Breaking

One Day Scape : Air Terjun Telempong Situbondo



Bulan ini adalah bulan paling malas saya. Banyak sekali ide yang ingin saya tuliskan, tapi belum tersampaikan dan masih berada dalam kepala. Padahal ah lagi lagi padahal, buanyaaaak banget nih yang ingin saya bagi dan ceritakan.

Dari indikasi di atas, sepertinya saya sedang dilanda kebosanan akut bin parah. Cara mengatasinya mungkin dengan jalan-jalan ke suatu tempat! tapi kemana? pantai? ogah... panas! naik gunung? butuh waktu lama, sedangkan perkuliahan saya mulai aktif!

Di tengah kebingungan itu saya teringat dengan salah satu destinasi wisata di kampung halaman saya. Situbondo. Namanya Air Terjun TElempong, tapi masyarakat sekitar tempat tersebut menyebutnya Air Terjun Tancak. Perjalanan terakhir saya kesana sekitar 2 tahun lalu. Waktu itu jalannya masih berupa jalan setapak. Berbekal penasaran saya pun mengajak teman sekelas saya untuk pergi ke tempat tersebut bersama.

Air terjun Telempong berada di Desa Telempong, Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Di daerah pom bensin Utama Raya kita akan menemui rambu jalan yang menunjukkan destinasi wisata ini. Silahkan berkendara sejauh 3 kilometer untuk mencapainya. 

Biaya masuk ke air terjun ini ratis, tapi kita dikenakan biaya karcis parkir sebesar 5000 per kendaraan. Setelah itu kita harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer. Beruntung jalan yang dulu masih berupa jalan setapak kini sudah disemen. 

2 tahun lalu saya harus membawa kayu karena masih banyak semak dan tumbuhan yang kadang menghalangi, tapi kini jalan menuju air terjun sudah disemen. Ya, meski 400 meter dari air terjun kita harus melewati jalan setapak setelah menyeberangi sungai kecil.

Cukup melelahkan memang, tapi sesampainya di air terjun tersebut lelah kami terbayar juga. Suara air jatuh, desiran angin, serta bau basah khas air terjun memanjakan panca indra. Segera kami berfoto terlebih dahulu, mengabadikan momen dan membuat bukti kalau kita pernah kesana.






Setelah cukup puas berfoto kami pun memutuska untuk mandi. Hitung-hitung menyegarkan badan yang lelah berjalan kaki. Untuk kedalam kolam di air terjun ini bisa dibilang tidak terlalu dalam, karena hanya sepinggang saya. Meski begitu curah airnya lumayan sakit juga lo :D   

Untuk Video lengkapnya, silahkan tonton video amatir saya disini


10 komentar:

  1. Dah liat videonya... Jln setapak sm adem krn msh hijau ya... Sayang airnya rada coklat yah... Apa krn abis ujan apa wmg lg musim kemarau... Yh ptg sih bs seger lg tu pikiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habis hujan sih waktu itu, juga pas kembalinya dari air teejun itu langsung hujan 😅😅

      Untung sudah sampai dirumah kala itu

      Hapus
  2. mas ajak aku ke sana mas
    kuingin ikut nyebur juga
    bagus bangett

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mas, kalau ada kesempatan mampir, silahkan colek kontak saya,.

      Dengan senang hati akan menjadi pemandu yang baik untukm Uh mas Ikrom

      Hapus
  3. keren banget air terjunnya.tinggi banget lagi. pasti dingin abnget.

    BalasHapus
  4. Kek nya bagus tuh air terjun, harus mampir nih kalau ada kesempatan

    BalasHapus
  5. kalau ke air terjun itu sudah sampai arsanay seger dan denger suaar air jd bikin adem, masalahnya hanay jalan menuju air terjun itu biasanya belum bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak, suasananya adem banget, tampisan air nya tuh uademmm poll

      Tapi kudu sedia baju ganti kalau ke air terjun, atau mantel biar gak basah, tapi ke air terjun gak basah itu kurang rasanya

      Hapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.