Thursday, November 30, 2017

3 Cara Menghasilkan Uang Lewat Tulisan Dengan Mudah

  4 comments
Menulis adalah suatu kegiatan yang mulia. Dengan menulis berarti kita membagi ilmu kepada yang membaca tulisan kita. Tapi menulis bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Banyak penulis yang mendapat rintangan. Mulai dari mood yang hilang, motivasi yang kocar kacir, dan berbagai rintangan yang membatasi penulis untuk terus membuahkan karya.
 
Untuk mengatasi mood yang hilang dan semangat yang kocar-kacir, terkadang penulis biasanya menuli dengan motivasi untuk mendapat uang. Memang dengan menulis kita bisa menghasilkan uang? Tentu doang. Banyak sekali cara untuk mendapatkan uang dari tulisan. Nah, berikut saya paparkan beberapa cara menghasilkan uang dengan tulisan dengan mudah.
 
Mengirim tulisan ke media masa
 
Terdapat banyak sekali media masa yang memberikan imbalan terhadap pembaca yang turut berkontribusi menyumbangkan tulisannya. Tulisan bisa berupa opini, cerita pendek, puisi dan esay. Setiap media masa pun memiliki topik dan imbalan masing-masing terhadap setiap tulisan.
 
Setiap media juga memiliki penilaian masing-masing terhadap karya yang layak dipublikasikan. Jadi, sebelum mengirim tulisan tulisan kita, pastikan tulisan kita sudah memenuhi kriteria dari media masa yang akan kita kirimi tulisan.
 
Selain itu, untuk mengirim karya ke media masa kita tidak perlu biaya. Cukup akses internet untuk mengirim tulisan via e-mail atau biaya untuk mengirim tulisan via pos ke alamat redaksi.
 
Baca juga : Jurus sederhana agar tulisan dimuat media masa

Menjadi blogger

Nah cara lain untuk mendapatkan uang dari tulisan adalah menjadi blogger. Bagaiaman caranya? Banyak blogger yang mendapat pundi rupiah dari iklan berbayar, iklan Adsense, lomba blogging, dan kerjasama promosi sebuah produk lewat blog.
 
Cara menjadi blogger pun cukup mudah, cukup dengan punya e-mail dan akses internet kita sudah bisa menjadi blogger. Sisanya bergantung kepada kreativitas kita dalam menulis dan mempromosikan blog kita.
 
Ikut lomba menulis 
Banyak sekali info lomba menulis yang bertebaran di internet. Cukup tuliskan kata kunci lomba menulis atau lomba esay maka dengan mudah kita temukan banya infonya. Lomba menulis kini biasanya memberikan hadiah yang cukup lumayan untuk juaranya.
 
Biaya regstrasi lomba menulis pun cukup terjangkau. Bahkan ada lomba yang Cuma-Cuma, alias gratis. Cukup isi formulir registasi dan kirim tulisan kita.
Nah itulah 3 cara sederhana untuk menghasilkan uang lewat tulisan. Selebihnya teruslah menulis. Karena menulis itu adalah kegiatan yang mulia. Dengan menulis berarti kita turut mencerdaskan pembaca tulisan kita πŸ˜‚.
 
Sebagai catatan. Bagi agan-agan yang pesismis dengan kualitas tulisannya, teruslah mencoba. Karena menulis itu adalah skill yang bisa diasah dengan cara terus berlatih dan berlatih, berbeda dengan bakat yang sudah tertanam sejak lahir. Jadi teruslah menulis, telurkan karya dan turut serta mencerdaskan bangsa dengan tulisan.
 
Selain itu untuk semakin menambah ilmu menulis biasakan membaca. Dengan membaca kita tercerahkan dan imajinasi, pemikiran, dan ide pun akan dengan deras mengalir. Yuk, entas buta huruf dan naikkan tarafliterasi dengan membaca dan menulis.
Salam hangat dari Situbondo 😁

Thursday, November 23, 2017

Jurus Sederhana Agar Tulisan Dimuat Media Masa

  No comments
Setiap dari kita pasti punya keinginan agar tulisan kita bisa dimuat di media masa. Tapi hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada yang sudah berkali-kali mengirim karya tapi masih belum pernah diterbitkan.

Oleh karena itu, kali ini saya akan membagikan beberapa jurus sederhana agar tulisan kita bisa dengan mudah dimuat media masa. Jadi langsung saja ke intinya;

Pilih topik yang sesuai

Sebelum kita menulis, kita harus menemukan topik yang tepat. Ambil contoh, sekarang adalah bulan agustus. Jadi topik yang tepat dan sedang hangat antara lain, kemerdekaan, perjuangan revolusi dan hal terkait semacamnya. Jadi sebelum menulis biasakan diri melihat fenomena atau tren yang sedang booming atau naik daun.

Lah, itu kan sudah umum, banyak yang sudah nulis begituan, dan alasan lainnya. Santai bung.setelah kita menentukan topik, mulailah menulis. Cobalah menulis out of the box. Misal beri perspektif baru, fakta yang tersembunyi dan hal unik lainnya. Maka tulisan kita akan berbobot dan menjadi berharga untuk diterbitkan.

Jadi semacam kita mengikuti arus fenomena yang sedang booming. Cara lain memilih topik adalah dengan melawan arus. Kita bisa mengemas fenomena yang berpotensi viral tapi masih belum diketahui orang banyak. Terlepas dari cara yang kita pilih, berusahalah memilih topik yang sesuai antara kita, momen dan media masa yang akan kita kirimi tulisan.

Menulislah dengan Jelek

Sering saya menjumpai penulis yang semangatnya naik turun. Kadang naik, kadang turun. Oleh karena itu saya sarankan agar kita menulis dengan buruk. Maksudnya menulislah seadanya. Pupuk semangat dengan hal-hal seperti untuk uang dan hal lainnya. Nah setelah tulisan kita selesai barulah kita ubah niat kita menulis. Kita perbaiki tulisan kita, perbaiki sana-sini dan jadilah tulisan yang bermutu.

Intinya tulislah terlebih dahulu, jangan campur kegiatan editing dengan menulis. Rampungkan dulu tulsan kita lalu lakukan editing. Kalau masih kurang silakan minta bantuan teman kita untuk memberi masukan dan saran terhadap karya kita.

Jadi jangan beratkan diri kalian dengan tuntutan menulis dengan baik. Menulislah, tak usah pedulikan kesalahan. Lantas jika sudah rampung maka editlah dan perbaiki agar tulisan menjadi lebih indah dan baik.
Minimalisir kesalahan EYD

Jika tulisan kita sudah rampung, maka sebelum kita mengirim karya kita pastikan tulisan kita sudah bebas dari kesalah ejaan.  Sepengalaman saya dan teman-teman yang tulisannya sudah pernah dimuat media masa. Para redaktur dan editor media  cenderung memilih tulisan yang memiliki kesalahan EYD yang minim.
Jadi sebelum kita mengirim karya kita, pastikan peletakan huruf kapital dan tanda baca sudah tepat. Minimalisir kesalah EYD dengan melakukan koreksi dan editing. Jika sudah selesai maka tulisan kita sudah 50% siap cetakπŸ˜€

Etika Pengiriman

Nah jika sudah selesai  saatnya kita mengirim karya kita. Tapi, sebelum kita mengirim karya kita kita harus melihat waktu pengiriman karya. Jika kita akan mengirim karya ke koran mingguan yang terbit setiap hari minggu, maka usahakan karya kita terkirim pada hari senin atau awal minggu. Karena editor media cenderung memilih tulisan yang lebih dulu diterima daripada yang datang sebelumnya kecuali ada beberapa alasan.

Selanjutnya, bagi penulis yang masih awal. Saya sarankan untuk memberikan pengantar atau sekedar basa-basi. Jadi e-mail kita tidak kosong dan hanya berisi lampiran karya kita. Dan juga, saya sarankan agar tidak melampirkan nomer rekening. Kenapa? Karena menulis itu adalah sesuatu yang istimewa dan tulisannya dimuat di media masa adalah sesuatu yang sangat istimewa. Maka usahakanlah agar kita meninggalkan kesan yang baik terhadap media agar tertarik dan percaya terhadap karya kita.

Untuk masalah honor, kita bisa menghubungi redaksi setelah tulisan kita diterbitkan. Silahkan hubungi redaksi masing-masing untuk honor tulisan πŸ˜€. Nah yang terakhir, jangan pernah kirim karya yang sama pada 2 media secara bersamaan. Karena hal tersebut dapat berbuntut kepada pem-blacklist an nama kita di media tersebut. Jadi secara otomatis kita akan di cap buruk oleh media.

Nah, itu jurus-jurus sederhana agar tulisan kita dimuat media masa oleh saya :D. Semoga bermanfaat dan dapat dipraktekan. terus berjuang, jangan mudah menyerah. ingatlah bahwa,

menulis itu adalah kemampuan yang bisa diasah dengan cara terus berlatih, mencoba lagi, lagi, dan lagi.

Salam hangat dari situbondo πŸ˜€

Friday, November 17, 2017

Taufik, Bocah Desa yang Melanglang Buana Hingga Negeri China

  6 comments

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, mungkin itulah pepatah yang menjadi motivasi hingga seorang Taufik kini bisa melanglang buana hingga negeri China.

Welcome, kali ini saya akan bercerita tentang seorang pemuda kelahiran 22 Februari 1999 (seperti yang tertulis di ijazahnya 😊) bernama Muhammad Taufik Kurrahman. Lahir di desa Sumberkolak, kecamatan Panarukan, kabupaten Situbondo. 

Walau terlahir sebagai anak desa, tapi hal itu tak menjadi penghalang baginya untuk mendulang prestasi. Mengawali pendidikan di SDN 2 Patokan Lalu berlanjut ke MTS Nurul Huda Dan akhirnya berlabuh di SMA Nurul Jadid. 

Semenjak, menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Taufik pun mulai berkenalan dengan berbagai macam hal. Pluralitas pesantren, keberagaman, dan bahasa China. Sebagai program unggulan di SMA Nurul jadid, bahasa Mandarin merupakan program favorit dan tak mudah bisa mendapatkannya. Tapi dengan perjuangan yang teguh dan tekad yang gigih, Taufik pun mampu lolos dan akhirnya mulai belajar bahasa Mandarin. 

Tak perlu waktu lama baginya, di tahun pertama dia sudah terpilih sebagai wakil SMA Nurul Jadid dalam lomba bahasa Mandarin walau berat tapi dia akhirnya mampu mengalahkan rivalnya dan melenggang ke tingkat provinsi. Perjuangannya pun terus berlanjut, selama masa persiapan untuk lomba tingkat provinsi dia menemui banyak kendala. Tapi berkat dukungan teman serta doa kedua orang tuanya, akhirnya Taufik terpilih sebagai peserta terfavorit dan akhirnya mewakili Jatim untuk lomba tingkat nasional. 

Mendengar berita tersebut, kedua orang tua Taufik terkejut. Maklum, sahri-hri dia biasa berbicara dengan bahasa Madura. Bahkan kedua orang tuanya tidak pernah tau Taufik berbahasa Mandarin. Mendapati kabar bahagia tersebut kedua orang tua Taufik pun sangat bahagia dan mendukung langkah Taufik. 

Di tingkat nasional pun dia mampu tampil gemilang. Berkat dukungan dari pembimbingnya, serta tekad kuatnya. Akhirnya dia terpilih sebagai juara pertama dan berhak mewakili Indonesia dalam lomba bahasa amandarin internasional di China yang diikuti oleh kurang lebih 180 peserta dari 90 negara (tiap negara mendelegasikan 2 peserta). Uniknya, dari semua peserta tersebut hanya Taufik lah yang berstatus sebagai santri (ya iyalah, mana ada pesantren di luar negeri πŸ˜‚)
Kontingen Indonesia bersama kontingen dari negara lain
lagi, kontingen Indonesia berfoto bersama kontingen dari negara lain

Mendapati tugas berat sebagai wakil Indonesia. Taufik pun makin gigih belajar dan berlatih, karena aspek lomba tidak hanya meliputi kemahiran berbahasa tapi penampilan kebudayaan. Dengan banyak pertimbangan serta masukan, akhirnya Taufik pun menampilkan tarian tradisional China dengan tabuhan gendang khas China yang biasa disebut Wu. Kini perjalanannya jauh lebih berat daripada sebelumnya. Setiap hari ia terus berlatih dan mempertajam kemampuan serta skillnya. Akhirnya waktu pemberangkatan pun tiba. Bersama 4 orang lain dari tim Indonesia. Taufik pun bertolak ke China. Dengan bekal restu orang tua serta guru, Taufik pun berlomba mewakili Indonesia di China. 

Taufik saat unjuk kebolehan di pentas internasional


Sayangnya, kali ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya dan kawan kawannya, semua perjuangannya dan kawan kawan hanya berbuah rangking 7 besar seasia dan 20 besar tingkat international. Tapi atas semua perjalanan dan langkah yang telah ia tempuh semuanya tidak lah mudah. Seorang pemuda desa yang tidak pernah berkenalan dengan bahasa China, akhirnya mampu melanglang buana berprestasi di kancah internasional.

Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa sukses bukan hanya kapitalisasi orang kota dan mereka yang berpunya 😊, selama kita memiliki kemauan serta niat yang teguh maka segala sesuatu akan mampu kita raih. Dengan semangat setebal baja maka semesta akan dengan senang hati mendukung kita. Kini, sebagai penghargaan atas apa yang telah ia peroleh. 

Taufik kini bermukim di China selama 6 bulan untuk menuntaskan program short course dan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah atas perjuangan dan prestasinya Selama ini. Itulah kisah dari seorang pemuda desa bernama Taufik yang dengan gigih berjuang meraih mimpinya. Selama kita mau pasti ada jalan, so masih nunggu apa lagi ? Taufik aja bisa, kenapa kamu tidak? 

Salam hangat dari situbondo πŸ˜‚

Tuesday, November 14, 2017

Suatu Sore dan Cerita Tentang Blogging

  10 comments
Jika dahulu saya tidak melangkahkan kaki ke laboratorium komputer  sekolah. Tepat sore, saat guru TIK saya sedang fokus menulis, mungkin saya tidak akan pernah tahu nikmatnya ngeblog. Entah jin atau malikat dari mana yang menyamperi saya? Saya pun juga lupa 😁
 
Seingat saya, sore itu saya pergi ke LabKom untuk meminta nilai ulangan harian karena berhalangan masuk minggu sebelumnya. Eh, guru TIK saya pun memberi tugas susulan untuk membuat sebuah blog dengan minimal 5 tulisan.
 
Mendapat tugas tersebut saya pun segera browsing sepulang sekolah. Berbekal laptop pinjaman dari ayah, akhirnya setelah muter-muter ke berbagai website akhirnya saya punberhasil menemukan sebuah link untuk “Membuat website sendiri”. Caranya pun cukup mudah. Akhirnya sore itu 1 buah blog berhasil tercipta.
 
Masalah pertama telah terselesaikan. Blog sudah tercipta dan tinggal mengisinya dengan 5 tulisan. Nah sekarang kebingungan kedua pun melanda 😁. Karena bingung saya pun menghubungi guru saya, berdiskusi panjang lebar dan akhirnya sebuah ide pun tercetus. Bikin tulisan tentang gaya hidup sehari-hari. Akhirnya setelah googling, cek sana sini, copy sana sini. Sebuah tulisan pun tercipta. Silakan cek tulisan pertama saya “disini”.
 
Akhirnya pun saya copy paste sana-sini, edit sana, edit sini, modif sedikit akhirnya 5 tulisan pun tercipta. Nilai ulangan harian pun saya kantongi. Semuanya sudah beres.
 
Setahun berlalu dan blog saya pun terdampar tak terurus.  Trafic nya pun hanya begitu saja, naik tak bisa, turun pun tak bisa. Hadu bagaimana ya mengistilahkannya? Pokoknya seperti itu, silahkan ditafsirkan sendiri-sendiri πŸ˜€.semuanya berjalan seperti itu hingga suatu sore guru TIK memanggil saya.
 
Dengan dag dig dug saya berjalan menuju LabKom. Entah apa yang akan terjadi? Ternyata beliau menyanyakan tentang blog hasil ulangan harian saya. Saya pun dengan jujur menjelaskan keadaan blog saya waktu itu. template yang seadanya, tulisan copy sana sini, dan hal lain yang berkaitan dengan blog saya.
 
Sejak pertemuan sore itu, beliau pun sering memanggil saya, menyemangati dan memberi dukungan agar saya kembali aktif bloging. Dia tunjukan blog nya yang membahas tentang lifestyle dan gaya hidup sehari-hari (akhir-akhir ini saya baru tahu kenapa disebut lifestyle, karena semua tulisannya ya suka-suka beliau, oleh karenanya disebut lifestyle πŸ˜€).
 
Akhirnya saya pun kembali aktif bloging. Tulisan demi tulisan pun terpublish di blog saya. Kini tak sekedar copy paste tapi sudah merupakan masterpiece original dari saya πŸ˜€. Walaupun masih standar (untuk tidak dibilang jelek 😁) tapi beliau terus mendorong saya untuk tetap menulis. Minimal 4 tulisan perbulannya.
 
Disisi lain blog guru saya pun makin dikenal. Tulisannya dibaca sana-sini. Penghasilannya pun mengalir deras, dari iklan, review dan permintaan lainnya. Blog nya pun bertransformasi dari free domain menjadi Top Level domain (ini nih yang bikin saya ngiri!). tulisannya mengalir lancar dengan trafic yang terus meningkat. Sedangkan disisi lain badai malas dan bosan pun mulai melanda saya.
Akhirnya saya pun berkonsultasi mengutarakan problematika saya. Dia pun menegur saya dengan sebuah postingan, “Sumpah bikin blog itu gampang, yang sulit itu merawatnya”. Akhirnya saya pun terlecut dan kembali bersemangat menulis.
 
Memang saya akui sebagai blogger naik turunnya semangat dan mood menulis memang sering terjadi, nah untuk mengantisipasinya berikut saya beri tips sebelum kita lanjutkan ceriita saya πŸ˜€. 

Bagi yang sudah berkeluarga, anak dan istri merupakan motivasi terbesar. Seperti yang guru saya sering ucapkan saat saya bertanya motivasinya; untuk susu dan popok anak dirumah. Alhasil pun kini tulisannya banyak membahas tentang pengalamannya menikah dan mengasuh si buah hati.
 
Untuk pelajar, bujang, dan –maaf- para jomblo. Kita bisa memosisikan orang tua sebagai motivasi, serta berbagai macam hal lainnya. Setidaknya kita punya mood booster setiap kali kita merasa jenuh dengan aktivitas bloging kita. Selain itu biasakan berselancar dan berkomentar di blog orang lain untuk menambah jaringan serta menemukan inspirasi dan masukan dari orang lain.
 
Nah yuk lanjut, karena blog guru saya ini sudah .com atau TLD istilahnya saya pun benar-benar sangat iri. Terlebih blog saya hanya blog gratisan yang tak terlalu dilirik oleh khalayak seiring merebaknya isu hoax.
 
Akhirnya muncul semangat dalam jiwa saya untuk menekuni dunia blogging lebih jauh lagi. Hal pertama yang saya lakukan adalah konsisten menulis, dengan target minimal 4 tulisan per bulan. Dengan hal tersebut, saya menegaskan bahwa blog saya masih hidup dan si empunya tidak pernah putus kretifitas dan imajinasinya 😁.
 
Pembenahan kedua yang saya lakukan adalah perbaikan template. Saya pun mengotak-atik pengaturan blog saya, tambah sana sini, hapus sana sini dan bermacam hal lainnya. Eh, yang terjadi adalah blog saya jadi makin berat dan lama di muat oleh browser, akhirnya saya pun menabung dan membeli template responsive dengan tampilan sedrhana dengan budjet yang juga seadanya hasil dari giveaway blog sebelah πŸ˜€.
 
Akhirnya blog saya pun mulai dikenal, beberapa orang berkomentar memberi masukan, saya pun mendapat beberapa kenalan sesama blogger yang tidak enggan berbagi ilmu. Dengan senang hati mereka memberi masukan dan komentar terkait tulisan dan postingan saya. Salah satu teman saya pun mendesak agar saya segerah men TLD kan blog saya. Berbekal pertimbangan dari teman saya dan hasil searching di google akhirnya saya pun berkenalan dengan “Domainesia”. Sebuah situs penyedia hosting dan domain terpercaya di Indonesia.
 
Awalnya saya tak percaya, takutnya hoax-hoax juga πŸ˜€. Tapi setelah sekian  banyak testimoni serta hasil observasi sendiri ke beberapa blog saya pun tertarik dengan Domainesia. Langkah awal yang saya lakukan pun membiki akun di Domainesia.
 
Cara bikin akunnya pun cukup mudah, tak perlu terlalu banyak verifikasi serta sistem pendaftaran yang njlimet. Cukup mengisi kolom pendaftaran dan melengkapi data registrasi kita sudah bisa mendapatkan akun Domainesia.
 
Saya pun mencari-cari nama domain yang sekiranya cocok untuk blog saya. Awalnya saya bingung dengan cara setting serta penyesuaian blog kita. Tapi memang dasar Domainesia, mereka adalah penyedia “Hosting untuk pemula” terbaik. Dengan berbagai tutorial serta video pembantu yang tersedia yang kesemua offisial dan dijamin proses peng TLD an blog pun jadi mudah dan cepat. Pokoknya cihuy mantap dan luar biazah !
 
Weitsss, tidak hanya itu. dengan instant deploy dari Domainesia kita tidak perlu menunggu lama proses pengaturan DNS dan top up blog kita menjadi TLD. Tak perlu waktu lama blog kita pun sudah terdaftar sebagai blog TLD.
 
Tapi problematika klasik masih menghantam saya, sebagai seorang pelajar saya masih dalam proses pengumpulan uang untuk membeli domain berbayar untuk blog saya.. dengan harga yang merakyat, dalam waktu dekat blog saya sudah siap untuk menjadi .com (semoga segera terealisasi, nunggu saya pecah celengan πŸ˜‚, malu dong minta ke orang tua mulu πŸ˜€) 

Itulah cerita saya tentang bloging dan Domainesia. Masih ragu pilih penyedia hosting? Coba aja Domainesia, penyedia hosting untuk pemula terbaik dan ter the best di kelasnya 😁

Salam hangat dari situbondo πŸ˜€


Monday, November 13, 2017

Kopi dari Masa ke Masa, dari Minuman Hingga Kritik Sosial

  4 comments

Disadari atau tidak kopi telah memberi warna tersendiri bagi budaya di seluruh dunia. Menurut sejarah, kopi berasal dari Eitopia. Memang terdapat banyak sekali cerita rakyat ataupun legenda. Tapi, data paling konkret yang ditemukan sejarawanbahwa terdapat perdagangan kopi pada sekitar abad ke 15 antara Eitopia dan Yaman. Sejak saat itu kopi pun menyebar dan terus berkembang.

Seiring berjalannya waktu kopi mulai menyebar dan mulai mendapatkan tempat di masyarakat. Dimulai dengan pendirian kedai kopi pertama di turki lalu merambah ke eropa. Indonesia pun tak luput dari fenomena tersebut. Dibawah kolonialisasi belanda sekitar abad ke 17, Belanda mendirikan kebun kopi pertama di daerah Jakarta Timur. Sayang tempat itu tidak bertahan lama karena gempa bumi dan banjir yang melanda.

Belanda yang menyadari potensi kopi dan kekayaan alam Indonesia yang memiliki tanah yang subur. Belanda pun memindahkan perkebunan tersebut ke daerah pegunungan di sekitar Jawa barat. Terhitung mulai tahun 1711 kopi Indonesia mulai booming dan menarik perhatian eropa selain produk cengkehnya.

Seiring merdekanya Indonesia, kopi jadi makin lengket dan tak  terpisahkan dengan rakyat Indonesia. Sebuah perbincangan seakan tidak lengkap tanpa secangkir kopi diantaranya. Perdebatan yang panas pun bisa mencair dengan disuguhkannya kopi. Sampai sekarang masih belum ada yang bisa menjelaskan fenomena tersebut π©€

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 setalh Brazil dan Vietnam, kopi telah bertranformasi menjadi budaya dan ciri khas. Setiap teritori memiliki kopi khas masing-masing. Sebut saja kopi walik di Aceh yang cara penyajiannya engan cara membalik gelas berisi kopi diatas sebuah piring kecil. Untuk meminumnya pun kita harus membukagelasnya secara perlahan. Kopi sanger yang disaring dan ditarik berkali-kali, serta kopi joss khas Jogya yang mencampurkan kopi dengan arang panas.

Selain itu diseluruh dunia juga terdapat budaya minum kopi dengan nama dan cara yang berbeda. Ada upacar Buna tetu di Etiopia, Fika di Swedia, Merienda di negara-negara Amerika Latin, dan budaya minum kopi lainnya. Setiap negara memiliki tradisi serta budayanya masing-masing.
Terlepas dari berbagai budaya tersebut, kopi juga merupakan sarana kritik sosial. Hal itu tampak dari fenomena kritik sosial yang terjadi di Indonesia melalui sindiran di gelas kopi dan seni-seni kontemporer penghias kedai-kedai kopi. 

Kopi telah meluruh dengan masyarakat, membudaya sehingga tidak dapat terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Secangkir kopi dipagi hari sudah menjadi rutinitas yang tidak dapat lepas. Oleh karena itu selain berpengaruh terhadap budaya, seperti yang telah saya paparkan diatas. Kopi juga kini punya andil dalam memberi kritik sosial 
Seiring perjalanan sejarah kopi telah bertransformasi dari sekedar minuman menjadi budaya danmenjelma kritik sosial. Kopi akan terus bertransformasi dan mendapatkan tempat di masyarakat.Toh, selama hal itu baik, kenapa tidak?
Salam hangat dari Situbondo π©€

Mifi M5 dari Smartfren, Partner Tangguh Generasi Zaman Now

  No comments

Kita sekarang hidup di zaman globalisasi. Semua orang dapat terhubung dengan mudah. Selama memiliki koneksi kita dapat bersua wajah via Video call dan berbincang melalui berbagai macam aplikasi pesan instan di perangkat cerdas kita dan masih banyak kemudahan lain yang bisa kita dapat.

Seiring berkembangnya zaman, konektivitas hampir menjadi kebutuhan setiap individu. Tanpa konektivitas kita seakan terjebak dalam  ruang lingkup yang terbatas. Terlebih dengan semakin majunya teknologi, para provider internet berlomba memberikan kualitas servis terbaik bagi para konsumennya.

Kini, dengan hadirnya teknologi 4G, kegiatan selancar di dunia maya menjadi semakin mudah, cepat, dan lancar. Sayangnya, tidak semua wilayah di Indonesia bisa merasakan cepatnya koneksi 4G. Teknologi 4G masih belum tersebar secara merata di seluruh Indonesia.

Pernah kah kalian naik ke atas pohon, keatas atap, atau  ke tempat tinggi lainnya untuk mencari sinyal? Jika pernah, berarti kalian sedang berada di daerah yang memiliki penetrasi sinyal yang tidak terlalu bagus. Fenomena ini merupaka cerminan nyata butuhnya masyarakat akan konektivitas, terlebih generasi milenial dan Kid zaman now sangatlah lekat dengan internet. Dijamin, jika kita terjebak dalam situasi tersebut kita akan kecele dan mati gaya.

Saya sendiri, sebagai bloger, gamer, dan influencer juga bergantung kepada koneksi internet. Tanpa koneksi kegiatan blogging, gaming, dan influencing kita akan terganggu. Kita yang sedang asyik-asyiknya main game akan terhenti oleh lingkaran asing yang berputar-putar di layar perangkat kita, nyebelin banget kan!

Tapi sekarang kita tidak perlu takut akan hal itu lagi. Smartfren, sebagai produsen teknologi sekaligus provider jaringan internet di Indonesia meluncurkan produk teranyarnya. Dengan tagline “Live Smart” smartfren meluncurkan modem wifi (atau bisa disebut Mifi) terbarunya. Produk yang dinamai Mifi M5 tersebut didukung dengan chipset Qualcomm MDM 9307 serta teknologi Cat.4 yang mampu mengalirkan internet dengan kecepatan hingga 150 MB per detik. 

Fitur-fitur yang ditawarkan Mifi M5

Tidak hanya itu, sebagai varian terbaru dari lini Mifi lansiran smartfren, perangkat Mifi M5 ini mampu  dipakai oleh 32 perangkat secara bersamaan. Sangat cocok untuk digunakan saat berkumpul bersama keluarga atau acara-acara santai lainnya. Dengan sokongan baterai berkapasitas 3.250 mAh Mifi M5 dapat bertahan hingga 20 jam dengan pemakaian normal. Selain itu, dengan kapasitas baterenya, Mifi M5 juga bisa digunakan sebagai power bank bagi perangkat cerdas anda.

Untuk mendukung transfer data, Mifi M5 juga mampu menjadi USB OTG dan media kirim file melalui wifi. Dengan spesifikasi diatas, Mifi M5 adalah pilihan tepat para sosialita zaman now. Kita dapat dengan mudah berkirim file tanpa perlu ribet mencari kabel data dan alat transfer file lainnya. Tentunya dengan teknologi yang terbenam dalam Mifi M5 kecepatan transfer file dijamin cepat dan tanpa hambatan.

Sebagai baguian dari kampanye internet 4G Smartfren, mifi M5 dilengkapi dengan  paket data sebesar 150 Gb selama 12 bulan sebagai bagian dari paket pembelian. Dengan harga di kisaran 1 juta, serta jaringan 4G tercepat dan terstabil Mifi M5 sangatlah reccomended bagi para sosialita dan para pengguna internet zaman now π¨Ύπ©€

Yuk, kita Live Smart dan beralih ke jaringan 4G tercepat dan terstabil dari Smartfren.
Salam hangat dari Situbondo π©€

Thursday, November 9, 2017

Hidup itu Soal Uang, Uang, dan Uang

  2 comments
Selamat pagi, siang, sore atau malam. Semoga pembaca sekalian selalu dalam kondisi terbaik dan sehat lahir batin. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak kalian untuk berpikir. Berimajinasi untuk memikirkan kembali tujuan dan eksistensi kita di dunia ini.

Mari kita mulai, sejak kecil mungkin kita sudah di doktrin untuk sekolah setinggi-tinggi nya. Menjadi sukses, kaya raya sehingga di masa tua kita akan merasa tenang dan tinggal menikmati perjuangan hidup kita semasa muda.

Hal tersebut yang sudah sangat pasti ditanamkan oleh setiap orang tua kepada anaknya. Tapi, pernahkah kita berpikir. Untuk apa kita sukses? Untuk apa kita kaya? Baiklah, coba kita runut.
Kita sekolah untuk kuliah, kita kuliah untuk kerja, kita kerja untuk uang.  Segala sesuatu sekarang muaranya pasti uang. 

Memang lucu, tanpa uang kita tidak bias berbuat apa-apa. Baik di dunia nyata maupun dalam game pasti kita butuh uang. Jika sejak kecil generasi kita sudah dididik dengan paham kapitalisme seperti ini, jangan melongo mendapati negara kita dipenuhi koruptor dewasa ini.

Kita tidak bisa menyalahkan pihak tertentu atas fenomena ini. Yang jelas jika hanya merutuki dan tak berbuat apa-apa tidak akan pernah ada yang terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah malah semakin membuatnya runyam tak berujung.

Maka mari kita renungkan beberapa hal berikut. Dalam sebuah tulisan, Emha Ainun Najib pernah menuliskan tentang uang dan manusia. 

Sudah jelas uang 10 ribu bias memperbudak manusia, tapi manusia tidak pernah bias memperbudak uang

Sebuah pernyataan yang cukup signifikan menggambarkan hubungan manusia  dan uang. Maka terasa benar lah jika 3 hal yang menjadi momok bagi manusia adalah takhta, harta dan wanita.
Anehnya, banyak orang yang sudah tahu dan paham bahwa hidup itu hanya soal uang, uang dan uang. Tapi mereka masih ngotot mencari uang dengan bekerja sebagai guru, pegawai negeri sipil dan pekerjaan public lainnya. Tapi itu memang kodrat manusia. Setiap manusia pasti menginginkan keselamatan dan kekayaan, jika tidak menginginkan keselamatan dan kekayaan bukan manusia mereka.

Bukankah sudah banyak sekali orang menulis tips cepat jadi kaya. Intinya kalua mau kaya ya jadi pengusaha, tapi masih banyak saja orang yang kepingin kaya dengan jadi guru, pegawai negeri sipil, pejabat dan jabatan lainnya. Kalua kita kalkulasikan, semua pekerjaan tersebut lebih banyak mengabdinya ketimbang usahanya. Kalau kita bekerja sebagai  guru yang dicari uangnya, yang jadi korban ya muridnya. Kalau kita jadi pejabat yang dicari uangnya yang sengsara ya rakyatnya.

Coba kita pikir, sudah jelaskah tujuan kita bekerja? Mau kaya? Ya jadi pengusaha, cari pekerjaan, kalua tak bias ya bikin lapangan pekerjaan. Dalam islam pun diajarkan, 9 dari 10 pintu rezeki itu berdagang. Anehnya masih banyak yang ngeyel cari uang lewat jabatan public.

Orang mungkin banyak yang berkelit, jadi pengusaha itu sulit, sudah, butuh banyak modal, dan berbagai macam alasan lainnya. Saya beri tahu, jadi pengusaah itu tak butuh modal yang banyak, tak butuh wajah yang tampan, yang kita butuhkan hanyalah mental. Meskipun kita kaya tapi mental kita miskin, saya yakin kita tidak akan pernah merasa kaya. Hasilnya kita merasa kurang dan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan uang. Daripada kita melakukan hal tersebut, lebih baik kita menjadi pengusaha.

Iya, jadi pengusaha itu hanya butuh mental. Banyak sekali cara jadi pengusaha, berikut beberapa diantaranya
BOSOL : Berani, optimis, Sertifikat Orang Lain
BOBOL : Berani, Optimis, Biaya Orang Lain
BOOOL : Berani, Optimis, Otak Orang Lain
BOTOL : Berani, Optimis, Tenaga Orang Lain

Dan masih banyak cara lain sebagai pengusaha, silakan cari referensi melalui buku atau tanya-tanya kepada teman-teman sekitar. Ilmu itu banyak, silakan buka mata anda, sungguh ilmu itu terbentang luas di dunia ini. Masih takut jadi pengusaha? Optimislah, jadilah berani.
Pelaut yang tangguh pasti diuji dengan badai yang ganas.

Janganlah menyerah sebelum kalian mencoba. Karena kegagalan terbesar adalah menyerah sebelum mencoba. Jika kita kalah kita bias mengulang, jika kita gagal kita bias memulai lagi, jika kita salah kita bias memperbaiki, tapi jika kita menyerah maka habis sudah.

Nah, sekarang coba kita renungkan! Sudah benarkah tujuan kita bekerja? Kita bekerja untuk uang atau mengabdi?

Sekian, salam hangat dari Situbondo 😊
sumber gambar :theatlantic.com


Saturday, November 4, 2017

Pustaka Kopi, Sebuah Aksi Cerdaskan Bangsa

  2 comments

Berbicara kopi, kita pasti akan teringat bermacam citarasa kopi nusantara yang terdapat di berbagai pelosok Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kopi ciri khas masing-masing.  Indonesia pun dikenal sebagai produsen kopi terbesar ke 4 di dunia. Dipimpin oleh brasil dengan produksi 2,9 juta ton kopi/ tahun, lalu Vietnam dengan 1,65 juta ton kopi/ tahun, tempat ketiga ditempati Kolombia dengan total produksi 840 juta ton kopi/ tahun lantas diikuti Indonesia dengan jumlah produksi sebesar 639 juta ton kopi/ tahun (data Kemenperin.go.id).
Meskipun hanya menempati posisi ke empat, geliat industri kopi dari produsen kopi hingga warung kopi sedang menggeliat akhir-akhir ini. Bermacam fenomena yang terjadi dibungkus secara kreatif oleh pengusaha industri kopi sebagai momen dan daya levitasi penjualanm produk mereka. Hal ini selaras dengan data yang di terbitkan  oleh perusahaan order makanan daring yang menyebutkan permintaaan pemesanan kopi mendapatkan kenaikan yang signifikan.
Dari fenomena tersebut kita bisa menarik kesimpulan, kopi memang telah menyatukan bangsa kita di situasi yang sedang tak menentu ini. Kopi mampu menjadi crowd control yang meminimalisir konflik. Pembicaraan yang tegang bisa cair dengan secangkir kopi.  Beruntungnya para pengusaha muda mampu melihat peluang ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Lebih jauh lagi, cita rasa kopi nusantara yang bermacam-macam juga turut diapresiasi. Ini terbukti dengan diadakannya bermacam festival kopi, sebut saja festival kopi Ijen dan bermacam festival serta even lainnya.
Sejauh ini, kopi telah banyak berkontribusi menjadi pengatur keramaian yang baik. Sering ide-ide brilian muncul saat kita sedang santai ngopi. Maka pantas lah jika kita juga menyebut kopi turut berpartisipasi mencerdaskan generasi bangsa. Tak percaya, coba kita pergi ke Jogya, bisa dengan mudah kita temui mahasiswa berdiskusi sambil ngopi. Ini adalagh suatu awal yang bagus.
Sayang fenomena ini tidak terlalu diperhatikan oleh pebisnis kopi. Dari hasil pengamatan penulis para pengusaha kopi lebih berorientasi kepada keindahan interior dan eksterior warung kopi mereka. Jika kita cermati kita bisa menyisipkan kampanye literasi di sudut-sudut warung kopi. Sebutlah, kita membuat sudut baca, pustaka mini, atau hal lain yang berbau literasi. Maka kopi yang hanya menonjol sebagai penyatu rakyat juga akan berkontibusi me-melek-an masyarakat akan literasi.
Isu literasi adalah sebuah isu urgen yang perlu segera diatasi. Bermacam survey meletakkan Indonesia di urutan buncit negara dengan tingkat literasi -Silakan googling untuk informasi lebih lanjut tentang tingkat literasi Indonesia-, oleh karenanya, fenomena kopi yang sedang naik daun setidaknya juga bisa ikut berkontribusi terhadap tingkat literasi bangsa.
Disisi lain, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Merebaknya literasi instan, serta banjir hoax juga patut diperhitungkan. Tapi, tanpa meributkan hal tersebut ada baiknya kita memulai dari individu kita sendiri. Mari mulai mengkampanyekan kesadaran literasi.
Dari sekian warung kopi yang telah penulis singgahi, pernah penulis temukan beberapa warung yang menyediakan pojok baca bagi para pelanggannya. Walau hanya bebrapa warung yang menyediakan hal tersebut, tapi itu adalah suatu berita bagus bagi kita semua.
Terpikirkah anda untuk ikut berpartisipasi mengkampanyekan kesadaran literasi? tak perlu mencari modal yang banyak, cukup mulai dari individu masing-masing. Budayakan membaca, karena selain meningkatkan tingkat literasi juga berkontribusi menangkal fenomena banjir hoax yang sedang melanda negara kita.
Terlepas dari kopi yang menjadi fenomenal akhir-akhir ini, terdapat banyak cara menggugah semangat literasi.  Mari berjuang meningkatkan kesadaran literasi, mulailah dari individu masing-masing. Target realistis yang bisa kita capai adalah meningkatkan minat baca dalam upaya pemberantasan hoax.
Akhir dari tulisan ini, saya berharap pembaca dapat tergugah dan ikut berpartisipasi –walau tidak langsung- dalam upaya penigkatan kesadaran literasi. Jadilah kreatif dan jangan mau dikalahkan oleh zaman. Kopi aja bisa bersaing, masa kamu enggak?
Salam hangat dari Situbondo

Wednesday, November 1, 2017

Kid Zaman Now, Fenomena Kreatif atau Pembodohan?

  No comments


Akhir-akhir ini kita mulai familiar dengan ungkapan kid zaman now. Ungkapan yang sering digunakan untuk menyindir kelakuan para pemuda yang jauh sangat berbeda dengan generasi pendahulu. Jika dahulu pemudanya tertib dan beradab, tapi sekarang jauh berbeda. Entah apa nama yang pantas, tapi memeang kenyataannya sudah jauh sangat berbeda.

Dalam tulisan ini kita tidak akan berdiskusi jauh tentang keadaan pemuda dan kiat untuk membuat mereka menjadi generasi emas yang beradab. Tapi kita akan membahas fenomena kid zaman now  yang sedang populer dan  kaitannya dengan bahasa negara kita.

Menurut penulis, secara pemakaian. Ungkapan kid zaman now adalah suatu bentuk kreatifitas yang digunakan oleh sekelompok orang untuk memberikan kritik terhadap sekumpulan orang yang lain dengan harapan dapat menjadi lebih baik. Patut kita acungi jempol, bahwa masih ada niatan dan inisiatif untuk berubah dari pemuda itu sendiri dengan merebaknya ungkapan tersebut untuk menyindir kondisi pemuda dewasa ini.

Sayang, disisi lain, pemakaian bahasa yang sepotong-sepotong juga merupakan sesuatu yang tidak baik. Lebih baik sekiranya jika dilakukan pemakaian bahasa secara menyeluruh atau penciptaan bahasa baru melalui berbagai cara kebahasaan. Karena negara kita memiliki bahasa sendiri dan dengan penggunaan bahasa yang sepotong-sepotong bisa menciptakan kesalah pahaman.

karena pemakaian serta pemahaman yang separuh-separuh bisa berbuah pemahaman yang salah. banyak isu radikalisme, terorisme yang hampir kesemuanya berasal dari pemahaman yang setengah dan tidak menyeluruh tentang jihad. oleh karena itu penggunaan bahasa yang separuh-separuh sepatutnya dikurangi. Al-Quran yang sudah absolut saja jika dipahami setengah-setangah itu tidak bagus, apalagi yang lain?

Karena bahasa indonesia adalah bahasa ibu, dann setiap orang belajar bahsa indonesia secara otodidak melalui lingkungan. Jika kita lihat materi kebahasaan seperti tata bahasa indonesia di buku pelajaran bahasa indonesia di tingkat SD, SMP, SMA sungguh hanya memuat sedikit sekali materi tata bahasa, tapi lebih kepada materi sastra. Bagaimana kita mau mempertahankan bahasa indonesia, bahasa yang telah mempersatukan kita jika ungkapan-ungkapan sepotong-sepotong seperti itu menjadi buah bibir dan familiar di telinga kita?

Jika hal tersebut terus terjadi, perlahan bahasa indonesia akan luntur, akan sirna. Maka lebih baik untuk kita, memulai dari diri sendiri memakai bahasa yang baik dan benar. Jangan campur aduk bahasa tersebut. Jika kita ingin berbahasa indonesia, silakan berbahasa indonesia. Jika kita ingin berbahasa asing, silakan berbahsa asing secara utuh. Karena bukan hanya soal tata cara kebahasaan tapi bagaiman kita menghargai bahasa indonesia sebagai bahasa kesatua. Bagaimana kita memiliki nasionalisme melalui bahasa yang kita pakai sehari-hari.

Terlepas dari pro kontra tersebut, fenomena ungkapan kid zaman now merupakan sesuatu yang juga bagus karena merupakan ikhtiar dari kaum muda sendiri untuk berubah. Tapi, secara kontinu. Sifat bangga berbahasa indonesia yang baik perlu ditanamkan dengan baik. Jika hal ini terus terus berlarut, mungkin suatu saat nanti bahasa indonesia akan berubah menjadi bahasa yang entah apa namanya? Jadi mari lestarikan bahasa dan budaya kita.

Salam hangat dari Situbondo
____
Sumber gambar : Google.co.id