Breaking

Menjadi Desainer Grafis - Kerja Koloran Gaji Dollar an

Perjalanan dan perjuangan untuk jadi desainer grafis


Sebagai freelance graphic designer, begadang dan bekerja sesuai dengan deadline acapkali kulakukan. Mengerjakan revisi dadakan dari client yang merasa kalau projet yang sudah aku presentasikan masih bisa diberi tambahan dan dipoles menjadi lebih good looking. Ada pula client yang kadang minta revisi sekedar untuk memberikan personal taste mereka ke dala project yang sedang Kami kerjakan.


Dalam setiap project dengan client aku selalu berusaha untuk saling mendengarkan dan memahami secara utuh brief yang diberikan oleh client untuk project yang bakal Aku garap. Karena bagiku, sebuah project bukan semata apa yang client ingin untuk aku realisasikan dalam bentuk identitas visual, namun lebih kepada kolaborasi ide yang kemudian direalisasikan ke dalam sebuah identitas. Yups! itulah proses pembuatan logo yang selama ini aku yakini. 


Kepuasan dari hasil akhir sebuah projet bukan semata tentang bagaimana designer memberikan sentuhan yang indah untuk karya mereka, namun lebih kepada sejauh mana hasil akhir dari porject mendekati atau bahkan sampai kepada ekspektasi dari kedua belah pihak. Diriku sebagai designer dan client ku selaku pemesan dari logo yang Aku kerjakan.


Memulai semua ini memang susah, Aku lahir dan memulai dari pribadi yang tak pernah mengecap pendidikan visual, tata boga atau bidang keilmuan yang paling tidak bersentuhan dengan dunia design. Aku lahir dan besar dari keluarga yang pekerjaannya adalah petani. Bapak ibuku keduanya adalah lulusan SLTA dan keduanya tidak punya minat dan bakat yang mendalam dalam dunia seni maupun gambar. Aku memulai semuanya dari 0, semuanya berawal dari keinginan dan berjalan dengan sendirinya.


Yakin dan Akhirnya Menekuni Dunia Design Grafis


Entah, apa yang akhirnya membuatku tercebur dan akhirnya mendalami dunia desain grafis. Tapi jika ditanya mungkin semuanya bermula di bangku SMA. Yaps, sebagai siswa yang tergolong aktif, Aku selalu berusaha untuk mencari kegiatan guna mengisi waktu luang. Apa yang ada dalam pikiranku adalah menimba pengalaman dan ilmu sebanyak yang kubisa selagi punya banyak waktu luang untuk digunakan. 


Satu hal yang Aku pecaya 

Segala hal bisa kita pelajari, kita tidak butuh bakat maupun anugrah dari lahir. Semuanya tentang kemauan lalu nikmati prosesnya. Biarkan semuanya mengalir dan menjadi passion untukmu


Hal itulah yang mendorongku untuk terus menggali kemampuan dan mengasah skill dalam dunia desain dan visual meski Aku tidak datang dari tempat dengan nuansa seni dan visual yang kental. Hanya seorang bocah dari keluarga petani yang nekat belajar desain dengan modal skill mengetik di Ms Word saja.


Baca juga : Alasan Kenapa Desain itu Mahal!


Dengan kerendahan hati, Aku pribadi merasa tidak pantas untuk share soal kiat dan tips untuk menjadi desainer grafis profesional, but let Me share my story and My tips  buat kalian semua.


Kamauan dan Konsistensi


Jujur deh, hal ini yang amat berpengaruh. Kemauan adalah awal dari segalanya. Kalau dari awal sudah gak ada niat ataupun motivasi maka kedepannya gak bakal membuahkan hasil. Taunya cuma komentar namun gak pernah berani untuk mencoba secara langsung? oh come on, sampe jaman matahari ada 4 mungkin Kalian gabakal bisa buat ngedesain. 


Jadi hal pertama yang perlu dikiati adalah memupuk niat. Susah untuk mengumpulkan niat? ada satu hal yang biasanya bakal gerakin banyak orang. Gua pengen belajar desain biar bisa ngedesain dan dapet uang. Ya! dapet uang dari nge desain!


Setelah ada niat, tinggal kemudian kita mengasah kemampuan dan konsisten belajar. Asah terus, yang awalnya cuma bisa retouching sederhana ujungnya bisa lebih rumit dan kompleks. Yang awalnya masih keliatan banget editannya, lama kelamaan bisa jadi lebih natural hasilnya dan lebih memuaskan.



Semuanya butuh proses dan karya pertama kalian tidak akan pernah selalu langsung menjadi sebuah karya yang bagus banget! Semuanya butuh proses, nikmati dan jalanin saja, biarkan mengalir dan tanpa kalian sadari Kalian yang awalnya gak bisa dan gatau apa itu desain grafis dengan sendirinya bisa menjadi lebih handal dan cekatan dalam desain (Selama kalian konsisten dan terus berlatih ya 😁😉)


Dicaci, dibully, dikatain karyanya jelek. Sabar gaes, semuanya pasti akan indah pada waktunya kok! konsisten dan jangan pernah menyerah adalah kunci ya! Karena semuanya pasti pernah memulai dan tidak langsung melesat begitu saja, ada banyak perjuangan dan pembelajaran selama proses menuju puncak! So stay calm dan terbukalah akan masukan dari yang lainnya!


Menghadapi Client


Perjalanan untuk jadi seorang desainer grafis


Ngadapin client ini susah-susah gampang. Kadang ketemu client yang ngehargai jerih payah sama kerja keras desainer, ada juga yang kadang mau murah dan cepet. Kalau sudah ketemu sama client yang jenis ini bakal susah memang urusannya kemudian. 


Kalau sudah ketemu sama client yang model beginian, ada baiknya Kalian coba untuk memberi pemahaman tentang segitiga berikut ini. Cepat, Bagus, dan Murah. Logikanya begini, Kita bisa ambil 2 hal tapi 1 hal akan jadi halangan. Segitiganya jadi begini


Mau cepat dan murah maka tidak bisa bagus

mau bagus dan murah maka tidak bisa cepat

mau cepat dan bagus maka tidak bisa murah


Itu adalah segitiga yang biasanya aku jelasin ke client. Kalo masih bandel, yaudah Aku biasanya langsung tanya budget mereka dan deadline yang mereka berikan, tinggal Akunya sebagai desainer yang menyesuaikan. Menyesuaikan karya dengan budget yang mereka berikan dong. Kalo budgetnya apa adanya, maka searching dan logo buildingnya juga seadanya 😂😂😂. Gaess, desainer juga butuh makan sama duit buat bayar listrik lo ya!!


Tips Ngerjain Project


Tips untuk desainer grafis pemula dan profesional

Beberapa tips buat kalian yang lagi ngerjain project nih.

  • Komunikasikan project kalian dengan baik. Lebih-lebih soal brief yang diberikan oleh client. Apakah ada work preference, warna favorit atau kecenderungan style. Hal ini ditujukan agar Kalian bisa lebih fokus dan ngerjain Projectnya itu 1 doang. 1 Project yang udah sreg banget sama client nya tanpa perlu bikin banyak versi dari project yang lagi kalian kerjain.
  • Lakukan observasi dan ide secukupnya. Kenapa secukupnya? karena kalo kebanyakan nanti bisa-bisa kita mabuk inspirasi. Nah kalo sudah mabuk inspirasi susanya bisa-bisa kita tak kunjung selesai ngerjain project karena terlalu banyak ide yang ada di kepala kita. Tips nya sederhana, ada ide langsung eksekusi lalu berikan beberapa perbaikan. Nantinya perbaikan itu bakal jadi alternate version dari logo yang Kalian garap.
  • Jangan takut dengan revisi dan masukan. Terimalah masukan yang diberikan oleh client dengan lapang dada, hal ini bukan semata tentang kepuasan client tapi juga bagian dari pelayanan kita sebagai desainer yang memberikan jasa desain kepada client.
  • Yang terakhir, jaga kesehatan ya gaes! jangan sampai kalian malah drop gara-gara ngejar deadline project. Bekerjalan secukupnya, biar bisa Kerja, kerja, kerja lalu liburan bukan Kerja, kerja, kerja lalu Tipes 😂


Where Can I Be Paid?


Nah, sebagai penutup nih. Biar Kalian makin semangat, maka mari bahas soal CUAN di bagian akhir tulisan ini. Sebagai desainer darimana kita bisa dapet bayaran? Well, ini beberapa sumber pendapatan buat desainer ;


Cara pertama itu bisa dari copyright. Yups, kita jualan karya. Sederhananya kita mengupload karya kita ke sebuah web (tentunya dengan beberapa ketentuan yang diberikan oleh web tersebut) nantinya kita bakal dapat pemasukan dari jumlah download terhadap asset desain kita. Jadi meski kita hanya punya 5 desain namun tiap desain di download hampir 1000 kali nih, yaudah kaliin aja rate per download dengan jumlah download kita. Mayan bukan?

Untuk website yang bisa kalian coba diantaranya Shutterstock, Adobe Stock, Dreamstime, Freepik.



Cara kedua adalah personal project, kalo yang ini kita dapatnya dari client setelah mengerjakan project dari mereka. Cara cari client gimana? Kalo aku sih bikin portofolio di Instagram dan sosial media lainnya, serta kalian bisa bikin akun di website cari kerjaan dan buka jasa kalian disana.

Untuk website yang bisa kalian coba diantranya seperti Fiverr dan Freelancer


Cara yang ke-3 itu adalah dengan ikut kontes. Terkeadang ada Client yang lebih memilih untuk ngadain kontes daripada nge hire desainer secara langsung. Untuk contest yang di deliver via website biasanya sayembara yang fast track. Berbeda dengan sayembara logo yang biasanya dibuka sekitar beberapa minggu. Kontes logo biasanya diselenggarakan hanya beberapa hari melalui website yang dipercaya oleh client. Sebagai desainer kita juga perlu membuat akun di website tersebut.

Untuk website kontes desain yang bisa kalian coba antara lain 99Design, Sribulancer, design crowd dan website contest lainnya.


Well gaes, itu semua situs itu ngasih kita bayaran pakai Dollar ya! dan juga kita kerjanya modal dari rumah doang bisa kok! modal koneksin internet dan bikin akun di website terkait.


So, itu dia beberapa tips dan kisah perjalananku sejauh ini sebagai seorang Freelance Desainer. Semoga celotehku bermanfaat dan bisa menginspirasi. Stay tuned and keep creative guys!!

___

Sumber gambar dan ilustrasi : 

https://www.freepik.com/free-vector/design-word-concept_2453871.htm#page=1&query=design&position=14

https://unsplash.com/s/photos/design




2 komentar:

  1. Yup, konsistensi memang kunci.
    BTW, kalau dapat klien yang maunya cepat terus bayarnya murah, kalau ia ngorder lagi diambil, gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gakapok habis dapet service kita yang menyesuaikan budget mereka ya gas aja :D dengan kualitas yang sama dengan budget yang dikasih. Gabaik nolak rejeki :D

      Hapus

Anda bebas berkomentar selama tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Selamat berbagi pendapat dan berdiskusi di kolom komentar ini.

Orang baik berkomentar dengan baik.
Jadilah komentator yang baik.

Diberdayakan oleh Blogger.