Friday, October 26, 2018

NOSTALGIA, Sebuah Cerita Sederhana Tentang Persahabatan

Tags


Kali ini tulisan ini bakalan fokus tentang si A. Si A yang sempat saya singgung beberapa saat yang lalu di tulisan saya. Kalau kalian belum membacanya, tulisannya ada disini.

Jadi saya mau jelasin lebih jauh tentang si A. Dia ini temen SD saya. Murid pindahan dari ibukota. Entah apa alasannya, dia pindah dari ibukota. Yang jelas, selama di desa Ia diasuh oleh Ua nya. Ua, begitulahia biasa memanggil  pamannya.

Dari dulu yang saya herankan apa itu artinya Ua, apakah nama spesial atau apa. Hal itu sejak dulu menjadi momok dalam kepala saya. Eh, ternyata belakangan ini saya tahu kalau arti Ua adalah paman dalam bahasa sunda 😂. bagai peribahasa

"Gajah di depan mata tak terlihat, semut di seberang lautan malah terlihat"

 Singkat cerita kita berpisah, saya melanjutkan pendidikan saya di daerah Probolinggo, ada yang melanjutkan pendidikannya di luar kota, ada pula yang terus melanjutkan pendidikannya di Besuki. Omong-omong kalian tahu Besuki? kalau tidak silahkan cek di google map (Besuki, Situbondo). Nah, kabarnya si A ini balik ke ibukota, melanjutkan SLTP nya disana.


Berkat kemajuan teknologi saya dan teman-teman SD saya bisa tetap terhubung. Melalui aplikasi pesan singkat salah satu teman saya mengumpulkan kontak teman-teman sekelas lantas ia buat Group chat. Walau isinya hanya wacana

"Ayok kumpul!"
"Makan-makan yuk!"

dan wacana lain yang kadang tak terealisasi semuanya (meski lebih banyak yang tetap menjadi wacana 😂). Setidaknya saya masih bisa terhubung. Hanya beberapa teman yang masih akrab berhubungan dengan saya. Sebut saja Roni yang menggeluti seluk beluk dunia youtube dengan Channel youtube nya "Hokya Hokya", semoga adsensemu segera kelar mas bro!

6 tahun saya bersekolah di Probolinggo. Berpisah dengan teman-teman saya yang kebanyakan melanjutkan pendidikannya di Besuki. Terlebih si A yang balik ke ibukota. Lebih-lebih dia juga tidak bisa dihubungi karena tak satupun dari kami punya kontaknya.

Lalu beberapa hari yang lalu saya baru menyadari kalau ada salah satu teman saya yang mengirim kontak si A ke group SD. Maklum, saya jarang buka group karena group saya mute semuanya 😁. Karena usut punya usut, aplikasi yang terus menyedot kuota internet saya adalah Whatsapp 😒, ini juga yang menjadi alasan saya kenapa kemudian memakai aplikasi pesan singkat Oy!

Jadi saya pun  menghubungi si A. Seperti sahabat yang lama tak berjumpa kita bercerita banyak. Cerita tentang kisah masa kecil. Saat saya masih lugu, masih ganteng, masih imut-imut 😂

YA, seperti yang sudah saya ceritakan. Nostalgia itu kebutuhan, kita harus melakukannya sesekali. Selain itu saya juga merasakan suasana baru. Maklum, si A ini kan orang kota, jadi ngomongnya juga kota. Sedangkan saya orang desa, terkadang saya harus menghapus pesan saya seblum saya kirim karena ada beberapa kata daerah yang kadang terselip.

Bukan cuma masalah bahsa daerah yang kadang terselip, fitur auto correct juga membuat saya harus mencermati pesan yang ingin saya kirimkan kepada teman-teman saya.

Singkatnya, nostalgia dengan si A ini telah memberikan saya banyak hal. Pertama tentunya mengingat kembali momen-moemn masa kecil saya. Kedua, saya mendapatkan suasana baru dan bisa keluar dari tekanan serta stress akibat gunungan makalah yang belum saya selesaikan. 

Oh, dosen, semoga amal ibadahmu dibalas setimpal 😂

Oh, terima kasih A karena mau saya tulis! Si A ini sekarang bekerja sebagai admin di ibukota, menurut saya orangnya cantik, gk banyak berubah dari penampilannya kala SD. Haya sedikit gemukan tutrnya kepada saya. Orangnya juga pandai memasak dan suka bersih-bersih. Siap dilamar pula tuturnya 😂

Salam hangat dari Situbondo 😁 Oh ya, jangan lupa subscribe juga channel youtube saya 😊

Artikel Terkait

2 comments

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.
EmoticonEmoticon