu guru saya menukarkannya kepada bank, ia pun mendapatkan nominal yang sama dengan uang rusak yang ia tawarkan, yakni 50 ribu. Dan ternyata bisnis ini adalah sallah satu bisnis yang lumayan menguntungkan. Memanfaatkan kabijakan bank menarik uang yang tak layak pakai dan menggantinya dengan uang baru.
            Sistemnya bermacam-macam. Ada yang menghargai sepaaruh dsari nominal uang rusak tersebut, ada yang 75% nominal uang tersebut, semuanya terserah anda. Eiitzzz, tapi uang rusak yang dapat ditukarkan di bank itu ada kriterianya, slah satu yang saya tau adalah, 2/3 uang masih utuh, jadi meskipun uang soobek jadi dua, tapi 2/3 uang masih utuh maka uang tersebut bisa ditukarkan.

            Sekian, semoga bermanfaat, salam dari bumi Tahu. :D

Friday, March 4, 2016

Speech tentang pemuda

  2 comments


Dig up youth potential as leader aspirant for our nation better future

If we try to imagine in the past when our country was colonized by other countries, at that time our societies were very sad, suffer, and depress. But by our youth spirit and struggle to fight with colonizers Indonesia could be freedom. 1928, our youthsmade their pledge as their inspiration to be Indonesia heroes who had enthusiasm, optimist, and never give up feeling because our youths had motto “keep fight we never give up” by that motto they would always keep Indonesia from colonizer. We can see from our youth’s spirit and struggle, they could lead our country be better than before because good potential of our youths which is hidden in their body. So, today Indonesia needs the golden young generations who are brave, trust, active, creative, and innovative to make Indonesia to be developed country.
              In understanding about youth and leader is: Youth is someone who is in growing of physique, emotion, and human resource until youth is the mean point of our human resource development for nation to change the previous generation. According to Mr. YOUNGstatement leader is an individual ability of someone who can invite other people to do something for the group necessity and having special ability than other people.
              Youth is the back of world civilization who can lead the world development to change the history of the world, moreover, Indonesia youth who can change the world because our first president ever stated that “give me ten youths and l will shake down the world” so, by that statement we can imagine how big youth potency is, until they can change the world. Figure world admits the existence of youth is really significant toward nation development because they realize that the youth potential is very capable enough to bring us to the bright way, arise from the weakness. All of the aspects of nation and country are in the hand of our young generation as leader. So, by big youth potential is the expectation of nation future but a nation which is failed to guide the young generation in all of the aspects even in morality side or capability that nation will be the worst in the next future.
  As leaders with satisfaction position, they will not miss from mistake, moreover our young generation that can be easily influenced by their friend that will make them have bad characteristic so it will appear many problems: Arrogant character that makes them feel satisfy on themselves and proud of what they have done for the society, Emphasize themselves it means that they talk about their greatness, exaggerate their achievement.
               By having those problems we can solve it by changing the characteristic to be better if than they will not be believed anymore by the society, so, by giving motivation o their mistake that they will have big responsibility to actually keep the society is not to be arrogant and emphasize themselves.
                In summary, we can summarize that we as leader for the next future who can create amazing thing to build Indonesia to be the better country which is respected by other countries, and country which can make the society be prosperous, fair, and live peacefully
         


                                                                  
BY: MOHAMMAD CHOLIL ASHARI