Sunday, September 30, 2018

Cerita Horor Malam Minggu (Jomblo Jangan Baca)

  No comments

Disclaimer : Bagi para Jomblo harap tidak membaca tulisan ini. Takut terancam over baperan, ingat mantan, rindu kenangan, dan tak bisa melupakan masa lalu

⏺⏺⏺⏺

Malam apa yang paling serem? Malam Jumat? Tidak slaah besar, malam terseram adalah malam Minggu. Ya malam Minggu, terlebih bagi anak kost yang tidak punya teman dan kenalan. Saya adalah Maba. Rambut botak hasil ospek. Serta selalu menggerojok dengan teman sesama Maba. Selalu memalingkan muka jika bertemu dengan kakak tingkat.

Di kampus saja tiap hari itu serem, terlebih kalau sudah malam Minggu. Serem nya udah level akut. Lebih akut dari mahasiswa yang semester nya sudah mencapai 2 digit angka. Alias semesternya sudah tingkat akut.

Mungkn sudah biasa ya? Malam Minggu itu emang serem bagi jomblo. Terlebih saat melihat lini masa sosial media yang dipenuhi dengan foto teman atau sahabat yang have fun dengan gebetan mereka. Sakitnya seperti tertancap belati, tertikam pas pada ulu hati. Nyeri tapi tak berdarah.

Hal itu menurut saya memang alami, atau bisa dibilang natural. Setiap orang punya sifat iri dan cemburu. Ada yang berlebih dan ada pula yang sesuai proporsi (kalau ada yang kriteria beginian, bilang ke saya ya 😉 siapa tahu klop!) 

Hal lain yang menyebabkan hal ini terjadi adalah gaya hidup urban yang kini menjadi fenomena. Hidup foya-foya serta Hedon. Status sosial jadi sesuatu yang sangat penting. Image diri di dunia Maya juga menjadi prioritas, terlebih di kalangan anak muda sekarang. Tiada hari tanpa eksis di dunia Maya. Padahal kita hidup di dunia nyata.

Pernah iri sama pasangan yang begitu mesra? Begitu romantis? Apakah jika kita juga melakukannya kita bakalan bangga? Saya juga kadang pengen begituan sama doi. Masalahnya saya GK punya doi 😅🤐😢 tapi jomblo tidak selalu nyessek kok. Ada juga jomblo yang bahagia. Ada pula jomblo yang komitmen.

Well, kembali ke maslaah malam Minggu. Sebenarnya malam Minggu itu tidak horor. Tidak juga malam lainnya. Semua nya bergantung kepada diri kita sendiri. Kita mau bahagia dengan status kita yang seperti itu adanya atau iri kepada orang lain yang menurut kita hidupnya lebih bahagia. 

"Satu hal yang luput dari pemahaman kita. Bahagia itu datang dari diri sendiri. Jika kita merasa cukup, maka kita akan bahagia dengan apa yang kita miliki"

Belum tentu kita bisa tertawa lepas saat bersama doi. Belum tentu kita bisa bertindak bebas saat bersama doi. Bandingkan saat kita berkumpul bersama teman kita. Kita bisa tertawa lepas. Bercanda bebas, tertawa bahagia bersama. Kita juga bisa berkarya, berkreasi walau tidak punya doi.

Nah Lo, kok malah ngawur ya 🙄😂 bingung ya? Ya udah saya sederhanakan begini saja.

"Manusia itu memang spesial. Setiap orang punya watak dan sifat yang berbeda. Oleh karena itu kebahagiaan datang dari diri kita sendiri. Karena setiap orang punya keberagaman dan perbedaan. Memang kebahagiaan juga bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar diri kita. Tapi kebahagiaan sejati yang menentukan adalah diri kita. Kita mau bahagia atau tidak dengan apa yang kita miliki"

Paham? Kalau nngak paham coba dibaca pelan-pelan. Dipahami. Kita diberkahi otak untuk berpikir, untuk membaca. Membaca pun tak terbatas hanya pada tulisan, tapi kehidupan serta apa yang ada di sekitar kita. Segala sesuatu bisa kita baca, bisa kita cerna dan bisa kita pikirkan.

Jujur, anak muda sekarang itu kurang berpikir (maaf ini hanya kini pribadi) Hoax bisa menyebar luas dengan bebas karena kita tak lagi mau membaca, kita mau yang instan.  Jangan kan membaca perasaan orang lain, membaca tulisan panjang saja kadang kita malas. 

Well back again ke masalah malam Minggu. Apakah malam Minggu itu horor? Apakah malam Minggu itu seram? Semuanya ada pada diri kita sendiri, kita mau bikin malam Minggu itu serem atau tidak. Kita mau bikin momen malam Minggu itu sebegai momen berkumpul dengan temen, dengan doi, atau berkarya, atau bahkan beristirahat itu terserah kita. Yang penting jangan gunakan momen malam Minggu untuk meratapi nasibnya sebagai jomblo.

Jadilah generasi yang cerdas, jadilah generasi yang membanggakan. Kalau kamu masih sibuk ngurusin malam Minggu mending lu pikirin apa yang udah lu perbuat, apa yang udah lu ciptakan. Kalau masih belum ada perbanyaklah mendengar, perbanyaklah membaca 😊

Well salam hangat dari saya 😊 semoga tulisan ini bermanfaat #TiakTakutMalamMinggu ya! Kalau butuh teman atau sekedar lawan bicara, silahkan hubungi saya melalui link contact di side bar ya! Dengan senang hati saya akan berdiskusi dan berbincang dengan pembaca sekalian 😊

#Situbondo #Blogger #GenerasiMuda

Thursday, September 20, 2018

Meriahnya acara puncak Hari Jadi Besuki ke-254

  No comments

Minggu lalu Besuki kembali diguncang dengan acara yang sungguh spektakuler. Hehe 😅 tepat mingu lalu, sebagai puncak dari perayaan hari jadi Besuki yang ke-254 digelarlah panggung seni dengan tema "Harmoni Hari Jadi Besuki 254"

Bertempat di alun-alun Besuki yang sudah disulap sedemikian rupa dengan lampu-lampu yang berkilau indah serta panggung keren tempat para pemuda-pemudi serta beberapa seniman lokal menampilkan kebolehan mereka, acara penutupan ini berjalan meriah.

Dengan total 16 penampilan dari seniman serta talent lokal serta hiburan-hiburan pendukung lainnya. Acara ini berhasil menyedot anime masyarakat dengan bejibunnya masyarakat mendatangi alun-alun Besuki.

Acara dibuka dengan penampilan yang menakjubkan dari group band lokal yang membawakan lagu Gita dari group band kotak. Lalu dilanjutkan dengan seremoni penutupan rangkaian hari jadi Besuki 254 serta pembukaan pasar Rakyat yang berlangsung mulai tanggal 14-22 September 2018.

Dengan sambutan yang disampaikan oleh bapak Camat Besuki serta beberapa tokoh masyarakat acara hari jadi Besuki pun resmi usai. Dalam sambutannya bapak camat Besuki berharap acar tahun depan bisa lebih meriah serta bisa memunculkan talenta-talenta lokal lain yang masih luput dari pantauan. Selain itu acr tersebut diharapkan bisa menyedot animo masyarakat sekitar untuk datang dan berlibur di Besuki.

Besuki sendiri memiliki beberapa objek wisata baik wisatawan bahari maupun sejarah yang masih terawat dengan baik. Sebut saja pantai tampora, air terjun telempong dan objek wisata lainnya. Selain itu banyak gedung peninggalan serta monumen bersejarah yang bisa dijadikan objek eduwisata sejarah.








Walau di tengah acara sempat terjadi mati lampu karena generator listrik sempat kehabisan bahan bakar. Tapi hal teknis tersebut dapat teratasi dan acara pun berjalan kembali seperti semula. Sebagai penutup sekitar pukul 11. Group band serta sanggar seni lokal Sambalado membawakan penampilan yang cukup mengesankan dan menggebrak

Semoga tahun depan acara perayaan hari jadi Besuki ke 255 bisa lebih meriah lagi 😅

See u on other post 😊

Thursday, September 6, 2018

Meriahnya Hari Jadi Besuki ke-254

  2 comments

Saya memang putra asli Situbondo. Lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di Besuki, TK di wilayah dengan banyak bangunan kolonial serta terasa sedikit menakutkan kalau saya telat dijemput. Maklum jarak TK dengan rumah saya sekitar 5 KM. Jadi kalau pulang pagi otomatis hanya saya serta beberapa guru yang tetap ada di TK. 

Sekolah saya terletak di kawasan PG Demaas. Waktu itu saya selalu diantar jemput oleh kakek saya.  Ya, kakek saya adalah seorang pensiunan pabrik gula Demaas. Yah walau hanya seorang mandor tapi setidaknya pesangonnya cukup. Begitu ucap kakek saya.

Nah SD pun saya juga bersekolah di daerah PG Demaas. Ya, masih seperti waktu TK. Walau SD saya punya sebuah lapangan sepakbola. Tapi ya kalau saya tidak dijemput tempat itu bisa dibilang cukup seram.

Itulah sekelumit kisah masa kecil saya. Sederhana dan tak banyak kisah mengesankan. Dulu syaa adalah seorang yang pendiam. Tapi seiring bertumbuh, berkenalan dengan orang baru saya pun menyadari bahwa suatu butuh banyak pengalaman. Saya butuh banyak teman. Maka berbekal nekat serta kamera hasil minjem saya pun ikut serta bersama teman syaa menyemarakkan Hari jadi Besuki yang ke 254.

Sebagai acara pertama untuk memeriahkan Harjabes, tepat hari Minggu, 2 September 2018. Ada karnaval budaya. Acara ini diikuti oleh sekitar 16 kontingen utusan SD, SMP, serta SMA se Besuki. Ada drumband, barongsai, peragaan busana daerah, serta fashion show dari anak-anak muda yang cantik-cantik. Yang ganteng-ganteng tidak ada yang mau tampil 😂😅.

Karnaval budaya yang turut dihadiri oleh bapak camat Besuki serta bapak Kapolres Besuki menyita banyak perhatian masyarakat. Buktinya lalu lintas pun menjadi padat disekitar tempat karnaval budaya. Dimulai dari alun-alun lalu menuju Utara melewati kelenteng Po Tong Byaw lanjut ke pesisir lalu memutar ke daerah pasar baru dan finish di Alun-alun lagi. 






Pesertanya pun cukup antusias menyemarakkan Harjabes kali ini. Ada yang memakai busana daur ulang. Ada pula yang menampilkan atraksi yang menuai decak kagum. Ada pula yang menyuguhkan tarian lokal.

Yang saya ingat adalah kontingen SMA 1 Suboh yang melakukan atraksi tarian daerah di daerah klenteng Besuki. Yang saya ingat adalah saat masyarakat ikut menari mengikuti irama lalu operator berbicara melalui microphone. 

"Harap jangan jangan joget dangdut, tapi tarian daerah ya!" 😂😂 

Orang-orang pun mulai ikut menari dengan teratur mengikuti tarian para kontingen yang memakai kaos putih merah berstrip. Sungguh meriah 😉😊

------
Keesokannya tepat pukul 7 malam. Di rumah bekas kawedanan diadakan tadarus puisi yang dihadiri oleh banyak peserta mulai dari lingkup Besuki sendiri serta beberapa tamu yang berasal dari Situbondo, Jember, Paiton, Surabaya, malang, serta Nganjuk. Acara tadarus puisi ini pun berjalan meriah dengan begitu banyak penampilan yang cukup mengagumkan baik dari tamu undangan atau masyarakat yang turut hadir karena tertarik dengan keriuhan acara tersebut 😊
Semoga, acara tahun depan bisa lebih meriah dan lebih keren lagi dari tahun ini. Intinya jangan sampai kita lupa dengan budaya lokal serta tradisi para leluhur 😊




#besuki #harjabes #indonesia #wonderfulindonesia 

Masih gak mau mampir atau berwisata ke Situbondo? Coba pikir lagi 😉😊