Tuesday, July 17, 2018

Letupan Semangat Anak Muda di Argopuro Festival ke-3

  2 comments

Selamat pagi 😊 kali ini saya akan berbagi cerita tentang Argopuro Fest yang digelar pada tanggal 13 dan 14 Juli yang lalu. Sebuah kebahagiaan dan kehormatan bagi saya, untuk ikut berpartisipasi dalam Argopuro Fest yang ke-3, maklum saya pribadi tidak terlalu mahir bermusik, paling banter ya nyanyi, itupun kadang salah nada dan bersuara Fals, hehehehehe

So yuk, mari kita bahas tuntas bagaimana sih Argopuro Fest ke-3 ini, daripada ngomongin saya yang tak jelas dan tak karuan

Apa itu Argopuro Festival?

Argopuro Festival atau biasa disingkat Argofest, adalah acara festival musik tahunan yang diadakan di lereng bukit Argoopuro. Penampilan nya pun diisi oleh berbagai komunitas di sekitar Situbondo, seperti Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Banyuwangi. Pada hari terakhir Argo Fest biasanya diisi dengan explore alam dan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari upaya pelastarian alam. 

Acara Argo fest sendiri, biasanya dilaksanakan di daerah lereng Argopuro di desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten  Situbondo. seperti layaknya daerah pegunungan lain, suasana Pegunungan Argopuro pun cukup sejuk dan tentunya dingin.

Argofest ke-3

Argofest kali ini merupakan gelaran ke-3. menurut saya pribadi, pagelaran kali ini jauh lebih meriah daripada 2 gelaran sebelumnya. pada hari pertaa, acara Argofest dimulai dengan Kirab serta doa kepada leluhur yang diikuti oleh warga sekitar. acaranya pun cukup meriah dan menyedot anime masyarakat.

Dewi Rengganis pemimpin kirab pmbukaan Argofest ke-3


pada hari pertama pun penampilannya cukup meriah, masayarakat yang hadir pun cukup banyak. penampilan yang atraktif serta kreatif dari berbagai komunitas serta band indie membuat dinginnya hawa lereng Argopuro tak terasa, berganti dengan rasa bahagia serta seru dari penampilan yang cukup atraktif dari para bintang tamu.

Pada hari kedua, juga ada penampilan dari masyarakat lokal seperti Kidung Argopuro serta berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnnya. sayangnya, akses menuju lokasi acara masih bisa dibilang kurang terlalu nyaman. tapi overall, gelaran Argofest kali ini sungguh luar biasa dan benar-benar melambangkan letupan semangat anak muda yang kreatif dan tanpa batas.

Singa atau macan, saya juga tidak tahu?





Ditunggu video lengkapnya ya, masih dalam proses editing.

Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, July 11, 2018

Menikmati Keindahan Arsitektur Kolonial di Besuki Tempo Doeloe Cafe n Resto

  6 comments


Yuhuu, kali ini saya kembali jalan-jalan ke sebuah tempat tongkrongan yang memiliki konsep yang cukup unik. Namanya "Besuki Tempo Doeloe Cafe n Resto", seperti namanya, Cafe yang satu ini terletak di Besuki, kota kelahiran saya. dan memang tempat ini berdiri di sebuah bangunan bekas kolonial yang masih terjaga utuh sampai sekarang. nah, yuk mari kita ulas satu persatu 

Interior dan Penampilan



untuk interior dan penampilan, tempat ini seperti namanya mengangkat tema klasik, hampir semua benda dan interior di dalamnya khas masa dulu, mulai dari kursi, meja bahkan di sisi luarnya juga ada beberapa petromak sebagai penerangan di sisi luarnya.

Di dinding-dinding nya pun tertempel beberapa barang khas masa lalu, seperti sepeda onthel, motor klasi, serta bingkai yang berisi beberapa foto masa lalu keresidenan besuki, serta foto-foto bangunan Besuki Tempo Doeloe pada masa lalu.


Beauty class dari Wardah Cosmetic :D


Menurut saya pribadi, tempat ini sangat cocok bagi kita yang ingin bersantai sambil bernostalgia. untuk yang suka cari tempat yang instagramable tempat ini juga cocok. cukup instagramable dan berkarya, selain itu, cafe ini pun baru berdiri sekitar tahun 2017. berarti masih belum banyak orang yang berfoto di tempat ini. Nah, buruan tuh, yang mau selfie-selfie atau nongkrong, tempat ini rekomended banget lah!

Makanan dan Minuman

Untuk segi makanan dan minuman, tempat ini menawarkan beragam menu makanan yang variatif serta beragam pilihan minuman yang cukup menggoyang lidah. untuk harganya sih relatif standar, untuk minuman, yang paling murah ada Kopi tubruk yang dipatok seharga 3,5 K saja, dan untuk yang paling mahal, banyak juga sih. silahkan cek sendiri buku menunya kalau kalian mampir ke tempat ini 😊



untuk menu spesial, Besuki tempo Doeloe ini menyediakan beragam pilihan kopi khas Situbondo 😂. Nah, ternyata, setelah saya berinteraksi dengan si owner nya nih cafe, mereka ingin mengangkat cita rasa kopi lokal yang ternyata rasanya gk kalah sama kopi nusantara lainnya. emang sih Indonesia itu memiliki beragam citarasa kopi yang tersebar luas dari sabang sampai Merauke. Nah, untuk para pecinta kopi, mungkin bisa mampir ke tempat ini. Mungkin, bagi pecinta alam yang ingin mendaki ke puncak Argopuro juga bisa mampir di Cafe ini (kalau mau yang gratsi, monggo mampir ke rumah, lalu racik sendiri 😁)



Nah, kerennya lagi, setiap 3 bulan sekali atau lebih cepat cafe ini mengeluarkan beberapa menu baru, yang kata ownernya sih (semoga cepat terealisasi) bakal mengangkat beberapa masakan tradisional dan penganan lokal sebagai menu. Wih, jadi gak sabar, kapan ya menu itu muncul di buku menu?

Sejarah dan Asal-Usul

Untuk sejarahnya, Cafe Besuki Tempo Doeloe ini berdiri di sebuah bangunan kolonial asli yang masih tetap utuh, dengan sedikit pemugaran di beberapa sisi, serta  perbaikan di beberapa tempat tempat ini menjadi tempat yang enak dipandang serta kesan mistis yang biasanya tampak di bangunan tua sedikit berkurang (tapi tempat ini tetep serem sih kalau semua lampunya dimatikan 😂)

Untuk tahun berdirinya, Cafe ini secara resmi berdiri pada tahun 2017 sekitaran bulan Juli tanggal 7. Untuk bangunannya sendiri say atidak tahu pasti, yang jelas bangunan ini sudah berdiri sejak masa kolonial. Interior nya pun masih khas masa kolonial dengan pilar-pilar gede nya yang luar biasa. perubahan besar hanya terletak di bagian kamar mandi yang di perbaiki sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.



Nah, kabar gembiranya, dalam waktu dekat akan ada mini water boom juga lo di Besuki tempo Doeloe, wih jadi enak nih, sudah jadi tempat bersantai, juga bisa sambil jadi tempat bermain bagi si kecil untuk yang memboyong keluarganya bersantai ke tempat ini!

Baca juga :
Nyantai Sejenak Sembari Menikmati Alam di Warung Biru Daun Situbondo

Untuk sementara, Cafe n resto Besuki Tempo Doeloe buka dari jam 3 sore sampai jam 12 malam, tempatnya sendiri terletak di daerah kampung arab  besuki, situbondo. bagi yang masih bingung bisa cek di google map atau tanya penduduk sekitar, so segini dulu ya!

salam hangat dari Situbondo 😊
 

Wednesday, July 4, 2018

Nyantai Sejenak Sembari Menikmati Alam di Warung Biru Daun Situbondo

  6 comments

Selamat pagi para netijen 😊 selamat beraktivitas dan semoga diberi kebahagiaan hingga penghujung hari 😉. Kali ini saya akan berbagi cerita, tetap tentang kota kelahiran saya tercinta. Situbondo. Beberapa hari yang lalu saya sempat mampir ke sebuah warung yang bisa dibilang cukup unik, warung biru daun namanya.

Tempat yang saya kunjungi kalai ini berbeda dengan kebanyakan warung biasanya. Di tempat ini kita bakalan menemui hamparan sawah yang memang sengaja dibuat sebagai bagian dari warung biru daun sendiri.panoramanya pun cukup bagus (tapi saya tidak tahu, padi yang ditanam disana apakah nanti bakal dipanen atau bagaimana 😁)

Hijau ya :) enak dipandang

Sawah di Warung Biru Daun

Nah, untuk sisi makanan, makanan yang tersedia di warung biru daun bisa dibilang cukup variatif, ada banyak pilihan menu baik makanan maupun minuman. Harganya pun masih bisa dikategorikan bersahabat alias tidak terlalu menggigit dompet 😂.

Selain warung, tempat ini juga menyediakan bermacam oleh-oleh dan penganan khas Situbondo. Untuk anak muda, setiap sabtu malam dan minggu malam disini juga ada live musik dari berbagai komunitas. Kalian yang punya talnt atau juga ingin tampil bisa juga ikut nyumbang penampilan di sana.

Live music performance

Nah, itulah gambaran singkat tentang warung biru daun, tempatnya bags dan saya jamin instagramable banget (ini nih biasanya salah satu alasan anak muda jaman now pergi ke warung atau cafe, untuk SELFIE) cekrak-cekrek lalu upload. Bakalan langsung hitz abis 😊 pokoknya, menurut saya Warung biru daun itu tempat yang cocok untuk menghilangkan penat dan sejenak menyingkir dari lalu lalalng kehidupan yang penuh sesak ini (ah, saya kok puitis bener yak 😂)

Pilihan menu yang variatif dan tentunya menggoyang lidah :)

Jadi itulah penilaian saya tentang warung biru Daun, singkat saja, yang penying jelas dan mudah dipahami. Kalau penasaran langsung saja gas, bagi yang tidak tahu jalannya bisa cek di google, sudah available kok hehe 😁

Baca juga :Melihat keindahan Arsitektur Kelenteng Poo Tong Biaw Besuki Situbondo


Terakhir, saya mau curhat doang, saya gak keterima SBMPTN, jadi bingun mau kuliah dimana 😂 mohon doanya semoga dapat yang terbaik (eitttz dah, lupain, ini bukan bagian dari postingan 😁)

Salam hangat dari Situbondo 😊