Saturday, April 28, 2018

Apa yang Saya pikirkan Tentang Orang-orang yang Meminta Belas Kasihan di Pinggir Jalan

  4 comments

Mungkin bagi sebagian besar dari kita sudah lumrah bertemu dengan orang-orang yang meminta di pinggir jalan. Mulai fari yang bermodus mngelap kaca mobil, ibu-ibu yang menggendong anak kecil, dan bahkan ada pula yang langsung meminta uang kepada para pengendara.

Ada yang sudah tua, lumpuh, bahkan ada pula yang masih muda dan segar bugar. Tapi kenapa mereka meminta-minta? Menurut saya, fenomena ini tidak bisa lepas dari kondisi sosial yang tidak seimbang serta kesenjangan di masyarakat. Dalam hak ini kita tidak semerta-merta bisa langsung menyalahkan pemerintah atas ala yang terjadi.

Dalam kasus ini, pemerintah tidak sepenuhnya bersalah. Bahkan pemerintah sudah memberikan bermacam inisiatif mulai dari bantuan sosial, dana, dan bahkan pembekalan kemampuan untuk mengatasi fenomena sampah masyarakat yang tidak kinjung selesai ini.

Karena judulnya apa yang saya pikirkan, sebenarnya sih ini mau curhat. Bukan tulisan serius seperti alasan kenapa Indonesia gak maju-maju. Hanya skedar tulisan ringan refleksi pengalaman saya.

Ide awal tulisan ini bermula saat saya sedang berkunjung ke rumah teman saya. Karena daerahnya yang lumayan pelosok, saya sering berpapasan dengan pengemudi becak yang berseliweran mengantarkan penumpang. Alamnya pun cukup asri. Para abang becak pun ramah menyapa atau sekedar tersenyum kepada saya yang mengendarai sepeda dengan pelan. Saya pun merasa senang karena masyarakatnya nampak ramah.

Nah disinilah cerita nya dimulai. Beberapa saat kemudian saya berpapasan dengan seorang abang becak yang sudah cukup tua. Nampak dia sangat kelelahan tapi masih tetap berusaha mengayuh becaknya. Mungkin karena sudah lelah. Ia pun turun lalu mendorong becak itu perlahan. Si mbak penumpang nampak sabar melihat si abang becak yang mulai kelelahan. Dalam hati saya merasa iba. Lalu saya pun mendekat mencoba memberikan bantuan dengan membonceng si mbak. Hitung-hitung sodaqoh (sekaligus, siapa tahu kenalan ama si mbak pnumpangnya 😊) eh tapi ternyata saya diduluin smaa abang becak lain yang langsung meminta si mbak ini turun dan beralih ke becaknya.

"Bayar aja sama si mbah dek, sini pindah ke becak saya" ucap si kakang becak

Tapi ternyata si mbah becak mencoba menolak tawaran itu. Namun si akang becak memaksa dan akhirnya si mbah pun mau.

Nah entah kenapa saya terpikir akan orang-orang yang meminta-minta di pinggir jalan. Kenapa mereka tidak bekerja? Toh mereka masih mampu. Selama itu halal, kenapa tidak? Tapi mungkin bukan hanya sekedar memiliki rasa takut seperti yang saya paparkan di tulisan sebelumnya. Gengsi serta keengganan sosial ditambah individualisme terlalu tinggi tumbuh di masyarakat. Hasilnya orang kaya yang semakin kaya, dan orang miskin yang semakin miskin.

Entah saya menulis ini untuk apa? Isinya hanya curhat. Intronya pun gak jelas 😂. 

Saya merasa tertampar dengan si mbah. Sangat-sangat tertampar. Dia yang sudah tua masih semangat bekerja sedangkan saya yang jauh lebih muda dan energik masih sangat bergantung kepada orang tua saya. Maaih sangat manja dan masih sangat mudah menyerah. Ini pun berusaha sangat keras nulisnya. Mungkin kita sering menjumpai hal serupa dalam kehidupan kita. Tapi mungkin kita juga terlalu acuh sehingga lupa dan tidak merasakan apapun. Setidaknya saya merasa iba dan karena itu saya menulis ini.

Salam hangat 😊

Saturday, April 14, 2018

Ternyata ini Alasan Indonesia Gak Maju-maju, Sederhana Banget!

  21 comments

Untuk ukuran negara berkemban, Indonesia merupakan sebuah negara yang bisa dibilang ideal. Jika kita melihat dari jumlah sumber daya alam serta sumber daya manusianya, Indonesia adalah sebuah negara yang besar serta limpah ruah dengan aneka sumber daya alam yang terhampar di sepanjang bentangan pulau-pulau Indonesia. Tapi kenapa Indonesia gak maju-maju?
 
Mungkin pertanyaan diatas adalah suatu pertanyaan yang sudah umum. Terkesan klise, dan mungkin penuh dengan jawaban yang dengan mudah dan spontan terluncur dari lisan kita semua. Mulai dari SDM nya lah, kurang perhatian pemerintah lah, terlalu banyak kkorupsi lah. Oke. Kita tidak akan membahas hal-hal itu, api memang hal-hal tersebut juga merupakan salah satu penyebabnya. Tapi dibalik hal tersebut ternyata ada sebuah hal sederhana yang menjadi alasan kunci kenapa Indonesia gak maju-maju.
 
Awalnya saya tidak menyadari bahwa hal yang membuat Indonesia gak maju-maju itu sederhana banget. Saya baru ngeh dan paham setelah diskusi panjang lebar dan saling debat di group WA. Dan disana saya bersyukur saya masuk dalam group WA yang bermanfaat 😂. keyakinan saya semakin kuat setelah di akhir diskusi teman satu group saya mengunggah cuplikan video singkat yang saya rasa sangat bermanfaat (untuk videonya saya tempatkan di akhir tulisan).
 
Ternyata hal yang membuat Indonesia gak maju-maju itu adalah, bangsa kita terlalu pemberani dan gk ada takut-takutnya sama sekali. Iya benar, kita terlalu berani dan tak punya rasa takut. Nah lo kok bisa? Heran kan? Jadi penjelasannya begini. Kita tahu singapura, mereka negara kecil, tapi kenapa bisa maju dan berkembang sepesat itu? Padahal mereka merdeka setelah Indonesia. Orang yang sok tau mungkin langsung akan menjawab, karena dulu mereka dijajah Inggris bukan Belanda, andai Indonesia juga dijajah Inggris, pasti akan maju juga. Stop, itu bukan alasannya, meskipun Indonesia dijajah oleh Inggris hasilnya juga tidak akan beda jauh. Hal yang membuat Singapura bisa maju dan berkembang pesat adalah mereka sadar bahwa mereka negara kecil dan mereka takut terhadap negara-negara besar lain. Oleh karena itu mereka belajar dan berkembang sehingga menjadi negara maju seperti sekarang.
 
Contoh lain adalah China, mereka adalah negara yang diakui kekuatannya dan digalang-galang akan menjadi negara superpower layaknya Amerika, nah kenapa mereka bisa maju? Padahal mereka dulu dijajah juga? Itu karena mereka takut akan kekuatan Amerika sehingga menyusun dan mengembangkan kekuatan dalam negerinya sebaik mungkin. Hasilnya, kita dapat dengan mudah menemui barang made in China dimana-mana, itu adalah bukti dari keberhasilan China mendunia. Sekali lagi, semua itu berawal dari rasa takut.
 
Sekarang pertanyaannya, Indonesia takut apa? Sumberdaya alam melimpah! Sumber daya manusianya apalagi, jauh lebih melimpah. Satu orang tua saja bisa punya 5 anak. Pelecehan seksual pun meraja lela, semakin banyak generasi bangsa (mohon maaf jika kata-kata saya kasar, kebawa perasaan nulisnya!)
 
Benar, negara kita tidak punya rasa takut, terlalu berani sehingga tidak menyiapkan apa-apa untuk bersaing dengan negara maju dan berkembang lainnya. Jangankan takut ke negara lain, sama tuhan saja kita tidak ada takutnya. Tengok saja orang-orang yang dengan mudahnya mengatasnamakan Tuhan dan bersumpah-sumpah demi tuhan tapi berkelakuan sebaliknya. Logisnya, sama tuhan saja berani apalagi sama manusia? Jauh lebih berani.

Terkejut? Saya juga terkejut menyadari bahwa alasan dari ketidak majuan bangsa kita itu sederhana sekali. Kita hanya terlalu berani sehingga menjadi ceroboh dan tidak mempersiapkan apa-apa untuk bersaing dqlam ranah global. Kita mungkin terlalu bangga dengan apa yang kita miliki.
 
Kesadaran Individu

Awalnya saya tak menyangka dan menganggap hal ini lelucon (saya saja sadar ketika berdiskusi di group WA yang biasanya chat room nya penuh dengan guyonan dan joke). Saya menyadari bahwa hal sederhana bisa berpengaruh banyak. Seperti yang saya paparkan di atas. Terlalu berani dan tak punya rasa takut.

Ngomong aja gampang, buktiin dong!

Mungkin itu pernyataan sebagian orang yang sudah membaca tulisan ini. Memang, bicara itu mudah, bertindak itu jauh lebih sulit. Memang benar sebuah peribahasa.
 
“Aksi bergaung lebih kencang daripada kata-kata”

Nah, sebagai penutup, saya mau bercerita, atau lebih tepatnya mengajak pembaca sekalian. Indonesia adalah negara kita, terlepas dari asal-usul dan latar belakang kita. Indonesia adalah suatu bangsa yang besar dan sungguh kaya. Kita mampu menjadi besar, kita mampu menjadi jaya. Asalkan setiap dari kita mau dan punya keinginan untuk itu.
 
Hal pertama yang harus disadari adalah punya rasa cinta, nasionalisme terhadap bangsa. Kontribusi nyata terhadap negara tak melulu soal hal besar yang membanggakan seperti memenangkan olimpiade atau kejuaraan. Cukup dimulai dari hal sederhana seperti menolong sesama, menolong tetangga, berbagi kebahagiaan  bagi mereka yang tetinggal.
 
Terima kasih telah membaca tulisan saya, semoga bermanfaat dan maaf jika tulisan ini begitu emosional. Saya tak tahu bagaimana menyampaikannya. Semoga kita semua mampu bersumbangsih bagi bangsa. Jaya Indonesia. 

Amin
 

_____
Sumber gambar : nationsonline.com