Breaking

Kenapa Penyakit Sekarang Begitu Instan? – Sebuah Pemikiran dan Renungan


Kenapa Penyakit Sekarang Begitu Instan? – Sebuah Pemikiran dan Renungan

Hal yang sangat membebani pikiran saya belakangan ini adalah isu kesehatan, terlebih sekarang sedang masa puncak musim hujan. Hampir setiap sore di tempatku kebagian jatah hujan. Setiap sore menjelang malam, dengan syahdu, hujan secara rutin turun membasahi selama seminggu belakangan 

Hal yang kutakutkan bukan soal sakit karena hujan, namun belakangan ini aku memang berpikir bahwa penyakit terasa begitu instan. Terlepas dari cuaca yang memang susah ditebak dan bisa dibilang kacau, namun penyebaran penyakit terasa amat mudah dan begitu cepat. 

Jika dipikir, rasanya memang seperti itu, atau hanya perasaanku saja. Wabah Corona di China, serta penyakit ringan lain yang kadang sering melanda seperti flu, pilek, demam atau apalah yang sering dijadikan alasan untuk tidak sekolah atau libur kuliah. 

Kata peribahasa bijak sih, 

“An Apple a day can keep doctor away” 

Sebenernya bukan soal kita makan apel setiap hari, tapi soal apa yang kita makan untuk hari ini dan hari-hari lainnya. Sebenarnya aku gak terlalu notice dengan hal tersebut, hingga aku bertemu dengan seorang yang entah kenapa masih focus dan bertahan dengan makanan yang bertipe sekali makan. Maksudnya sekali makan adalah makanan yang kalua gak dihabisin esok harinya sudah tidak layak makan atau bisa dibilang basi 

Dalam pemikiran saya, apasih hubungannya? Bukankah fast food tentu ataupun makanan dalam kemasan sudah sebelumnya mendapat pengujian lab dan pengesahan sebelum boleh dipasarkan ke umum? 

Aku awalnya tetap teguh dengan pemikiranku, hingga orang tersebut memberikan sebuah pengandaian. Dulu teh racik kalau gak diminum habis, esoknya sudah basi dan gak enak diminum. Sekarang, teh dalam botol bisa diminum bahkan sampai 1 bulan lagi, bahkan lebih. 

Dari pemikiran tersebut, aku mulai berpikir, bener gak sih dan sedikit terpikir. Kenapa penyakit terasa begitu instan? Toh semuanya kembali perihal kebiasaan kita makan makanan yang juga instan. 

Orang tersebut kemudian kembali mengulik pemikiranku lagi. Kalau dulu orang bisa hidup sampai 100 tahun, kalau sekarang, 60 tahun saja sudah bersyukur, apalagi kalo dalam umur segitu masih sehat dan kuat untuk beraktivitas. Sekali lagi pikiranku berkataa. Kok bener sih? 

Aku mulai berpikir, bener emang! Makanan yang kita konsumsi sangat amat berpengaruh kepada kesehatan, tentu selain pola hidup, istirahat dan lain-lain. Kesehatan itu amat mahal harganya, dan bakal baru terasa kalo kita sakit. Berapa banyak yang harus kita habiskan demi kesehatan yang tanpa kita sadari terbuang begitu saja dengan kesembronoan kita yang tidak menjaga pola makan dan pola hidup kita. 

Maraknya Makanan dan Minuman Instan 

Tidak bisa ditolak, makanan dan minuman instan memang dapat dengan mudah ditemui. Akupun terkadang lebih memilih memberikan makanan instan berupa cemilan keripik kentang atau makanan instan lain jika ada orang yang bertamu ke rumah atau kontrakan. 

Memang kadar gizi dan kandungan nya sudah tertera dengan jelas di dalam kemasan, namun kadang memang kita tidak teliti dan membaca secara jelas anjuran yang ada dalam kemasan tersebut. 

Dalam beberapa kasus ada makanan yang memang tidak boleh dikonsumsi secara berlebih, selain itu, kadar gizi yang kita peroleh juga kadang kita abaikan hanya karena keinginan untuk memuaskan nafsu makan. Hal ini sama layaknya kita yang makan makanan yang amat pedas walau sebenarnya kita nngak lapar. Modal pengen dan penasaran dengan betapa pedasnya makanan tersebut, hal ini udah aku bahas di tulisanku yang lain yang bisa kalian baca disini. 

Akupun juga terkadang merasa bahwa aku tidak menjaga dan mengatur pola makanku dengan baik. Tapi beruntung, seorang lelaki pada dasarnya mahluk yang cuek dan bisa dibilang bodo amat dengan pola makan. Yang penting tubuh sehat, gemukan dikit toh bukan masalah 

Beda cerita kalau perempuan, naik barang 0,5 kg kadang rusuhnya minta ampun. Akhirnya berujung pada diet yang menyiksa yang juga pada akhirnya memang berat badan turun, tapi juga harus sakit terlebih dahulu sebelumnya. 

Sebenernya sih yang salah bukan soal dietnya, namun niat diet yang akhirnya berubah jadi tekanan dan membuat dietnya malah menjadi ekstrim. Hal itu mungkin yang kudu dibenahi, sleain itu, wanita yang peka dan kadang sensitive tentang hal-hal berbau tubuh dan bentuknya memang tidak bisa kita kesampingkan juga 

Waduh, kok malah bahas banyak ya? Padahal hanya ingin curhat soal penyakit yang kurasa amat instan belakangan ini. Wah, jauh sekali ya pembahasanku, udah dulu deh. Ampe sini aja bahasannya. 

Inti dari coretanku sih, pola makan adalah sebuah kunci dalam kesehatan, aku pribadi memang kadang masih menghadapi kendala untuk beralih ke pola hidup yang sehat, apalagi jika sudah berhadapan dengan makanan instan dengan aroma yang cukup menggoyang batin. Beyuhhhh, nolaknya itu lo! Susah banget 

Itu pemikiranku, menurut kalian gimana? Im Er, See u Later! 
___
Sumber gambar :
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.rd.com%2Ffood%2Ffamilies-favorite-fast-food-chain%2F&psig=AOvVaw3B3MPgVw5-1H7ekjsLq6dv&ust=1581432571510000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCPD308mdx-cCFQAAAAAdAAAAABAU

7 komentar:

  1. Ini yang juga jadi pemikiran ku kang, sejak ada makanan dan minuman instan menurutku penyakit jadi cepat datang dan bahkan aneh-aneh jenisnya.

    Beda dengan waktu kecil dulu, biarpun makanan seadanya tapi kayaknya jarang sakit. Makanan dahulu jarang ada bahan pengawet soalnya, kalo ngga dimakan hari ini ya besok sudah basi.

    Kalo memang bahan pengawet biang penyakit tapi kok lulus uji Badan pengawas obat dan makanan ya, aneh ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, akypun bingung juga. Kalo emang gak aman kenapa bisa lolos uji bahan makan dan layak edar, emang sih, sejak maraknya makanan instan penyakit ini kok jadi makin aneh. Sekarang sehat, ntah tiba" esoknya sakit apa gitu...

      Semoga kita semua selalu diberi kesehatan... Amin 😊

      Hapus
  2. Sering menontn video dr zaidul akbar, semakin terbuka utk hidup sehat.. mantap mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih telah berkunjung mas :)
      semoga kita selalu dianugerahi kesehatan jiwa dan badan ya mas :)

      Hapus
  3. dampak dari kemajuan zaman ya ini salah satunya, banyak makanan instaan yang enak dan susah ditolak. dan karena kesibukan yang makan banyak orang juga jadi lebih sering makan yang instan karena penyajiannya yang cepat.

    BalasHapus
  4. wah setuju banget dengan kalimat An Apple a day can keep doctor away. sangat berguna bagi masa depan :D

    BalasHapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.