Breaking

Bonus Demografi - Sebuah Momen Memajukan Indonesia Berbekal SDM yang Unggul

Indonesia punya potensi jadi negara maju


Indonesia adalah negara besar dengan potensi SDM dan SDA yang sangat amat melimpah. Dari Sabang sampai Merauke punya potensi masing-masing yang dapat dimaksimalkan demi berbagai kepentingan bersama. Tentu bukan hal yang sulit membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang teramat maju dengan melimpahnya SDA serta banyaknya SDM yang tersedia di negara ini. 

Selain kenyataan bahwa negara ini adalah negara yang sangat amat kaya, Indonesia masih memiliki satu kartu As lain yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan negara ini. Kartu as tersebut adalah bonus demografi. 

Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030 dan pada dekade seterusnya hingga jumlah angkatan kerja usia muda sampai pada masa pensiun, saat ini penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Bonus demografi merupakan fenomena yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun), dalam evolusi kependudukan yang dialaminya (Jati, 2015)

Ini adalah momen dimana negara ini memiliki bukan hanya SDA yang melimpah ruah namun juga SDM yang juga melimpah. Dengan pemberdayaan SDA yang baik serta SDM yang baik pula, Indonesia maju bukan hanya mimpi belaka. 

Namun selayaknya sebuah cerita klasik. Sebuah tujuan menyongsong Indonesia maju tentu punya tantangan tersendiri di dalamnya. Rintangan paling nyata bagi Indonesia tentu adalah hasil survey organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) terkait tingkat aliterasi negara yang dilakukan terhadap 61 negara yang ada di dunia. 

Dalam laporan yang dirilis dengan tajuk "The World’s Most Literate Nations" tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-60 atau hanya berada 1 tingkat di atas Boswana yang berada di posisi paling bawah. 

Tentu hasil survey ini sangatlah mengejutkan, karena faktor utama pembangunan SDM yang baik dalam upaya pembangunan sebuah peradaban dalam negara salah satunya adalah tingkat literasi. Selain tingkat literasi, factor pengembangan SDM yang sangat berpengaruh adalah komunikasi. 

Untuk bidang komunikasi, Indonesia bisa dibilang sudah cukup memadai dengan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia sudah mengenal kemajuan komunikasi. Hal ini didukung oleh data riset yang dikeluarkan oleh eMarketer yang meletakkan Indonesia di posisi ke 6 pengguna Internet di dunia dengan jumlah pengguna sejumlah 112 juta orang per-tahun 2017. 

pengguna internet indonesia tahun 2017
Data penetrasi pengguna internet Indonesia tahun 2017 oleh eMarketer

Data ini menunjukkan bahwa tingkat komunikasi di Indonesia sudah cukup memadai, namun fakta ini masih tidak selaras dengan tingkat literasi yang terjadi di negara ini. Tentu perbaikan tingkat literasi sangat diperlukan untuk menghasilkan SDM yang unggul untuk Indonesia yang lebih produktif. 

Banyak sekali cara yang bisa diaplikasikan untuk memberantas presentase buta literasi yang terjadi di negara ini. Selain itu komunitas serta ormas juga banyak yang peduli dengan isu literasi di negara ini. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan gerakan literasi bergerak yang kini sering kita temui di pusat-pusat keramaian. Tentu ini sebuah indikasi atas kemauan guna memberantas buta literasi dan membangun SDM yang unggul di negara ini. 

Literasi digital juga turut digalakkan melihat penetrasi pengguna internet di negara ini yang menurut hasil survei APJI dan Polling Indonesia jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2018 bertambah 27,91 juta (10,12%) menjadi 171,18 juta jiwa. Artinya penetrasi pengguna internet di tanah air meningkat menjadi 64,8% dari total penduduk yang mencapai 264,16 juta jiwa. Pertambahan yang cukup signifikan dibanding data yang durilis oleh eMarketer untuk tahun sebelumnya. 

Beruntungnya, pemerintah bergerak cepat dengan peluang ini melalui berbagai kampaye literasi digital dalam upaya membentuk SDM yang unggul yang melek literasi. 

Perkuatan Sektor Perdagangan Serta Peranan Kadin Indonesia

Selain tingkat literasi dan komunikasi yang baik dalam upaya pembentukan SDM yang unggul. Ekosistem ekonomi di negara ini juga perlu diberi perhatian lebih. Hal ini terkait jumlah pengangguran terbuka yang ada di Indonesia. Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Pada Agustus 2019, TPT turun menjadi 5,28 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 5,34 persen. Terdapat 5 orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja di Indonesia (Badan Pusat Statistik Indonesia) 


Hal ini disebabkan oleh naiknya jumlah angkatan kerja yang menyebabkan Tingkat Parsipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan. Demi mendukung ekosistem yang mengalami perbaikan ini tentu pemberdayaan SDM khususnya dalam bidang ekonomi sangatlah diperlukan. 

Bidang perdagangan yang menunjukkan signifikansi dalam angka penyerapan tenaga kerja dari tahun ke tahun. Dampaknya terhadapa ekonomi pun cukup signifikan. Sumbangsih sector perdagangan terhadap ekonomi Indonesia berada di presentase 13,02%. Jumlah yang cukup besar dan signifikan terhadap perkembangan ekonomi negara ini. 

Dalam upaya penguatan perdagangan dengan focus kepada penguatan dan pembangunan SDM yang unggul, Kadin Indonesia selaku instansi yang berwenang dalam industry perdagangan di Indonesia berhasil memberi dampak yang baik dan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang industry perdagangan. Hal ini didukung oleh data dari BPS yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi dari bidang industry perdagangan mengalami pertumbuhan sebesar 5,26% secara tahunan (yoy) .

Hal ini senada dengan dengan Fungi Kadin sesuai Undang Undang Nomor 1 tahun 1987 BAB IV Pasal 6 adalah : 

"Kamar Dagang Dan Industri merupakan wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha Indonesia dan antara pengusaha Indonesia dan pemerintah mengenai hal hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, industri dan jasa." 

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi khusunya bidang industri perdagangan sudah cukup baik dan memiliki pondasi yang kokoh dengan eksistensi Kadin yang mengawal dan menjaga ekosistem ekonomi tersebut. Selain itu, kegiatan Kadin yang mayoritas berorientasi kepada pastisipasi SDM sangat berpengaruh terhadap pembentukan SDM unggul. 

Dengan seelintir fakta yang sudah terpapar ini, tentu Indonesia maju bukanlah sekedar bualan dan sangat mampu untuk direalisasikan. Tapi hal pertama yang harus dipersiapkan tentu adalah SDM yang unggul untuk menyokong Indonesia yang lebih produktif lagi! 

Peluang Bonus Demografi


Dengan ekosistem ekonomi khususnya sekotr perdagangan yang sudah solid ini, tentu menyongsong datangnya masa bonus demografi yang diperkiran mulai datang di tahun 2020 dan sampai di puncaknya pada tahun 2030 sangatlah krusial. Pembentukan SDM yang unggul sangat harus digalakkan dan dipercepat melihat kondisi negara yang sebenarnya sudah siap namun masih belum terlaksana karena beberapa kendala yang ada

Sebagai negara yang mendapat bonus demografi, Indonesia selayaknya meniru Jepang yang berhasil memanfaatkan momen bonus demografi mereka pada tahun 1970, Singapura pada 1991, Hongkong pada tahun 1982, serta negara-negara maju lainnya.

Dengan SDM yang unggul serta momen bonus demografi yang bakal segera datang ini. Tentu banyak sekali manfaat yang akan diperoleh. Perbaikan ekonomi, perbaikan pembangunan, perbaikan peradaban, serta berbagai perbaikan lain yang menjadi buntut dari unggulnya SDM serta melimpahnya SDA yang secara bijak dan baik dimanfaatkan guna kemajuan bangsa.

Perkuatan sektor dagang, pemberatasan buta literasi, serta integrasi dan pembangunan SDM yang unggul alah kunci mutlak menjemput Indonesia yang lebih baik di masa depan. Saya pelajar, dan ini sumbangsih saya
___
Sumber tulisan dan data :
https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-indonesia-rendah-akses-baca-diduga-jadi-penyebab
https://kominfo.go.id/content/detail/4286/pengguna-internet-indonesia-nomor-enam-dunia/0/sorotan_media
https://www.liputan6.com/bisnis/read/2171389/ini-5-sektor-penyumbang-terbesar-pertumbuhan-ekonomi-ri
https://www.kompasiana.com/muhammadsolikin/5508fa37813311991cb1e1b0/peran-dan-konsep-kadin-dalam-percepatan-pembangunan-ekonomi-perbatasan

Sumber infografis :
https://www.tqnnews.com/tarekat-dan-bonus-demografi/
https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/11/05/1565/agustus-2019--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-28-persen.html
https://www.emarketer.com



3 komentar:

  1. Mantap Bang, tulisannya informatif juga inspiratif buat kita kita. Calon orang masa depan. Membuka dan menyadarkan pola pikir kita, bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan menang. Dengan melimpahnya SDA yang ada, dan SDM yang bermutu dan hebat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, momen melimpah ruahnya SDM dan pemanfaatan SDA harus menjadi konsern agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih hebat lagi

      terima kasih banyak telah berkunjung.

      Hapus
  2. Siap, buat data referensi nih

    BalasHapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.