Makan Soto Pakai Nasi apa Lontong?

Makan soto enak surabaya


Halo semuanya, bagaimana kabarnya nih di tengah musim hujan yang sedang rajin-rajinnya menyapa. Udah makan belum? Kalau belum, gimana kalau Kita bahas soal soto aja? Kayaknya cocok banget dimakan di cuaca dingin seperti sekarang ini!

Yuk mulai dengan pertanyaan sederhana, makan soto pakai Lontong atau Nasi?

Atau Ketupat....

Hayo, Kalian penikmat soto dengan pendamping apa nih? Kalau Gue pribadi sih lebih suka dengan nasi. Tapi tunggu, Gue suka Soto ditambah nasi bukan karena apa, tapi karena ada alasannya kok! Yuk bahas bareng-bareng!

Perbedaan Kandungan Gizi Nasi dan Lontong


Pertama, yuk bahas soal kandungan gizi masing-masing antara Nasi dan Lontong. Melansir Buku Ajar Gizi dan Diet (2018) oleh Pipit Festi W, kandungan kalori pada lontong cukup jauh berbeda dengan kandungan kalori pada nasi putih.

Kandungan Gizi Lontong


Pada lontong dengan berat 200 gram, terhitung hanya mengandung kalori sebanyak 38 kkal.
Pada 200 gram lontong, juga mengandung protein 5,44 gram, lemak 1,64 gram, dan karbohidrat 62,12 gram.

Kandungan Gizi Nasi


Sementara itu, pada nasi putih seberat 100 gram, kandungan kalorinya tercacat mencapai 175 kkal.
Pada 100 gram nasi, juga mengandung protein 3 gram, lemak 0,3 gram, dan karbohidrat 39,8 gram.

Lalu Ketupat gimana dong? Tenang! Tidak terlupakan kok!

Pada ketupat dengan berat 160 gram, tercatat hanya mengandung kalori sebanyak 32 kkal.

Pada 160 gram ketupat juga mengandung protein 2,24 gram, lemak 0,112 gram, dan karbohidrat 43,2 gram.

Jadi, alasan Gue suka pake Nasi dan Soto karena kandungan Kalori yang lebih banyak dan bikin lebih kenyang. Hal itu tidak lain tidak bukan Karena Gue tipe orang yang suka makan sekali doang tiap sekali duduk yang artinya sekali makan udah kagak bakal makan yang lainnya lagi.

Habis bahas alasan kenapa Gue milih nasi dibandingkan Lontong sebagai peneman Soto, selanjutnya yuk bahas Warung Soto favorit Gue yang citarasanya khas dan tentunya menggoyang Lidah.

Soto Ayam Lamongan Cak Har


Pertama kali datang ke warung soto ini tuh kesannya. "Ini pasti enak banget!" Kenapa? Karena parkirannya rame banget. Butuh sekitar 5 menit bagi Gue dan rombongan untuk mendapatkan parkir dengan mobil Grand Livina yang Gue rasa udah kecil dan gak makan tempat parkir banget.

Soto Ayam Lamongan Cak Har Surabaya


Tapi ya emang begitu, saking ramenya kadang Kita perlu antri untuk dapetin tempat parkir. Apalagi kalo bawa kendaraan roda 4. 

Untuk lokasi dari Soto Ayam Lamongan Cak Har ini cukup strategis, berada di pinggir jalan dan berada di sebelah SPBU Pertamina Jl. Ir. H. Soekarno no. 220 Surabaya.


Singkat cerita, habis muter-muter dan antri parkiran, Kami berempat langsung mencari kursi duduk. Kalian tidak perlu pergi ke konter untuk memesan dan tinggal duduk mencari tempat duduk. Setelah itu pelayan akan datang dan mencatat pesanan Kalian.

Jadi, tidak usah pergi ke konter untuk memesan. Gue udah wakilin Kalian semua yang belum pernah kesana atau ingin pergi kesana untuk bertanya ke konternya 😂

Tidak butuh waktu lama, pesanan segera datang. 4 buah porsi soto lamongan dengan nasi yang dipisah. Jika kalian tidak ingin dipisah, Kalian cukup bilang kepada pelayan agar soto dan nasinya langsung dicampur dan tidak dipisah.

Citarasa? Tidak usah khawatir, Soto Lamongan Cak Har punya citarasa yang khas dan enak. Tidak terlalu berminyak dan tentunya bisa jadi either makanan pokok atau hanya selingan jika sedang tidak ingin makan berat.

Untuk masalah harga, untuk tiap porsinya Soto Ayam Lamongan Cak Har dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari 30-50K tergantung kepada topping dan porsi yang dipesan.

Balik ke bahasan awal, Kalian kalau makan Soto pake Lontong atau Nasi? Atau polosan Soto doang nih?
__

* Ilustrasi soto ayam bikinan Alfeus Yuliant Christie yang diunggah di Instagramnya @harousel pada 11 Oktober 2018.(Twitter: Indro Moektiono)

Posting Komentar

0 Komentar