Kok Desainnya Mahal Banget sih? - Beberapa Hal yang Sering Saya Bingungkan Dalam Dunia Desain Grafis di Indonesia

Kenapa Design itu Mahal?

 "Desainnya begini doang kok mahal sih?"


Familiar dengan kata-kata tersebut? kalau aku pribadi sih iya. Masih banyak orang yang belum memberikan apresiasi yang patut terhadap sebuah karya seni. Apalagi karya seni digital berupa aset desain grafis, logo branding, social media template dan lainnya. 


Sederhananya, kalo masih ada yang gratis kenapa harus bayar?


Aku pribadi pernah terjebak dalam mindset tersebut. Mending cari yang gratisan aja daripada cari yang berbayar. Sayangnya, dalam hal ini, udah maunya yang gratisan masih cari yang bagus pula. Disini nih yang repot akhirnya 😂😂


Hal ini yang kemudian membuat ekosistem industri kreatif khususnya desain grafis dan branding logo mengalami kesuraman yang tidak menentu. Niat hati ingin mematok harga yang sedikit tinggi sesuai dengan kerja keras dan sumber daya yang dihabiskan, tapi apalah daya kalau konsumen lokal masih belum siap menerimanya.


Mendapat klien yang mau memberikan harga di atas 50 ribu rupiah untuk 1 project desain sungguh hal yang amat susah. Benar-benar langka jika kita menemukan klien yang dengan mudah mengiyakan tawaran harga di atas 50 ribu tanpa nego maupun tawar-menawar.


Baca Juga : Kiat Mudah Menjadi Seorang Grafis Desainer


Adanya fenomena ini bukan semata karena masyarakat atau konsumennya saja. Desainer grafisnya sendiri selaku pemberi jaa juga bersumbangsih menyebabkan terjadinya hal ini. Mulai dari desainer yang mengiyakan 1 project dibawah harga hal ini bisa jadi menyebabkan sebuah omongan.


"Disana tu desainnya murah, bagus juga! mending disana aja daripada disitu"


nah, dari sini kemudian pematokan harga sepihak bisa terjadi. Yang terdampak? desainer grafis se Indonesia dong. 


"Disana lo mas murah, masa' di samean mahal banget? diskon lah mas!"


Kalau aku pribadi dapat pernyataan begini. Kalau lagi males dan gamau ambil projectnya langsung kualihkan aja tuh klien. 


"Mesen disana saja sudah mbak!" 


Kalau lagi enjoy sama mau cari kesibukan kadang pula kuambil beberapa. Namun karya dan hasil akhir kusesuaikan dengan budget dari klien. Kalau budget yang ditawarkan sedikit dibawah standar, maka karya yang saya kirimkan juga sedikit mengalami downgrade juga 😂😂 setimpal sih.

__


Beberapa hal yang sering kali dijadikan alasan untuk nego harga karena ternyata desainer yang dimaksud matok harga yang ketinggian ;


Harga Teman Dong!


Waduh, hal ini juga nih yang kadang bikin desainer grafis pemula jadi patah arah dan "duh iyain aja deh" padahal logikanya seharusnya sebaliknya. Kalau kalian minta harga teman bukannya lebih baik kalian menerima rate card dari desainer nya sendiri. Tidak menawar dan kalau bisa malah dikasih tips tambahan. Kan namanya teman bukannya ngejatuhin tapi ngesupport.


Hayo hayo siapa nih yang suka minta harga teman, coba pikirin lagi deh sebelum minta harga teman dalam berbagai hal, mau mesen desain, beli barang dan transaksi lainnya. Kasian bro temenmu!


Dituker Sama Promosi Gratis di Akun Saya deh Mas!


Ini juga nih, meski follower bisa dibilang punya harga lebih saat ini, serta jumlah follower juga bisa memberikan peluang kerja dan kerjasama project yang jauh lebih besar, tapi mbok ya kasian toh. Mereka  makannya nasi dan lauk pauk, bukan makan follower. 


Well, bagiku follower itu hanya sekedar hitungan angka sih. Hal ini karena banyak tidaknya follower juga masih belum menentukan banyak tidaknya project yang bakal datang. Meski jumlah follower juga penting namun hal ini tidak terlalu critical dan fundamental serta berharga untuk ditukar dengan sebuah project desain.


Well bro, kita masih makan nasi, minum air juga butuh listrik. Dan 3 hal tersebut tidak bisa dibeli dan dibayar dengan follower.


Kenapa Desain Grafis Mahal?


Kok mahal sih? karena desain grafis adala kerja otak bukan hanya kerja otot. Sudah lumrah kita ketahui bahwa kerja otak jauh lebih berharga daripada kerja otot, hal ini karena kerja otak bukan hanya sebuah pekerjaan sekali pakai, namun memiliki impact jangka panjang.



Sebuah desain bisa menjadi identitas visual, bisa jadi sebuah ciri khas dan bisa membuat orang lain dengan mudah mengenal produk dan brand kita. Sebut saja macam online shop. Yang pakai oren kita tau platform mana, yang pakai hijau kita juga tau platform yang mana tanpa melihat logonya. 


Hal tersebut terjadi dikarena pembentukan brand dan image dari bisnis tersebut yang berhasil dibentuk dan dibangun dengan baik. Hal ini tak lepas dari kerja otak dan sumbangsih dari seorang desainer. Sampai sini sudah paham kan kenapa desain grafis itu mahal?


Dengan branding dan konsistensi dalam advertising hal ini akan sangat amat berdampak untuk citra brand. Jadi tugas seorang desainer bisa dibilang tidak hanya sebatas kepada membuat logo, namun membangun sebuah brand sekaligus citra untuk produk atau institusi yang mereka tangani. Hal ini kemudian bisa menjadi sebuah hal yang berjangka panjang jika kemudian terjadi beberapa kendala dan fluktuasi kedepannya. Jadi, desainer tuh gak sebatas kepada bikin visual lalu beres, namun ada poin dan nilai pemaknaan yang berharga. Jadi jangan heran kalo harga yang ditawarkan juga sedikit mahal.


Tapi kok masih banyak yang merehkan dan kurang menghargai sebuah karya desain sih?


So here some tips dan beberapa ide yang bisa kalian lakukan. 


Buat para konsumer ada kalanya kalian mulai memberikan apresiasi lebih terhadap para desainer, mulai berhenti minta harga teman dan memberikan harga yang logis untuk sebuah karya desain. Mari mulai apresiasi karya orang lain.


Pleaseeee buat kalian jangan cemoo atau nilai buruk sebuah karya dari orang lain. Appreciate even you hate or don't like their artwork. Support mereka dan biarkan mereka berkembang dalam ekosistem yang baik. Ujungnya juga kita secara tidak langsung bakal ngerasain juga kok!


Buar para desainer nih, mulailah menghormati dan mengargai karya desainer lain. Hal yang sering kali dialami ole desainer adalah memplagiasi karya orang lain. Alasannya sih pakai metode ATM tapi porsi TIRU nya jauh lebih banyak daripada MODIFIKASI nya. Alhasil bukan sebuah karya baru namun malah menjadi plagiasi.


Mulailah membangun portofolio dari sekarang. Kalian bisa memulai dengan ikut desain contest secamam 99design, freelancer dan berbagai situs kontes desain lain yang banyak tersebar di internet. Kalau menang ya syukur, kalau kalah aset kalian bisa kalian jadikan passive income juga kok dengan menguploadnya di situs microstock seperti Shutterstock, Adobe stock, Dreamstime dan situs microstock lainnya (Oh iya, jangan lupa baca term and service dan kebijakan dari masing-masing website terlebih dahulu ya!)


Selain itu, mulailah apresiasi karya orang lain. Misal kalian menggunakan free image, free mock up dan free-free yang lain, paling tidak berikanlah shootout sederhana, bisa berupa mention atau menyebutkan sumber dari aset desain yang kalian peroleh. 


Selain itu, hargailah karya kalian. Berikan harga yang layak untuk setiap karya yang kalian buat. Kalau aku pribadi ketika baru menjamah dunia desain grafis lebih memilih menyesuaikan karyaku dengan buget dari klien. Hal ini dikarenakan diriku yang belum cukup dikenal dalam rimba perdesain grafisan. At least, jangan pernah memberikan harga yang terlalu rendah ya! Terus berkarya, terus asah kemampuan dan jangan pernah minder dengan cemoohan atau kritikan dari orang lain.


Tips nya sih, kalian bisa mematok harga dan menawarkan beberapa pack atau bundle terkait jasa desain yang kalian berikan. Lantas jika klien melakukan penawaran maka kalian bisa menyesuaikan final result yang bakal kalian kirim dengan jumlah budget yang dimiliki oleh klien. Jadi sederhananya kalian bisa memulai dengan bahasa seperti ini "Menerima jasa branding, logo making, desain grafis mulai dari IDR blablabla"


"Sejelek apapun sebuah karya, pasti ada orang yang suka. Sebagus apapun sebuah karya, pasti ada orang yang tidak menyukainya"


Here all my thougths, Have a nice day and keep creative guys!

__

Sumber Gambar :

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

17 Komentar

  1. Dulu, blogku juga dibikin oleh design graphis , rekomendasi dari temenku yg lain. Pas aku kontak, mas joddie dari Gravis , lgs ksh tau harga dia berapa, dan benefit yg aku dpt apa. Udah lama sih itu, dan aku inget bgt harga pembukanya 2.5 JT , blm lagi biaya tahunannya :D.

    Aku lgs trima, ga mau pake nawar, selain Krn aku ga bisa tawar menawar, alasan kedua, aku buta dalam hal Graphis design. Istilah2 kayak Coding, html ato apalah itu, aku ga ngerti samasekali. Aku cuma ngerti nulis dan mengupdate blogku dgn tulisan2 baru.

    Malah aku bilang ke mas Joddie, tolong tiap tahun dibantu maintenance dan update plugin. Krn jujur aku ga mau salah ngelakuin yg malah bikin eror. Kompensasinya, aku bakal bayar lebih utk maintenance yg mereka lakuin tiap tahun :D.

    Temen2 yg tau harga Gravis segitu, kbnyakan mundur , kemahalan katanya. Tapi menurutku, yg bener2 buta soal coding dan design apapun, harga segitu sesuai dengan benefit yg akan aku trima :D. Makanya ga kepengin nawar, ato pusing2 nyari Graphis designer yg lain. Belum tau hasilnya / servicenya bakal sama bagus ato ga . Berhubung ini udh direkomendasikan Ama temen baik, jd aku lgs percaya waktu itu.

    Kdg suka geleng2 kepala Ama temen yg terlalu sadis kalo nawar. Mending kalo mereka menguasai bidang yg ditawar , tp kebanyakan ga ngerti juga :p. Apalagi Ama temen sendiri. Bukannya mensupport usaha temen, malah minta gratisan, dan bilang sombong kalo ga dikasih :D. Banyak kan yg gini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... bener sih.. kebanyakan emang orang orang nawarnya sadis abiz... gak ngotak

      Kalo aku pribadi, blog ku ini hasil koleb sih, lagi gapunya uang dan akhirnya barteran sama temen yang paham coding, jadi kita barteran. Aku bikinnproject dia, dia project in aku 😁😁

      Hapus
  2. Jadi inget sebuah kalimat "kalau ada yang bisa gambar sesuatu dalam 5 menit yang kita bayar bukan cuma gambarnya aja tapi juga waktunya yang singkat itu. Butuh latihan yang lama untuk mempersingkat waktu tersebut. Begitu juga dengan pekerjaan yang lain. Berkarya itu nggak mudah, jadi harus dihargai. Suka heran sama orang yang minta diskon karena status temen😂temen sama bisnis itu adalah urusan yang beda. Kalau digabung yang ada bangkrut karena diskonin temen mulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah emang kalo dah ketemu sama yang namanya harga teman, sama sama bingung juga mau nanggepin gimananya. Kalo aku sih selama ini, langsung nembak di budget dulu ke temen, terus mau dibuat keperluan apa, nanti di akunya yang nyesuaikan deh

      Hapus
  3. iya sedih banget dek kalo denger maslalah yang desain dihargai murah
    palagi minta harga teman
    itu mikir lo dan engga semua orang bisa
    memang menghargai karya di negeri ini amat menyedihkan huhu

    tetap semangat ya karyamu bagus bagus kok dan layak dapat harga dan apresiasi tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. saatnya revolusi mental :D

      Keknya emang harus mulai dari setiap orang masing-masing baru bisa menggema dan akhirnya banyak orang bakal lebih menghargai sebuah karya di kemudian hari. Amin

      Hapus
  4. Disain gitu aja kok mahal sih?
    Ya udah, bikin aja ndiri!
    Ini nih mahal karena harga dari kemalasanmu!

    Hahahaha, jadi ngomong sendiri deh saya :D

    Kalau saya jujur kurang kreatif dalam disain-disain, tapi kalau untuk hal-hal personal memang lebih suka yang buatan sendiri, meski hasilnya norak dan nggak banget dilihat, entah mengapa kok ya jauh lebih puas ketimbang bagus tapi buatan orang.

    beda lagi sih buat yang profesional, bakalan lebih milih buatan orang yang ngerti grafis, dan mengerti banget gimana susahnya disain, ide itu mahal brosis! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhahahah bener Rey, bikin aja sendiri kalo anggab kemahalan :D. Naaah Krn kamu setidaknya ngerti bikinnya, pasti LBH milih buat sendiri. Kalo aku, buta bener2 soalnyaaa hahahahaha. Drpd malah ancur ga karuan, Yo wislaaah aku bayar orang utk bikin dan handle semua maintenencenya :D. Aku fokus Ama nulisnya aja :D.

      Hapus
    2. Kalo aku sih menyesuaikan mbak dan spertinya sama kayak mbak Rey, untuk hal yang profesional lebih ke gunain jasa orang yang udah expert di bidangnya. Kalau untuk litle gift atau hal hal yang bersifat personal kayak kado atau gift buat pasangan, aku lebih milih buat bikin sendiri meski gak bagus seperti buatan expert. Tapi ada nilai perjuangan dan kegigihan buat bikin dan membuat sesuatu sebagus mungkin

      Hapus
  5. Nggak cuma desain, Kak. Terjemahan juga sering dihargai murah. Apalagi artikel yang ditulis buat media online. Itu lebih parah lagi. Pada dasarnya, selama ada orang yang mau dibayar murah, ya pasaran harga nggak akan naik-naik. Tapi buat yang mau dihargai murah, apa kualitasnya OK? Kan itu juga pertanyaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener juga mbak, di dunia penerjemahan juga sama. Ada krisis yang terjadi, apalagi harga teman juga hampir di temukan di berbagai bidang jasa lainnya. Hal ini mungkin karena belum apa standar yang jelas tentang biaya sebuah jasa.

      Atau orang-orang malah menyamakan kerja otak dengan biaya upah untuk kerja kasar/ otot? maybeee

      Hapus
  6. Desain mahal kan karena mikirnya juga puyeng biar hasilnya bagus. Kalo mau yang murah atau gratis ya desain sendiri dong.😂

    Ini juga berlaku di dunia template blog ya. Kadang tuh ada orang yang maunya bikin template yang bagus tapi harganya dibawah 100 ribu. Padahal bikin template juga pusing. Makanya harga template blog itu lumayan, dari 150 ribu sampai sejuta apalagi yang SEO.

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah sih mas nyari template murah hahahha

      Aku aja benerin blog ini lalu dikasih baju aja berhari-hari. Modal tanya sana-sini sama baca berbagai artikel tutorial blogging. Dan akhirnya template minimalist dan enak diliat ini akhirnya bisa aku miliki

      Karena memang harga selalu berbanding lurus dengan kualitas yang kita dapatkan ya mas

      Hapus
  7. kalau yang mahal itu berkualiti dan disukai atau kita berpuas hati..

    tak pelah..reda dalam urusan bisnes

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, as long as it's quality is good. Money is doesn't matter

      Hapus
  8. kalo soal urusan desain, saya ga nawar2 sih, karena tau bikin desain itu ga gampang. Karena udah nyoba sendiri belajar inkscape,, capeekkk...

    lagian yang kita bayar itu bukan hasilnya, proses bikinnya yang dianggap mudah, tapi lamanya kita belajar supaya hasil bikin desain bagus

    Tetap semangatt Mas, semoga kedepannya jasa desain grafis lebih dihargai

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. semoga kedepannya profesi desainer grafis lebih diargai dan memiliki tempat yang layak di masyarakat kita. Semoga mereka selamat dari kejamnya harga teman :D

      Hapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.