Wednesday, March 21, 2018

Antara DSLR dan Mirrorless, Mana yang Lebih Baik?

  14 comments

Mungkin diawal tahun 2000 an banyak orang bermimpi untuk memiliki sebuah kamera DSLR untuk belajar fotografi lebih jauh, atau bisa dibilang lebih dari sekedar hobi. Tapi dalam beberapa tahun belakangan orang-orang mulai beralih ke kamera mirrorless. Hal ini menimbulkan perbincangan hangat dimanakah yang lebih baik antara DSLR atau Mirrorless.

Tapi sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya kalau kita mengenal lebih jauh apa itu DSLR dan Mirrorless. Untuk istilah DSLR mungkin sudah sedikit umum di khalayak. Tapi taukah anda akan kepanjangan dari DSLR sendiri? Saya yakin sebagian besar orang tidak tahu apa kepanjangan DSLR. DSLR sendiri adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflect, nama ini diambil dari sistem dalam kamera DSLR yang menggunakan sebuah lensa tunggal sebagai image finder sehingga gambar yang tertangkap dapat langsung dilihat di layar. Sedangkan kamera Mirrorless adalah kamera yang sesuai namanya tidak memakai lensa sebagai image findernya, tapi memakai sistem elektronik sehingga ada jeda 0, sepersekian detik antara gambar yang tertangkap lensa dan yang tampil di layar kamera. 

Pertanyaannya, manakah yang lebih baik dari kedua jenis kamera ini? bagi kalangan pecinta mirrorless mungkin akan beragumentasi dengan bentuk kamera mirrorless yang jauh lebih ramping dan lebih mudah dibawa kemana-mana dibandingkan dengan DSLR yang membutuhkan tas khusus untuk membawanya.

Khalayak terlanjur mengansumsikan mirrorless adalah kamera yang cocok bagi mereka yang menggeluti fotografi dalam batas sekedar hobi. Sedangkan kamera DSLR adalah bagi mereka yang menggeluti fotografi sebagai pekerjaan atau profesi seperti wartawan dan lain sebagainya.

Disisi lain, para pecinta DSLR mungkin akan beragumentasi dengan kualitas serta kelebihan kamera DSLR terlebih dalam pemotretan untuk ajang olahraga yang notabene objek fotonya selalu bergerak. Terlepas dari pertentangan itu, Fotografer senior kompas Arbain Rambey mengatakan, bahawa hal terpenting dalam memilih kamera adalah kualitas gambarnya.

Lebih jauh lagi, Arbain Ramber menuturkan bahwa Mirrorless memiliki beberapa kelebihan daripada DSLR

“Sebuah Kamera Mirrorless bisa melakukan semua hal yang kamera DSLR bisa lakukan. Bahkan disaat tertentu kamera mirrorless  lebih nyaman daripada kamera DSLR.” Ucap Arbain Rambey.

Dalam hal ini ia merujuk kepada kasus pemotretan di Mall atau departement store  dimana rata-rata kamera DSLR dilarang dipakai.

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kelemahan terbesar kamera mirrorless adalah menangkap moving object karena komponen kamera mirrorless itu sendiri yang menggunakan teknologi digital sebagai image findernya. Tapi di beberapa kamera mirrorless premium, fitur fokus berlanjutan serta peningkatan dalam sistem oleh digitalnya diyakini dapat membuat kelemahan mirrorless dalam menangkap moving object terselesaikan.

Tapi dalam kasus tertentu kamera DSLR juga memiliki peranan yang jauh lebih penting serta di beberapa saat jauh lebih nyaman dipakai daripada kamera mirrorless. Sebut saja sebuah konferensi pers yang dipenuhi dengan wartawan yang berrebut mengabadikan momen penting. Tentunya setiap detik adalah sebuah harta bagi para fotografer. Setiap momen memiliki nilainya tersendiri, disaat seperti inilah kamera DSLR jauh lebih baik dipakai daripada kamera mirrorless.

Bagan perbedaan kamera DSLR dan Mirrorless


Mungkin, para pembaca memiliki argumennya masing-masing terkait mana yang lebih baik antara Mirrorless dan DSLR. Yang jelas baik kamera DSLR maupun mirrorless memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kembali mengutip pernyataan fotografer senior kompas, Arbain Rambey. 

“Kamera terbaik adalah kamera yang ada di tangan kita. Pertanyaannya adalah bukan pada merk atau jenis kameranya, tapi bagaimana kita menggunakannya”

Oleh karena itu, banyak lomba fotografi yang membebaskan pesertanya memakai kamera apa saja dalam memotret. Bahkan menggunakan kamera ponsel pun tak apa. Karena memang yang dibutuhkan bukan seberapa bagus merk atau jenis kamera tapi bagaimana kita menggunakan kamera kita sebaik mungkin untuk menangkap momen seindah mungkin. Karena seorang fotografer adalah pelukis cahaya yang mengabadikan momen dalam sebingkai foto 😊.

Nah, semoga penjelasan di atas bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf. Sebagai penutup saya akan mengutip sebuah kata-kata yang mungkin sudah masyhur di kalangan fotografer

“The most important in photography is not the camera but the man behind the lens”

Sekian. Salam hangat dari Situbondo 😊
_____
Sumber tulisan : Harian The Jakarta Post
Sumber Foto : Tekno.kompas.com dan helopedia.com

Tuesday, March 13, 2018

Educenter, Mall Edukasi Pertama Solusi Tepat Pendidikan Zaman Now

  12 comments

“Edukasi adalah kunci kemajuan suatu bangsa”

Hal itu memang suatu hal yang benar. Dengan tingkat edukasi yang layak, suatu negara mampu menjadi macan yang ditakuti oleh negara lain. Sebut saja Singapura, Inggris, Amerika dan negara Adidaya lainnya. Mereka mampu menciptakan pendidikan yang layak bagi masyarakatnya. Tapi sistem pendidikan di Indonesia sepertinya berkata lain, seakan ada sebuah dilema dalam sistem pendidikan di Indonesia. Setiap siswa “dipaksa” untuk memahami beragam mata pelajaran di jenjang SLTP dan SLTA. Tapi pada akhirnya harus berfokus kepada satu bidang studi saat memasui dunia perkuliahan.

Seperti perkataan terkenal  Albert Einstein, hal ini sama saja dengan memaksa ikan untuk memanjat suatu pohon. Suatu hal yang berat dan bisa saja mustahil. Tapi tidak semua hal bisa dibilang negatif. Buktinya segelintir orang justru menjadi hebat dan mumpuni kemampuannya karena dididik dengan sistem pendidikan yang seperti ini.  

Disatu sisisi sebagai wujud resistensi, program homeschooling mulai nge-trend dan diminati khalayak umum. Sebagian orang tua yang sibuk dengan pekerjaan cenderung memilih homeschooling untuk buah hatinya. Karena mereka mendapat kebebasan dalam mengatur jadwal pertemuan serta materi yang diajarkan. Tapi apakah homeschooling cukup memadai sebagai pengganti sekolah konvensional?

Permasalahanya adalah bagaimana membuat belajar menjadi suatu hal yang menyenangkan sehingga siswa dengan sendirinya belajar. Sementara siswa sudah sejak dini dicekoki dengan sistem penddikan yang memaksa mereka memahami banyak hal. Tentunya belajar menjadi semacam momok karena sistem pendidikan yang disalah artikan oleh segelintir siswa. 

Terlepas dari itu semua, sebenarnya setiap manusia diciptakan sama, entah dia laki-laki maupun perempuan. Tapi semuanya diitentukan oleh seberapa jauh mereka mau belajar dan mengembangkan otak dan pemikirannya. Karena otak kita adalah suatu anugrah yang sungguh luar biasa. Semakin sering digunakan otak kita bukan menjadi rusak tapi justru semakin berkembang dan menjadi semakin kuat. 

“Lalu bagaimana cara mengembangkan otak kita sehingga dapat berkembang semaksimal mungkin?”

Tentunya dengan belajar dan berlatih terus –menerus. 

“Jika kita bosan dengan hal yang kita pelajari, lalu kita merasa jenuh, bagaimana?”

Buatlah hal itu menyenangkan sehingga kita dengan senang hati belajar dan berlatih!

“Tapi bagaimana cara membuat belajar itu menyenangkan dan tidak membuat jenuh?”

Belajar saja di educenter, mall edukasi pertama di Indonesia

Educenter Sebagai Terobosan Pendidikan Zaman Now

Mungkin banyak orang yang akan bertanya, apa itu Educenter? Educenter adalah sebuah mall edukasi yang berlokasi di BSD city, di kelilingi oleh 31 iinstitusi pendidikan serta 4 cluster perumahan elit BSD. Tempat yang sangat strategis untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Diberdirikannya Educenter sendiri bertujuan untuk menjadi solusi bagi masalah pendidikan anak zaman kini, yakni mengahbiskan terlalu banyak waktu dan energi berpindah-pindah tempat kursus serta untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan diri semaksimal mungkin dengan sistem yang terintegrasi dan revolusioner.

Gedung Educenter nampak dari atas

Mungkin masih ada pertanyaan dalam benak para pembaca. Mall Edukasi? Mal kan tempat belanja dan bersantai. Iya betul Mall edukasi, saya tidak salah ketik,  tapi mall ini berbeda dengan mall kebanyakan. Lalu kenapa disebut mall edukasi? karena selayaknya mall, Educenter juga dilengkapi  dengan restoran, food court, tempat bermain anak dan tentunya beragam temmpat kursus terkemuka. Apple tree pre-school, UniSadhuGuma, Farabi Music School, Young Chefs’ Academy, CMA Metal  Arithmetic, Shane Learning Centre, Calculus, Flamingo Studio, Wow Art  Studio, Far East Education hanyalah segelintir diantaranya.

Selain itu Educenter juga menawarkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan konsep “One Stop Excellence of education “ lalu apa itu One Stop Excellence of education?

One Stop Education of Excellence

Konsep one stop education of excellence adalah sebuah terobosan berupa sistem pendidikan terintegrasi dimana siswa dibuat jatuh cinta dengan pelajaran yang dipelajari melalui beragam metode pengajaran yang interaktif dan inovatif.

Beragam pilihan kelas di Educenter

Selain itu selayaknya sebuah mall, berbagai fasilitas lain juga turut mendukung sistem pengajran dan edukasi di Educenter. Hal ini membuat Educenter menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan mengasah kemampuan diri. Selain itu, deretan  kursus serta tempat bimbingan belajar populer serta terkemuka yang sudah berintegrasi dengan Educenter juga merupakan suatu kelebihan  yang dimiliki oleh Educenter.

Dengan letak yang strategis serta beragam  pilihan tempat kursus serta bimbingan belajar membuat kita tidak perlu susah payah membuang tenaga hilir mudik dari satu tempat kursus ke tempat kursus lainnya. Cukup berjalan kaki kita sudah bisa berpindah tempat kursus dengan mudah. 

____

Itulah Educenter, mall edukasi pertama di Indonesia sekaligus solusi bagi sistem pendidikan zaman now. Tunggu apalagi? Dengan sistem terintegrasi serta beragam fasilitas lain serta dilengkapi dengan konsep one stop education of excellence, Educenter adalah tempat yang cocok untuk mengembngakn diri serta mengasah bakat kita. Serta solusi yang tepat bagi pendidika di Indonesia. 

Tunggu apa lagi? Bergegaslah, karena pendidikan adalah suatu hal penting yang menjadi kunci meraih masa depan serta membangun bangsa menjadi lebih baik. Tunggu apa lag? Educenter jawabannya.

#Educenter #OneStopEducationofExcellence
_____
Sumber gambar : Educenter.id

Thursday, March 8, 2018

Saat Saya Pergi ke Sekolah Tanpa Membawa Apa-apa

  10 comments

Pertama-tama saya mau mengatakan bahwa ini adalah murni pengalaman saya dan tidak ada anjuran untuk meniru, menjiplak, atau bahkan menerapkannya di kehidupan pembaca sekalian. Jadi saya harap pembaca sekalian dapat mengambil poin positif dan tidak dirugikan oleh tulisan ini.

-----------------

Baiklah, sebenarnya ini hanya keluh kesah saya sebagai seorang siswa. Sekarang sebagai siswa saya bisa dibilang berada di masa kritis. Salah sedikit saja bisa buyar mimpi tentang kuliah dan segala pernak perniknya. Bisa dibilang hidup saya dengan seragam putih abu-abu tinggal menghitung hari. Tak genap sebulan lagi saya akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Tapi sekarang rasanya memang sungguh berbeda dengan dahulu waktu saya masih SMP. Pertama saat memasuki masa bebas KBM seperti sekarang yang diisi dengan beragam program tryout ataupun simulasi dan entah apa nama lainnya. Saya tak pernah membawa apa-apa. Hanya selembar kertas login yang diberikan guru sehari sebelumnya. Bandingkan dengan sewaktu SMP dulu saya yang masih tetap membawa tas dan beragam alat tulis lengkap lainnya. Sekarang mah tinggal klik. Selesai. Jadi saya tak perlu membawa alat tulis dan tetek bengeknya.

Baca juga : Menjadi Generasi MICIN, Kenapa Tidak?

Sebenarnya sih saya memang harus tetap membawa buku, sebagai bahan jika ingin mengulang pelajaran. Tapi, saat kini memakai sistem komputer mata pelajaran yang diujikan hanya satu mata pelajaran perhari. Pertama karena jumlah komputer yang tidak memadai hingga perlu diadakan sistem sift agar semua siswa mendapat jatah ujian. Jadi rasa semangat saya membawa buku pun menghilang toh, teman-teman sesi 2 pasti membawa buku dan bisa saya pinjam. Atau terkadang jika saya endapat sesi terakhir, saya sempatkan diri bertanya kepada teman yang ujian pada sesi awal.

Entahlah ini yang salah saya atau bagaimana? Namanya juga curahan hati saya. Hasilnya saya sekolah hanya bersenjatakan seragam dan selembar kertas login. Itu saja. 

Semacam ada sesuatu yang berbeda tapi sangat sulit untuk saya jelaskan. Serasa ada yang kurang. Tapi entah saya tak tahu bagaimana cara menggambarkannya? Saya juga menjadi bingung.

Kalau kita pikir, saat ujian memang saat dimana kita sudah dipersiapkan, apalagi ujian nasional. Ujian akhir yang skala nasionalnya masih dipakai oleh beberapa perguruan tinggi sebagai acuan penerimaan mahasiswa baru.  Tapi entah kenapa disaat yang seperti ini spirit saya malah menghilang. Spirit dan semangat saya menjadi kendor dan justru teralihkan ke beberapa hal lain.

Saya pun mulai bertanya kepada orang lain, juga bertanya kepada diri saya sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Kamu terlalu banyak berpikir”

“Bikin skala prioritas” 

“Cobaan kelas akhir”

Dan masih banyak ragam jawaban lain yang saya dapat. Yang akhirnya dapat saya simpulkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya. Ada sesuatu yang tidak beres dan harus segera diperbaiki dari diri saya. Toh untuk menjadi lebih baik harus dimulai dari diri sendiri.

Baca juga : Cerita Indah Semasa SMA

Saya pun menyadari akhir-akhir ini konsentrasi saya terpecah belah tidak jelas. Proyeksi saya tidak jelas kemana perginya. Skala prioritas saya pun kacau. Saya pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan guru Bk dan sanak keluarga. Akhirnya saya dapat sedikit tercerahkan. 

Disadari atau tidak, menjadi seorang siswa kelas akhir memang berat. Banyak sekali pikiran yang harus ditanggung. Dan terkadang hal itu berdampak kepada diri kita sendiri. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi memajakan diri agar pikiran menjadi rileks dan juga sebagai bagian dari quality time bersama keluarga.

Itulah hal yang saya rasakan, sedikit banyak mungkin hanya tulisan. Toh diawal saya sudah bilang ini curahan hati saya. Semoga bermanfaat. Dan take it enjoy 😊

Salam hangat dari Situbondo 😊

____
Sumber gambar : Pixabay