Tuesday, February 21, 2017

Ancaman dari bahasa yang entah apa namanya

  3 comments
                Bahasa merupakan kebutuhan sehari-hari selain sandang, pangan dan kandang. Setiap hari kita berkomunikasi dengan makhluk lainnya, itulah mengapa kita disebut makhluk sosial karena keberadaan kita membutuhkan keberadaan orang lain. Oleh karena itu, bahasa memiliki peranan penting dalam lancarnya aktivitas komunikasi sesama makhluk ciptaan tuhan.
                Hampir setiap hari kita berkomunikasi dengan orang lain, baik secara verbal, ucapan, bahasa tubuh, atau bahasa lainnya. Tapi ingat, kita hidup di Indonesia dan kita punya bahsa nasional yakni bahasa Indonesia yang seharusnya kita jaga kelestariannya. Selain itu juga bertabur ribuan bahasa daerah yang tersebar dipelosok negeri dari Sabang sampai Merauke
                Tak dapat dipungkiri seiring dengan kemajuan zaman bahsa kita menglami banyak sekali perubahan, terbukti dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang sudah direvisi beberapa kali menunjukkan betapa bahasa kita memiliki perkembangan yang nyata. Contoh lain adalah tranformasi ejaan  yang dolonya ditulis doelo sekang menjelma lebih mudah menjadi dulu. Kita memang harus welcome ke perubahan selma perubahan itu masih dalam koridor wajar dan bersifat positif.
                Disisi lain kemajuan zaman juga membawa efek negatif bagi bangsa ini. Seperti makin maraknya budaya asing yang dengan mudah masuk ke negara kita melalui jaringan sosial media atu media daring lainnnya.
Sungguh suatu ironi. Walupun sudah lama merdeka dan memilki infrastruktur pendukung kegiatan baca yangh memadai,nat baca di Indonesia sangatlah minim. Berdasar survey dari central connecticut university terhadap 61 negara di seluruh Indonesia Indonesia berada di posisi ke-60, atau menurut UNESCO hanya 0,001 % total penduduk Indonesia, atau kalau dikalkulasikan setiap orang Indonesia membaca rata-rata 17 lembar halaman buku dalam satu tahun.
Tidak hanya itu, bahasa negara kita yakni bahasa Indonesia sedang diserang oleh gempuran bahasa aneh yang entah apa namanya. Bahasa asli kita perlahan tergerus oleh budayaasing yang masuk secdara perlahan. Ayah menjadi abi atau daddy, ibu menjadi ummi atau mami dan masih banyak contoh lainnya.mungkin sudah lumrah kita mendengar anak kecil berucap seperti “ mami minta banana” yang maksudnya sang anak minta pisang kepada sang ibu. Hal ini dianggap lumrah terjadi kepada anak kecil karena mereka dianggap sedang berlatih berbahasa dan dengan keluguannya mereka dibiarkan begitu saja memakai bahasa yang entah apa namanya.
Jika kebiasaan itu terus berlanjut apakah bahsa Indonesia yang kita kenal kini secara perlahan akan punah digantikan oleh bahasa yang entah apa namanya itu? Penulis tidak bermaksud melarang rakyat untuk belajar bahasa asing. Tapi dalam belajar harus ada batasan yang jelasa sehingga tidak ada kerancuan yang nantinya bisa terjadi.
Oleh karena hal tersebut marilah kita mulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri menulis dengan ejaan yang disenmpurnakan. Guru saya pun pernah berpesan,” jika kata bahasa Indonesianya masih ada janganlah pakai bahsa asing dalam tulisanmu. Ingat nak, kamu orang Indonesia bukan orang asing” maka segala sesuatu akan lebih menggema jika kita telah memulainya dari diri sendiri karena diri kita kaan menjadi panutan dan refleksi bagi mereka yang kita ajak menuju hal tersebut, karena contoh terbaik adalah diri kita sendiri.


Ayana Moon in WPAP

  No comments

Ayana Moon, sosok gadis cantik yang baru-baru ini mendadak menjadi viral dikalangan pengguna sosial media. Berasal dari negeri gingseng Korea Selatan, Ayana Moon justru tak tampil seperti artis atau idola lainnya.

Dunia Korea yang dikenal dengan pakaian serba minim ternyata sama sekali tak terdapat pada Ayana Moon. Gadis dengan wajah yang tak kalah cantik dengan girlband Korea ini justru muncul dengan tampilan santun, bahkan berhijab.

Hidup dikalangan yang kebanyakan bukan muslim, Ayana Moon muncul dan mengikrarkan diri sebagai mualaf asal Korea. Setelah mengunggah potret-potret cantiknya,  Sejak awak kemnculannya hingga kini Ayana Moon telah mengantongi 29.000 ribu followers. Saking hitsnya, para penggemar pun membuat akun baru yang terdiri dari seluruh penggemar Ayana Moon dari berbagai negara.
Gadis kelahiran 28 Desember 1995 ini membuat keputusan menjadi mualaf sekaligus satu-satunya muslim di keluarganya. Ayana Moon pun diketahui telah memeluk agama Islam sejak ia masih duduk dibangku SMA.
Sebagai seorang muslim yang hidup dikalangan penduduk yang tak akrab dengan konsep keagamaan seperti Korea membuat Ayana Moon sedikit kesulitan, maka dari itu ia mengaku bahwa ia tak selalu mengenakan hijab dikehidupan sehari-harinya.
Mendadak menjadi selebgram, Ayana Moon mengaku kaget karena menurut dirinya ia hanyalah remaja muslim biasa. Bahkan ia pun memiliki idola salah satu boyband Korea yakni TVXQ. Dirinya pun mengatakan bahwa dirinya tak terlalu suka diperlakukan seperti idola.
Menurut Ayana Moon semua yang mengaku sebagai fansnya adalah teman baginya, “Aku selalu senang mengenal kalian, teman-temanku. Kalian bukan fansku. Kalian adalah TEMAN bagiku, Oke ?,” tegas Ayana Moon disalah satu balasan komentar.
Melihat kebanyakan selebritis yang tak menanggapi haters, Ayana Moon justru merupakan sosok yang sangat berani dengan haters. Ia pun tak segan-segan membalas komentar haters yang menghina pilihannya untuk berhijab.
Pada beberapa hari terakhir ini dunia maya sempat dibikin heboh, pasalnya ada seorang mualaf remaja putri yang berasal dari negeri gingseng Korea yang mengunggah foto-foto selfie di akun instagramnya. Gadis berparas cantik jelita ini, bukan sekadar selfie biasa, bukan karena dia anggota girlband K-pop, tetapi karena terlihat santun dengan penampilan hijab, seolah memproklamirkan dirinya pada dunia tentang keislamannya. Perempuan jelita ini bernama Ayana Jihye Moon (20), dirinya mengungkapkan identitasnya sebagai mualaf dan berpenampilan mengenakan hijab.
Dirinya mengakui kalau pada saat ini tidak selalu memakai hijab, disebabkan budaya Korea sangat asing terhadap konsep keagamaan yang bikin sulit bagi pemeluknya dengan menggunakan sebuah atribut keagamaan. Di Korea penganut Islam hanya mencapai 1% dari 50 juta penduduknya, termasuk Ayana yang merupakan satu-satunya pemeluk Islam di lingkungan keluarganya.
Tanggapan orang-orang Korea dengan keislamannya, Ayana mengatakan bahwa orang-orang Korea tidak begitu peduli dengan agama Islam tapi mereka menghormatinya, meskipun kenyataannya ada saja orang-orang Korea yang Anti Islam. Walaupun sebagian orang ada yang benci, dirinya memastikan bahwa orang-orang tersebut tidak akan menghina dan melakukan penyerangan. Perempuan berhijab dengan nama panggilan Ayana ini dikabarkan akan menempuh perguruan tinggi di Universitas Islam Malaysia untuk mempelajari Islam secara mendalam. Terlihat jelas dengan paras cantiknya, serta sangat bangga memakai hijab yang merupakan penegas atas identitas sebagai muslimah.
Sumber  biografi: http://agunkzscreamo.blogspot.com/2015/11/biografi-dan-profil-ayana-jihye-moon.html#.WKvD6zXlvIU

Pak Raden in WPAP

  No comments

Bila kamu tumbuh di generasi 90an dan senang menonton serial boneka sedari kecil tentu nggak asing dengan nama Si Unyil. Yup, unyil adalah sebuah boneka yang dibuat oleh almarhum Drs Suyadi yang sangat dicintai oleh anak Indonesia. Hingga saat ini, banyak sekali seniman yang 'menghidupkan' tokoh si Unyil.
Nama tokoh utama ini bisa dibilang unik dan lucu. Hadir dengan nama Unyil sendiri hadir dari kata 'mungil' yang berarti kecil, tokoh ini nggak akan sulit diingat. Tokoh-tokoh yang ada di dalamnya pun dikenal baik oleh masyarakat seperti Pak Raden dan juga Pak Ogah.
Pak Raden sendiri miliki karakter Jawa yang sangat kental. Dengan kumis tebal, beskap dan blangkon membuat ciri tokoh ini sangat mudah diingat oleh masyarakat. Apalagi sifatnya yang sehinga membuatnya seringkali ribut dengan Pak Ogah. Spesialnya, karakter Pak Raden yang seringkali bikin jengkel ini diperankan oleh Suyadi sendiri.
Mungkin kamu nggak asing dengan tokoh tersebut. Bagaimana tidak? Rasanya menonton Si Unyil tak lengkap tanpa mendengan kebawelan dan kejengkelan tokoh Pak Raden. Dandanan tokoh ini sendiri sama persis dengan Suyadi dnegan kumis tebal, beskap dan belangkonnya.Si Unyil hadir setiap hari Minggu pagi di TVRI. Hal tersebut terus berlanjut dari 5 April1981 hingga tahun 1993. Setelah itu Unyil pun memulai langkahnya di berbagai stasiun televisi swasta di Indonesia. Kini Si Unyil hadir dengan nuansa lebih modern dalam program Laptop Si Unyil.
 Sumber biografi :http://www.bintang.com/celeb/read/2665305/kenali-karakter-pak-raden-yang-diperankan-suyadi

Thursday, February 9, 2017

Friday, February 3, 2017